Paratusin adalah obat kombinasi untuk mengobati beragam gejala atau keluhan akibat flu seperti demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk. Pada dosis terapi, obat ini tergolong aman, karena tidak mengiritasi lapisan lambung, tidak mempengaruhi pembekuan darah, fungsi ginjal, ataupun duktus arteriosus janin. Pada artikel kali ini akan dibahas secara lebih rinci mengenai Paratusin obat apa beserta hal terkait lainnya.

Mengenal Obat Paratusin

Paratusin merupakan obat yang mengandung empat jenis zat aktif yaitu, parasetamol, gliseril guaiacolate, noscapine, fenilpropanolamin, dan klorfeniramin maleat. Tersedia dalam bentuk tablet dan sirup dengan komposisi sebagai berikut:

paratusin

contoh kemasan obat paratusin tablet

Paratusin Tablet

Tiap tablet mengandung:

  • Parasetamol 500 mg
  • Klorfeniramina maleat (CTM) 2 mg
  • Fenilpropanolamin HCl 15 mg
  • Gliseril guaiakolat 50 mg
  • Noskapin 10 mg

Paratusin Sirup Anak

Tiap satu sendok takar (5 ml) sirup mengandung :

  • Parasetamol 125 mg
  • Klorfeniramina maleat 2 mg
  • Pseudoefedrin 7,5 mg
  • Noskapin 10 mg
  • Gliseril guaiakolat 25 mg
  • Sari akar manis 125 mg

Berikut penjelasan dari masing-masing komponen obat:

Parasetamol adalah obat antipiretik dan analgesik yang telah secara luas digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, dan nyeri serta sakit ringan lainnya. Obat ini juga sering digunakan sebagai bahan utama dalam beragam obat pilek dan flu. Parasetamol sangat aman digunakan pada dosis standar, tidak seperti aspirin, ibuprofen dan analgesik umum lainnya, karena parasetamol tidak memiliki efek antiinflamasi dan mempengaruhi fungsi trombosit. Oleh sebab itu tidak dimasukkan dalam kelas obat antiinflamasi non steroid (OAINS).

Gliseril guaiacolate adalah obat yang termasuk golongan ekspektoran atau mengeluarkan dahak yang terdapat di dalam saluran pernapasan.  gliseril guaiacolate bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan dahak dari trakea dan bronkus, sehingga dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan dari jalan nafas.

Noscapine adalah zat yang memiliki efek antitusif atau digunakan untuk mengobati batuk. Efek antitusif berfungsi menekan batuk. Zat ini dapat digunakan secara tersendiri atau digabungkan dengan bahan-bahan lain.

Fenilpropanolamin hidroklorida merupakan agen simpatomimetik struktural yang mirip dengan pseudoefedrin. Obat ini digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Fenilpropanolamin bersama dengan gliseril guaiacolate biasa digunakan dalam formulasi obat batuk-pilek.

Klorfeniramin atau CTM merupakan obat yang termasuk antihistamin. Pada orang dewasa dan anak-anak usia 6 tahunke atas, obat ini digunakan untuk mengatasi gejala oleh alergi, seperti mata merah dan gatal, bersin-bersin, pilek, ruam kulit dan iritasi. Obat CTM juga digunakan untuk mengatasi kulit gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga, dan kondisi medis lainnya seperti cacar air atau campak. Klorfeniramin bekerja dengan menghalangi efek histamin, suatu zat yang dilepaskan oleh sel-sel dalam tubuh yang menghasilkan gejala alergi.

Indikasi dan Kontraindikasi

Paratusin obat apa? Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa obat Paratusin dapat digunakan untuk mengobati gejala-gejala flu berupa demam, sakit kepala, nyeri-nyeri pada tubuh, hidung tersumbat dan bersin-bersin, batuk, alergi dan beragam gejala lainnya.

Namun tidak semua orang bisa menggunakannya, obat Paratusin tidak boleh digunakan oleh penderita yang diketahui :

  • Memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap Paratusin.
  • Memiliki riwayat alergi atau hipersensitif terhadap salah satu komponen yang terkandung dalam obat ini.
  • Alergi terhadap obat golongan simpatomimetik lain misalnya efedrin, pseudoefedrin, dan fenilefrin.
  • Sedang menjalani pengobatan dengan penghambat monoamin oksidase (MAO) karena berisiko menimbulkan krisis hipertensi atau kondisi darurat akibat tekanan darah yang melambung tinggi.
  • Memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal, glaukoma, diabetes, penyakit darah tinggi, hipertiroid dan penyakit jantung.

Dosis Paratusin

Paratusin tersedia dalam dua bentuk, yaitu kaplet dan sirup, berikut komposisi dan dosisnya:

  • Dosis Paratusin tablet : dewasa 1 tablet, anak – anak ½ tablet. Aturan minum 3 kali sehari.
  • Dosis Paratusin sirup : dewasa dan anak berusia > 12 tahun 4 sdt, 7-12 thn 2 sdt. Diminum 3-4 kali sehari.

Efek Samping Paratusin

Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain, rasa mengantuk, keluhan-keluhan pada saluran cerna, gangguan irama jantung, takikardia, mulut kering, palpitasi, retensi urin. Dalam dosis besar dan selama terapi jangka panjang, berpotensi menyebabkan kerusakan hati, gangguan pernafasan dan depresi sistem saraf pusat.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan obat Paratusin harap perhatikan beberapa aspek keamanan obat berikut ini:

  • Minumlah sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter, atau pada label.
  • Jangan minum Paratusin melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Hati-hati, obat ini berpotensi menyebabkan kantuk dan pusing sehingga jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin selama menggunakan obat ini.
  • Hindari penggunaan alkohol selama pengobatan.
  • Hati-hati penggunaan obat pada pasien hipertensi atau mereka rentan terhadap hipertensi atau stroke, seperti pasien kelebihan berat badan atau Lansia.
  • Hati-hati penggunaan obat pada pasien yang menderita gangguan fungsi pernafasan misalnya, asma, emfisema.
  • Tidak dianjurkan untuk anak-anak kurang dari 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali di bawah pengawasan dokter.
  • Hentikan pengobatan apabila mengalami gangguan tidur, sakit kepala atau jantung berdebar.
  • Apabila setelah tiga hari pengobatan gejala tidak membaik, segera hubungi dokter.