Obat Keracunan Makanan yang Alami dan Ampuh

Pernahkah Anda mengalami pusing, mual dan muntah setelah menyantap makanan? Bisa jadi itu akibat keracunan makanan. Beberapa makanan mungkin saja telah terkontaminasi bakteri, virus, atau racun sehingga menimbulkan gejala tersebut. Keadaan ini bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan tepat. Untungnya, ada beberapa obat keracunan makanan alami yang bisa dibuat dari bahan – bahan yang mudah dijumpai di rumah.

Kenapa keracunan makanan berbahaya?

Saat mengalami keracunan makanan, tubuh akan kehilangan banyak air akibat muntah atau diare. Dehidrasi ditandai dengan mulut kering, jarang buang air kecil, badan menjadi lemah, bahkan pada kondisi berat penderita bisa pingsan. Jika tak segera mendapat pertolongan, maka nyawa menjadi taruhannya.

Oleh karena itu, penting untuk tetap menjaga asupan air. Minum banyak air bisa dijadikan langkah awal mengatasi keracunan makanan, air kelapa juga bisa dijadikan alternatif sebagai ganti air minum biasa.

jahe dan lemon merupakan obat keracunan makanan alami dan ampuh

( ! ) Obat keracunan makanan yang alami ini hanya bersifat membantu, khususnya untuk kondisi ringan. Jadi ketika timbul muntah-muntah, diare, pusing, dan gejala lain yang berat, maka segeralah membawa korban ke layanan kesehatan darurat terdekat.

Jika tubuh masih cukup kuat mengatasinya, atau ketika kesulitan dalam mengakses layanan kesehatan, maka obat keracunan alami yang akan di paparkan berikut ini mungkin bisa membantu.

10 Obat Keracunan Makanan Alami

Berikut ini merupakan 10 jenis obat alami yang dapat digunakan untuk mengatasi gejala keracunan makanan. Kandungan pada bahan – bahan obat ini dipercaya ampuh mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh bakteri, virus atau racun yang tertelan.

Bahan – bahan obat ini bisa dijadikan pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan karena mudah didapat dan gampang mengolahnya menjadi obat. Berikut ke 10 obat keracunan makanan alami tersebut:

1. Jahe

Jahe dipercaya sejak dahulu sebagai obat untuk banyak jenis penyakit, termasuk salah satunya adalah keracunan makanan. Berikut cara menggunakan jahe untuk membantu mengatasi keracunan makanan:

  • Minumlah satu cangkir wedang jahe setelah makan siang atau makan malam untuk menghentikan mual, muntah dan gejala lain akibat keracunan makan. Untuk membuat wedang jahe, rebus satu sendok makan jahe yang sudah diparut kedalam secangkir air selama beberapa menit, tambahkan sedikit gula atau madu.
  • Cara lainnya adalah dengan mencampurkan beberapa tetes ekstrak jahe dengan satu sendok teh madu. Telanlah campuran ini beberapa kali sehari untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit di saluran cerna.
  • Anda juga bisa langsung mengunyah potongan jahe mentah.

2. Cuka Apel

Kandungan zat asam pada cuka apel memiliki sifat yang sama dengan asam dalam sistem pencernaan. Oleh karena itu, zat ini mampu membunuh bakteri, menenangkan lapisan gastrointestinal dan sekaligus memberi kelegaan instan di saluran cerna.

Cara menggunakan cuka apel ini sebagai berikut:

  • Campurkan dua sendok makan cuka apel dalam secangkir air panas dan minumlah sebelum makan.
  • Atau bisa juga dengan langsung meminum dua sampai tiga sendok teh cuka apel yang belum diencerkan.

Baca juga : Manfaat Cuka Apel dan Cara Menggunakannya

3. Yogurt dan Biji Klabet

biji kelabet merupakan obat keracunan makanan alami

Yogurt dikenal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, kandungan antibakteri dan antimikrobanya dapat melawan bakteri yang menyebabkan keracunan makanan. Ditambah dengan biji klabet (fenugreek), dua bahan alami ini ampuh mengobati rasa tidak nyaman di perut.

Campurkan satu sendok teh biji klabet dengan satu sendok makan yogurt. Telan kedua bahan ini bersamaan tanpa perlu mengunyah biji klabetnya. Gabungan dari dua bahan ini akan memberikan efek menenangkan pada perut dan mencegah muntah.

4. Lemon

Sifat anti-inflamasi, antiviral dan antibakteri dari lemon dapat membantu mengobati keracunan makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme jahat. Asam pada lemon juga mampu membunuh bakteri penyebab keracunan. Cara menggunakannya cukup sederahan, yaitu:

  • Tambahkan sedikit gula pada satu sendok makan sari lemon dan minumlah dua sampai tiga kali sehari.
  • Anda juga bisa menambahkan ekstrak lemon pada secangkir air hangat untuk membersihkan sistem pencernaan.

5. Selasih

Selasih merupakan obat herbal yang manjur untuk menyembuhkan ketidaknyamanan pada perut akibat keracunan makanan. Tanaman herbal ini juga memiliki sifat antimikroba sehingga dapat membantu membersihkan saluran cerna dari bakteri jahat. Berikut beberapa cara penggunaan selasih sebagai obat keracuanan makanan:

  • Minumlah rebusan daun selasih yang sudah ditambahkan sedikit madu beberapa kali sehari, Anda juga bisa nambahkan sari ketumbar pada minuman ini untuk menambah khasiatnya.
  • Tambahkan beberapa tetes minyak selasih kedalam secangkir air. Minumlah beberapa cangkir sehari untuk membunuh bakteri penyebab keracunan makanan.
  • Campurkan beberapa lembah daun selasih, sejumput garam dan sedikit lada hitam kedalam tiga sendok yogurt tawar. Makanlah campuran ini tiga sampai empat kali sehari sampai gejala keracunan makanannya hilang.

6. Bawang Putih

Bumbu dapur ini juga merupakan salah satu bahan yang bisa dijadikan sebagai obat keracunan makanan alami yang cukup membantu. Sifat antibakteri, antivirus dan antijamur pada bawah putih ini mampu mengurangi gejala seperti diare dan sakit perut. Manfaat bawang putih ini bisa didapat menggunakan beberapa cara yaitu:

  • Kunyahlah satu siung bawang putih, kemudian minumlah segelas air agar mampu menelannya. Jika Anda tahan terhadap aroma bawang putih, minumlah jus bawang putih.
  • Cara lainnya, campurkan minyak bawang putih dan minyak kedelai kemudian gosokkan di perut yang mulas.

7. Pisang

Pisang sangat baik mengobati keracuanan makanan, karena pisang kaya akan potasium yang berguna dalam melancarkan pencernaan. Potasium pada pisang juga mampu menggantikan kekurangan zat ini di tubuh akibat muntah dan diare karena keracunan makanan.

Makan pisang yang sudah masak dua sampai tiga buah perharinya dapat menjaga tubuh tetap kuat. Anda juga dapat membuat jus pisang yang dikonsumsi dua sampai tiga gelas perharinya.

8. Jintan Putih

biji jintan putih merupakan obat keracunan makanan

Jintan hitam sudah sangat terkenal karena khasiatnya untuk kesehatan. Namun, disini kita akan gunakan jintan putih karena merupakan bahan obat yang pas untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan pada perut akibat keracunan makanan. Cara menggunakannya sebagai berikut:

  • Rebus satu sendok teh biiji jintan putih dalam secangkir air. Tambah satu sendok ekstrak daun ketumbar dan sedikit garam. Minumlah dua kali sehari selama beberapa hari.
  • Anda juga bisa membuat minuman herbal dengan mencampurkan biji jintan putih, garam dan asafetida. Minumlah dua atau tiga kali sehari hingga gejala keracunan merada. Minuman ini juga berfungsi membersihkan sistem pencernaan.

9. Teh Herbal

Meminum berbagai jenis teh herbal dapat meredakan mulas pada pencernaan. Selain itu, juga membantu tubuh tetap terhidrasi.

Salah satu sering digunakan teh pepermin, teh herbal ini mampu memberikan efek menenangkan pada perut. Teh akar kompring juga sangat baik untuk mengobati infeksi pada pencernaan. Jika Anda masih sering mual akibat keracunan makanan, cobalah meminum teh akar manis atau teh chamomile karena minuman herbal ini akan mengurangi peradangan dan menenangkan perut Anda.

10. Madu

Madu memiliki khasiat antijamur dan antibakteri yang sangat efektif untuk mengobati gangguan pencernaan dan gejala keracunan makanan lainnya. Madu sebagai obat alami bisa diminum dalam bentuk murni atau disedu menjadi teh herbal.

Konsumsi satu sendok teh madu tiga kali sehari bisa menyembuhkan perut yang sakit. Madu juga dapat mengendalikan pembentukan asal berlebihan pada lambung.

Baca Juga: Manfaat Madu (Lengkap)

Seperti halnya obat herbal atau alami lainnya, harap diingat bahwa obat keracunan makanan alami di atas sifatnya hanya membantu ketika kondisi keracunan tergolong ringan. Jika gejala tak kunjung membaik atau bahkan memburuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk penanganan medis lebih lanjut. Selain itu, cegah terjadinya keracunan makanan dengan selalu menjaga kebersihan dan kesehatan makanan, serta menciptakan lingkungan yang bersih disekitar tempat tinggal.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer