Obat Trigliserida Tinggi di Apotek dan Alami

Mengingat bahayanya lemak darah atau trigliserida tinggi, maka diperlukan berbagai upaya untuk menurunkannya. Salah satu caranya yaitu menggunakan obat trigliserida tinggi baik yang dapat dibeli di apotek ataupun bahan alami (herbal) yang bisa kita dapatkan disekitar kita.

Apa itu trigliserida? anda bisa mendapatkan jawabannya disini: Apa itu Trigliserida? Gejala, Pemeriksaan, Pengobatan Sekilas, lemak darah ini apabila  kadarnya tinggi tidak dapat diketahui melalui gejala-gejala yang dirasakan oleh tubuh. Satu-satunya cara untuk mengetahuinya yaitu melakukan pemeriksaan darah.

obat trigliserida tinggi

Jika hasil tes darah menyatakan bahwa Anda memiliki kadar kolesterol atau trigliserida tinggi, maka merubah gaya hidup sehat seperti mengurangi asupan kalori, olahraga teratur, dan menjauhi minuman beralkohol sangatlah disarankan. Namun, bila cara ini tidak begitu efektif untuk menurunkan kadar trigliserida mungkin Anda perlu menambahkan konsumsi obat-obatan juga. Ada beberapa pilihan obat trigliserida, baik yang alami maupun yang dapat Anda temukan di apotek. Beberapa diantaranya sebagai berikut:

Obat Trigliserida di Apotek

# Fibrat

Fibrat atau asam fibrat, merupakan sebuah molekul organik yang dapat memengaruhi sintesis dan pemecahan lemak. American Heart Association mengatakan bahwa fibrat adalah obat terbaik untuk menurunkan trigliserida dan menurut artikel AFP, fibrat dapat menurunkan trigliserida hingga 25 sampai 45 persen.

Contoh golongan fibrat seperti Gemfibrozil (Lopid), Fenofibrate (Tricor, Triglide) dan Clofibrate (Atromid-S). Dosisnya tergantung pada masing-masing obatnya, misalnya Gemfibrozil diberikan 600mg dua kali sehari dan Fenofibrate diberikan mulai dari 67mg per harinya. Efek samping dari obat golongan fibrat ini antara lain, gangguan pencernaan, kembung atau sakit perut, menjadi lebih sensitif terhadap sinar matahari, batu empedu, detak jantung tidak teratur dan kerusakan hati.

# Statin

Statin menjadi obat yang paling banyak diresepkan sebagai obat penurun kadar lipid, namun hanya memiliki efek moderat pada penurunan trigliserida. Obat golongan ini bekerja dengan cara memblok secara parsial reaksi konversi 3?hidroksi?3?metilglutaril koenzim A menjadi asam mevalonat. Menurut artikel di Agence France-Presse (AFP), statin dapat menurunkan trigliserida sebesar 10 sampai 37 persen.

Contoh golongan obat ini seperti, Atorvastatin (Lipitor), Fluvastatin (Lescol), Locastatin (Mevacor), Pravastatin (Pravachol), Rosuvastatin Calcium (Crestor) dan Simvastatin (Zocor), dengan dosis umumnya 10-20 mg sekali sehari. Efek samping obat golongan ini meliputi masalah otot dan kelainan pada hati dan bagi wanita hamil atau seseorang yang memiliki riwayat gangguan fungsi hati sebaiknya menghindari obat-obatan golongan ini.

# Niacin

Niacin merupakan obat sejenis vitamin B yang dapat diperoleh dari obat resep, meskipun ada juga beberapa merek yang dapat dibeli bebas. Kemampuannya dalam menurunkan trigliserida lebih baik jika dibandingkan statin, namun tidak lebih baik dibandingkan fibrat. Menurut artikel AFP, niacin dapat menurunkan trigliserida hingga 21 sampai 28 persen. Dosisnya mulai dari 500-4000 mg per hari.

Contohnya seperti Niaspan. Efek samping yang umum terjadi dari penggunaan niacin seperti, kulit yang menjadi berwarna merah, gatal dan sakit perut. Dalam dosis besar, niacin dapat menyebabkan kerusakan serius pada hati dan pada penderita diabetes dapat meningkatkan gula darah.

Obat Trigliserida yang Alami

1. Bawang Putih

Jika Anda mencari obat trigliserida yang alami, bawang putih merupakan salah satu solusi terbaik yang bisa Anda gunakan. Sebuah studi tahun 2006 yang diterbitkan dalam Journal of Nutrition menemukan bahwa dengan menambahkan bawang putih sebagai menu pelengkap makanan, dapat membantu menurunkan trigliserida, kadar glukosa darah dan kolesterol.

Sebaiknya konsumsi bawang putih yang masih segar daripada mengonsumsinya dalam bentuk acar atau direbus terlebih dahulu, karena bawang putih yang masih segar lebih efektif dalam menurunkan kolesterol.

Cara membuat ramuan obat trigliserida dari bawang putih:

  • Makan 2 sampai 3 siung bawang putih mentah/segar di pagi hari ketika perut masih kosong setiap hari selama beberapa bulan.
  • Cara lainnya bisa juga dengan mengonsumsi suplemen bawang putih.

2. Cuka Apel

Cuka apel juga dapat menjadi obat trigliserida alami karena mampu membantu mengurangi kadar trigliserida dan kolesterol. Sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan di Pakistan Journal of Biological Sciences menemukan bahwa cuka sari apel membantu memperbaiki profil lipid serum pada tikus normal maupun tikus yang telah di injeksi diabetes dengan cara menurunkan kadar trigliserida, LDL dan meningkatkan kadar HDL.

Cara membuat ramuan obat trigliserida dari cuka apel:

  • Campurkan 1 sendok teh cuka apel dan sedikit madu murni ke dalam segelas air, lalu minum larutan ini dua kali sehari setidaknya selama dua bulan.
  • Anda juga bisa mencampurkan cuka apel ke dalam jus buah atau salad.

3. Ketumbar

Biasanya ketumbar menjadi bumbu dapur yang selalu digunakan ketika memasak. Namun tahukah Anda, ketumbar juga dapat menjadi obat trigliserida alami lho.

Menurut sebuah penelitian tahun 2008 yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Biology, ada penurunan kadar trigliserida dan kolesterol yang signifikan pada hewan yang diberi ketumbar. Ini karena ketumbar bersifat hipolipidemik yang mana baik untuk mereka yang memiliki kadar kolesterol atau trigliserida tinggi.

Cara membuat ramuan obat trigliserida dari ketumbar :

  • Tambahkan 1 sampai 2 sendok teh ketumbar bubuk bersama 400ml air.
  • Lalu rebus airnya, saring dan biarkan dingin.
  • Minum larutan ini satu atau dua kali sehari selama beberapa bulan.

4. Cabai Cayenne

Cabai cayenne biasa digunakan sebagai bumbu penyedap makanan. Namun, lebih dari itu ternyata cabai cayenne juga dapat membantu menurunkan trigliserida secara alami. Ini semua karena kandungan senyawa alkaloid, dan capsaicin di dalamnya yang mampu membantu mengurangi kadar trigliserida dan LDL, terlebih pada seseorang yang mengalami obesitas.

Cara membuat ramuan obat trigliserida alami dari cayenne:

  • Tambahkan ½ sampai 1 sendok teh cabai cayenne bubuk ke secangkir air panas. Minumlah dua kali sehari selama beberapa minggu.
  • Pilihan lainnya adalah dengan mengonsumsi suplemen cayenne.

5. Kayu Manis

Kayu manis merupakan rempah-rempah lainnya yang bisa Anda pilih sebagai obat trigliserida, karena terbukti dapat membantu menurunkan kadar trigliserida. Menurut sebuah studi tahun 2003 yang diterbitkan dalam jurnal Diabetes Care, kayu manis mampu menurunkan kadar lemak dan gula pada penderita diabetes tipe 2. Asupan 1 sampai 6 gram kayu manis setiap hari terbukti membantu penderita diabetes tipe 2 untuk menurunkan kadar trigliserida dan LDL.

Caranya:

  • Tambahkan ¼ sendok teh bubuk kayu manis ke oatmeal, sup atau salad. Konsumsilah setiap pagi selama beberapa bulan.
  • Kayu manis juga tersedia dalam bentuk suplemen. Sebaiknya berkonsultasi dahulu dengan dokter sebelum menggunakan suplemen seperti ini.

6. Angkak

Dalam pengobatan Cina, angkak merupakan pengobatan yang populer untuk menurunkan kadar trigliserida. Angkak mengandung statin alami dan memiliki efek modulasi yang ditandai pada konsentrasi lipid dan protein C-reaktif (CRP), yang pada akhirnya akan membantu menurunkan kadar trigliserida dan kolesterol yang tinggi.

Angkak juga mengandung senyawa monacolin yang mampu menghambat kerja enzim 3-hydroxy-3-methylglutaryl CoA reductase (HMG-CoA reductase), yaitu enzim yang dibutuhkan untuk sintesis kolesterol. Inhibitor HMG-CoA reduktase ini yang kemudian menurunkan simpanan kolesterol intrasel sekaligus menghambat sintesis VLDL yang secara otomatis akan menurunkan jumlah LDL.

Cara membuat ramuan obat trigliserida dari angkak:

  • Tumbuk halus 1 sendok teh angkak, lalu seduh dengan secangkir air panas. Minumlah airnya selagi hangat setiap hari selama seminggu.

Perhatikan, bagi wanita hamil, menyusui atau yang memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal sebaiknya hindari penggunaan angkak. Berhati-hatilah juga ketika membeli produk angkak, karena beberapa diantaranya ada yang mengandung lovastin dan bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan efek samping.

7. Asam Lemak Omega-3

Studi menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 dapat membantu menurunkan kadar trigliserida dengan mengurangi produksi lipoprotein densitas rendah (VLDL) oleh hati, mempercepat penghancuran kilomikron dan VLDL dari darah dan mengubah asam lemak menjadi energi (oksidasi).

Omega-3 tersedia dalam bentuk suplemen, selain itu ada beberapa sumber makanan yang kaya akan lemak omega-3 seperti ikan salmon, ikan kod, ikan makarel, legume dan lainnya.

8. Makanan Berserat Tinggi

Baik serat larut dan tidak larut dapat membantu mengatur proses penyerapan makanan di dalam tubuh dan secara signifikan dapat menurunkan kadar trigliserida dan LDL. Serat larut akan mengikat kelebihan trigliserida menjadi berbentuk gel, sehingga tubuh dapat mengeluarkannya dengan mudah. Serat yang tidak larut membantu mengendalikan rasa lapar sekaligus meningkatkan penyerapan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi yang pada akhirnya dapat membantu menurunkan berat badan.

Selain itu, makanan berserat tinggi juga dapat mengurangi dan memperlambat penyerapan lemak dan gula. Beberapa makanan yang kaya akan serat larut dan tidak larut seperti oatmeal, pisang, kacang-kacangan, bji-bijian, stroberi, sayuran hijau, dan lainnya.

Jika Anda baru saja mulai makan makanan kaya serat, tingkatkan asupan serat Anda secara bertahap untuk menghindari produksi gas yang terlalu banyak dalam sistem pencernaan. Pada saat bersamaan, tingkatkan asupan air untuk membantu proses serat dan menghindari sembelit.

Itulah beberapa obat yang dapat Anda gunakan untuk menurunkan kadar trigliserida, baik obat-obatan apotek ataupun alami. Ingat untuk selalu menjaga asupan makanan dari kalori yang berlebih, karena inilah yang sepertinya paling berpengaruh terhadap naiknya kadar trigliserida.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer