Obat Luka Diabetes Ampuh Agar Cepat Kering Tanpa Amputasi

Bagi penderita diabetes, luka adalah satu hal yang harus dihindari jangan sampai terjadi. Terlebih luka pada daerah kaki atau biasa disebut diabetic foot atau ulkus diabetes. Bagi Anda yang sudah terlanjur mengalaminya, maka harus menjalani perawatan dan penangaan yang tepat dan serius, salah satunya menggunakan obat luka diabetes yang akan kita bahas kali ini.

Tanda awal dari ulkus atau luka terbuka pada diabetes ini berupa luka kecil, kemudian bertambah dalam dan lebar, mengeluarkan cairan berwarna kuning, coklat atau merah yang membekas pada kaus kaki. Cairan ini mengandung nanah dan darah serta menghasilkan bau busuk yang khas.

Ulkus diabetes bisa sangat berbahaya. Selain karena luka akan sulit mengering akibat kadar gula darah yang tinggi, luka yang terletak di telapak kaki atau tumit ini tentu juga akan sering terkena sepatu atau lantai saat menapak. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, maka luka ini bisa membesar hingga lebih sulit dilakukan pengobatan dengan obat luka diabetes pada umumnya. Jika sudah demikian, maka memerlukan penanganan final berupa amputasi.

obat luka diabetes perlu digunakan untuk luka kaki akibat diabetes

Apa Saja yang Meningkatkan Risiko Terkena Luka Kaki Diabetik?

Mengingat bahayanya, maka langkah terbaik adalah melakukan pencegahan. Untuk dapat mencegahnya, maka kenalilah faktor-faktor yang dapat meningkatkan seseorang terkena luka diabetes, sebagai berikut:

  • Kadar gula darah yang tidak terkontrol alias selalu tinggi.
  • Kerusakan saraf yang ditandai dengan mati rasa pada kaki.
  • Aliran darah yang buruk.
  • Kelainan pada bentuk kaki.
  • Kapalan pada kaki atau tumit.
  • Kelebihan berat badan.
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol.
  • Penurunan kemampuan melihat dapat meningkatkan kemungkinan luka pada kaki.

Ingat! Luka sekecil apapun, misalnya tertusuk jarum, garukan, atau digigit serangga, bisa menjadi cikal bakal luka diabetes apabila gula darah selalu tinggi. So.. Hindari luka dan kontrol gula!

Apakah Saya Mengalaminya?

Jika Anda memiliki luka yang tak kunjung sembuh, maka bisa jadi itu merupakan ulkus diabetes. Untuk memastikannya, periksalah ke dokter. Dokter akan menanyakan mengenai gejala apa saja yang Anda alami, termasuk mulai munculnya luka, dan apakah ada gejala diabetes yang menyertai.

Selanjutnya luka di kaki atau bagian lain dari tubuh Anda diperiksa secara kasat mata. Ketika dokter mencurigai adanya luka diabetes, maka Anda akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan gula darah. Tak sedikit yang didiagnosis menderita diabetes pertama kali ketika sudah ada luka pada kaki seperti ini.

Namun bagi yang memang sudah memiliki penyakit gula atau diabetes, maka pemeriksaan gula darah ini akan menunjukkan bahwa luka diabetes tersebut memang terjadi dan diperberat akibat gula darah yang tidak terkontrol. Selain tes gula darah sewaktu (GDS), dan gulda arah puasa (GDP), diperlukan juga pemeriksaan HbA1C.

Bagaimana Mengobati Luka Kaki Diabetes?

( ! ) Hal penting yang mutlak dilakukan adalah menormalkan kadar gula darah. Tanpa itu, maka secanggih apapun pengobatan atau obat luka diabetes yang digunakan tidak akan ada gunanya.

Simak tips berikut:

Bebaskan kaki dari segala sesuatu yang membuat rasa sakit bertambah atau resiko timbulnya luka baru atau memperparah luka lama. Ini disebut off-loading, dan sangat membantu untuk semua bentuk luka diabetes pada kaki.

Tekanan kaki saat berjalan bisa membuat infeksi memburuk dan luka menjadi luas. Oleh sebab itu, bagi orang yang kelebihan berat badan akan merasakan penderitaan yang semakin menjadi.

Mengenai pengobatan luka diabetes, percayakanlah pada dokter atau tenaga medis profesional. Dokter akan merawat ulkus kaki diabetik dengan cara debridement, pengangkatan kulit mati, benda asing, atau infeksi.

Infeksi adalah komplikasi serius sehingga harus ditangani dengan segera. Tidak semua infeksi diobati dengan cara yang sama karena penyebabnya berbeda-beda. Oleh karena itu, diperlukan pengambilan cairan atau jaringan mati di sekitar ulkus untuk dikirim ke laboratorium guna menentukan antibiotik mana yang akan membantu.

Jika dokter mencurigai adanya infeksi serius, bisa jadi Anda akan dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan rongsen atau sinar-X guna mencari tanda-tanda infeksi tulang.

Obat Luka Diabetes Rekomendasi Dokter

Dalam rangka mengobati ulkus diabetes, dokter biasanya meresepkan antibiotik, antiplatelet, atau obat anti pembekuan. Terutama ketika infeksi berlanjut bahkan setelah perawatan off-loading dilakukan.

Jenis antibiotik yang digunakan umumnya yang aktif menyerang Staphylococcus aureus, bakteri yang umumnya menyebabkan bisul, atau Streptococcus ß-hemolitik, yang biasanya ditemukan di dalam usus kita.

Dokter atau penyedia layanan kesehatan mungkin menggunakan terapi oksigen hiperbarik atau terapi luka tekanan negatif untuk meningkatkan aliran darah. Mintalah informasi lebih lanjut tentang terapi ini.

Utarakan kepada dokter mengenai kondisi kesehatan lain yang mungkin Anda miliki, terlebih kondisi tersebut berpotensi meningkat risiko infeksi oleh bakteri berbahaya, termasuk penyakit HIV dan gangguan hati. Akan diperlukan penanganan khusus pada kasus seperti ini.

Obat Luka Diabetes yang Dijual Bebas

Banyak perawatan topikal atau obat luar untuk luka diabetes yang tersedia di apotek, termasuk:

  • Dressing yang mengandung krim silver sulphadiazine.
  • Gel atau larutan polyhexamethylene biguanide (PHMB).
  • Yodium (baik povidone atau kadexomer).
  • Madu dalam bentuk salep atau gel.

Suplemen untuk Ulkus Diabetes

Selain menggunakan antibiotik, pemberian suplemen yang mengandung oksida nitrat juga bisa membantu. Diabetes secara langsung akan mereduksi produksi oksida nitrat dalam tubuh yang akibatknya akan memperlambat proses penyembuhan luka dalam tubuh.

Sebuah riset di Universitas California menemukan bahwa tretinoin, sebuah zat turunan dari vitamin A, yang biasanya digunakan untuk mengobati jerawat, dapat dijadikan obat luka diabetes.

Memperbanyak konsumsi vitamin C juga diyakini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka akibat diabetes. Jika terjadi infeksi pada luka, suplemen zink juga biasa digunakan untuk penyembuhannya.

Obat Luka Diabetes Alami

Bagi Anda yang ingin mencari pengobatan alternatif, maka ada pula obat luka diabetes alami yang berkhasiat mempercepat penyembuhan luka. Namun perlu dipahami bahwa penggunaan obat alami apapun perlu dikonsultasikan dengan dokter Anda.

Adapun yang tercantum dibawah ini sebagai tambahan informasi yang masih memerlukan pembuktian lebih lanjut. Obat luka diabetes alami yang dimaskud diantaranya:

1. Madu Organik 

Madu Organik yang belum diolah merupakan salah satu obat luka diabetes yang cukup ampuh. Peneliti telah menemukan bahwa lapisan tipis madu yang diaplikasikan pada luka dapat membuat luka tetap bersih, mempercepat penyembuhan bahkan dapat menghindari amputasi.

2. Minyak Zaitun

Minyak zaitun juga dapat menjadi pilihan. Minyak alami ini dapat meningkatkan kecepatan penyembuhan luka tanpa efek samping.

3. Minyak Zaitun yang Diozonasi

Salah satu cara pengobatan alami yang cukup efektif lainnya untuk membersihkan dan mempercepat penyembuhan luka diabetes yaitu dengan cara memberikan oksigen langsung pada area yang terluka, dan cara terbaik untuk melakukan ini adalah dengan mengozonasi minyak zaitun.

Penelitian menemukan bahwa meningkatkan sirkulasi oksigen pada luka merupakan cara penyembuh alami yang ampuh. Selain itu, cara ini juga dapat menenangkan saraf di area luka dan mengurangi pembengkakan dan memar.

minyak zaitun biasa atau diozonasi merupakan obat luka diabetes alami

Minyak zaitun biasa atau diozonasi merupakan obat luka diabetes alami

Minyak zaitun yang diozonasi dapat dioleskan langsung pada luka diabetes dan rasakan efek penyembuhan lebih cepat dan mengurangi ukuran luka dibanding dengan minyak zaitun biasa.

4. Obat Luka Diabetes Alami dari Ramuan Herbal

Dalam pengobatan tradisional cina, Radix Rehmanniae dan Radix Astragali terkenal sebagai obat luka diabetes alami yang manjur. Penelitian di laboratorium juga sudah membuktikan bahwa obat yang mengandung herbal alami ini dapat menyembuhkan ulkus kaki yang disebabkan oleh diabetes. Bahkan penderita dengan diabetes yang cukup parah yang sudah tidak merespon terapi insulin sekalipun.

Selain itu, pengobatan dengan herbal lainnya adalah pada masalah peredaran darah perifer akibat diabetes yang bisa dibantu dengan ginseng, buah ginkobiloba, tanaman goldenseal dan tanaman burdock. Bubuk cabai cayenne juga dapat dijadikan sebagai ramuan herbal untuk melancarkan sirkulasi darah dan memberikan sensasi hangat pada kaki.

Baca Juga:

Bagaimana Cara Mencegah Luka Diabetes?

Perawatan kaki yang baik dapat membantu mencegah terjadinya ulkus, atau paling tidak mencegahnya bertambah parah. Mintalah bantuan orang lain jika Anda sendiri merasa kesulitan memeriksa atau merawat kaki. Berikut adalah panduan yang dapat membantu Anda mencegah ulkus diabetikum:

  • Jaga kadar gula tetap terkendali

Lanjutkan rencana penanganan penyakit diabetes yang sudah anda diskusikan dengan dokter sebelumnya. Konsumsilah makanan sehat dan rutin meminum obat sesuai petunjuk dokter untuk mengendalikan gula darah. Segera hubungi dokter jika kadar gula melonjak tinggi dari yang disarankan.

  • Cuci kaki setiap hari dengan sabun dan air hangat

Perawatan ini cukup sederhana tetapi penting. Perlu diingat jangan pernah gunakan air yang terlalu panas, karena ini dapat mencederai kaki. Setelah kaki dibersihkan dengan sabun dan air hangat, keringkan kaki dengan kain atau handuk lembut. Keringkan juga sela-sela antara jari kaki. Gunakan lotion untuk melembabkan kaki, namun jangan memberikan lotion disela-sela jari kaki.

  • Periksa kaki setiap hari

Perhatian seluruh bagian kaki Anda, termasuk bagian telapak kaki, dan sela-sela jari. Periksa jika ada luka, kutil dan kapalan. Periksa permukaan kulit kaki anda dengan meraba bagian atas, bawah, kiri, kanan dan tumit.

Jangan berusaha menghilangkan kutil sendiri, hubungi tim medis yang dapat membantu dengan cara yang tepat. Potong juga kuku kaki anda secara rutin untuk menghindari terjadinya luka.

  • Lindungi kaki

Jangan berjalan tanpa alas kaki atau memakai sepatu tanpa kaus kaki. Selalu periksa kondisi sepatu sebelum digunakan, batu atau benda keras dalam sepatu bisa melukai kaki tanpa Anda sadari.

Gunakan kaus kaki jenis katun untuk membantu kaki tetap kering. Gunakan kaus kaki tanpa jahitan yang dapat memberikan tekanan pada permukaan kulit kaki anda. Ganti juga kaus kaki setiap hari dan jangan gunakan kaus kaki yang kotor atau lembab.

  • Pakailah sepatu yang pas

Jangan mengenakan sepatu yang sempit, lebih baik gunakan sepatu dengan ukuran 1 atau 2 sentimeter lebih besar dari ukuran kaki Anda. Gampangnya, Anda bisa memilih sepatu olahraga yang menggunakan tali atau strap sehingga bisa disesuaikan ukurannya.

  • Jangan merokok

Nikotin dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko ulkus diabetik. Jangan gunakan rokok elektronik dan jenis lainnya sebagai alat bantu agar berhenti merokok, karena vape atau rokok elektrik ini juga masih mengandung nikotin. Baca: 13 Cara Berhenti Merokok yang Efektif

  • Jangan minum alkohol

Alkohol dapat meningkatkan kadar gula darah dan membuat diabetes labih sulit disembuhkan. Oleh sebab itu, batasi atau hindari sama sekali.

  • Pertahankan berat badan ideal

Tanyakan pada dokter berapa seharusnya berat badan yang ideal bagi Anda. Karena dengan memiliki berat badan ideal, maka diabetes akan lebih mudah dikendalikan. Jika ternyata saat ini berat badan Anda masih berlebih, maka mintalah saran dokter cara sehat menurunkan berat badan.

  • Segera ke dokter

Segera hubungi dokter untuk perawatan awal jika terjadi hal-hal berikut:

  • Kaki memerah, hangat dan bengkak.
  • Muncul bau busuk dan nanah dari luka.
  • Sakit dan kebas di kaki.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer