Cara Mengobati Alergi Dingin dengan Tuntas Tanpa Kambuh

Obat memang bisa diandalkan untuk mengatasi serangan alergi dingin. Namun, obat saja tiduk cukup. Jika Anda ingin benar-benar sembuh dari alergi dingin tanpa adanya kekambuhan, maka ikutilah cara mengobati alergi dingin secara komprehensif. Termasuk pengaturan makan dan pola hidup sehat sehari-hari.

Alergi dingin atau dalam istilah medis disebut cold urticaria merupakan reaksi tubuh terhadap sesuatu yang dingin, bisa berupa air dingin, udara dingin dan lainnya yang dirasakan oleh tubuh. Beberapa gejala seperti ruam, gatal, kemerahan pada kulit bisa muncul akibat alergi dingin. Penjelasan mengenai gejala dan ciri-cirinya bisa Anda baca di sini: Alergi Dingin.

cara mengobati alergi dingin

Bagaimana Menghindari Terjadinya Alergi Dingin?

Perlu kita ketahui bahwa jenis alergi apapun terjadi karena faktor internal penderitanya, artinya alergi itu bakat-bakatan. Namun demikian, ada pula faktor pemicunya yang berasal dari lingkungan. Ketika keduanya bertemu, maka terjadilah reaksi alergi.

Faktor internal hampir tidak mungkin kita atasi, maka yang bisa kita atasi adalah bagaimana caranya faktor pemicu alergi dingin kita hindari. Dan di kala reaksi sudah terlanjur terjadi, maka kita menggunakan obat-obatan untuk mengendalikan gejalanya.

Jadi, cara terbaik yang bisa kita lakukan sebelum mengobati alergi dingin itu sendiri adalah menghindari faktor-faktor pemicunya. Beberapa tips sederhana dapat kita dilakukan di rumah, misalnya saja menghindari udara dan air dingin, dan sebagainya.

1. Hindari Cuaca Dingin

Jika Anda memiliki kecenderungan mengalami ruam dan gatal saat kedinginan, maka tindakan pencegahan terbaiknya adalah dengan menghindari cuaca dingin. Beruntungnya, iklim di Indonesia termasuk yang tidak terlalu dingin, hanya musim hujan saja yang membuat cuaca menjadi lebih dingin. Beda halnya jika Anda tinggal atau berlibur di daerah beriklim dingin seperti eropa atau jepang.

Jadi, saat udara di sekitar bersuhu rendah, pastikan untuk selalu mengenakan pakaian hangat. Gunakan pakaian dari serat alami seperti kapas dan wol dan jangan lupa untuk selalu menggunakan sarung tangan, scarf atau syal untuk menutupi bagian leher dan wajah.

Gejala alergi dingin biasanya akan segera muncul setelah kulit terpapar suhu dingin secara tiba-tiba, sebagian besar reaksi ini dipicu oleh suhu yang lebih rendah dari 4ºC.  Pada beberapa orang, bersentuhan langsung dengan es juga bisa jadi pemicu munculnya alargi dingin ini.

Selain itu, kondisi lembab dan berangin juga dapat meningkatkan risiko dan tingkat keparahannya. Meskipun kondisi setiap orang berbeda-beda dan memiliki ambang suhu yang berbeda-beda pula, bahkan ada sebagian orang yang dapat mengalami alergi dingin pada kondisi yang lebih hangat dari 4ºC.

2. Jangan Berenang di Air Dingin

Berenang di air dingin merupakan salah satu penyebab paling umum yang memicu alergi dingin, apalagi ditambah dengan kondisi yang berangin. Gejala urtikaria dingin yang parah bisa saja muncul saat berenang di air dingin karena terlalu banyak area kulit yang terpapar dinginnya air.

Reaksi tubuh terhadap dingin ini bisa menyebabkan pelepasan histamin besar-besaran dari sel kulit yang dapat memicu turunnya tekanan darah, pusing, kehilangan kesadaran dan bahkan tenggelam saat berada di dalam air.

Jika Anda pernah mengalami alergi dingin sebelumnya, hindari berenang di saat cuaca dingin. Lakukan tes air sebelum mandi atau berenang, dengan menyiramkan air ke tangan, jika terasa terlalu dingin maka jangan langsung berenang atau mandi.

Hangatkan air mandi jika memungkinkan, atau tambahkan air panas untuk menaikkan suhunya. Gejala urtikaria dingin bisanya muncul antara 5 sampai 30 menit setelah terpapar suhu dingin dan gejala itu akan berlangsung selama 48 jam kemudian.

( ! ) Agar pengobatan alergi dingin berhasil, maka hindarilah pencetusnya.

3. Berhati-hatilah pada Minuman dan Makanan Dingin

Aktifitas lain yang dapat memicu urtikaria dingin adalah memegang atau memakan makanan dan minuman dingin. Minuman dingin yang mengandung es dapat memicu ruam dan bentol pada kulit yang sensitif. Memakan makan dingin juga bisa menyebabkan gejala yang sama muncul pada bibir, lidah, tenggorokan dan kerongkongan.

Hal ini bisa sangat berbahaya jika alergi dingin menyebabkan pembengkakan pada jalur nafas dan tenggorokan yang menyebabkan kesulitan bernafas dan kemungkinan tersedak. Gejala alergi dingin ini juga mirip dengan gejala alergi makanan pada umumnya.

Untuk keamanan sebaiknya hindari minuman dingin dan es, termasuk juga es krim dan smooties dingin. Biasakan juga untuk tidak memegang es batu atau makanan dan minuman dingin dari dalam kulkas secara langsung.

4. Konsumsi Antihistamin

Mekanisme yang terjadi pada tubuh ketika mengalami reaksi alergi seperti halnya pada alergi dingin adalah dengan lepasnya histamin dari sel sel mast yang terdapat pada kulit, jaringan ikat pada mulut dan tenggorokan. Histamin dapat memicu relaksasi atau pelebaran pembuluh darah, atau disebut juga peradangan serta penurunan tekanan darah. Sementara antihistamin adalah obat yang dapat menghambat pelepasan histamin, sehingga dapat mengurangi gejala alergi dingin yang timbul.

Konsumsi antihistamin sangat dianjurkan untuk mereka yang mengalami atau ingin mencegah munculnya alergi dingin. Selain itu, antihistamin yang merupakan obat bebas dan tidak perlu diresepkan oleh dokter ini tidak menyebabkan kantuk sehingga aman digunakan saat beraktifitas.

Bagaimana Cara Mengobati Alergi Dingin yang Terlanjur Muncul?

Karena alergi dingin merupakan salah satu bentuk alergi yang terjadi pada tubuh, maka pengobatannya juga mengacu pada pengobatan alergi secara umum. Penanganan alergi yang utama yaitu dengan menghindari faktor pemicunya seperti dijelaskan tadi, dan meringankan gejala yang timbul.

1. Konsultasikan dengan Dokter

Cara mengobati alergi dingin sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter, apalagi jika ini merupakan kemunculan pertama kalinya. Menghubungi dokter bisa memperjelas kondisi yang terjadi, dan Anda juga bisa menanyakan lebih lengkap apa yang sebenarnya terjadi pada kulit Anda.

Umumnya dokter akan melakukan tes alergi dingin baik pada saat serangan ataupun tidak dengan meletakkan es batu pada kulit selama 5 menit. Jika Anda benar-benar memiliki alergi dingin, bentolan merah biasanya akan muncul di kulit setelah beberapa menit es batu diangkat.

Artinya apa?

  • Hal ini menunjukkan bahwa kondisi dingin akan menimbulkan reaksi alergi pada kulit orang-orang yang hipersensitif atau rentan terhadap dingin.
  • Orang yang tidak memiliki alergi dingin biasanya hanya mengalami kemerahan setelah diberikan es di tangannya, namun akan hilang dalam beberapa menit setelah es diangkat.
  • Terkadang Urtikaria disebabkan oleh kondisi lain yang berdampak pada sistem imun, seperti pneumonia, hepatitis atau bahkan kanker. Untuk itulah mengonsultasikannya dengan dokter jadi penting.anti

2. Gunakan Antihistamin yang Diresepkan Dokter

Seperti sudah dibahas sebelumnya, penggunaan antihistamin yang dijual bebas tanpa resep dokter akan sangat membantu meringankan gejala alergi dingin. Namun, Anda juga bisa menanyakan ke dokter tentang penggunaan antihistamin yang diresepkan. Beberapa jenis antihistamin yang hanya boleh digunakan dengan resep dokter seperti antihistamin tipe penghambat respotor H1.

Penelitian menunjukkan bahwa dosis tinggi antihistamin penghambat resptor H1 (4 kali dosis standar) jauh lebih efektif mengatasi alergi dingin. Bicarakan dengan dokter untuk mengetahui dosis yang paling tepat untuk Anda.

  • Beberapa antihistamin resep yang digunakan untuk mengobati alergi dingin diantaranya cyprohptadin, fexofenadine, desloratadine dan ketotifen.
  • Cyproheptadine juga bekerja dengan cara mempengaruhi jalur saraf yang bisa menyebabkan gejala alergi dingin.
  • Omalizumab adalah jenis antihistamin kuat yang bisa digunakan untuk mengobati asma, namun efektif juga untuk mengatasi urtikaria dingin.

3. Gunakan Obat Lainnya

Antihistamin resep merupakan obat alergi dingin yang utama. Namun, jenis obat lain juga kadang digunakan untuk mengatasi kondisi ini. Salah satunya adalah doxepin yang biasa digunakan untuk mengatasi kecemasan dan depresi, ternyata juga dapat membantu mengurangi gejala alregi dingin.

Selain itu, obat-obatan seperti epinefrin dan cetirizin yang memiliki efek yang mirip dengan antihistamin juga dapat digunakan.

  • Doxepin merupakan antidepresan trisiklik yang juga dapat secara efektif menghalangi pelepasan histamin dari sel-sel mast di kulit.
  • Ephineprine yang juga disebut adrenalin ini biasa digunakan untuk mengobati anafilaksis, serangan jantung dan asma berat. Obat ini diberikan secara intervena atau dengan suntikan.
  • Kortikosteroid oral juga bisa digunakan sebagai bagian dari pengobatan.
  • Tanyakan juga pada dokter Anda tentang epinephrine dalam bentuk auto-injektor yang dapat selalu dibawa dan digunakan pada saat-saat genting ketika gejala alergi dingin yang parah muncul.

Ingat, jenis alergi apapun akan bisa kita atasi dengan cara menghindari faktor pemicunya dan mengatasi gejala yang muncul ketika itu terjadi.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer