Pap smear adalah suatu prosedur pemeriksaan khusus wanita untuk mendeteksi ada tidaknya kanker cervix atau kanker mulut rahim. Cervix (baca: seviks) merupakan bagian paling bawah dari rahim, yang berhubungan langsung dengan vagina.

Pemeriksaan pap smear ini dilakukan dengan cara mengambil sebagian kecil sel-sel pada lapisan terluar serviks kemudian langsung diperiksa dibawah mikroskop, untuk mengetahui apakah sel tersebut normal atau sudah mengalami mutasi.

pap smear

Kanker cervix paling sering timbul karena adanya infeksi dari virus HPV (Human Papilloma Virus). Terdapat lebih dari 100 tipe HPV dan 40 tipe diantaranya ditularkan melalui penyakit menular seksual. Virus HPV yang paling berperan dalam menyebabkan terjadinya kanker cervix adalah tipe 16 dan 18.

Pemeriksaan pap smear ini tidak mendeteksi ada tidaknya infeksi dari HPV, namun mendeteksi adanya perubahan bentuk sel cervix normal yang mungkin disebabkan oleh HPV. Dengan mengetahui adanya perubahan sel cervix tidak normal sejak dini, diharapkan penanganan kanker cervix dapat dilakukan lebih efektif. Dengan melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin dapat menurunkan angka kematian akibat kanker serviks sebesar 80%.

Pertumbuhan dari sel-sel kanker serviks ini cukup lambat, oleh karena itu setiap wanita diatas usia 21 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Prognosis dari kanker cervix ini sebenarnya cukup baik apabila dideteksi dan ditangani sejak dini.

Kegunaan Pap Smear

Pemeriksaan pap smear ini dapat menjadi pemeriksaan screening untuk mengetahui apakah seseorang terkena kanker serviks atau tidak. Sekaligus menjadi salah satu upaya mencegah kanker serviks.

Akurasi pemeriksaan pap smear cukup tinggi, hampir 100%. Walaupun terkadang sel-sel kanker yang tidak normal dapat luput dari pemeriksaan.

Pemeriksaan pap smear ini sebaiknya dilakukan dengan pertimbangan sebagai berikut :

  • Pemeriksaan dilakukan setiap 3 tahun untuk mengetahui ada tidaknya kanker serviks sejak awal
  • Pada usia diatas 30 tahun, kemudian sudah dilakukan pemeriksaan pap smear dan tes HPV yang menunjukan hasil normal, maka pemeriksaan dapat dilakukan kembali setelah 5 tahun.
  • Wanita yang sudah berusia diatas 65 tahun tidak perlu melakukan pemeriksaan lagi, apabila 3x pemeriksaan pap smear menunjukan hasil normal dalam waktu 10 tahun terakhir.
  • Pada pasien wanita yang mengidap infeksi HIV/AIDS, memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh lain, atau memiliki riwayat penyakit menular seksual lainnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan pap smear lebih sering yaitu setiap setahun sekali karena memiliki resiko yang lebih besar untuk terinfeksi dan terkena kanker.

Pada wanita yang sudah menjalani operasi histerektomi total, dimana seluruh uterus dan cervix diangkat seluruhnya, maka tidak perlu menjalani pemeriksaan pap smear lagi.

Prosedur Pap smear

Pemeriksaan Pap smear sebaiknya tidak dilakukan pada saat menstruasi, karena darah menstruasi dapat mengganggu pemeriksaan sel di bawah mikroskop. Pada pemeriksaan Pap Smear, yang diperiksa adalah sel-sel yang ada di daerah cervix bukan cairan lendirnya.

Beberapa hal yang tidak boleh dilakukan oleh wanita yang akan melakukan pemeriksaan pap smear, antara lain :

  • Menggunakan tampon kurang dari 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Melakukan hubungan seksual kurang dari 24 jam sebelum pemeriksaan
  • Melakukan douche vagina atau bilas vagina untuk membersihkan vagina

Selama menjalani pemeriksaan, wanita disarankan untuk tetap tenang dan relaks, hal ini sangat membantu dalam kelancaran proses pemeriksaan. Beberapa tahap pemeriksaan pap smear yaitu:

  • Wanita berbaring di ranjang pemeriksaan dengan posisi litotomi (mengangkang), dimana kedua kaki ditekuk sambil diangkat ke arah perut.
  • Kemudian lubang vagina dibuka dengan bantuan alat yang disebut ‘cocor bebek’ atau spekulum.
  • Mulut rahim tepat berada di belakang vagina pada saat dibuka, kemudian bagian luar mulut rahim diusap dengan menggunakan suatu alat yang disebut spatula, untuk mengambil sel-sel cervix.
  • Sel-sel tersebut kemudian dipindahkan ke kaca preparat untuk dapat diperiksa di bawah mikroskop.

Hasil pemeriksaan pap smear biasanya dapat diketahui dalam waktu 1 minggu. Menganalisa sel-sel cervix dibawah mikroskop merupakan tugas dari dokter spesialis patologi anatomi.

Dokter akan menentukan apakah sel-sel yang diambil tersebut, merupakan sel serviks normal atau tidak. Pada sel-sel serviks yang sudah berubah menjadi sel kanker, akan terlihat dari bentuk dan ukurannya yang sudah jauh berubah dari sel-sel cervix normal.

  • Hasil pemeriksaan normal, berarti pada saat pemeriksaan pasien tidak terkena kanker serviks. Pemeriksaan dapat diulang kembali setelah 3 tahun.
  • Apabila hasil pemeriksaan tidak normal, juga tidak langsung berarti seseorang terkena kanker serviks. Hasil yang tidak normal hanya menunjukan adanya sel abnormal di daerah cervix, bisa saja sel tersebut masih berupa sel pre-kanker, yang nantinya akan berkembang menjadi sel kanker. Untuk menegakkan diagnosis kanker serviks harus didukung dengan pemeriksaan penunjang lain seperti kolposkopi dan biopsi.

Hasil pemeriksaan abnormal juga dapat terjadi pada kondisi berikut, seperti : adanya infeksi ataupun peradangan di daerah cervix dan gangguan siklus menstruasi.

Efek Samping Pap Smear

Pemeriksaan pap smear tidak sakit dan tidak menimbulkan efek samping apapun pada wanita. Hanya saja mungkin merasa sedikit tidak nyaman pada saat menggunakan alat ‘cocor bebek’ dan pada saat dilakukan usapan di daerah cervix.

Setelah pemeriksaan, pada beberapa kasus, walaupun jarang terjadi dapat mengalami kram perut seperti menstruasi atau terjadi perdarahan sedikit. Efek samping yang terjadi ini hanya bersifat sementara dan akan hilang dengan sendirinya.