Obat Penghancur Batu Ginjal Alami dan Apotek Ada Disini

Ketika didiagnosis memiliki batu ginjal dalam tubuhnya, beberapa orang lebih memilih untuk mengonsumsi obat penghancur batu ginjal alami ketimbang obat kimia di apotek. Beberapa alasannya ingin terhindar dari efek samping. Lantas apa sajakah kira-kira obat herbal batu ginjal yang dimaksud? Berikut liputannya.

Batu ginjal merupakan salah satu jenis penyakit yang tak bisa dianggap remeh. Selain menimbulkan beberapa gejala yang menyakitkan, batu ginjal yang dibiarkan juga dapat meningkatkan resiko seseorang terkena infeksi saluran kencing.

obat batu ginjal

Bagi Anda yang kini mungkin mulai merasakan gejala batu ginjal seperti timbul rasa sakit di punggung, perut bawah, maupun ketika buang air kecil, cobalah segera mengonsumsi obat penghancur batu ginjal untuk pengobatan dini.

Obat Penghancur Batu Ginjal

Ada beberapa pilihan obat, baik bersifat kimia yang ada di apotek atau bersifat alami yang ada di sekitar kita. Keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Obat batu ginjal yang ada di apotek dan sering diresepkan oleh dokter umumnya memiliki keunggulan menghancurkan dengan capat, namun ada kekurangan yaitu potensi efek samping. Adapun obat tradisional batu ginjal memiliki keunggulan minim efek samping, efektifitasnya tak kalah, namun beberapa belum dapat dipastikan keampuhannya. Pilihan ditangan Anda berikut akan kami sajikan kedua kelompok obat tersebut.

# Obat Penghancur Batu Ginjal di Apotek

Untungnya, tak semua obat penghancur batu ginjal harus ditebus dengan resep dokter. Beberapa jenis obat dari golongan anti inflamasi non steroid (AINS) seperti ibuprofen atau naproxen, dapat dibeli tanpa resep.  Dan bila Anda periksa ke rumah sakit, dokter mungkin juga akan memberikan resep obat AINS yang lain seperti celecoxib, diclofenac, etodolac, indomethacin, atau piroxicam, untuk membantu mengeluarkan batu ginjal. Namun obat-obat ini hanya berkhasiat untuk meredakan rasa sakitnya saja.

Jenis obat-obatan lain yang juga membantu adalah alpha-blockers yang  mampu merilekskan serta memperlebar otot saluran kemih sehingga batu ginjal bisa lewat dengan mudah.

Sedangkan untuk obat penghancur batu ginjal itu sendiri biasanya tergantung dari jenis batu ginjalnya.

  1. Batu ginjal kalsium, merupakan kasus yang paling banyak menimpa penderita batu ginjal. Untuk mengatasinya, Anda akan diberi resep oleh dokter beberapa pilihan obat seperti orthophospate, potassium citrate, atau thiazides.
  2. Batu ginjal asam urat, terbentuk dari asam urat yang seharusnya dikeluarkan dari tubuh melalui urin. Obat yang cocok untuk batu ginjal ini adalah: allopurinol, potassium citrate, sodium bicarbonate.
  3. Batu ginjal sistin, terbentuk dari zat kimia sistin, dan dapat dicegah dengan penicillamine, potassium citrate, tiopronin.
  4. Batu ginjal struvit, biasanya muncul karena penderitanya sering mengalami infeksi ginjal. Kalau ini adalah tipe batu ginjal yang Anda miliki, maka agaknya Anda harus minum antibiotik untuk menyembuhkan infeksinya lebih dulu, sekaligus mencegah terbentuknya batu ginjal baru. Dan untuk mengeluarkan batu ginjalnya, Anda mungkin juga perlu menjalani operasi.

Di samping obat-obatan dari dokter atau apotek, Anda sebenarnya juga bisa memanfaatkan bahan herbal sebagai obat tradisional untuk menghancurkan batu ginjal.

Bagi yang tidak suka obat, silahkan baca: 10 Cara Ampuh Menghilangkan Batu Ginjal Tanpa Obat

# Obat Herbal Penghancur Batu Ginjal

Berbeda dari obat dokter yang mungkin memiliki efek samping tertentu, bahan herbal berikut bisa menghancurkan batu ginjal dalam tubuh tanpa efek samping. Tanpa berlama-lama lagi, mari kita simak apa saja obat herbal penghancur batu ginjal yang dimaksud.

obat batu ginjal alami

  1. Perasan lemon dan minyak zaitun

Kita mungkin berpikir kalau kedua bahan tersebut hanya bagus untuk kecantikan saja, namun kombinasi keduanya ternyata bisa membantu mengeluarkan batu ginjal dari dalam tubuh. Alasannya, asam sitrat dari lemon bisa membantu menghancurkan kalisum pembentuk batu ginjal, sekaligus menghentikan pertumbuhan ukurannya.

Anda cukup mencampurkan 4 sdm perasan lemon dengan 4 sdm minyak zaitun hingga tercampur rata. Setelah itu minum ramuan tersebut disertai banyak air putih. Lakukan 2-3 kali sehari selama 3 hari berturut-turut.

Begitu batu ginjalnya berhasil keluar, maka Anda tak perlu lagi minum ramuan ini. Dan resep ini mungkin juga tidak mempan untuk mengeluarkan batu ginjal yang ukurannya terlalu besar. Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum menggunakan resep ini.

  1. Cuka apel

Sama seperti lemon, cuka apel juga bisa menghancurkan batu ginjal dan memberikan sifat alkaline pada darah maupun urin. Cara mengonsumsinya, cukup campurkan 2 sdm cuka apel organik dan 1 sdt madu ke dalam 1 cangkir air hangat. Minumlah beberapa kali sehari.

  1. Delima

Baik biji maupun airnya, keduanya bersifat astringent sehingga dapat mengecilkan ukuran batu ginjal. Anda hanya perlu mengonsumsi 1 buah delima utuh (beserta bijinya), atau minum segelas jus delima segar. Alternatif lain yang tak kalah lezat adalah dengan mencampurkan delima ke dalam salad.

  1. Daun jelatang

Anda mungkin sering melihat daun ini, namun tak tahu namanya. Jelatang merupakan tanaman yang seluruh tubuhnya ditumbuhi oleh bulu-bulu halus. Menyentuhnya seringkali membuat Anda merasa seperti tersengat. Namun siapa sangka di balik sengatan tersebut, daun jelatang bermanfaat untuk merangsang aliran air dari ginjal hingga ke kandung kemih sehingga dapat melancarkan proses buang air kecil. Pada saat yang sama, daun jelatang juga bisa mencegah terbentuknya batu ginjal dan menghalau bakteri.

Untuk mengobati batu ginjal, maka tambahkan 2 sdm daun jelatang yang sudah dikeringkan dan ditumbuh halus ke dalam secangkir air panas. Biarkan daun meresap dalam air selama 10 menit, lalu saring. Minumlah 2-3 cangkir teh daun jelatang tersebut setiap hari selama beberapa minggu.

  1. Basil

Basil sering dianggap sebagai obat kuat (tonik) bagi ginjal. Oleh karenanya basil juga bisa membantu mengatasi batu ginjal. Untuk mendapatkan manfaatnya, Anda bisa mencampurkan 1 sdt jus basil dan madu. Konsumsilah setiap pagi selama 5-6 bulan. Bila Anda kurang suka madu, maka cukup konsumsi jus atau 2-3 lembar daun basilnya setiap hari.

Alternatif lain yang mungkin lebih cocok di lidah adalah dengan minum teh basil. Cara membuatnya, cukup seduh 5-6 lembar daun basil dalam air panas selama 10 menit, tambahkan 1 sdt madu, lalu minumlah setelah hangat.

  1. Semangka

Batu ginjal yang tersusun dari kalsium, magnesium, fosfat, serta karbonat juga bisa diatasi dengan buah semangka. Kandungan potasium dalam semangka dapat meregulasi dan mempertahankan kadar asam dalam urin. Selain itu, semangka juga kaya air sehingga bisa membantu mengeluarkan batu ginjal dengan mudah. Anda hanya perlu makan semangka secara teratur setiap hari untuk mencegah batu ginjal.

  1. Seledri

Tak hanya dapat membantu meredakan rasa sakit akibat batu ginjal, segelas jus seledri mentah juga bisa mengeluarkan toksin yang menjadi salah satu penyebab terbentuknya batu ginjal. Selain itu, jus seledri juga bersifat diuretik sehingga dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.

Untuk mencegah terbentuknya batu ginjal, minumlah segelas jus seledri setiap hari. Anda juga bisa mengonsumsi teh herbal yang terbuat dari biji seledri untuk membantu mengatasi batu ginjal.

  1. Kacang merah

Sifat kacang merah yang tinggi serat sangat efektif untuk mengatasi berbagai permasalahan ginjal atau kandung kemih, salah satunya adalah batu ginjal. Cara penggunaannya, kupas kulitnya, lalu masukkan kacang dalam air panas. Didihkan air di atas api kecil selama beberapa jam hingga kacangnya lunak. Setelah itu, saring airnya dan diamkan hingga dingin. Saring lagi untuk kedua kalinya sebelum diminum beberapa kali sehari. Cairan ini bisa bertahan 1 hari lamanya. Alternatif lain adalah dengan menyertakan kacang merah sebagai lauk entah itu bagian dari sup atau salad.

Mencegah! biar tidak kambuh lagi: Mencegah Penyakit Batu Ginjal

Sebagai pesan terakhir, bila obat penghancur batu ginjal yang sudah kami sebutkan tadi belum juga membawa perubahan, maka segera periksakan diri ke dokter.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer