Orchitis – Gejala, Penyebab, Obat, Pencegahan

orchitis adalah

Pengertian

Apa itu Orchitis?

Orchitis adalah peradangan pada salah satu atau kedua testis (buah zakar) sekaligus. Testis yang berada di dalam skrotum menjadi nyeri, bengkak dan terlihat kemerahan.

Penyebab orchitis adalah infeksi bakteri ataupun virus. Infeksi virus yang termasuk sering menyebabkannya adalah virus mumps, saat penderitanya mengalami gondongan. Sekitar 14% hingga 35% pria yang gondongan mengalami orchitis. Risiko tertinggi terjadi pada usia 15 hingga 29 tahun.

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala Orchitis?

Nyeri pada buah zakar dan selangkangan adalah gejala utama orkitis. Gejala lainnya meliputi:

  • skrotum menjadi sensitif (mudah nyeri saat disentuh)
  • pembengkakan skrotum
  • kelenjar getah bening bengkak di selangkangan
  • demam
  • buang air kecil terasa sakit
  • ejakulasi terasa sakit
  • darah dalam air mani
  • prostat membesar
  • mual dan muntah.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika mengalami rasa sakit atau bengkak di skrotum, terutama jika rasa sakit tiba-tiba, segera kunjungi dokter. Sejumlah kondisi dapat menyebabkan nyeri testis, dan beberapa kondisi memerlukan perawatan segera. Misalnya torsio testis (saluran testis terpelintir).

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab orchitis?

Ada dua bentuk orchitis, yaitu bakterial dan viral. Penyebab paling umum dari orchitis viral adalah virus mumps (gondongan). Meskipun penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak, namun orchitis jenis ini lebih sering dialami oleh laki-laki yang sudah menginjak masa pubertas.

Gejala orchitis biasanya mulai muncul 4 sampai 8 hari setelah onset pembengkakan kelenjar liur di pipi (gondongan), meskipun dapat terjadi sebelum atau bahkan tanpa adanya gondongan di pipi.

Adapun orchitis bakterial, terjadi akibat kelanjutan dari infeksi saluran kemih dan infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore, klamidia, dan kondisi terkait yang disebut epididimitis. Epididimitis adalah peradangan epididimis. Ini adalah tabung yang menyimpan dan menyalurkan sperma karena menjadi penghubung buah zakar ke vas deferens.

Ada satu lagi jenis orchitis yang tidak diketahui dengan pasti penyebabnya, sehingga disebut orchitis idiopatik.

Siapa yang lebih berisiko terjangkit orchitis?

Risiko tertinggi untuk orchitis viral adalah pria usia 15 hingga 29 tahun yang belum diimunisasi MMR. Sedangkan untuk orchitis bakterial, lebih cendrung terjadi pada orang yang terlibat dalam perilaku seksual berisiko tinggi.

Perilaku seksual berisiko tinggi termasuk:

  • melakukan hubungan seksual tanpa kondom
  • memiliki riwayat IMS
  • memiliki pasangan yang memiliki IMS

Abnormalitas saluran kemih bawaan juga dapat meningkatkan risiko orkitis. Artinya risiko tinggi bagi seseorang yang terlahir dengan kelainan struktural pada kandung kemih atau uretra.

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis orchitis?

Setelah dokter menanyakan beberapa hal terkait gejala yang Anda rasakan serta riwayat penyakit terdahulu, pemeriksaan pun dilakukan. Ada beberapa pemeriksaan yang diperlukan untuk memastikan diagnosis orchitis, yaitu:

  • Pemeriksaan testis. Dilihat secara kasat mata, skrotum atau kantung buah zakar tampak membengkak, kemerahan, dan terasa nyeri saat disentuh.
  • Pemeriksaan colok dubur. Untuk memastikan apakah prostat juga mengalami peradangan. Hal ini dalakukan dokter dengan memasukkan dua jari ke anus pasien untuk dapat meraba prostat.
  • Pemeriksaan urin dan duh tubuh. Dokter mungkin meminta sampel urin dan menyeka cairan apa pun yang keluar di ujung penis (duh tubuh) untuk analisis laboratorium. Ini dapat menentukan adanya IMS atau infeksi lain.
  • Tes darah. Tes ini berfungsi untuk mengetahui apakah pasien terinfeksi virus HIV, sifilis, atau penyakit menular seksual lainnya.
  • USG. Pencitraan dengan ultrasound dapat mengesampingkan torsi testis. Torsi testis adalah terpelintirnya saluran testis yang menyebabkan rasa sakit yang hebat di daerah testikel dan selangkangan, dan gejalanya sering membingungkan dengan orkitis. Masalah ini dapat mengancam kesuburan jika sampai mengganggu aliran darah ke testis. Karena itu, harus segera menemui dokter.
  • Tes pencitraan pada testis. Zat kontras dimasukkan ke aliran darah dan pemindai khusus akan dapat melihat dan memetakan aliran darah ke testis.

Tidak berarti semua jenis pemeriksaan dilakukan pada satu pasien, dokter akan menentukan pemeriksaan mana yang memang diperlukan.

diagnosis dan obat orchitis

Anda tidak dapat menentukan diagnosis orchitis sendiri, periksakan ke dokter!

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati orchitis di rumah?

Tidak ada obat khusus untuk orchitis virus, karena kondisi ini akan hilang dengan sendirinya. Sementara itu, Anda dapat menggunakan obat di rumah untuk menangani gejala yang muncul.

Istirahatlah total di tempat tidur, gunakan penghilang rasa sakit (seperti parasetamol atau ibuprofen), menerapkan kompres es, dan mengangkat atau meninggikan testis yang bengkak bila memungkinkan dapat membuat lebih nyaman. Waktu pemulihan rata-rata 3-7 hari.

Lain halnya dengan orchitis bakteri, maka penanganannya harus dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional karena memerlukan obat-obatan khusus untuk membasmi bakteri penyebab.

Apa saja penanganan dan obat orchitis bakteri?

Orchitis bakteri diobati dengan antibiotik, obat anti peradangan, obat penurun panas dan nyeri. Terlepas dari sumber peradangan, pemulihan penuh bisa memakan waktu beberapa minggu.

Pastikan bahwa antibiotik yang diresepkan diminum sesuai aturan dan dihabiskan, meskipun gejala sudah membaik setelah beberapa kali minum obat. Menghabiskan antibiotik sangat penting untuk membasmi bakteri dengan tuntas dan mencegah kekambuhan.

( ! ) Selama orchitis belum sembuh, hindari berhubungan seksual dan angkat berat. Jika IMS penyebabnya, maka pasangan Anda juga harus diobati.

Komplikasi

Apa bahaya orchitis yang mungkin timbul?

Kebanyakan pria yang menderita orchitis pulih sepenuhnya tanpa efek jangka panjang. Orchitis jarang menyebabkan infertilitas atau kemandulan. Komplikasi lain yang termasuk jarang diantaranya:

  • peradangan kronis epididimis.
  • abses atau timbunanan nanah di dalam skrotum.
  • penyusutan testis yang terkena.
  • kematian jaringan testis.

Pencegahan

Bagaimana mencegah orkitis?

Beberapa kasus orchitis tidak dapat dicegah, terutama benar bagi yang memiliki kelainan saluran kemih bawaan. Namun, setiap orang dapat melindungi dirinya dari orkitis virus. Misalnya dengan vaksinasi dan upaya lain agar terhindari dari gondongan. Baca: Penyebab Gondongan, Cara Penularan, dan Pencegahan

Sedangkan untuk orchitis bakterial, dapat dicegah dengan menjalani kehidupan seks yang aman, misalnya dengan menggunakan kondom atau menghindari bergonta-ganti pasangan.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga