Dosis Omeprazole untuk Penyakit Akibat Asam Lambung

Omeprazole merupakan salah satu obat maag untuk mengatasi berbagai penyakit akibat asam lambung yang tinggi. Agar khasiatnya optimal, maka harus diminum dengan dosis yang tepat. Dosis omeprazole yang tepat adalah yang sesuai dengan anjuran dokter Anda, adapun keterangan yang tertera disini merupakan dosis lazim atau rata-rata yang sering digunakan.

Ingat! Omeprazole tergolong obat keras sehingga memerlukan resep dokter untuk mendapatkannya. Oleh sebab itu, selalu ikuti petunjuk dokter, jangan mengonsumsi lebih, jangan terlalu sering, dan jangan menggunakannya lebih lama dari yang diresepkan dokter Anda.

Berikut dosis omeprazole yang disesuaikan dengan jenis penyakit yang diobati, usia, serta kondisi kesehatan pasien.

omeprazole

kemasan omeprazole

Dosis Omeprazole untuk Dewasa

1. Dosis Omeprazole untuk Ulkus Duodenum

Ulkus duodenum adalah penyakit pada usus dua belas jari (duodenum) berupa luka atau tukak akibat asam lambung yang tinggi. Pengobatan dengan omeprazole bertujuan untuk mengurangi produksi asam di lambung sehingga sel-sel pada duodenum yang rusak bisa memperbaiki diri.

Dosis yang direkomendasikan yaitu 20 mg per oral sekali sehari selama 4 minggu.

Keterangan:

  • Jika pasien tidak sembuh total setelah 4 minggu, pengobatan dapat berlanjut selama 4 minggu lagi.
  • Pengobatan jangka pendek ulkus duodenum aktif

2. Dosis omeprazole untuk Infeksi Helicobacter pylori

Helicobacter pylori adalah jenis bakteri yang paling sering menyebabkan tukak atau ulkus lambung dan duodenum. Jika sudah terbentuk tukak, maka omeprazole berfungsi menekan produksi asam lambung agar sel-sel lambung yang rusak dapat memperbaiki diri. Sedangkan bakterinya diatasi dengan antibiotik.

Oleh sebab itu, diperlukan salah satu dari dosis kombinasi sebagai berikut:

  • Terapi ganda: Omeprazole 40 mg per oral sekali sehari, diikuti bersamaan dengan klaritromisin selama 14 hari
  • Terapi tripel: Omeprazole 20 mg per oral 2 kali sehari, diikuti bersamaan dengan amoksisilin dan klaritromisin selama 10 hari

Keterangan:

  • Digunakan untuk pemberantasan Helicobacter pylori guna mengurangi risiko kekambuhan ulkus duodenum
  • Terapi tripel digunakan untuk pengobatan pasien dengan infeksi H pylori dan penyakit ulkus duodenum aktif atau riwayat (dalam 1 tahun)
  • Terapi ganda digunakan untuk pengobatan pasien dengan infeksi H pylori dan penyakit ulkus duodenum
  • Pada pasien yang sudah memiliki ulkus pada saat pengobatan, maka harus melanjutkan penggunaan omeprazole dengan dosis 20 mg secara oral sekali sehari selama 14 hari (terapi ganda) atau 18 hari (terapi tripel).
  • Pemilihan antibiotik harus ditentukan berdasarkan tes resistensi bakteri, lama pengobatan, dan penggunaan yang tepat.

3. Dosis omeprazole untuk tukak lambung (ulkus gaster)

Digunakan sebagai pengobatan jangka pendek tukak lambung aktif. Dosis yang dianjurkan adalah 40 mg per oral sekali sehari selama 4 sampai 8 minggu.

4. Dosis omeprazole untuk Esofagitis Erosif (EE)

Dosis terapi yang dianjurkan yaitu 20 mg per oral sekali sehari selama 4 sampai 8 minggu, kemudian dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan 20 mg per oral sekali sehari .

Keterangan:

  • Pasien yang tidak merespon setelah 8 minggu pengobatan dapat melanjutkan dosis selama 4 minggu.
  • Jika ada kekambuhan gejala esofagitis erosif (EE) atau gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), pengobatan tambahan 4 sampai 8 minggu harus dipertimbangkan.

5. Dosis Omeprazole untuk Hipersekresi Patologis

Sebagai pengobatan jangka panjang untuk kondisi asam lambung yang terlalu banyak (hipersekresi patologis), misalnya pada sindrom Zollinger-Ellison, adenoma multipel endokrin, dan mastositosis sistemik.

  • Dosis awal: 60 mg per oral sekali sehari
  • Dosis maksimum: 360 mg / hari (120 mg per oral 3 kali sehari)

Keterangan:

  • Dosis omeprazole yang lebih tinggi dari 80 mg harus diberikan dalam dosis terbagi.
  • Durasi pengobatan hanya jika selama masih diperlukan secara klinis.

6. Dosis omeprazole untuk Penyakit Refluks Gastroesofagus (GERD)

GERD (Gastroesophageal reflux disease ) adalah penyakit saluran pencernaan akibat asam lambung yang naik ke esofagus (refluks). Hal ini akan membuat penderitanya merasa mual bahkan muntah dan juga dada terasa panas seperti terbakar (heartburn).

Dosis omeprazole untuk mengobati GERD yaitu 20 mg per oral sekali sehari dengan durasi pemakaian hingga 4 minggu.

7. Dosis Omeprazole untuk Dispepsia

Dispepsia adalah sekumpulan gejala berupa nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap atau berulang. Disertai dengan gejala lainnya seperti rasa penuh saat makan, cepat kenyang, kembung, bersendawa, nafsu makan menurun, mual, muntah, dan dada terasa panas.

Jika keluhan ini terjadi 2 hari atau lebih dalam seminggu, maka diperlukan penggunaan dengan omeprazole. Dosis omeprazole yang disarankan yaitu 20 mg per oral sekali sehari di pagi hari dengan durasi terapi 14 hari.

Keterangan:

  • Pengobatan 14 hari dapat diulang setiap 4 bulan sekali.
  • Obat ini harus diminum segelas penuh air sebelum makan.

Dosis Omeprazole untuk Anak-anak

Untuk anak-anak, dosis omeprazole disesuaikan berdasarkan penyakit, umur, dan berat badan, dengan rincian sebagai berikut.

1. Dosis untuk Penyakit GERD pada Anak

Usia 1 sampai 16 tahun:

  • Berat badan 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 20 kg dan lebih besar: 20 mg per oral sekali sehari

16 sampai 18 tahun: 20 mg per oral sekali sehari.

Durasi pengobatan yang diperlukan yaitu 4 minggu.

2. Dosis untuk Esofagitis Erosif pada Anak

# Dosis Terapi

Anak usia 1 bulan sampai kurang dari 1 tahun:

  • Berat badan 3 sampai kurang dari 5 kg: 2,5 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 10 kg dan lebih besar: 10 mg per oral sekali sehari

Lama terapi hingga 6 minggu

Anak usia 1 sampai 16 tahun :

  • Berat badan 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 20 kg dan lebih besar: 20 mg per oral sekali sehari

Lama terapi : 4 sampai 8 minggu

Dosis Terapi untuk anak usia 16 sampai 18 tahun: 20 mg per oral sekali sehari selama 4-8 minggu.

# Dosis Pemeliharaan

Anak 1 sampai 16 tahun :

  • Berat badan 5 sampai kurang dari 10 kg: 5 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 10 sampai kurang dari 20 kg: 10 mg per oral sekali sehari
  • Berat badan 20 kg dan lebih besar: 20 mg per oral sekali sehari

Anak 16 sampai 18 tahun: 20 mg per oral sekali sehari

Keterangan:

  • Pasien yang tidak merespon setelah 8 minggu pengobatan dapat melanjutkan terapi selama 4 minggu.
  • Jika ada kekambuhan gejala EE atau GERD, pengobatan tambahan 4 sampai 8 minggu harus dipertimbangkan.
  • Studi terkontrol untuk terapi pemeliharaan tidak berlangsung selama 8 minggu.

Petunjuk Aman Mengonsumsi Omeprazole

  • Formulasi tablet dan kapsul harus ditelan utuh, tanpa dihancurkan / dikunyah.
  • Kapsul lepas lambat dapat dibuka dan ditaburi ke satu sendok makan saus apel dan segera ditelan. Jangan mengunyah atau menghancurkan butiran.
  • Suspensi oral lepas lambat dapat ditambahkan ke dalam sedikit air, dibiarkan menebal (kira-kira 2 sampai 3 menit), dan ditelan dalam waktu 30 menit. Bahan yang tersisa harus dicampur dengan lebih banyak air dan segera ditelan.
  • Suspensi dapat dicampur dengan air dan diberikan melalui selang makan (nasogastric tube).
  • Formulasi obat injeksi (IV) harus digunakan saat formulasi oral tidak memungkinkan; Penggunaan IV harus dihentikan segera setelah pengobatan dengan formulasi oral dimungkinkan. Dosis tunggal 10 mg IV terbukti setara dengan dosis tablet oral 20 mg tunggal.
  • Antasid dapat digunakan bersamaan selama perawatan.

Perhatian dan peringatan

  • Penggunaan obat ini tidak dimaksudkan sebagai pertolongan segera, karena efeknya mungkin memakan waktu 4 hari.
  • Segera mencari pertolongan medis jika terjadi tanda / gejala hipersensitivitas, Clostridium difficile, atau lupus erythematosus cutaneus.
  • Obat ini dapat menyebabkan kantuk, pusing, dan / atau gangguan penglihatan. Oleh sebab itu hindari mengemudi atau mengoperasikan mesin sampai efek penuh dari obat ini terlihat.

Pada penggunaan jangka panjang perlu pemantauan terhadap:

  • Kadar magnesium, terutama pada pasien yang menggunakan obat lain yang dapat menyebabkan hipomagnesemia atau terapi jangka panjang.
  • Kadar Vitamin B12.
  • Fraktur tulang, terutama pada pasien berisiko tinggi terkena osteoporosis.

Ingat! Mediskus tidak bermaksud menggantikan saran atau rekomendasi terapi dari dokter Anda. Gunakanlah dosis omeprazole sesuai yang dokter arahkan karena hal itu telah disesuaikan dengan kondisi Anda.

DISKUSI TERKAIT