Salep Kutu Air Terbaik yang Tersedia di Apotek

Kutu air merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur, dalam istilah medis kondisi ini disebut tinea pedis. Meskipun ada data yang menyebutkan bahwa penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya. Namun efek gatal dan perihnya mendorong kita untuk mencari cara mengobati kutu air dengan segera. Salah satunya menggunakan salep kutu air yang banyak tersedia di apotek.

Salep kutu air dianggap paling ampuh mengatasi kutu air yang masih ringan karena dapat bekerja langsung pada area kulit yang terinfeksi jamur. Efek sampingnya pun dinilai cukup aman dibanding obat oral.

salep kutu air di apotek

Namun untuk kondisi yang sudah parah umumnya harus dibarengi dengan obat obat oral untuk penyembuhan secara sistemik melalui aliran darah. Akan tetapi selalu konsultasikan dengan dokter untuk penggunaan obat oral ini.

Daftar Salep Kutu Air yang Ada di Apotek

Berikut ini adalah 10 salep kutu air yang direkomendasikan dan umumnya tersedia di apotik-apotik:

1. Canesten

salep kutu air canesten

Salep kutu air canesten

Canesten merupakan obat anti jamur berbentuk salep dengan kandungan clotrimazole 1%. Salep kutu air ini diindikasikan untuk mengatasi infeksi jamur tinea yang menjadi penyebab kutu air.

Selain itu, juga digunakan untuk mengatasi jenis jamur lainnya seperti candida dan trichopyton. Bahan aktifnya merupakan turunan obat anti jamur golongan imidazole, yang memiliki sifat antimikotik spektrum luas.

Krim antijamur ini tersedia dalam kemasan tube 3 gram, 5 gram dan 10 gram, obat ini merupakan salep kutu air yang cukup ampuh dan mudah didapat dipasaran. Namun penggunaan salep kutu air ini sebaiknya hanya untuk jangka waktu singkat dan segera hentikan penggunaan jika muncul ruam kulit dan reaksi alergi.

2. Daktarin

daktarin salep kutu air

Daktarin salep kutu air

Sama halnya dengan Canesten, Daktarin merupakan obat antijamur dari golongan imidazole. Bahan aktifnya berupa miconazole nitrat 2% dapat bekerja menghambat pembentukan ergosterol yang merupakan bagian penting dinding sel jamur sehingga terjadi lisis atau keluarnya bagian ini sel jamur dan menyebabkan kematian.

Tersedia dalam kemasan tube 5 gram dan 10 gram serta bentuk bubuk 20 gram, obat ini bisa dibeli bebas tanpa resep dokter di apotek atau toko obat.

Sama dengan salep kutu air lainnya daktarin digunakan dengan cara mengoleskan tipis-tipis pada area kulit yang terinfeksi, sebanyak 2 kali sehari. Lanjutkan pengobatan meskipun rasa gatal dan perih sudah hilang, hal itu untuk menghindari kekambuhan penyakit akibat jamur ini.

3. Ketoconazole Cream

Ketoconazole merupakan obat antijamur generik turunan golongan imidazole yang bekerja aktif menghambat pembentukan ergosterol pada jamur. Salep anti jamur ini cukup efektif membasmi kutu air dan infeksi tinea lainnya seperti tinea kruris (gatal di selangkangan) dan tinea manus (kurap).

Penggunaan Ketoconazole sebaiknya dilakukan 4-6 minggu meskipun kondisi infeksi sudah lebih dulu sembuh, hal itu untuk menghindari kekambuhan. Namun salep kutu air ini sebaiknya tidak diberikan pada anak-anak dan wanita hamil atau dapat diberikan hanya jika diresepkan oleh dokter.

4. Miconazole Cream

salep kutu air miconazole krim

Salep kutu air miconazole krim

Miconazole merupakan obat generik untuk mengatasi infeksi jamur dan beberapa jenis bakteri gram positif. Selain diindikasikan untuk mengobati kutu air, salep ini juga digunakan untuk mengobati kandidiasis, kurap dan kasus lidah putih atau oral trush.

Salep kutu air ini tersedia dalam kemasan tube 10 gram dengan kekuatan dosis 2%. Digunakan dua kali sehari selama 2-6 minggu hingga infeksinya benar-benar sembuh, jika kondisi sudah membaik sebelum 2 minggu sebaiknya teruskan untuk menghindari kekambuhan.

5. Neo Ultrasilin

neo ultrasilin salep kutu air

Neo ultrasilin salep kutu air

Neo Ultrasilin merupakan salep kutu air yang cukup dikenal di masyarakat. Kandungan bahan aktifnya berupa clotrimazole 1% membuat salep ini juga dapat digunakan untuk infeksi jamur kulit lainnya seperti panu, kadas dan kurap.

Neo Ultrasilin tersedia dalam kemasan tube 5 gram dan dapat diperoleh secara bebas terbatas di apotek. Penggunaannya 2 kali sehari selama 2-4 minggu. Hindari penggunaan obat ini untuk anak-anak kurang dari 3 tahun, wanita hamil dan menyusui.

6. Fungiderm

fungiderm salep kutu air

Fungiderm salep kutu air

Salep kutu air lainnya yang cukup manjur adalah Fungiderm. Kandungan bahan aktifnya berupa clotrimazole efektif mengobati jamur yang menyebabkan kutu air. Selain itu juga digunakan untuk infeksi jamur lainnya seperti panu, kurap, candidiasis.

Selain untuk membasmi kapang, dermatofit, candida dan jenis jamur lainnya Fungiderm juga bersifat bakterisidal terhadap bakteri gram positif sehingga dapat sekaligus mengobati jika muncul infeksi bakteri skunder pada kutu air. Dosis penggunaannya 2-3 kali sehari dioleskan tipis-tipis selama 1-2 minggu tanpa henti meskipun kondisi sudah membaik, hal ini untuk menghindari kekambuhan.

7. Dermifar

dermifar krim

Dermifar krim

Dermifar adalah salep kutu air dengan kandungan clotrimazole yang efektif untuk pengobatan dan perawatan kutu air. Selain itu Dermifar juga digunakan untuk infeksi jamur lainnya seperti panu, kadas dan kurap serta infeksi jamur pada kulit kepala dan lipatan kulit.

Penggunaannya cukup sederhana tinggal mengoleskan tipis-tipis pada area kulit yang terinfeksi jamur selama 2-3 kali sehari dalam waktu 1-4 minggu tergantung jenis jamurnya. Namun pastikan infeksinya benar-benar hilang agar tidak terjadi kekambuhan atau penularan ke area kulit lainnya.

8. Salep 88

salep 88 obat panu dan kurap

Salep 88 adalah obat luar yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur dan bakteri, terutama yang terjadi di kulit. Obat ini merupakan kombinasi beberapa bahan aktif berupa salicyclic acid, benzoic acid, sulfur praecipitatum yang diketahui bersifat antimikotik (antijamur), bakterisidal (antibakteri) dan antiseptik. Obat ini terkadang mendapat julukan sesuai dengan kegunaannya di masyarakat seperti, obat panu, salep kutu air atau salep obat kurap.

Penggunaannya untuk kutu air sangat mudah, hanya perlu mengoleskan tipis pada sela-sela kulit jari kaki yang terinfeksi 2-3 kali sehari hingga kutu airnya hilang. Efek samping berupa rasa seperti terbakar pada kulit mungkin terjadi setelah penggunaan dan hal tersebut masih wajar, namun jika kondisinya semakin parah segera hentikan penggunaan dan hubungi dokter. Hindari penggunaan obat ini pada anak-anak karena efektifitas dan efeknya belum diketahui.

9. Kalpanax

kalpanax salep kutu air

Kalpanax salep kutu air

Kalpanax krim merupakan obat salep yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur, dermatofit dan ragi pada kulit. Selain ampuh mengobati kutu air obat ini juga digunakan untuk membasi panu, kurap pada selangkangan dan di badan.

Kalpanax mengandung bahan aktif miconazole 2% untuk setiap gram salepnya. Penggunaanya hanya perlu dioleskan tipis-tipis pada kulit yang terinfeksi sebanyak 2 kali sehari selama 2-6 minggu tergantung dari berat dan tempat penyakit. Untuk menghindari kekambuhan biasanya dilakukan penambahan waktu pemberian sekitar 10 hari setelah kesembuhan.

10. Interbi

interbi cream terbinafine

Interbi cream terbinafine

Salep kutu air lainnya yang cukup efektif adalah Interbi. Kandungan bahan aktif obat ini yang berupa terbinafine membuatnya dianggap lebih efektif dibanding obat antijamur lainnya dari jenis azoles (clotrimazole, miconazole).

Untuk penggunaannya sama dengan obat lainnya yaitu dioleskan pada area yang terinfeksi 2-3 kali sehari selama 2-4 minggu tanpa henti. Hindari penggunaan obat ini untuk anak-anak di bawah 16 tahun, wanita hamil dan menyusui.

Demikianlah 10 salep kutu air yang direkomendasikan dan dapat diperoleh di apotek-apotek. Selain menggunakan obat-obatan, Anda juga harus menjaga kebersihan area yang terkena infeksi jamur untuk mempercepat penyembuhan. Jaga selalu kebersihan tubuh dan lingkungan Anda untuk mencegah kekambuhan penyakit kutu air.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga