Obat Biduran (Kaligata) di Apotik yang Paling Ampuh

Pada sebagian besar kasus, biduran tidak memerlukan pengobatan, karena gejalanya yang ringan dan sering membaik dalam beberapa hari. Namun, ketika gatal-gatal kaligata ini begitu mengganggu, maka Anda memerlukan obat biduran yang ada di apotik.

Apa itu biduran? Hal terpenting yang harus kita ketahui sebelum mengonsumsi obat kaligata atau biduran ini adalah pengetahuan tentang penyakitnya. Jangan sampai apa yang kami sampaikan, dan obat yang akan Anda beli nantinya tidak tepat guna lantaran yang Anda obati sebenarnya bukan biduran.

Biduran atau kaligata dalam dunia medis dikenal dengan istilah urticaria (dibaca: urtikaria) adalah ruam gatal pada kulit yang berwarna kemerahan dan menimbul. Bagian kulit yang memerah sedikit lebih tinggi dari kulit sekitarnya, dalam bahasa kita, ruam seperti mungkin secara singkat disebut bentol.

Ruam ini muncul di satu bagian tubuh tertentu atau tersebar di area yang luas. Mulai dari ukuran beberapa milimeter hingga sebesar telapak tangan yang tersebar secara terpisah ataupun bergabung satu sama lain seperti pulau-pulau.

obat biduran atau kaligata

seperti inilah kulit yang mengalami biduran atau kaligata

Kondisi ini terjadi akibat reaksi kulit dan pembuluh darah terhadap histamin dan bahan kimia lainnya yang dihasilkan oleh tubuh. Tubuh menghasilkan histamin secara berlebihan ketika mengalami reaksi alergi, misalnya alergi makanan, sengatan tawon atau lebah, gigitan serangga, alergi dingin, alergi obat, dan lain-lain.

Di samping alergi, ada pula beberapa pemicu lainnya, termasuk penyakit infeksi, stres, dan faktor fisik seperti tekanan pada kulit, perubahan suhu, sinar matahari, olahraga atau air.

Hal penting lainnya yang harus kita ketahui guna menerapkan pengobatan yang mumpuni yaitu mengetahui jenis-jenis urtikaria. Berdasarkan durasi kemunculan hingga penyembuhannya, dokter membagi biduran dalam dua jenis:

  • Urtikaria akut  –  ruam kaligata sembuh sepenuhnya sebelum enam minggu.
  • Urtikaria kronis  – ruam berlanjut atau datang kembali (kambuhan) yang berlangsung selama lebih dari enam minggu, seringkali selama bertahun-tahun.

Kasus yang sering terjadi adalah urtikaria akut, sedangkan yang kronis jarang terjadi. Selain berdasarkan durasinya, letak perbedaan dari keduanya adalah pada mekanime terjadinya dan penyebabnya.

Pada urtikaria akut terjadi akibat proses dan penyebab yang telah disebutkan di atas. Sedangkan pada urtikaria kronis, juga dapat terjadi bila sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri. Ini dikenal sebagai reaksi autoimun. Sekitar sepertiga sampai setengah dari semua kasus urtikaria kronis dianggap berhubungan penyakit autoimun, maka kondisi ini sering menyertai orang-orang dengan remathoid arthritis dan penyakit lupus.

Obat Biduran atau Kaligata di Apotik

Setelah mengetahui seluk beluknya, dan ketika sudah dipastikan bahwa Anda mengalami kaligata, maka langkah selanjutnya adalah melakukan pengobatan. Tapi ingat ya, pada kasus yang ringan dan tidak mengganggu, sebaiknya bersabar saja, tidak perlu terburu-buru membeli obat biduran di apotik, karena sebagian kasus dapat sembuh sendiri.

Bukan tanpa alasan, penggunaan obat-obatan termasuk obat kaligata pasti ada resiko efek sampingnya. Jadi, lebih aman kita gunakan obat apapun secara bijaksana, yakni ketika manfaatnya lebih besar daripada resikonya.

obat biduran kaligata di apotik

ilustrasi obat biduran di apotik

Bagi Anda yang memutuskan untuk menggunakan obat, maka inilah prinsipnya:

Obat biduran harus dapat menghambat atau bahkan menghentikan aktifitas histamin sehingga mampu mengatasi rasa gatal, kemerahan di kulit, bentol-bentol, dan pembengkakan. Pada urtikaria kronis, maka harus ada obat yang menekan sistem imun untuk meminimalisir reaksi autoimun.

Pengobatan Urtikaria Akut

Ketika biduran tiba-tiba menyerang, dan Andapun terganggu dengan rasa gatalnya, maka gunakanlah obat antihistamin yang banyak tersedia di apotek dan dijual bebas. Apabila tidak cukup, atau bahkan gejalanya memburuk, maka pergilah ke dokter untuk mendapatkan saran pengobatan yang lebih ampuh. Pada kasus kaligata yang sangat parah, dokter biasanya meresepkan obat tablet kortikosteroid pada penggunaan singkat.

Lebih lengkap, berikut obat biduran akut yang dapat Anda beli di apotik:

Antihistamin

Antihistamin bekerja dengan cara menghalangi efek histamin, membantu menghentikan rasa gatal dan mengurangi ruam. Contoh antihistamin untuk mengobati biduran meliputi:

Bagi kebanyakan orang, obat gatal antihistamin generasi baru tidak menyebabkan kantuk, meski ada beberapa pengecualian. Oleh sebab itu, selalu perhatikan keterangan pada label mengenai efek antihistamin terhadap rasa kantuk sebelum mengemudi atau mengoperasikan mesin berat.

Bagi ibu hamil harus berhati-hati dan selalu berkonsultasi dengan dokter, antihistamin biasanya tidak diresepkan, karena belum diketahui tingkat keamanannya. Namun, chlorphenamine dapat direkomendasikan, jika diyakini bahwa manfaatnya lebih besar daripada risikonya. Tidak ada bukti bahwa chlorphenkine membahayakan janin dalam kandungan.

Tablet Kortikosteroid

Penggunaan singkat tablet kortikosteroid dosis tinggi, seperti prednisolon, akan diresepkan oleh dokter untuk mengobati kaligata yang parah.

Kortikosteroid bekerja dengan cara menekan sistem imun atau kekebalan tubuh, dengan demikian histamin tidak banyak terbentuk sehingga mengurangi gejala urtikaria. Umumnya diperlukan pengobatan dengan prednisolon selama tiga sampai lima hari.

Menggunakan tablet steroid secara jangka panjang tidak disarankan, karena dapat menyebabkan berbagai macam efek samping dan komplikasi, seperti:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Glaukoma
  • Katarak
  • Diabetes (atau bisa membuat diabetes yang ada menjadi lebih buruk)

Kembalilah ke dokter jika gejala memburuk atau jika pengobatannya tidak bekerja setelah dua minggu.

Pengobatan Urtikaria Kronis

Berbeda dengan kondisi akut yang menitikberatkan pada pengobatan gejala yang muncul dan saat itu juga, pengobatan urtikaria kronis melibatkan upaya untuk mengendalikan gejala dan menghindari pemicu yang membuat biduran lebih buruk.

Jika yang terjadi adalah urtikaria kronis dengan angioedema (pembengkakan luar biasa), maka diperlukan rujukan ke spesialis kulit (dermatologis). Mengapa demikian? karena angioedema berpotensi lebih serius dan bisa menyebabkan kesulitan bernafas.

Bagi yang memiliki urtikaria kronis saja namun gejalanya tetap berlanjut meskipun Anda telah menggunakan obat biduran di apotik, maka harus berobat ke dokter kulit.

Berikut obat biduran kronis yang dapat Anda beli di apotik:

Antihistamin

Urtikaria kronis juga diobati dengan obat antihistamin. Namun, Anda perlu menyiapkannya secara teratur sehingga apabila kaligata muncul sewaktu-waktu Anda bisa langsung menggunakannya.

Dosis dapat ditingkatkan jika gejala tidak merespons dengan dosis yang biasanya digunakan. Dengan peningkatan dosis, seringkali bisa membantu mengendalikan gejala yang tidak merespons terhadap pengobatan sebelumnya. Tapi ingat ya, ini hanya boleh dilakukan di bawah instruksi dokter yang menangani Anda.

Krim menthol

Krim menthol bisa digunakan sebagai alternatif atau tambahan antihistamin karena membantu meringankan gatal. Konsultasikan dengan dokter mengenai jenis produk yang direkomendasikan untuk Anda.

Tablet kortikosteroid

Terkadang, serangan kaligata atau urtikaria yang lebih serius dapat diobati dengan tablet kortikosteroid dosis pendek, seperti prednisolon. Kemungkinan efek samping tablet kortikosteroid meliputi:

  • peningkatan nafsu makan dan kenaikan berat badan
  • perubahan mood
  • Kesulitan tidur (insomnia)

Ingat! obat kaligata jenis steroid ini harus digunakan sesuai resep dokter. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang untuk urtikaria kronis tidak dianjurkan karena alasan di atas.

Antihistamin H2

Jika anda memberli obat antihistamin di apotek, maka kebanyakan akan menyediakan antihistamin H1 seperti yang dijelaskan sebelumnya. Namun tahukah Anda, ada beberapa jenis antihistamin lainnya, termasuk antihistamin H2.

Antihistamin H2 berguna untuk mengobati urtikaria kronis, karena memberikan efek mempersempit pembuluh darah sehingga mengurangi kemerahan pada kulit. Lebih lanjut obat ini dapat digunakan sebagai alternatif antihistamin H1 atau dikombinasikan.

Obat-obat ini, juga disebut sebagai antagonis reseptor H-2, disuntikkan atau diambil secara oral. Contohnya meliputi cimetidine, ranitidine dan famotidine.

Efek samping antihistamin H2  jarang terjadi, meliputi: sakit kepala, diare, pusing. Jangan mengemudi atau menggunakan alat atau mesin jika merasa pusing setelah minum obat ini.

Antagonis reseptor leukotrien

Antagonis reseptor Leukotrien adalah jenis obat yang dapat membantu mengurangi kemerahan dan pembengkakan pada kulit. Obat ini bisa menjadi alternatif penggunaan tablet kortikosteroid jangka panjang, karena obat biduran yang satu ini lebih risiko efek sampingnya dibanding steroid.

Efek sampingnya memang ada, tapi jarang terjadi dan relatif ringan, seperti sakit kepala dan mual. Contoh obatnya antara lain montelukast (Singulair) dan zafirlukast (Accolate).

Ciclosporin

Pada sekitar dua pertiga kasus, obat ciclosporin terbukti efektif dalam mengobati urtikaria. Ciclosporin bekerja dengan cara yang mirip dengan kortikosteroid, yakni menekan efek berbahaya dari sistem kekebalan tubuh. Di apotek obat ini tersedia dalam bentuk kapsul atau sebagai cairan yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter.

Efek samping ciclosporin yang perlu diwaspadai meliputi:

  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Gangguan ginjal
  • Peningkatan kadar  kolesterol darah
  • Sakit kepala
  • Gemetaran ( tremor )
  • peningkatan kerentanan terhadap infeksi, terutama infeksi pada dada, infeksi saluran kencing (ISK) dan sejenis infeksi virus yang dikenal dengan cytomegalovirus

Selalu konsultasikan dengan dokter.

Omaluzimab

Pada urtikaria yang tidak berespon terhadap obat antihistamin, ada obat biduran baru yang tersedia, seperti omalizumab. Omalizumab diberikan dengan suntikan dan diperkirakan bisa mengurangi jenis antibodi yang berperan dalam menyebabkan urtikaria. Suntikan obat ini biasanya diberikan sebulan sekali.

Perhatikan Makanan

Meskipun ada beberapa ketidakpastian mengenai peran diet (makanan) pada orang dengan urtikaria kronis, namun telah terindentifikasi bahwa ada dua kelompok bahan kimia dalam makanan yang dapat memicu urtikaria pada beberapa orang, yaitu amina vasoaktif dan salisilat.

Menghindari atau mengurangi makanan yang mengandung bahan kimia ini dapat memperbaiki gejala dan mencegah kekambuhan. Buatlah catatan harian untuk setiap makanan yang mempengaruhi gejala kaligata yang Anda alami. Dengan demikian biduran dapat terobati dengan tuntas, baca juga: Cara Mengobati Biduran dengan Tuntas

Tapi jangan salah ya, banyak yang hanya percaya begitu saja dengan perkataan orang yang belum tentu benar. Misalnya saja, banyak yang mengatakan bahwa kalau biduran tidak boleh makan ikan, telur, ikan asin, dan lain-lain. Padahal setiap orang itu unik, mungkin saja si A alergi terhadap ikan, tapi orang lain belum tentu.

Jadi, sebaiknya mintalah saran dari dokter atau ahli gizi sebelum Anda menghindari jenis makanan tertentu. Jangan sampai Anda menghindari makanan yang seharusnya tak perlu dihindari, Anda akan rugi karena tidak mendapatkan nutrisi penting darinya.

Tips Pencegahan dan Perawatan di Rumah

Urtikaria kronis bisa berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dan tentu saja bisa mengganggu tidur, kerja dan aktivitas lainnya. Selain menggunakan obat biduran, tindakan pencegahan berikut dapat membantu mencegah atau mengurangi reaksi kulit berulang akibat kaligata kronis:

  • Pakailah pakaian yang ringan, tidak tebal ataupun ketat.
  • Hindari menggaruk atau menggunakan sabun keras, misalnya sabun antiseptik.
  • Tenangkan daerah kulit yang memerah dan gatal dengan mendinginkannya di bak mandi, kipas angin, kain dingin, lotion atau krim anti gatal.
  • Siapkan buku harian untuk mencatat kapan dan di mana gatal-gatal terjadi, apa yang sedang Anda lakukan saat ibu, apa yang barusan dimakan, dan sebagainya. Ini bisa membantu Anda dan dokter untuk mengidentifikasi pemicu biduran.
  • Hindari pemicu yang telah diketahui.
  • Oleskan tabir surya sebelum pergi ke luar.
Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer