Operasi amandel atau tonsilektomi adalah prosedur pembedahan yang bertujuan untuk mengangkat atau membuat jaringan amandel. Amandel (tonsil) merupakan dua jaringan getah bening yang berbentuk oval dan terletak bagian belakang tenggorokan kanan dan kiri. Prosedur operasi amandel ini sudah umum dilakukan untuk mengobati infeksi dan pembengkakan amandel (tonsilitis).

Saat ini, operasi amandel juga dilakukan untuk mengobati gangguan pernapasan saat tidur, ngorok misalnya. Di samping itu juga diperlukan untuk mengobati masalah lain yang terkait dengan pembesaran amandel yang disebabkan oleh kondisi langka, termasuk tumor dan kanker.

Tonsilektomi hanya menjadi pilihan terakhir ketika masalah amandel sudah tidak merespons baik dengan cara pengobatan lainnya, misalnya sudah tidak mempan dengan obat-obatan. Simak juga: Obat Amandel di Apotik Paling Ampuh! Antibiotik, Analgetik, dll

ilustrasi operasi amandel atau tonsilektomi

Ilustrasi operasi amandel atau tonsilektomi

Apa Manfaat Operasi Amandel?

Tonsil kita memiliki peran memproduksi beberapa jenis sel darah putih yang berguna untuk melawan penyakit. Itulah mengapa jaringan amandel diyakini bertindak sebagai pertahanan lini pertama sistem kekebalan tubuh terhadap bakteri dan virus yang masuk ke mulut.

Ketika amandel menangkap bakteri ataupun virus, maka ada proses pembengkakan yang sejatinya merupakan proses tubuh dalam membunuh bibit penyakit tersebut. Namun proses ini tak selamanya berlangsung mulus, jika daya tahan tubuh kuat maka amandel akan bengkak beberapa hari disertai dengan demam badan lalu sembuh dan hilang. Namun adakalanya malah berlanjut menjadi kondisi peradangan yang parah.

Penyakit amandel lebih sering menjangkiti anak-anak karena fungsi sistem kekebalan amandelnya paling aktif sebelum pubertas. Selain itu, tidak seperti sistem kekebalan tubuh orang dewasa, anak-anak belum memiliki sistem kekebalan yang mumpuni untuk melawan bakteri dan virus.

Ketika masalah pembengkakan ini menjadi abnormal maka akan menimbulkan masalah pernafasan dan juga pencernaan (susah menelan). Oleh sebab itu diperlukan pengobatan, dan langkah akhirnya adalah operasi amandel.

Secara lebih terperinci, berikut manfaat atau kegunaan operasi amandel:

  • Tonsilitis kronis atau berat yang sering kumat.
  • Komplikasi amandel yang membesar.
  • Pendarahan amandel.
  • Penyakit langka lain pada amandel.

Tonsilitis kronis atau berat yang sering kumat maksudnya adalah radang amandel yang memiliki sifat sebagai berikut:

  • Lebih dari tujuh kali setahun.
  • Lebih dari lima kali setahun di masing-masing dua tahun sebelumnya.
  • Lebih dari tiga kali setahun di masing-masing tiga tahun sebelumnya.

Prosedur operasi amandel juga dapat direkomendasikan jika:

  • Infeksi bakteri yang menyebabkan tonsilitis tidak segera membaik dengan pengobatan antibiotik.
  • Infeksi yang mengakibatkan kumpulan nanah di belakang amandel (peritonsillar abses) tidak membaik dengan pengobatan atau prosedur drainase.
  • Komplikasi berupa amandel yang membesar.

Tonsil dapat membesar setelah mengalami infeksi yang sering atau terus-menerus, atau pembesaran juga bisa terjadi secara alami. Dalam hal ini operasi amandel diperlukan ketika hal tersebut menimbulkan masalah berikut:

  • Sulit bernafas.
  • Gangguan pernafasan saat tidur.
  • Kesulitan menelan.
  • Penyakit lain dari amandel.

Operasi amandel juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit langka lainnya pada amandel, seperti:

  • Jaringan kanker dalam satu atau kedua amandel.
  • Pendarahan terus-menerus dari pembuluh darah di dekat permukaan amandel.

Apa Saja Prosedur Umum Operasi amandel?

Sebelum Operasi

Anda akan menerima instruksi atau arahan dari pihak rumah sakit tentang bagaimana mempersiapkan diri atau anak Anda sebelum menjalani tonsilektomi.

Informasi yang mungkin akan diminta dari Anda meliputi:

  • Pemakaian obat-obatan, termasuk obat bebas resep dan suplemen diet, yang dikonsumsi secara teratur.
  • Riwayat pribadi atau keluarga dari reaksi merugikan (alergi) terhadap zat anestesi (obat bius).
  • Riwayat gangguan pendarahan pribadi atau keluarga.
  • Alergi yang diketahui atau reaksi negatif lainnya terhadap obat-obatan, seperti antibiotik.

Instruksi untuk persiapan operasi amandel akan mencakup hal-hal berikut:

  • Jangan minum aspirin atau obat lain yang mengandung aspirin setidaknya dua minggu sebelum operasi.
  • Jangan makan apapun setelah tengah malam sebelum operasi yang dijadwalkan. Dokter bedah akan memberi petunjuk tentang makanan dan minuman yang aman dikonsumsi sebelum ke rumah sakit.
  • Buatlah rencana pengaturan untuk perjalanan pulang.
  • Rencanakan waktu pemulihan 10 hari sampai dua minggu atau lebih. Orang dewasa mungkin membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama daripada anak-anak.

Pertanyaan yang harus diajukan kepada dokter atau staf rumah sakit untuk diri Anda atau anak Anda meliputi:

  • Makanan apa yang aman dan tidak sebelum operasi?
  • Kapan saya harus sampai di rumah sakit?
  • Dimana saya harus check-in?
  • Dapatkah saya minum obat resep lain di hari-hari sebelum operasi?
  • Berapa perkiraan waktu pemulihan?
  • Apa batasan aktivitas atau pola makan yang harus saya siapkan selama pemulihan?

Selama Operasi

Karena operasi amandel dilakukan dengan anestesi umum, maka pasien tidak akan mengetahui prosedur atau mengalami rasa sakit selama operasi.
Dokter bedah dapat memotong amandel menggunakan pisau (pisau bedah) atau alat bedah khusus yang menggunakan panas atau energi panas atau gelombang suara untuk menghilangkan atau menghancurkan jaringan dan menghentikan pendarahan.

Setelah Operasi

Operasi amandel biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan. Hal itu berarti Anda bisa pulang pada hari operasi. Atau bisa jadi Anda dianjurkan untuk menginap semalam jika terjadi komplikasi atau jika operasi dilakukan pada anak kecil, atau ketika mengalami kondisi medis yang kompleks.

Hampir semua orang mengalami rasa sakit setelah melakukan operasi amandel. Nyeri paling sering terjadi di tenggorokan dan di telinga tapi kadang juga terletak di rahang atau leher.

Langkah pengobatan yang bisa Anda lakukan adalah dengan mencoba mengurangi rasa sakit, mendorong pemulihan dan mencegah komplikasi dengan cara-cara seperti berikut:

  • Obat-obatan. Minum obat nyeri seperti yang diperintahkan oleh dokter bedah Anda.
  • Cairan. Penting untuk mendapatkan banyak cairan setelah operasi untuk menghindari dehidrasi. Air dan es adalah pilihan yang baik.
  • Makanan. Makanlah makanan lembut yang mudah ditelan, seperti saus apel atau kaldu. Makanan seperti es krim dan puding juga dapat ditambahkan ke makanan asalkan makanan ini masih ditoleransi baik oleh tubuh. Hindari makanan asam, pedas, keras atau renyah karena dapat menyebabkan rasa sakit atau pendarahan.
  • Beristirahat. Beristirahat di tempat tidur sangat penting selama beberapa hari setelah operasi. Hindari aktivitas berat seperti berlari atau bersepeda sedikitnya selama dua minggu setelah operasi. Pasien dapat kembali bekerja atau sekolah setelah menjalani diet normal, tidur normal sepanjang malam dan ketika sudah tidak lagi memerlukan obat penghilang rasa sakit. Konsultasikanlah dengan dokter Anda tentang segala aktivitas yang harus dihindari.

Resiko Efek Samping Operasi Amandel

Seperti operasi lainnya, operasi amandel juga memiliki beberapa risiko antara lain:

  • Reaksi terhadap anestesi. Obat bius yang digunakan selama operasi ini sering menyebabkan masalah kecil dan jangka pendek, seperti sakit kepala, mual, muntah atau nyeri otot.
  • Pembengkakan. Pembengkakan lidah dan langit-langit mulut (soft palate) dapat menyebabkan masalah pernapasan, terutama pada beberapa jam pertama setelah prosedur operasi.
  • Pendarahan saat operasi. Dalam kasus yang jarang terjadi, pendarahan hebat bisa terjadi selama operasi dan memerlukan perawatan tambahan serta harus diopname lebih lama di rumah sakit.
  • Pendarahan selama penyembuhan. Pendarahan dapat terjadi selama proses penyembuhan.
  • Infeksi. Meskipun jarang terjadi, operasi amandel bisa menyebabkan infeksi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Kapan harus ke dokter atau mendapat perawatan darurat?

Perhatikan komplikasi berikut, jika hal ini terjadi pada amandel Anda yang baru saja dioperasi, maka segeralah konsultasikan dengan dokter untuk penanganan yang tepat:

  • Berdarah. Pada kondisi normal mungkin Anda akan mendapati bintik-bintik kecil darah gelap pada air liur. Namun, jika Anda melihat darah merah cerah yang keluar dari bekas operasi amandel, maka berarti Anda memerlukan penanganan gawat darurat segera. Pembedahan untuk menghentikan pendarahan ini mungkin diperlukan.
  • Demam. Hubungi dokter jika setelah operasi mengalami demam 102 F (38,9 C) atau lebih tinggi.
  • Dehidrasi. Hubungi dokter jika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi, seperti kurang buang air kecil, haus, lemah, sakit kepala, berkunang-kunang atau vertigo. Tanda-tanda umum dehidrasi pada anak-anak termasuk kurang kencing dari dua atau tiga kali sehari atau menangis tanpa air mata.
  • Masalah pernafasan. Mendengkur atau nafas bersuara sering terjadi pada minggu pertama setelah operasi. Namun, jika mengalami kesulitan bernapas, segera dapatkan perawatan darurat.