Obat Pusing dari Dokter yang Ada di Apotik

Saat mengalami pusing, hal yang pertama dipikirkan tentunya bagaimana cara menghentikan pusing itu sesegera mungkin. Pada sebagian orang beristirahat sejenak mungkin bisa meringankan keluhan. Namun, untuk pusing yang berulang dan parah sebaiknya melakukan pemeriksaan dan mintakan obat pusing dari dokter yang tersedia di apotik.

Hal ini penting dilakukan karena ada banyak sekali kasus penggunaan obat pusing yang tidak tepat peruntukannya. Misalnya saja salah persepsi antara pasien dan apoteker dengan istilah pusing itu sendiri.

Ada banyak orang yang mengatakan bahwa pusing sama dengan sakit kepala, namun di sisi medis yang dimaksud dengan pusing adalah dizzines, yaitu rasa hilang keseimbangan, kepala terasa melayang, seolah melihat objek sekitar goyang atau berputar. Keluhan bisa diperparah dengan mual-mual bahkan muntah, kepala terasa berat atau merasa akan pingsan.

obat pusing dari dokter di apotek

inilah salah satu sensasi pusing

Dengan terlebih dahulu memeriksakan diri ke dokter, maka persepsi yang keliru tadi bisa dihindari. Seperti kita tahu bahwa ada tahap-tahapan yang harus dilakukan dokter sebelum mengeluarkan ‘surat pamungkas’ untuk menebus obat pusing di apotek. Termasuk menyamakan persepsi melalui anamnesis alias wawancara medis.

Nah, sekarang kita sudah tahu maksud ‘pusing’ dalam bahasan kita kali ini. Hal penting yang perlu Anda tahu juga, pada kasus pusing yang ringan sering kali kondisinya membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Pasalnya, tubuh kita secara alami akan menyeimbangkan kembali segala bentuk perubahan yang menyebabkan pusing. Terutama untuk pusing yang disebabkan oleh faktor-faktor ringan dan bukan akibat penyakit serius. Umumnya dibutuhkan 2 hari hingga seminggu sampai pusing bisa hilang dengan sendirinya. Anda pun dapat meringankannya dengan Obat Pusing Tradisional yang Alami

Lain halnya ketika pusing sampai membuat Anda tidak bisa melakukan antifitas sehari-hari, maka berkunjung ke dokter adalah pilihan paling bijak. Beberapa terapi dan obat-obatan biasanya akan diresepkan oleh dokter setelah penyebab pusing teridentifikasi. Bahkan jika penyebabnya belum diketahui secara pasti, maka pemberian obat pusing dari dokter masih bisa dilakukan, dengan bertujuan meredakan gejalanya.

Pengobatan untuk Meredakan Pusing 

Setelah menanyakan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab pusing dan memeriksa fisik Anda, maka selanjutnya dokter akan menerapkan salah satu atau serangkaian pengobatan. Tidak hanya obat pusing, tetapi juga terapi fisik, bahkan operasi.

Agar dapat memahami bahasan tentang obat di bawah ini, maka Anda harus tahu dulu penyebab pusing.

# Obat Pusing di Apotek

Tujuan utama dari penggunaan obat pusing adalah untuk mengurangi meringankan gejala yang muncul serta mencegah kemungkinan terjadinya komplikasi. Obat-obatan yang umumnya diresepkan oleh dokter meliputi antihistamin, benzodiazepin, fenotiazin, monoaminergik dan antikolinergik.

1. Antihistamin Generasi Pertama

Antihistamin cukup efektif untuk mengatasi pusing. Obat ini akan mencegah respon histamin pada ujung saraf sensorik dan pembuluh darah. Beberapa jenis dari obat pusing ini yang biasa diresepkan oleh dokter seperti Meclizine dan Dimenhydrinate.

  • Meclizine. Obat ini bekerja dengan cara menurunkan rangsangan yang dapat terjadi pada labirin telinga bagian dalam dan menghalangi konduksi di jalur vestibular-cerebellar di telinga bagian dalam. Efeknya dapat mengurangi perasaan mual dan ingin muntah. Meclizine paling efektif jika digunakan sesuai kebutuhan selama 2 – 3 hari pada penderita vertigo.
  • Dimenhydrinate. Merupakan gabungan dari jenis obat diphenydramine dan 8-chlorotheophylline, diyakini sangat berguna dalam pengobatan vertigo. Obat ini bekerja dengan cara mengurangi stimulasi vestibular dan menekan fungsi labirin, utamanya pada aktifitas antikolinergik pusatnya.
  • Chlorpeniramin maleat/CTM. Cara kerjanya kurang lebih sama dengan obat-obatan di atas.

2. Ansiolitik dan Benzodiazepine

Obat pusing ini bekerja pada sistem saraf pusat dengan memberikan efek sedatif yang dapat menenangkan. Untuk tujuan ini, maka benzodiazepine mengikat reseptor spesifik yang dapat mempengaruhi GABA (gamma-aminobutyric acid) dan neurotransmiter lainnya. Efek ini diketahui dapat mencegah pusing yang disertai mual muntah.

Diazepam adalah salah satu obat penenang dalam golongan ini yang bisa meredakan pusing, terutama untuk kasus yang sudah akut. Obat ini menekan sistem saraf pusat, termasuk sistem limbik dan formasi retikular, dengan meningkatkan aktifitas GABA. Berhati-hatilah menggunakan obat ini, pastikan dosisnya tepat sesuai yang dianjurkan dokter agar terhindar dari efek sampingnya.

3. Fenotiazin dan turunannya

Fenotiazin sangat efektif untuk mengatasi muntah-muntah dan juga pusing berputar. Obat pusing ini mempengaruhi sistem mesolimbik dopaminergik pada sistem saraf pusat. Contoh obatnya yaitu:

  • Prometazin. Memiliki kemampuannya menghambat reseptor dopaminergik di otak dan mengurangi rangsangan ke sistem retensi batang otak. Promethazine juga ditoleransi dengan baik oleh pasien lanjut usia dan tidak berpotensi menyebabkan sindrom ekstrapiramidal yang umumnya terjadi pada obat-obatan antipsikotik lainnya.
  • Proklorperazin. Merupakan salah satu obat antidopaminergik yang menghambat reseptor dopamin mesoplasma postsynaptic. Aktifitas antikolinergiknya dapat menekan pengaktifan sistem retikular yang efeknya dapat menghilangkan mual dan muntah.

4. Agonis Adrenergik Alfa/Beta

Agen monoaminergik dapat digunakan untuk mengobati kepala pusing berputar. Efeknya akan mempengaruhi modulasi sistem saraf simpatetik. Contoh obatnya yaitu Ephedrine.

5. Agen Antikolinergik

Agen antikolinergik ini diketahui bekerja dengan menekan konduksi di jalur serebelum vestibular. Beberapa obat jenis ini diantaranya:

  • Glikopirolat. Obat jenis ini berikatan secara kompetitif dengan asetilkolin sehingga mencegahnya mengaktifasi reseptor parasimpatis.
  • Scopolamine. Obat ini menghalangi aksi asetilkolin pada sistem parasimpatis di otot polos, kelenjar sekretori, dan sistem saraf pusat. Zat ini bersifat antagonis terhadap histamin dan serotonin. Penggunaan scopolamine juga sangat efektif untuk mengatasi mabuk perjalanan. Namun, obat ini tidak dianjurkan penggunaannya pada lansia karena efek sampingnya. Alternatif yang lebih aman untuk lansia yaitu Glikopirolat.

( ! ) Nama obat pusing di atas adalah nama generik, artinya ada berbagai merek yang mengandung obat-obatan tersebut. Ingat, hanya gunakan obat sesuai dengan anjurkan dokter.

# Terapi untuk Menghilangkan Pusing

Selain menggunakan bantuan obat-obatan medis, beberapa terapi juga umum dilakukan oleh dokter untuk mengurangi gejala pusing, metode ini dirasa lebih cepat untuk kondisi-kondisi tertentu.

  • Gerakan kepala. Sebuah metode yang disebut reposisi kanalit atau menuver epley bisa dilakukan untuk mengatasi pusing akibat BPPV. Cara ini cukup efektif mengusir pusing, namun mintalah bantuan dokter dan fisioterapis untuk metode gerakan kepala ini. Sampaikan juga kepada dokter jika Anda memiliki masalah tertentu pada leher atau punggung, ablasi retina atau masalah pada pembuluh darah karena beberapa penyakit ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh gerakan pada manuver epley ini.
  • Terapi keseimbangan. Terapi ini bertujuan untuk melatih tubuh menjadi kurang peka terhadap gerakan. Metode ini biasa disebut rehabilitasi vestibular. Utamanya terapi ini ditujukan untuk penderita pusing akibat masalah pada telinga bagian dalam seperti neuritis vestibular.
  • Psikoterapi. Terapi ini ditujukan untuk pusing yang disebabkan oleh gangguan kecemasan.

Baca juga: Cara Menghilangkan Pusing Kepala dengan Tuntas

# Operasi

Untuk kondisi khusus seperti masalah serius pada telinga yang menyebabkan pusing, dokter bisa saja melakukan operasi atau prosedur kesehatan lain yang mungkin untuk mengatasi masalah utama penyebab pusing ini dengan tuntas.

  • Suntikan. Dokter mungkin juga melakukan prosedur penyuntikkan antibiotik gentamisin untuk menonaktifkan fungsi keseimbangan di salah satu telinga. Telinga lain yang sehat akan mengambil alih fungsi keseimbangan tubuh.
  • Mengangkat organ indera telinga dalam. Teknik yang jarang dilakukan ini disebut lebirintektomi, dimana akan dilakukan pengangkatan labirin vestibular di telinga tengah yang mengalami masalah. Metode ini umumnya dilakukan pada penderita masalah pendengaran yang serius dan pengobatan pusing jenis lainnya tidak direspon dengan baik oleh tubuh.
Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer