Obat Kurang Darah (Anemia) untuk Sembuh Tanpa Kambuh

Pastilah kita sering mendengar istilah kurang darah atau anemia yang memiliki gejala berupa lemah, lesu, pucat, sering mengantuk, dan sebagainya. Tapi, tahukah Anda sebenarnya apa sih anemia itu? dan bagaimana cara mengobati kurang darah sampai tuntas sehingga tidak mengganggu aktifitas kita.

Anemia merupakan kondisi di mana berkurangnya jumlah sel darah merah (eritrosit) dan kandungan hemoglobin (Hb) di dalam darah. Hemoglobin adalah protein yang kaya akan zat besi dan memberi warna merah pada darah yang fungsi utamanya untuk mengikat O2 dan CO2. Ketika seseorang kekurangan sel darah merah dan hemoglobin, maka sel-sel di dalam tubuhnya tidak dapat berfungsi dengan semestinya karena tidak mendapatkan cukup oksigen. Akibatnya, penderita akan merasa lemah dan lesu sebagai tanda dari timbulnya gejala anemia.

obat kurang darah

Ada beberapa jenis anemia dilihat dari penyebab dan mekanisme terjadinya, antara lain: anemia aplastik, anemia karena perdarahan, diamond blackfan anemia (DBA), anemia cooley, fanconi anemia, anemia defisiensi folat, anemia hemolitik, anemia defisiensi besi, pernicious anemia, anemia sel sabit dan thalassemia.

Penyebabnya pun terdiri dari tiga alasan utama, yaitu:

  1. Anemia karena kehilangan darah (perdarahan).
  2. Anemia karena produksi sel darah merah yang berkurang atau menurun.
  3. Anemia karena meningkatnya kerusakan sel darah merah.

Mengidentifikasi penyebab anemia sangatlah penting, karena akan memudahkan kita dalam mengobati kurang darah tersebut hingga tuntas. Bayangkan jika penyebabnya tidak diatasi, maka seseorang mungkin diberikan transfusi darah, namun kondisinya kembali berulang, lagi dan lagi. Duh! jangan sampai ini terjadi.

Bagaimana Cara Mengobati Anemia?

Pengobatan anemia tergantung pada jenis, penyebab, dan tingkat keparahan kondisinya. Mengobati kurang darah atau anemia ini dapat dilakukan dengan merubah pola makan yang salah, menambah asupan zat besi dan vitamin C dan B12, konsumsi obat kurang darah, atau jika sudah parah dapat dilakukan dengan melalui prosedur medis, transfusi, operasi atau pembedahan.

Tujuan dari pengobatan itu sendiri ialah untuk mengurangi tanda-tanda atau gejala, mengatasi penyebab yang mendasarinya dan mencegah kambuhnya anemia. Berikut beberapa cara mengobati kurang darah atau anemia.

1. Mengubah Pola Makan dan Konsumsi Suplemen Tambahan

Kekurangan vitamin dan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan timbulnya anemia. Bisa jadi kondisi ini akibat dari diet buruk atau penyakit maupun kondisi tertentu. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kadar vitamin atau zat besi tersebut didalam tubuh, maka si penderita harus mengubah pola dietnya dan sekaligus mengonsumsi suplemen tambahan vitamin atau zat besi.

Suplemen vitamin yang umum dikonsumsi untuk penderita kurang darah adalah vitamin B12 dan asam folat (folat). Vitamin C juga diperlukan untuk membantu tubuh memaksimalkan penyerapan zat besi.

2. Menambah Asupan Zat Besi

Pastinya Anda sudah banyak yang tahu, bahwa zat besi dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hemoglobin. Itulah mengapa ketika mengalami kurang darah hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan meningkatkan asupan zat besi. Umumnya dokter akan menyarankan untuk makan lebih banyak sumber zat besi dari daging merah seperti daging sapi atau hati sapi daripada sumber zat besi dari sayuran. Tahu mengapa? karena tubuh kita lebih mudah menyerap zat besi dari sumber hewani daripada nabati atau sayuran. Selengkapnya baca juga: Sumber Makanan yang Mengandung Zat Besi (Mudah Didapat)

Inilah alasan kenapa suplemen atau obat kurang darah untuk anemia pasti memiliki kandungan zat besi.

Ya meskipun sangat dianjurkan juga untuk mengonsumsi sumber zat besi dari nabati, seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, sereal dan lainnya. Selain itu, zat besi juga tersedia dalam bentuk suplemen yang dapat dikombinasikan dengan multivitamin dan mineral lainnya yang membantu tubuh agar memaksimalkan penyerapan zat besi. Namun sebaiknya berkonsultasilah dahulu dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen-suplemen atau multivitamin ini.

3. Tingkatkan Asupan Vitamin B12

Mungkin sebagian besar dari kita belum banyak yang tahu bahwa kekurangan vitamin B12 dapat menjadi penyebab kurang darah yang dikenal dengan istilah anemia pernisiosa. Nah untuk mengobati anemia jenis ini maka dibutuhkan asupan dari suplemen atau sumber makanan yang kaya akan vitamin B12. Contohnya seperti, sereal, daging dan hati sapi, daging unggas dan ikan, telur dan produk susu (seperti yogurt atau keju), dan beberapa olahan makanan lainnya yang diperkaya dengan vitamin B12.

Hampir sama dengan zat besi, sebagian besar obat penambah darah juga menyertakan vitamin B12.

4. Konsumsi Asam folat

Asam folat adalah bentuk vitamin B kompleks yang larut dalam air dan berfungsi untuk memproduksi DNA hingga membentuk sel darah merah. Asam folat juga sangat penting bagi wanita hamil, karena dapat membantu menghindari anemia dan meningkatkan pertumbuhan janin secara sehat.

Jika Anda ingin menemukan sumber makanan yang kaya akan asam folat maka konsumsilah sayuran hijau, hati sapi, telur, kacang-kacangan dan buah-buahan seperti alpukat, pisang, jeruk, dan lainnya. Pada ibu hamil, ini menjadi suplemen yang wajib.

5. Tingkatkan Asupan Vitamin C

Vitamin C dapat membantu tubuh dalam memaksimalkan penyerapan zat besi. Sumber vitamin C yang baik adalah sayuran dan buah-buahan, terutama buah sitrus (jeruk, lemon dan sejenisnya). Buah lainnya yang kaya akan  vitamin C seperti jambu biji, buah kiwi, stroberi, dan melon. Jika Anda bertanya sayuran apa yang kaya akan vitamin C, maka jawabannya antara lain brokoli, paprika, tomat, kol, kentang, dan sayuran hijau seperti lobak hijau dan bayam. Lihat juga: Buah Pilihan yang Mengandung Vitamin C Terbanyak

Vitamin C tidak mengatasi anemia secara langsung, melainkan membantu penyerapan zat besi pada saluran cerna.

Perhatikan ya, jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan, tanyakan dulu pada dokter atau apoteker apakah Anda bisa makan buah-buahan citrus atau minum jusnya, karena buah-buahan dari golongan ini bisa memengaruhi cara kerja atau kekuatan obat dalam tubuh.

6. Konsumsi Obat-Obatan

Jika dokter sudah mengetahui bahwa Anda kekurangan darah, mungkin dokter akan meresepkan beberapa obat-obatan yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan produksi sel darah merah dan mencegah anemia kambuh lagi. Beberapa obat kurang darah yang dimaksud antara lain:

  • Antibiotik untuk mengobati infeksi.
  • Hormon untuk mengobati perdarahan menstruasi yang berat pada wanita (remaja atau dewasa).
  • Human erythropoietin yaitu hormon buatan manusia yang berguna untuk merangsang tubuh agar dapat menghasilkan lebih banyak sel darah merah.
  • Obat untuk mencegah sistem kekebalan tubuh menghancurkan sel darah merahnya sendiri.
  • Chelation therapy untuk keracunan timah. Terapi khelasi digunakan terutama pada anak-anak, karena anak-anak yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi beresiko tinggi mengalami keracunan timah.

7. Prosedur Medis

Jika dokter menyatakan bahwa anemia Anda sudah parah, maka biasanya dokter akan merekomendasikan untuk melakukan prosedur medis lanjutan seperti transfusi darah dan transplantasi sel induk darah dan sumsum.

8. Transfusi darah

Transfusi darah adalah prosedur umum yang aman dan digunakan untuk penderita anemia berat. Pada prosedur ini darah diberikan kepada penderita anemia melalui jalur intravena (IV) di salah satu pembuluh darah. Transfusi darah ini membutuhkan pencocokan yang ekstra hati-hati antara darah yang disumbangkan dengan darah si penerima atau penderita anemia.

Transfusi darah adalah cara paling instan dan ampuh dalam mengatasi darah rendah atau anemia untuk life support. Namun harus dituntaskan penyebab yang mendasarinya.

9. Transplantasi Sel Induk Darah dan Sumsum

Prosedur transplantasi ini dilakukan dengan mengganti sel induk atau stem cell yang sudah rusak dengan stem cell yang sehat dari orang lain (pendonor). Sel induk yang baru ini kemudian akan ditanam di sumsum tulang dan akan berkembang menjadi sel darah merah, sel darah putih dan trombosit.

10. Operasi atau Pembedahan

Jika Anda mengalami perdarahan serius atau mengancam jiwa yang menyebabkan anemia, pembedahan mungkin diperlukan. Seperti pada kasus kanker usus besar atau sakit maag, dimana kedua penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya kekurangan darah terlebih jika penyakitnya sudah parah. Untuk itulah perlu dilakukan tindakan operasi atau pembedahan.

Contoh lain seperti kasus membengkaknya limpa. Fungsi limpa dalam organ tubuh manusia cukup penting diantaranya untuk mengeluarkan dan menghancurkan sel darah yang sudah tua dan rusak serta memainkan peran yang penting dalam mencegah infeksi dengan menghasilkan sel-sel darah putih (limfosit). 

Namun tahukah Anda organ kecil yang terletak tepat di bawah tulang rusuk sebelah kiri ini sangat sensitif dan mudah mengalami kerusakan. Jika limpa membengkak, salah satu dari akibat yang akan dirasakan penderitanya yaitu dapat mengalami anemia. Oleh karena itu, pada kasus yang serius ini dibutuhkan pembedahan atau operasi pengangkatan limpa atau disebut dengan splenektomi.

Apa Saja Obat Kurang Darah (Anemia) yang Alami?

Jika Anda merasakan gejala-gejala kurang darah seperti mudah lelah, tampak pucat, pusing, sakit kepala dan sebagainya maka langkah pertama yang dapat Anda lakukan ialah dengan mengonsumsi obat penambah darah atau obat-obatan alami yang kaya akan zat besi dan vitamin C.

Untungnya ada banyak bahan-bahan alami yang dapat mengobati kurang darah (anemia). Jika Anda memilih pengobatan alami kuncinya sabar, jangan berekspektasi dalam sehari dua hari anemia Anda sudah bisa teratasi. Apabila Anda rutin dan teratur menerapkannya maka secara bertahap dan dalam jangka waktu tertentu Anda akan merasakan hasilnya. Tubuh pun akan menemukan kembali kekuatannya yang terkuras akibat kekurangan darah.

( ! ) Obat kurang darah alami ini boleh diandalkan ketika gejala anemia masih ringan, untuk gejala yang berat hendaknya segera berobat ke dokter. Konsultasikan juga apakah boleh menggunakan bahan alami berikut sebagai kombinasi pengobatan yang diberikan dokter.

Berikut ini akan kami jabarkan beberapa obat kurang darah alami yang efektif dan aman untuk Anda konsumsi.

1. Buah Bit

Buah bit dapat menjadi obat kurang darah atau anemia, terutama bagi Anda yang menderita anemia akibat kekurangan zat besi (jenis anemia yang paling umum). Mengapa? karena buah yang satu ini memiliki kandungan zat besi yang tinggi, kaya akan serat, kalsium, potassium, belerang dan vitamin.

Selain dapat memberi nutrisi bagi tubuh, buah bit juga dapat membantu membersihkan tubuh dan memasok lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh, walhasil sel darah merah pun akan meningkat pula. Untuk menikmati buah yang satu ini, Anda dapat mengolahnya sebagai salad yang dipadukan dengan sayuran atau buah lainnya. Selain itu, Anda juga dapat menjadikannya sebagai jus yang dapat dipadukan dengan wortel. Cukup cuci bersih saja dan tak usah mengupas kulitnya. Makanlah buah bit ini bersama kulitnya jika ingin mendapatkan nilai gizi yang maksimal.

2. Bayam

Diet kaya sayuran berdaun hijau seperti bayam merupakan salah satu cara terbaik untuk mengobati kurang darah. Betapa tidak, bayam kaya akan zat besi serta vitamin B12 dan asam folat, yang kesemua nutrisi ini menjadi modal penting untuk penguat energi yang dibutuhkan tubuh untuk pulih dari anemia.

Untuk merasakan khasiatnya, Anda cukup memasaknya menjadi sayuran bening seperti pada umumnya. Bisa juga, menjadikannya sebagai jus segar yang dicampurkan dengan dua sendok madu yang dapat Anda minum rutin sekali sehari, setidaknya selama sebulan penuh.

Catatan: satu setengah cangkir bayam menyediakan hampir 35 persen nilai harian zat besi Anda dan 33 persen dari nilai harian asam folat Anda.

3. Delima

Buah berbiji banyak ini dijuluki “super fruit” oleh para peneliti ilmiah, ya wajar saja melihat manfaatnya yang begitu banyak. Salah satunya sebagai obat kurang darah alami. Delima kaya zat besi dan mineral lainnya, seperti kalsium dan magnesium. Kandungan vitamin C nya juga cukup melimpah, seperti yang kita ketahui vitamin C berfungsi untuk membantu meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh. Dengan rutin mengonsumsi buah ini maka kadar sel darah merah dan hemoglobin pun akan meningkat.

Anda dapat mengonsumsinya langsung atau mengolahnya menjadi jus yang dipadukan dengan satu sendok teh bubuk kayu manis dan dua sendok teh madu yang dapat diminum rutin setiap hari sebagai teman sarapan.

4. Biji Wijen

Biji wijen juga bagus untuk mengobati kurang darah atau anemia, karena kandungan zat besinya yang tinggi. Tahukah Anda dari sepertiga biji wijen ternyata menyediakan hampir 30 persen kebutuhan zat besi harian. Cukup tinggi bukan?

Ada beberapa cara mengolah biji wijen ini untuk mendapatkan khasiatnya:

  • Pertama: rendam dua sendok makan biji wijen hitam dalam air selama dua sampai tiga jam. Saring airnya, kemudian haluskan biji wijen yang telah direndam tadi sampai berbentuk pasta. Campurkan satu sendok makan madu ke dalam pasta biji wijen ini, aduk rata dan Anda pun dapat mengonsumsinya dua kali sehari.
  • Kedua: rendam satu sendok teh biji wijen hitam dalam air hangat selama dua jam. Lalu haluskan atau giling biji wijen tersebut sampai menjadi pasta. Kemudian peras dan saring untuk mendapatkan emulsinya. Campur emulsi tersebut ke dalam secangkir susu hangat, tambahkan madu dan minumlah sekali sehari.

5. Kurma

Jika Anda menginginkan obat kurang darah yang alami, ya kurma salah satunya. Tahukah Anda buah yang identik dengan bulan Ramadhan ini merupakan sumber zat besi dan vitamin C yang berperan penting dalam penyerapan zat besi tubuh.

Untuk merasakan khasiatnya pun cukup dengan memakannya langsung seperti biasa. Bila Anda mau, bisa juga dengan merendam dua kurma atau lebih ke dalam secangkir susu semalaman. Kemudian keesokan paginya ketika perut masih kosong, makanlah kurma tersebut dibarengi dengan minum susu hangat.

6. Apel

Apel kaya akan berbagai nutrisi termasuk zat besi, dan telah banyak digunakan untuk membantu mengobati kurang darah atau anemia. Setidaknya makanlah satu apel setiap harinya, jangan mengupas kulitnya ya, karena di kulitnya ini mengandung manfaat yang luar biasa! Anda juga bisa mengolahnya menjadi jus apel segar yang dicampurkan dengan jus buah bit dan sedikit madu, minumlah jus ini dua kali sehari.

7. Pisang

Tingginya zat besi yang terkandung dalam buah pisang ini dapat merangsang produksi hemoglobin dan banyak enzim lainnya yang penting untuk pembentukan sel darah merah. Anda juga harus tahu, kalau ternyata pisang juga merupakan sumber magnesium yang baik dan membantu sintesis hemoglobin. Jadi sangat cocok untuk dikonsumsi sebagai obat kurang darah yang alami.

Rutinlah makan pisang setiap harinya, ya setidaknya 2 buah pisang sehari untuk mengobati kurang darah. Konsumsi langsung ya jangan digoreng.

Simak juga buah-buahan lain yang juga bagus untuk menambah darah, 16 Buah Penambah Darah Bagi Penderita Anemia (Kurang Darah)

8. Kismis Hitam

Kismis hitam memiliki konsentrasi besi dan vitamin C yang tinggi, inilah alasan yang membuktikannya mampu menjadi obat kurang darah atau anemia yang sangat efektif. Vitamin C meningkatkan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi, meningkatkan sel darah merah dan hemoglobin.

Untuk merasakan khasiatnya sebagai obat kurang darah alami, rendamlah sepuluh atau lebih kismis hitam kering dalam air semalaman. Keesokan paginya, keluarkan dari air dan buang bijinya. Makanlah setiap hari sebelum sarapan selama beberapa minggu.

Pada intinya untuk mengobati kurang darah atau anemia Anda harus makan makanan yang tinggi zat besi, vitamin C dan B12. Biasakan juga untuk mandi air dingin dua kali sehari untuk memperbaiki sirkulasi darah dan paparkan tubuh Anda ke sinar matahari pagi selama 10 menit setiap harinya. Sertakan lebih banyak buah dan sayuran segar dalam menu makanan Anda. Pastinya, berolahragalah secara teratur dan sertakan beberapa latihan kekuatan untuk meningkatkan massa otot dan melawan kelelahan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer