10 Penyebab Bayi Susah Tidur Malam dan Cara Mengatasinya

Menjadi orang tua memang merupakan pengalaman yang indah, namun juga berat. Setelah bayi lahir dan semakin bertumbuh dari hari ke hari, ada saja tantangan baru yang mesti dihadapi dengan bijak. Salah satu yang paling menantang mungkin adalah saat bayi susah tidur.

Pada awalnya, bayi baru lahir biasanya memang susah tidur pada sepanjang hari, dan selalu terjaga di malam hari. Hal ini merupakan kondisi yang normal dan juga sehat. Namun seiring bertambahnya usia mereka, pola tidur akan berubah dan anak bisa mulai dilatih untuk terbiasa tidur di malam hari.

Akan tetapi, yang namanya bayi terkadang bisa juga rewel dan tidak mau tidur meski sudah ditimang-timang. Hal ini membuat kebanyakan orang tua khawatir karena buah hati mereka sering bangun, apalagi kalau si kecil bangun justru setelah ia sudah terbiasa tidur di malam hari selama beberapa minggu (atau bulan) lamanya.

Tak hanya membuat lelah, namun kalau bayi susah tidur, itu juga bisa membuat orang tuanya frustrasi.  Untungnya seringkali, tak ada alasan serius mengapa bayi susah tidur. Biasanya ia hanya merasa haus, lapar, lelah, tumbuh gigi, atau sakit. Begitu orang tua tahu apa yang jadi penyebab bayi susah tidur, maka mereka hanya perlu menemukan solusinya saja.

Beberapa alasan mengapa bayi susah tidur malam dan cara mengatasinya:

1. Lapar dan haus

Jangankan bayi, beberapa orang dewasa saja juga sukar tidur kalau perutnya keroncongan. Hal ini juga terjadi pada beberapa bayi. Mereka bisa saja terbangun di malam hari karena merasa lapar. Walau sebelum tidur ia mungkin sudah diberi ASI, susu, makanan, atau rutin diberi makan setiap 4 jam sekali, namun bayi bisa tetap merasa lapar saat malam atau tepat sebelum waktu tidur.

Kalau bayi sedang mengalami percepatan pertumbuhan, maka ia bakal lebih sering lapar dibandingkan biasanya. Umumnya, percepatan pertumbuhan ini terjadi saat usia 7-10 hari, 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan.

Oleh karenanya siapkan makanan dan susu ekstra untuk buah hati. Dan kalau Anda menyusui, berikan ASI tanpa berhemat karena takut kehabisan. Suplai ASI akan mencukupi kebutuhan si kecil dengan sendirinya. Anda hanya perlu menambah asupan cairan karena besar kemungkinan, Anda merasa haus setelah menyusui.

Sama seperti rasa lapar, haus juga bisa jadi salah satu alasan kenapa bayi susah tidur. Maka dari itu, jaga buah hati tetap terhidrasi di siang hari, dan bila perlu, berikan tambahan air putih juga kalau usianya sudah di atas 6 bulan. Untuk bayi yang umurnya kurang dari 6 bulan, konsultasikan dulu pada dokter soal boleh-tidaknya memberikan air putih.

2. Merasa ada yang hilang

Meski belum bisa bicara, namun bayi juga bisa menangis kalau ia merasa ‘kehilangan’ sesuatu. Jika si kecil terbiasa tidur dengan dot, botol, atau saat minum ASI misalnya, maka ketika ‘benda-benda’ itu tidak ada di dekatnya, ia bisa menangis karenanya. Ini juga merupakan salah satu alasan mengapa bayi susah tidur di malam hari.

Saat malam, siklus tidur bayi memang beragam, ada yang suka terbangun 1-2 menit setiap beberapa jam sekali, namun ada pula yang bisa tidur kembali dengan sendirinya. Namun kalau bayi terbiasa terlelap dengan dot atau saat diberi ASI, maka akan sulit untuk membuatnya bisa tertidur dengan sendirinya. Inilah alasan mengapa tidur siangnya hanya sebentar saja, dan kenapa ia sering bangun saat malam.

Untuk melatih anak mandiri saat tidur (bisa kembali terlelap dengan sendirinya), maka tidurkan ia tanpa bantuan alat apapun saat ia mulai mengantuk.

3. Ritual tidur yang berubah-ubah

Bicara soal membiasakan anak-anak tidur sendiri, konsistensi adalah kunci utamanya. Segala perubahan ritual tidur bisa membuatnya susah terlelap. Jadi penting untuk Anda menidurkan bayi di jam yang sama agar jam biologis tubuhnya teratur. Seperti dijelaskan disini: Cara Menidurkan Bayi di Malam Hari dengan Cepat

Jangan sesekali tergoda untuk menaruh bayi di ranjangnya terlalu dini (saat ia tidak lelah) atau kemalaman (saat ia sudah terlalu lelah). Hindari pula jam tidur siang yang terlalu sore karena itu bisa membuat anak susah tidur saat malam harinya.

Hasil studi tahun 2005 yang dipublikasikan pihak International Journal of Nursing Studies melaporkan, bayi takkan sulit tidur di malam hari, kalau jarak waktu antara tidur siang dan malamnya semakin panjang.

4. Terlalu lelah atau sebaliknya, kelewat aktif

Beberapa orang dewasa justru kesulitan tidur kalau ia terlalu lelah, apalagi jika pikirannya masih kalut. Anda mungkin salah satunya. Sama seperti orang dewasa, saat bayi sangat kelelahan, maka merekapun juga tidak bisa tidur dengan nyenyak. Justru terlalu kelelahan membuat bayi kurang tidur, lebih sering bangun, dan jadi rewel.

Sebaliknya, lingkungan sekitar yang terlalu menstimulasi seperti suara berisik (termasuk bunyi ‘klik’ saat menyalakan/ mematikan lampu), mainan, atau layar TV, juga bisa membuat bayi sulit tenang. Inilah alasan kenapa aktivitas fisik dan segala hal yang menstimulasi tidak boleh dilakukan si kecil sebelum waktu tidur.

Cobalah untuk menciptakan lingkungan yang tenang agar si kecil mudah terlelap. Mandikan ia dengan air hangat, beri pijatan, peluk dan timang, bacakan cerita, atau buai dengan selendang agar ia bisa tenang menjelang jam tidur. Ini bisa membuat si kecil terlelap, jarang bangun saat malam, dan memiliki mood yang lebih baik ketika bangun keesokan harinya. Jadi, tetaplah tidurkan ia di jam yang sama setiap malamnya, dan langsung ninabobokan ketika ia menunjukkan gejala kelelahan.

5. Sakit

Penyebab bayi susah tidur berikutnya bisa jadi karena ia kurang sehat. Semua gangguan seperti sakit perut, kembung, naiknya asam lambung, demam, batuk, hingga tumbuh gigi bisa membuat anak rewel dan sering bangun saat malam.

Bayi yang pilek atau mengalami infeksi saluran pernafasan bisa bangun untuk batuk atau karena merasa hidungnya tersumbat. Solusinya, letakkan humidifier dalam kamarnya untuk membantu meringankan gejalanya. Dan kalau yang ia alami adalah sakit perut, maka oleskan pasta air asafoetida di sekitar pusarnya.

Lantas kalau ia merasa tidak nyaman karena proses tumbuhnya gigi, maka saat siang berikan aktivitas rutin agar ia teralihkan dari rasa sakit tersebut. Namun ketika malam hari, Anda mungkin bisa menyusuinya agar ia nyaman dan bisa tidur. Perlu Anda ketahui kalau ASI mengandung melatonin juga (hormon yang membantu tidur). Anda juga perlu memeriksakan anak ke dokter kalau ia sakit dan sulit tidur.

6. Ingin dekat dengan Anda

Bayi bisa mengalami yang namanya kegelisahan ketika jauh dari orang tuanya saat usia 6-8 bulan, dan ini bisa berlanjut hingga umur 5 tahun. Anda mungkin mendapati bayi bangun beberapa kali saat malam, menangis dan menolak untuk kembali tidur.

Bayi bisa juga merasa takut, karena ketika bangun, ia tak menemukan Anda di sisinya. Ini berarti alasan bayi susah tidur hanyalah karena ia ingin dekat dengan Anda.

Menurut hasil studi 2010 yang dipublikasikan dalam Journal of Family Psychology, semakin perhatian ibunya (secara emosional) terhadap bayi, semakin mudah si kecil untuk tidur. Kalau buah hati bangun di malam hari dan mulai menangis, timang atau elus punggungnya.

Namun kalau Anda ingin bayi belajar mandiri, maka kurangi kehadiran Anda di dekatnya menjelang waktu tidur. Bila si kecil terbangun di malam hari dan mulai menangis, tetaplah di ruangan yang sama pada awal pertama kali, lalu perlahan keluarlah dari kamar itu, atau bolak-baliklah mengintip si kecil.

Sekali waktu bisa jadi bayi hanya merasa takut atau gelisah, jadi ia mungkin butuh didampingi sebelum tidur untuk sementara.

7. Susah beradaptasi

Kalau bayi bangun di lingkungan yang berbeda dari saat ia tidur, maka ia bisa bingung dan takut sehingga sulit tidur lagi. Jadi pastikan untuk menidurkan buah hati di tempat yang sama setiap malam dengan atmosfer yang sama pula, apakah itu gelap, sunyi, hangat, dan lain sebagainya.

Seringkali, perubahan suhu udarapun bisa memengaruhi kualitas tidur bayi. Kalau ia berkeringat, buka atau lepaskan selimut serta baju luarnya. Anda juga perlu memeriksa apakah bayi kedinginan atau tidak. Kalau ya, maka tambahkan selimut atau jaket untuk membuatnya nyaman.

Batasi juga pengunaan cahaya terang dalam kamar yang sebenarnya bisa mengganggu siklus bangun-tidur si kecil. Pasalnya, cahaya terang bisa menekan produksi hormon melatonin. Jadi kalau Anda menduga bayi susah tidur karena ruangannya terlalu terang, maka coba bikin remang-remang atau gelapkan saja kamar tidurnya.

8. Tidak tidur siang

Tidur siang setiap hari sangat penting untuk tumbuh-kembang si kecil. Tanpa tidur siang, bayi bisa sangat kelelahan, lebih rewel, dan tidak bisa tidur di malam harinya. Namun orang tua juga perlu menidur-siangkan anaknya di jam yang tepat. Sebab kalau jam tidur siangnya terlalu sore, maka ini bisa membuat ia sulit terlelap saat malamnya.

Dan saat bayi tidur siang, maka Anda bisa ikut tidur bersamanya. Dan jangan sekali-kali salah membangunkan bayi yang sedang tidur siang karena ini bisa membuatnya rewel dan susah ditenangkan.

9. Sedang belajar kemampuan baru

Apakah saat ini buah hati sedang belajar hal baru, seperti merangkak, menendang, mengelinding, duduk, atau berdiri? Jika ya, maka ia mungkin terlalu bersemangat untuk mencobanya terus bahkan ketika jam tidur sudah tiba. Untuk ini, arahkan anak berlatih saat siang hari. Kalau ia sedang belajar duduk misalnya, maka ajarkan mereka juga bagaimana caranya berbaring lagi.

Jika ia selalu tidur terlentang, maka ia mungkin akan memutar tubuhnya dari belakang ke depan bahkan sebelum ia belajar menggelindingkan tubuhnya, begitu juga sebaliknya. Hasilnya, anak seringkali menangis minta bantuan orang tuanya karena ia merasa terjebak dalam 1 posisi, dan tidak tahu bagaimana caranya untuk bergerak.

10. Kurang mendapat sinar matahari

Sinar matahari dan udara segar sangat baik untuk buah hati. Menurut hasil studi 2004 yang dipublikasikan dalam Journal of Sleep Research, bayi usia 6-12 minggu yang sering terkena sinar matahari sore lebih mudah tidur pulas saat malam.

Selain itu, ingatkah Anda kalau sinar matahari juga penting untuk membantu produksi vitamin D, vitamin yang penting untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang anak?! Oleh sebab itu, saat pagi dan sore hari, jangan segan membawa anak jalan-jalan ke luar rumah. Dan jauhkan cahaya lampu sebelum dan selama waktu tidur.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer