Obat Sakit Pinggang Tak Tertahankan Paling Manjur

Jika pinggang Anda sakit, maka penanganan awal yang harus Anda lakukan adalah mengistirahatkannya. Pada kondisi yang ringan, maka dalam beberapa jam rasa sakit itu akan hilang. Namun apabila nyeri punggung atau pinggang Anda tak kunjung mereda, maka diperlukan bantuan obat sakit pinggang yang sesuai dengan kondisi Anda.

Banyak yang bilang penyakit ini penyakitnya orang tua, namun faktanya orang yang berusia di bawah 30 tahun-an juga bisa mengalami sakit pinggang lho. Penyebabnya bermacam-macam, seperti cedera sendi, terjadinya penyempitan tulang belakang, obesitas, dan lainnya. Bahkan ada fakta yang cukup mengerikan, ternyata sakit pinggang juga bisa menjadi indikasi adanya gangguan pada fungsi ginjal. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi kedatangannya yang tiba-tiba, Anda perlu tahu apa saja sih obat sakit pinggang itu.

obat sakit pinggang

Sakit pinggang adalah kondisi dimana si penderita merasakan nyeri atau sakit di area bawah tulang rusuk hingga di atas tulang kaki. Sebagian besar dialami oleh orang dewasa berusia 30-50 tahun, mulai dari yang tidak terlalu sakit sampai yang teramat nyeri. Bisa jadi sakit pinggang ini timbul karena pekerjaan yang membuat mereka harus terlalu lama duduk atau mengangkat barang-barang berat.

Pada kondisi khusus, Anda bisa menyimak artikel berikut:

Obat dan Pengobatan Sakit Pinggang

Nah pada artikel kali ini, kami akan memaparkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati sakit pinggang.

Berikut ini ulasannya:

1. Bed Rest

Tujuan dari pengobatan ini adalah untuk mengurangi rasa sakit dan mengembalikan fungsi pinggang seperti seharunsya. Pada metode ini bukan berarti Anda harus melulu berbaring di atas tempat tidur, namun harus memodifikasi aktivitasnya dengan tetap bergerak.

Periset di Harvard melaporkan sebuah uji klinis yang menyatakan bahwa, seseorang yang mengalami sakit pinggang namun tetap melakukan aktivitas normalnya dan beristirahat sesuai kebutuhan jauh lebih baik daripada yang tidak melakukan aktivitas sama sekali.

Terlalu banyak beristirahat di tempat tidur dalam kurun waktu tertentu di rasa kurang efektif untuk mengurangi rasa sakit pada pinggang. Terlebih efek sampingnya jika terus menerus berbaring di tempat tidur, malah akan meningkatkan risiko seperti konstipasi, kekakuan sendi, ulkus dekubitus, kehilangan kepadatan mineral tulang (BMD), atrofi, dan tromboemboli vena.

Jadi tetaplah bergerak, namun jangan bebani pinggang Anda. Lakukan aktifitas yang terasa nyaman menurut Anda. Beralihlah ke aktifitas atau posisi istirahat yang berbeda ketika Anda merasakan ketidaknyamanan atau nyeri yang bertambah. Misal, jangan terlalu lama duduk, sesekali berbaringlah, miring kanan-kiri, dan seterusnya.

2. Terapi Dingin dan Panas

Cara ini bisa menjadi obat sakit pinggang alami namun juga manjur. Pada teknik ini, pinggang yang sakit harus di kompreskan dengan es sesekali (tiap kali maksimal 20 menit) selama 48 jam pertama setelah cedera. Setelah itu kompreskan air panas atau tempelkan botol yang berisi air panas (hangat) setelahnya.

Pada saat di kompres air es tujuannya untuk mengurangi aliran darah ke area yang cedera, membantu mengurangi pembengkakan, dan menghalangi konduksi sinyal rasa sakit lewat saraf lokal. Lalu, penerapan kompres air panas setelahnya akan membantu mengendurkan otot-otot yang tegang, dan meningkatkan aliran darah, sehingga suplai oksigen akan meningkat dan penyembuhan atau pemulihan akan berjalan lebih cepat.

Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke (NINDS), bukti menunjukkan penerapan kompres air es dan air panas berseling terdsebut dapat mengurangi rasa sakit dan meningkatkan mobilitas selama mengalami sakit pinggang.

3. Obat Penghilang Rasa Sakit

Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti aspirin, ibuprofen (Advil, Motrin), dan naproxen sodium (Aleve, Naprosyn) seringkali menjadi tindakan pertolongan pertama untuk mengatasi sakit pinggang yang tak tertahankan. Namun, bagi seseorang yang tidak dapat menggunakan obat jenis ini karena menderita penyakit seperti tukak lambung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, gangguan fungsi ginjal, dan gangguan gastrointestinal (GI), dapat memakai Acetaminophen sebagai alternatif NSAID untuk obat sakit pinggang.

4. Relaksan Otot

Relaksan otot dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan merelaksasi atau melemaskan otot, yang berkontraksi konstan sebagai respons terhadap cedera lokal. Obat jenis ini hanya bisa didapatkan dengan menggunakan resep dokter. Contohnya seperti benzodiazepin (diazepam [Valium], alprazolam [Xanax]) dan bentuk non-benzodiazepin (carisoprodol [Soma], cyclobenzaprine [Flexeril], metaxalone [Skelaxin], tizanidine [Zanaflex]).

Beberapa bukti dari uji klinis menunjukkan penggunaan obat relaksan otot yang dikombinasikan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dapat meningkatkan efektivitas dalam mengurangi rasa sakit.

Sebagian besar obat relaksan otot dapat digunakan dalam kurun waktu 7-14 hari, terkecuali untuk penggunaan Diazepam dan Carisoprodol harus singkat (kurang dari dua minggu). Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko penyalahgunaan dan ketergantungan obat. Perlu diperhatikan, karena sebagian besar relaksan otot memiliki efek samping, seperti kantuk, pusing, dan mual. Jadi gunakanlah obat sakit pinggang jenis ini dengan bijak, tentu saja sesuai anjuran dokter.

5. Opioid

Opioid berasal dari opium atau dibuat secara sintetis. Obat ini bekerja dengan cara mengubah persepsi rasa sakit dengan melemahkan sinyal rasa sakit yang ditransmisikan ke otak. Opioid digunakan dalam jangka pendek dan hanya ditujukan untuk mereka yang megalami sakit pinggang tak tertahankan.

Jenis opioid oral (hydrocodone [Vicodin], oxycodone [Percocet, OxyContin], morfin, kodein, dan lainnya) dan NSAID atau asetaminofen. Penggunaan obat sakit pinggang jenis ini hanya dengan resep dokter dan berada dibawah pengawasan, mengingat banyaknya kasus terhadap penyalahgunaan obat ini.

Tidak suka obat? simak caranya disini: Mengatasi Nyeri Pinggang Tanpa Obat

6. Injeksi Epidural Steroid 

Injeksi epidural steroid  (ESI) menggunakan obat bius seperti lidocaine atau bupivacaine, dan steroid seperti triamcinolone, methylprednisolone, atau deksametason. Prosedurnya dilakukan dengan menyuntikkan kortikosteroid bersama-sama dengan anestesi lokal ke dalam ruang epidural sekitar saraf tulang belakang dan saraf tulang belakang.

Cara ini diketahui yang paling efektif dalam pengobatan gangguan inflamasi yang menyebabkan sakit pinggang tak tertahankan. Efek samping yang ditimbulkan dari ESI ini seperti, sakit kepala spinal dari tusukan dural, perdarahan, infeksi, reaksi alergi, dan kerusakan saraf atau kelumpuhan (jarang terjadi).

7. Perawatan Kiropraktik

Alternatif obat sakit pinggang selanjutnya adalah kiropraktik. Ini merupakan suatu jenis terapi yang digunakan untuk mengobati masalah pada tulang belakang dan sistem saraf atau muskuloskeletal. Teknik ini dilakukan melalui manipulasi tulang belakang yang menjadi dasar perawatan kiropraktik. Tahukah Anda, cara ini akan membuat tubuh menyembuhkan diri secara alami tanpa obat atau operasi.

Pasien akan menjalani terapi ini 1 sampai 3 kali seminggu selama beberapa minggu untuk melihat manfaatnya secara keseluruhan.

8. Akupunktur

Akupunktur telah lama menjadi pokok pengobatan tradisional di Tiongkok dan telah dimulai lebih dari 2.500 tahun yang lalu. Prosedurnya dilakukan dengan cara memasukkan jarum kecil pada titik tertentu (lebih dari 2.000 titik) di tubuh untuk memperbaiki ketidakseimbangan qi (energi). Perbaikan pada aliran qi dikatakan dapat mengurangi rasa nyeri atau sakit serta membuat tubuh lebih sehat.

Terapi ini dapat menjadi alternatif obat sakit pinggang yang efektif, ditambah efek sampingnya pun lebih sedikit daripada pengobatan tradisional lainnya.

9. Fisioterapi

Seseorang yang mengalami sakit pinggang tak tertahankan dapat dirujuk untuk menjalani fisioterapi sebagai pengobatan konservatif awal (non bedah). Terapi ini bertujuan untuk mengurangi nyeri punggung, mengembalikan fungsi gerak tubuh, dan mengajarkan pasien program perawatan untuk mencegah sakit pinggang di masa depan. Biasanya terapi ini dilakukan selama empat minggu.

10. Bedah

Cara ini merupakan pilihan terakhir untuk mengobati sakit pinggang yang bersumber pada terjepitnya saraf oleh bantalan sendi/ruas tulang belakang dan ligamen. Oleh karena itu, perlu didekompresi (menghilangkan jepitan) dengan pembedahan agar pasien dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Operasi ini dilakukan dengan bedah invasif minimal, yang masa pemulihannya sekitar 1-3 minggu dengan tingkat keberhasilan sekitar 90%. Pembedahan ini dilakukan dengan dukungan peralatan, seperti alat-alat navigasi, mikroskop, dan monitor yang berguna untuk membantu mencapai akurasi maksimal saat pembedahan.

Banyak ibu hamil yang mengalami sakit pinggang, namun tidak semua obat sakit pinggang tersebut aman. Oleh sebab itu, lakukan dengan cara ini: Mengatasi Sakit Pinggang Saat Hamil Tanpa Obat

Pastinya kita semua tidak ingin merasakan sakit pinggang bukan, terlebih jika kita memiliki segudang aktivitas. Ditambah lagi jika sakit pinggang sudah amat parah dan harus di operasi, hal ini bisa jadi mimpi buruk yang tidak akan terlupakan. Oleh karena itu, aturlah pola rutinitas Anda. Jangan terlalu banyak beraktivitas berat, juga jangan terlalu sering bermalas-malasan. Buat segala sesuatunya seimbang, prinsipnya segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, begitupun jika serba kekurangan.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer