Osteoarthritis (OA) adalah penyakit sendi kronis yang banyak terjadi, dalam bahasa awam dikenal dengan istilah pengapuran tulang sendi. Osteoarthritis bisa terjadi di semua sendi namun kebanyakan terjadi pada lutut, panggul, punggung bawah dan leher, sendi – sendi kecil pada jari tangan dan juga pada ibu jari.

Pada sendi yang normal, material  tegas dan kenyal yang disebut kartilago menutupi bagian akhir dari masing – masing tulang. Kartilago menyebabkan pergerakan sendi menjadi halus dan berperan sebagai bantalan atau pelindung di antara tulang. Pada osteoarthirits, kartilago mengalami kerusakan sehingga menyebabkan nyeri, bengkak dan masalah pergerakan sendi. OA bisa memburuk dari waktu ke waktu, tulang bisa rusak dan menyebabkan terbentuknya spurs atau taji tulang.

osteoarthritis

Baca juga: Kenali Gejala dan Obat Pengapuran Tulang Sendi (Osteoarthtitis)

# Apa Penyebab Osteoarthritis (OA) dan Faktor Risikonya?

Meskipun osteoarthritis bisa terjadi pada semua usia namun paling banyak terjadi pada usia tua yakni lebih dari 65 tahun. Faktor risiko tersering meliputi umur, kegemukan, trauma pada sendi yang dialami sebelumnya, penggunaan sendi yang berlebihan, kelemahan otot paha dan faktor genetik atau bawaan.

Beberapa fakta tentang penyakit pengapuran sendi:

  • Satu dari dua orang dewasa menunjukkan gejala osteoarthritis pada lutut selama hidupnya
  • Satu dari empat orang dewasa bisa mengalami osteoarthritis panggul pada usia 85 tahun.
  • Satu dari 12 orang bersia 60 tahun atau lebih mengalami osteoarthritis pada tangan.

# Ciri-ciri dan Gejala Osteoarthritis (OA) Seperti Apa?

Gejala tersering dari osteoarthritis adalah nyeri pada sendi yang terkena setelah penggunaan berulang. Nyeri sendi biasanya memburuk di kemudian hari. Ciri-ciri sendi yang mengalami pengapuran ostoarthritis antara lain:

  • Pembengkakan sendi.
  • Teraba hangat.
  • Berbunyi “krek” ketika bergerak.
  • Nyeri sendi.
  • Kaku sendi.

Nyeri dan kekakuan pada sendi juga bisa terjadi setelah periode tidak bergerak (inaktivitas) dalam waktu lama seperti duduk di bioskop. Osteoarthritis berat dimana terjadi kehilangan seluruh kartilago yang menyebabkan terjadinya friksi atau gesekan antar tulang, bisa menyebabkan keluhan nyeri bahkan pada saat istirahat atau saat gerakan terbatas.

Ingat! Gejala osteoarthritis berbeda tiap pasien. Beberapa pasien bisa mengalami kelemahan karena gejala – gejala yang dialaminya. Namun beberapa hanya mengalami sedikit gejala saja meskipun gambaran degenerasi hebat sudah terlihat pada pemeriksaan rontgen. Gejala bisa timbul intermiten (hilang timbul).

Jika sendi lutut yang terkena…

Osteoarthritis lutut berhubungan dengan kegemukan atau riwayat trauma ataupun pembedahan berulang sebelumnya. Degenerasi kartilago yang progresif pada sendi lutut bisa menyebabkan deformitas atau kelainan bentuk pada lutut, biasanya menjadi tidak sejajar lagi dengan garis paha. Oleh sebab itu, pasien bisa mengalami kepincangan. Kepincangan bisa memburuk karena banyak kartilago yang rusak. Pada beberapa pasien, rasa nyeri, kepincangan dan disfungsi sendi tidak berespon dengan pengobatan atau terapi konservatif lainnya.

Jika tulang belakang yang mengalami pengapuran…

Osteoarthritis pada tulang belakang bisa menyebabkan nyeri di leher atau punggung belakang. Pengapuran tulang yang terjadi sepanjang tulang belakang bisa mengiritasi saraf spinalis sehingga menyebabkan nyeri berat, rasa baal dan kesemutan pada tubuh yang terkena.

Jari-jari mengalami pengapuran…

Osteoarthritis menyebabkan terbentuknya tulang keras di sendi kecil pada jari tangan. Tanda utama yang bisa diamati adalah perubahan bentuk (deformitas) sendi yang biasanya menyebabkan pembengkokan serta kekakuan sendi dan keterbatasan gerak.

# Bagaimana Memastikan Diagnosisnya?

Untuk mendiagnosis osteoarthritis, dokter akan mengumpulkan informasi personal dan riwayat kesehatan dalam keluarga pasien, melakukan pemeriksaan fisik dan penunjang.

Informasi yang dibutukan untuk membantu mendiagnosis osteoarthritis antara lain:

  • Gambaran gejala.
  • Informasi lengkap kapan dan bagaimana nyeri atau gejala lain bisa muncul.
  • Informasi lengkap tentang masalah kesehatan lainnya yang sedang dialami.
  • Lokasi nyeri, kekakuan dan gejala lainnya.
  • Bagaimana gejala mempengaruhi aktivitas sehari – hari.
  • Daftar obat yang dikonsumsi saat ini.

Pemeriksaan Fisik

Selama pemeriksaan dokter akan memeriksa sendi dan melakukan pemeriksaan range of motion untuk menilai sejauh apa sendi bisa bergerak. Dokter akan memeriksa area yang kaku, nyeri atau bengkak sebagai tanda kerusakan sendi. Dokter akan memeriksa posisi dan alignment (lurus tidaknya) leher dan tulang belakang.

Pemeriksaan Penunjang

Tes darah tidak berguna untuk mendiagnosis osteoarthritis. Berikut beberapa pemeriksaan penunjang yang bisa dilakukan:

  • Aspirasi sendi.
  • Pemeriksaan rontgen.
  • MRI.

# Langkah Pengobatan Osteoarthritis

pengobatan osteoarthritis

Osteoarthritis merupakan penyakit kronik (jangka panjang). Tidak ada pengobatan yang bisa dilakukan untuk menyembuhkannya, pengobatan lebih dilukan untuk meredakan gejala. Pengobatan jangka panjang meliputi:

  • Pengendalian gejala seperti nyeri, kaku dan bengkak
  • Meningkatkan mobilitas dan fleksibilitas sendi
  • Menjaga berat badan agar tidak kegemukan
  • Melakukan aktivitas dalam jumlah cukup

Aktivitas Fisik

Salah satu cara yang bisa digunakan untuk mengendalikan osteoarthritis adalah dengan bergerak. Meskipun terasa sulit untuk beraktivitas saat sendi terasa nyeri namun bergerak merupakan bagian penting dalam perencanaan terapi osteoarthritis. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa aktivitas sederhana seperti berjalan di sekitar lingkungan rumah merupakan latihan ringan yang bisa mengurangi nyeri dan dapat membantu memelihara berat badan yang sesuai bagi kesehatan.

Latihan strengthening (penguatan otot) di sekitar sendi yang mengalami osteoarthritis dapat membantu meringankan beban sendi dan mengurangi nyeri. Latihan range-of-motion dapat membantu memelihara dan meningkatkan fleksibilitas sendi dan mengurangi kekakuan. Latihan aerobik bisa membantu meningkatkan stamina dan tingkat energi serta bisa mengurangi berat badan yang berlebihan. Konsultasi dengan dokter sebelum memulai program latihan/ olahraga.

Pengaturan Berat Badan

Berat badan  berlebihan bisa menambah tekanan pada sendi yang menopang berat badan misalnya panggul, lutut, kaki dan punggung. Kehilangan berat badan bisa membantu pasien osteoarthritis untuk mengurangi nyeri dan membatasi kerusakan sendi. Cara menurunkan berat badan adalah dengan makan kalori dalam jumlah yang lebih sedikit dan meningkatkan aktivitas fisik.

Peregangan

Peregangan otot dengan pelan dan lembut bisa meningkatkan fleksibilitas, mengurangi kekakuan, dan mengurangi nyeri. Olahraga seperti yoga sangat baik untuk mengurangi kekakuan.

Obat Anti Inflamasi dan Anti Nyeri

Obatan osteoarthritis berupa:

  • AnalgesikObat ini untuk meredakan nyeri meliputi asetaminofen atau paracetamol, opioid (narkotik) dan opioid atipikal (seperti tramadol).
  • Obat Anti Inflamasi Non Steroid (OAINS). Obat ini digunakan untuk meredakan peradangan dan mengatasi nyeri. OAINS meliputi aspirin, ibuprofen, naproxen dan celecoxib.
  • Kortikosteroid. Kortikosteroid adalah obat anti inflamasi kuat. Obat ini bisa diberikan per oral (obat minum) atau disuntikkan langsung ke sendi oleh dokter (misalnya triamcinolone).
  • Asam Hialuronat. Asam hialuronat merupakan cairan sendi alamiah yang bekerja sebagai penyerap goncangan dan lubrikan (pelumas).

Terapi Fisik dan Okupasi (Pekerjaan)

Terapi ini merupakan pilihan terapi untuk meredakan nyeri yang meliputi:

  • Melatih cara untuk menggunakan sendi dengan tepat.
  • Terapi panas dan dingin.
  • Latihan range of motion dan fleksibilitas (flexibility exercises).
  • Assistive devices.
  • Penggunaan alat bantu seperti sepatu orthotik.

Tindakan Pembedahan

Operasi sendi bisa memperbaiki atau mengganti sendi yang mengalami kerusakan berat khususnya sendi panggul dan lutut. Tindakan dilakukan oleh dokter orthopedi (bedah tulang).