Hati-Hati! Orang Darah Tinggi Tidak Boleh Minum Obat Ini

Mungkin Anda pernah membaca ada tulisan larangan di kemasan obat flu bahwa orang darah tinggi tidak boleh minum obat tersebut. Nah, sekarang pasti timbul pertanyaan, sebenarnya apa saja obat yang tidak boleh diminum oleh orang darah tinggi dan kenapa itu tidak boleh.

Kebanyakan kita mungkin berasumsi bahwa semua obat yang dijual bebas di pasaran adalah obat yang aman untuk siapa saja. Bahkan menganggapnya lebih aman daripada obat resep dari dokter. Tapi kenyataannya, semua obat bisa memiliki efek samping yang berbahaya. Bahkan aspirin pun bisa meningkatkan risiko perdarahan lambung, dan acetaminophen (Parasetamol) dapat menyebabkan kerusakan hati.

obat tidak boleh darah tinggi

Oleh sebab itu, bagi Anda yang memutuskan untuk menggunakan obat bebas tertentu, maka harus selalu memperhatikan secara lengkap tentang potensi risiko dan manfaatnya serta informasi penting lainnya yang ada pada label kemasan. Terlebih pada orang dengan kondisi tertentu, seperti ibu hamil, menyusui, memiliki darah tinggi, diabetes, dan lain-lain.

Kaitannya dengan pengidap hipertensi (darah tinggi), maka mereka harus menghindari obat-obatan yang dapat meningkatkan tekanan darah. Beberapa obat bebas dapat menyebabkan tekanan darah menjadi naik sehingga harus dihindari.

Ada pula obat-obatan yang berinteraksi dengan obat darah tinggi yang mungkin sedang dikonsumsi, maka obat-obat ini juga harus dihindari oleh orang darah tinggi yang sedang menjalani pengobatan tertentu.

Inilah obat bebas yang tidak boleh diminum oleh orang darah tinggi:

Penghilang rasa sakit

Obat-obatan penghilang nyeri atau analgesik seperti anti-inflamasi nonsteroid drugs (NSAID) misalnya ibuprofen dan naproxen dapat meningkatkan tekanan darah meskipun Anda sudah menggunakan obat anti-hipertensi.

Obat analgesik tersebut memiliki efek menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan jumlah sodium dalam tubuh. Kedua efek ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Penggunaan NSAID dosis tinggi juga menyebabkan kerusakan ginjal, yang meningkatkan tekanan darah.

Kontrasepsi oral (Pil KB)

Pil KB yang mengandung estrogen dapat menyebabkan tekanan darah tinggi pada sekitar 5 persen wanita yang mengonsumsinya. Itulah sebabnya wanita dengan riwayat tekanan darah tinggi atau faktor risiko lainnya yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi seperti merokok biasanya diperingatkan untuk tidak menggunakan kontrasepsi berbasis estrogen.

Alernatif pil KB aman untuk penderita darah tinggi diantaranya pil progestin murni. Jenis kontrasepsi yang lebih aman lagi, yaitu menggunakan kontrasepsi nonhormonal, seperti IUD atau spiral, kondom, dan lain-lain.

Antihistamin dan dekongestan

Obat ini sering digunakan untuk mengatasi flu, hidung tersumbat, dan obat gatal karena alergi. Obat-obatan ini tidak boleh diminum oleh orang darah tinggi karena dapat meningkatkan tekanan darah dan berinteraksi dengan obat darah tinggi.

Antihistamin contohnya, klorfeniramin (CTM), cetirizine, loratadin, dll. Sedangkan untuk dekongestan contohnya, efedrin, pseudoefedrin, fenilpropanolamin, dll. Obat-obatan ini sebaiknya tidak diminum oleh orang darah tinggi, kecuali dokter menyarankannya.

Obat Penurun Berat Badan

Banyak dari produk ini mengandung antihistamin dan zat lain seperti kafein yang bisa meningkatkan tekanan darah. Jika hendak mengkonsumsi pil untuk menurunkan berat badan, maka lebih aman berkonsultasilah dengan dokter terlebih dahulu.

Obat Maag

Memang tidak semua obat maag tidak boleh diminum oleh orang darah tinggi. Obat antasida dan maag lainnya, di antaranya ada yang mengandung sodium (natrium) tinggi, yang bisa meningkatkan tekanan darah. Jadi, pastikan untuk membaca label dengan hati-hati untuk memeriksa adakah kandungan natriumnya, dan apakah kadarnya tinggi.

Kafein

Kafein memiliki efek dapat meningkatkan tekanan darah. Selain ditemukan di beberapa makanan dan minuman seperti kopi dan teh, kafein juga terdapat dalam sejumlah obat bebas, termasuk beberapa yang dikombinasikan dengan parasetamol ataupun aspirin.

Jadi perhatikan komposisi setiap obat bebas yang hendak dibeli. Apabila ternyata mengandung kafein, maka obat tersebut tidak boleh diminum oleh orang darah tinggi. Baca juga: Kopi dan Kafein, berapa jumlah aman konsumsinya?

Obat Herbal

Jangan salah, yang herbal belum tentu aman 100 % dan tanpa efek samping. Obat herbal yang mengandung efedra, yang ditemukan dalam beberapa suplemen penurunan berat badan, bisa berbahaya pada orang dengan tekanan darah tinggi.

Penderita hipertensi juga harus menghindari gingko, obat herbal yang biasa digunakan untuk meningkatkan daya ingat. Jika dalam ramuan herbal mengandung thiazide diuretik, maka juga tidak boleh dikonsumsi karena dapat berinteraksi dengan obat tekanan darah tinggi.

Jadi apabila Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker mengenai obat bebas atau obat herbal yang hendak Anda konsumsi. Jangan sampai tujuan Anda menyelesaikan masalah dengan obat tersebut, malah menimbulkan masalah lain yang lebih buruk.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer