Maltofer : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Maltofer adalah suplemen zat besi bagi mereka yang mengalami defisiensi zat besi (Fe), baik untuk anak-anak, remaja, dewasa, dan juga ibu hamil dan menyusui. Kondisi khusus akibat kekurangan zat besi yang bisa diatasi dengan obat ini contohnya anemia defisiensi besi.

Meskipun obat maltofer ini dijual bebas tanpa resep dokter, namun penggunaannya harus sesuai dengan indikasi dan aturan pakai. Oleh sebab itu simak terus untuk mengetahui indikasi, kontraindikasi, dosis, efek samping, dan informasi keamanan.

Mengenal Obat Maltofer

Di apotek, Maltofer tersedia dalam bentuk tablet, syrup dan drops. Berikut komposisi dari masing-masing sediaan obat:

Maltofer Syrup:

  • Bahan aktif: Setiap 5 ml sirup mengandung 50 mg zat besi dalam bentuk Kompleks Besi (III)-hidroksi polimaltosa 16.25 mg.
  • Bahan lainnya: cream flavour, ethanol, methyl hydroxybenzoate, propyl hydroxybenzoate, water – purified, sodium hydroxide, sorbitol solution (70%) (non-crystallising), dan sucrose.

Maltofer tablet kunyah:

  • Bahan aktif: Setiap tablet kunyah mengandung 100 mg zat besi sebagai Kompleks Besi (III)-hidroksi polimaltosa.
  • Bahan lainnya: crospovidone, hydroxypropylcellulose, hypromellose, iron oxide red, iron oxide yellow, macrogol 6000, magnesium stearate, cellulose – microcrystalline dan titanium dioxide.

Maltofer Drops:

  • Bahan aktif: Setiap 1 ml (20 tetes) mengandung 50 mg zat besi sebagai Kompleks Besi (III)-hidroksi polimaltosa.
  • Bahan lainnya: water – purified, sucrose, cream flavour, sodium methyl hydroxybenzoate, sodium propyl hydroxybenzoate dan sodium hydroxide.

Tersedia juga Maltofer Fol tablet kunyah yang disertai dengan kandungan asam folat, disamping zat besi.

Fe atau zat besi yang terdapat dalam Maltofer berbentuk iron(III)-hydroxide polymaltose complex (IPC), artinya masing-masing partikel terikat kuat pada polimaltosa (suatu polimer karbohidrat). IPC memiliki struktur kimia yang mirip dengan ferritin, yaitu protein alami pada tubuh yang mengandung zat besi. Oleh sebab itu, bentuk zat besi dalam obat ini memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Lebih melindungi saluran cerna dari kerusakan akibat zat besi.
  • Mencegah interaksi atau reaksi antara zat besi dengan makanan.
  • Menjamin bioavailabilitas zat besi pada tubuh.
  • Bisa diabsorpsi dengan lebih baik secara alami.
  • Tidak bersifat oksidator seperti garam bivalen.

Indikasi atau Kegunaan

Maltofer digunakan untuk mengobati beberapa kondisi di bawah ini:

  • Defisiensi zat besi laten.
  • Anemia akibat kekurangan zat besi.
  • Pencegahan defisiensi zat besi pada masa sebelum, selama, dan setelah masa kehamilan serta selama masa menyusui.
  • Suplemen zat besi untuk kelompok Vegetarian dan Lansia.

Maltofer tablet digunakan untuk dewasa dan remaja, sedangkan sediaan syrup dan drops bisa juga digunakan untuk anak-anak.

Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat sebanyak 10 kali lipat.  Pada kondisi ini pemenuhan kebutuhan zat besi tidak selalu bisa dipenuhi dari makanan saja, sehingga mengharuskan ibu hamil untuk mendapatkan suplemen zat besi.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan Maltofer, karena beberapa orang dengan kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki alergi atau Hipersensitif terhadap polymaltose besi atau komponen lain dalam obat.
  • Zat besi dalam tubuh yang berlebihan (misalnya pada kondisi hemokromatosis, Hemosiderosis)
  • Gangguan pada pemanfaatan zat besi sehingga cendrung mengalami kelebihan zat besi ketika diberikan, misalnya kondisi lead anaemia, talasemia, sideroachrestic anaemia.
  • Anemia yang tidak disebabkan oleh kekurangan zat besi (misalnya anemia hemolitik atau megaloblastik -anemia karena kekurangan vitamin B12)

Dosis dan Aturan Pakai

Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis yang tepat, terlebih ketika Anda sedang hamil. Adapun dosis lazim yang direkomendasikan yaitu:

Dosis Maltofer Syrup:

  • Mencegah kekurangan zat besi, terutama pada wanita hamil : 5-10 ml sehari
  • Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus.
  • Minumlah selama atau segera setelah makan.
  • Boleh dicampurkan dengan jus buah dan sayuran atau dengan minuman botol.

Dosis Maltofer Tablet Kunyah:

Digunakan sebagai pencegahan kekurangan zat besi:

  • Anak > 12 tahun, dewasa, dan ibu menyusui : 1 tablet sehari
  • Wanita hamil : 1 tablet sehari
  • Maltofer tablet dapat dikunyah atau ditelan langsung dan harus dikonsumsi selama atau segera setelah makan.

Dosis Maltofer Drops (Tetes):

Digunakan sebagai pencegahan kekurangan zat besi:

  • Bayi < 1 tahun: 2-4 tetes sehari
  • Anak usia 1-12 tahun: 4-6 tetes sehari
  • Anak usia > 12 tahun, dewasa, dan ibu menyusui: 4-6 tetes sehari
  • Wanita hamil : 20-40 tetes sehari
  • Dosis harian dapat dibagi dalam beberapa dosis atau dapat dikonsumsi sekaligus.
  • Konsumsilah selama atau segera setelah makan.
  • Jika berkenan boleh dicampurkan dengan jus buah dan sayuran atau dengan minuman botol.

Efek Samping Maltofer

Seperti halnya obat-obatan lain, Maltofer juga memiliki efek samping. Adapun efek samping yang biasanya muncul adalah gangguan pencernaan, seperti:

  • Sembelit
  • Diare
  • Mual sampai muntah
  • Nyeri perut
  • Gangguan lambung (dispepsia)

Apabila terjadi alergi dengan gejala ruam kulit (urtikaria, eksantema, pruritus), maka segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakann Maltofer, harap perhatikan hal-hal di bawah ini:

  • Pemantauan berkala kadar hemoglobin (Hb) dan kadar feritin serum harus dilakukan untuk menilai sejauh mana suplemen zat besi ini memberika efek pada penggunanya. Dokter akan menentukan apakah menambah dosis atau menguranginya.
  • Pada kasus anemia akibat infeksi atau keganasan, besi pengganti akan disimpan dalam sistem retikuloendotelial yang kemudian akan dimobilisasi dan digunakan hanya setelah penyakit primer (penyebab) sudah teratasi.
  • Hingga saat ini tidak ada obat yang berinteraksi dengan suplemen zat besi ini.
  • Zat besi pada Maltofer membentuk ikatan kompleks yang kuat, sehingga interaksi ionik dengan komponen bahan makanan (phytin, oksalat, tanin dll) dan obat-obatan (Tetracycline, antasida) bisa dihindari.
  • Jangan khawatir, obat ini tidak menyebabkan perubahan warna pada gigi.
  • Penggunaan Maltofer tidak mempengaruhi hasil pemeriksaan darah samar, jadi tak perlu menghentikan pemakaian.
  • Sampai saat ini tidak ada kasus keracunan atau kelebihan zat besi selama penggunaan. Akan tetapi sangat disarankan untuk selalu mengikuti petunjuk pemakaian dan intruksi dokter.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer