Efek Samping Paracetamol dan Cara Menghindarinya

Paracetamol  adalah analgesik (pereda nyeri) dan antipiretik (obat penurun demam) yang digunakan untuk mengobati rasa nyeri dan demam yang terkait dengan banyak kondisi. Obat ini dijual bebas dan tersedia dalam bentuk generik maupun merek dagang dengan sediaan berupa tablet, kapsul, supositoria, dan syrup.

Obat ini termasuk obat yang sangat aman bila digunakan dengan benar dan sesuai petunjuk. Meskipun begitu, masih ada efek samping yang jarang terjadi akibat penggunaan parasetamol. Tetapi tidak semua orang dapat merasakan efek sampingnya.

efek samping paracetamol

Parasetamol dapat digunakan untuk setiap rentang usia, dari bayi hingga orang dewasa, tentunya dalam dosis yang berbeda. Berikut rincian dosisnya:

  • Dosis oral Paracetamol untuk orang dewasa adalah 325-650 mg setiap 4 sampai 6 jam.
  • Dosis harian maksimal adalah 4 gram.

Paracetamol pun aman digunakan pada semua tahap kehamilan dan merupakan obat pilihan untuk pengobatan jangka pendek demam dan nyeri ringan selama kehamilan. Meskipun Paracetamol diekskresikan dalam ASI dalam jumlah kecil, namun tetap aman untuk ibu menyusui.

Apa Efek Samping Paracetamol?

Sangat sedikit orang yang mengalami efek samping akibat penggunaan parasetamol. Namun, seperti pada obat apapun, ada sebagian orang yang mungkin mengalami efek samping setelah mengonsumsi parasetamol. Efek samping dari Paracetamol  meliputi:

  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Gatal.
  • Ruam.
  • Sakit kepala.
  • Urin gelap.
  • Tinja berwarna tanah liat.
  • Sakit kuning (menguningnya kulit atau mata).

Efek samping berikut jarang terjadi (kurang dari 1 per 1000 orang), tetapi harus segera dikonsultasikan kepada dokter jika Anda mengalaminya:

  • Demam yang disertai menggigil atau sakit tenggorokan yang tidak terkait dengan penyakit sebelumnya menjadi tanda dari reaksi alergi terhadap parasetamol.
  • Luka pada mulut dan muncul bintik-bintik putih di mulut dan bibir.
  • Selain itu, ruam kulit atau gatal-gatal bisa juga sebagai efek samping yang lebih umum, dan dalam beberapa kasus, terjadi pendarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Lemah, lesu, lelah, dan nyeri di punggung bagian bawah atau samping.

Jika mengalami salah satu dari efek samping paracetamol tersebut, segera hubungi dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Adakah Efek Samping yang Serius?

Selain efek samping di atas, parasetamol mungkin menyebabkan efek samping yang serius seperti kerusakan hati. Mata atau kulit yang berubah warna menjadi kuning menjadi gejala bahwa hati telah rusak karena mengonsumsi parasetamol.

Kerusakan hati terjadi akibat dosis besar dan penggunaan jangka panjang. Tak hanya kerusakan hati, efek samping serius lainnya adalah iritasi lambung. Kencing dan tinja berdarah juga merupakan efek samping parasetamol yang menandakan terjadinya iritasi pada lambung.

Overdosis

Overdosis parasetamol umumnya jarang terjadi, namun overdosis obat ini berbahaya dan mampu menyebabkan kerusakan serius pada hati dan ginjal. Jangan pernah mengonsumsinya melebihi dosis yang dianjurkan yang tercantum dalam leaflet informasi yang disertakan dengan obatnya.

Tips Aman Menggunakan Paracetamol

Parasetamol umumnya aman digunakan dengan sedikit efek samping, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat meminum obat ini. Berikut tips agar terhindar dari efek samping parasetamol yang berbahaya:

  • Hindari mengonsumsi alkohol saat menggunakan obat ini, karena alkohol hanya akan menimbulkan masalah tambahan pada hati. Bahaya overdosis parasetamol lebih besar pada peminum berat yang terus-menerus dan pada orang dengan penyakit hati alkoholik.
  • Paracetamol harus diminum sesuai dosis yang dianjurkan serta hindari mengonsumsinya dalam jangka panjang.
  • Anda juga harus menghindari mengonsumsi lebih dari satu obat yang mengandung paracetamol pada saat bersamaan, karena hal ini dapat dengan mudah menghasilkan dosis parasetamol maksimum. Misalnya, biasanya paracetamol seringkali terdapat pada obat flu, obat sakit kepala, dan lain-lain.
  • Beritahukan dokter jika Anda mengonsumsi parasetamol bersamaan dengan obat-obatan lain seperti aspirin atau ibuprofen karena dapat meningkatkan kemungkinan mengalami efek samping.
  • Segera konsultasikan dengan dokter jika Anda mengonsumsinya terlalu banyak, biarpun Anda tidak merasakan efek samping paracetamol seperti di atas, merasa sehat, karena bisa jadi ada reaksi yang tertunda, dan mungkin Anda akan terkena kerusakan hati yang serius di kemudian hari.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer