Apakah Amoxicillin Bisa Digunakan untuk Obat Batuk?

Penggunaan antibiotik Amoxicillin (Amoksisilin) untuk batuk ternyata tidak efektif, bahkan tidak lebih efektif untuk menghilangkan gejala daripada tanpa pengobatan dengannya. – Temuan ini adalah hasil dari penelitian terkontrol “antibiotics for acute uncomplicated lower respiratory tract infection” dipublikasikan tahun 2012 di The Lancet Infectious Diseases.

“Pasien yang diberi Amoxicillin tidak pulih lebih cepat atau memiliki gejala yang secara signifikan lebih sedikit”, jelas Paul Little dari University of Southampton di Inggris yang memimpin penelitian tersebut. “Menggunakan amoksisilin untuk mengobati infeksi saluran pernafasan pada pasien yang tidak dicurigai menderita pneumonia tidak mungkin membantu dan bahkan bisa berbahaya. Terlalu sering menggunakan antibiotik, terutama bila tidak efektif, malah dapat menyebabkan efek samping (misalnya diare, ruam, muntah) dan perkembangan resistensi.”

amoxicillin untuk batuk

Hasil uji coba terkontrol secara acak tersebut tidak menunjukkan perbedaan durasi gejala atau tingkat keparahan gejala rata-rata untuk pasien yang menerima antibiotik dibandingkan dengan pasien yang hanya diberi plasebo.

* Plasebo adalah obat kosong, artinya pasien hanya diberi kapsul yang tidak berisi obat apapun.

Poin pentingnya disini adalah, pasien yang diteliti merupakan penderita batuk akibat infeksi saluran pernafasan bagian bawah selain yang disebabkan oleh pneumonia atau radang paru-paru dengan gejala yang berat.

Mengobati batuk memang harus memperhatikan penyebabnya!

Batuk sebenarnya adalah mekanisme pertahanan tubuh untuk mengeluarkan dahak yang berpotensi menghalangi saluran nafas. Batuk itu sendiri menjadi salah satu gejala dari infeksi saluran pernafasan yang bisa disebabkan oleh virus ataupun bakteri.

Infeksi virus adalah yang paling umum pada sebagian besar kasus. Jika virus yang menjadi penyebabnya, maka penggunaan antibiotik termasuk amoxicillin memang tidak ada artinya, alias tidak diperlukan. Jika memaksakan penggunaan amoxicillin untuk batuk seperti ini, maka yang timbul malah efek merugikan, berkat efek samping yang tidak bisa dianggap remeh seperti dijelaskan di atas. Begitu pula dengan antibiotik jenis lainnya.

Namun, apabila infeksi bakteri yang menjadi penyebabnya, maka penggunaan antibiotik seperti amoxicillin dan yang lainnya, mungkin masih memiliki efek menguntungkan. Namun lagi-lagi, hal ini sangat tergantung dari jenis bakteri yang menyebabkannya. Jadi perlu diketahui bahwa setiap jenis antibiotik memiliki rentang kerjanya sendiri untuk jenis bakteri tertentu.

Bakteri yang peka atau dapat dilumpuhkan dengan antibiotik A misalnya, lebih lanjut kita sebut sebagai bakteri yang sensitif terhadap antibiotik A. Adapun kebalikannya, bakteri yang kebal terhadap antibiotik A, lebih lanjut kita sebut sebagai bakteri yang resisten terhadap antibiotik A.

Baca juga:

Bagaimana memastikan bahwa batuk disebabkan oleh bakteri atau virus?

Bukan perkara mudah untuk membedakan apakah batuk disebabkan oleh virus ataupun bakteri, namun hal ini sangat vital untuk menentukan pengobatan. Termasuk penggunaan antibiotik seperti Amoxicillin untuk batuk.

Satu-satunya cara yang dapat diandalkan adalah dengan memeriksakan diri ke dokter. Dokter dapat mendiagnosis penyebab batuk Anda melalui riwayat medis Anda dan pemeriksaan fisik. Jika itu saja tidak cukup, mungkin diperlukan tes darah atau kultur dahak untuk membantu menentukan infeksi virus atau bakteri.

Dari penelusuran dokter, berikut beberapa poin gambaran umum bedanya infeksi bakteri atau virus:

  • Gejala apa yang menyertai. Jika batuk Anda saat ini diberengi oleh flu atau pilek dan memang disekitar Anda banyak yang terkena flu, kemungkinan besar ini disebabkan oleh virus sehingga tidak memerlukan antibiotik. Lain halnya, jika batuk tersebut muncul dari awal tanpa flu dan Anda juga mengalami demam atau bahkan sesak nafas, maka dicurigai bakterilah penyebabnya.
  • Durasi batuknya. Batuk akibat virus umumnya tidak lama-lama, tidak sampai lebih dari 3 minggu. Namun, batuk yang awalnya akibat virus misalnya kelanjutan dari flu, bisa jadi ‘ditunggangi’ oleh bakteri sehingga gejalanya memburuk bahkan lebih lama sembuhnya (1 bulan atau lebih).
  • Warna dahak. Sementara lendir hijau atau kuning bisa menjadi pertanda infeksi bakteri, para dokter mengatakan bahwa ini adalah indikator yang tidak dapat diandalkan untuk kebutuhan akan antibiotik.
  • Lihat tenggorokan Bintik putih pada tonsil atau amandel bisa menjadi pertanda infeksi bakteri. Sakit tenggorokan yang tidak disertai gejala flu atau pilek lainnya dicurigai sebagai radang tenggorokan yang sangat membutuhkan antibiotik.

Pastinya, diperlukan pemeriksaan laboratorium seperti dijelaskan di atas untuk memastikan penyebab batuk Anda.

Terlepas dari efektif tidaknya penggunaan amoxicillin untuk batuk, Anda tetap tidak dibenarkan berusaha sendiri mengobati batuk dengan antibiotik apapun. Antibiotik merupakan obat keras yang penggunaannya harus berdasarkan rekomendasi dokter.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer