5 Jenis Vitamin untuk Bayi yang Paling Utama

Sebelum masuk ke pembahasan vitamin untuk bayi, sebenarnya bayi itu butuh vitamin atau tidak sih? Kok beberapa orang tua menjawab:“ya, butuh”, sedangkan lainnya mengatakan tidak. Para ortu yang menjawab tidak biasanya berpikir, “bayi sudah mendapatkan vitamin yang mereka butuhkan lewat ASI atau makanan sehari-hari”.

Itu memang benar, namun untuk bayi yang terlahir prematur atau yang mengalami gangguan kesehatan tertentu, vitamin tambahan untuk bayi tampaknya perlu diberikan. Keberadaan vitamin benar-benar tak bisa diremehkan karena sangat penting untuk menguatkan tulang, menyehatkan gigi, dan mencegah anemia.

Bagaimana dengan bayiku?

Untuk menentukan perlu-tidaknya bayi diberi vitamin, bunda bisa berpedoman pada apa kata dokter. Bila dokter tidak merekomendasikan, maka pemberian vitamin untuk bayi bukanlah hal yang wajib. Dokter bisa dengan mudah mengetahui apakah si kecil butuh vitamin tambahan, setelah beliau melakukan tes darah atau jenis pemeriksaan lain.

vitamin untuk bayi

Meski demikian, beberapa pakar berpendapat bahwa suplemen takkan berbahaya bagi si kecil. Selama dosisnya tidak melebihi aturan yang ada, maka tak mengapa juga kalau bunda ingin memberikan vitamin pada buah hati.

Lain halnya dengan beberapa bayi yang memang perlu vitamin tambahan. Ini berlaku terutama jika kondisi kesehatan si kecil tidak memungkinkan tubuhnya menyerap atau memproses vitamin secara efektif. Keadaan seperti ini biasanya dialami oleh bayi yang lahir prematur. Anak yang suka pilih-pilih makanan, atau yang ibunya vegetarian misalnya, biasanya juga butuh vitamin tambahan.

Jenis vitamin untuk bayi

Perlu bunda ketahui bahwa jenis vitamin yang dibutuhkan tiap-tiap bayi tidaklah sama, karena itu tergantung dari kondisi kesehatannya.

Untuk anak yang sehat misalnya, bunda bisa memberikan multivitamin sederhana. Namun untuk bayi yang kebutuhannya lebih spesifik, misalnya karena menyusu dari ibu yang hanya makan sayur (vegetarian), maka ia perlu tambahan vitamin B12, vitamin D, riboflavin, serta kalsium.

Berikut ini adalah beberapa jenis vitamin untuk bayi yang paling utama beserta aturan pakainya:

1. Vitamin D

Sumber vitamin D terutama adalah paparan sinar matahari yang mengenai kulit. Namun bukan berarti kalau kita boleh menjemur buah hati terlalu lama juga di bawah cahaya matahari. Lakukan beberapa menit saat pagi hari, dan pastikan jam masih menunjukkan pukul 9 ke bawah. Lindungi mata bayi dari sinar matahari langsung.

Sumber vitamin D lainnya adalah ikan dan telur. Beberapa sereal bayi juga sudah dilengkapi dengan tambahan vitamin D. Dan begitu bayi disapih, maka dosis 7-8,5 mcg (mikrogram) vitamin D per hari agaknya sudah cukup.

2. Vitamin A

Untuk mencukupi asupan vitamin A bayi, carilah bahan alami seperti produk susu, wortel, ubi manis, mangga, dan sayuran berdaun hijau. Vitamin A penting untuk perkembangan mata anak, kesehatan kulitnya, dan dapat memperkuat sistem kekebalan tubuhnya.

3. Vitamin C

Untungnya mudah mendapatkan vitamin ini lewat makanan. Tinggal beri saja si kecil buah jeruk, strawberry, kiwi, tomat, paprika, dan brokoli ketika makan.

4. Zat besi

Ini merupakan salah satu jenis vitamin yang penting untuk bayi. Zat besi membantu perkembangan anak, baik dari segi kemampuan belajar, perilaku, serta fisiknya. Bayi biasanya bisa mendapatkan asupan zat besi yang memadai dari ASI, susu formula, atau sereal. Ingat juga kalau bayi prematur seringkali butuh tambahan suplemen zat besi, selain dari makanannya.

5. DHA

DHA merupakan omega-3 yang penting untuk perkembangan mata dan otak. Untungnya, kalau tubuh ibunya cukup DHA, maka bayi bisa mendapatkan itu dengan mudah melalui ASI. Di samping itu, ada pula susu formula yang dilengkapi dengan DHA tambahan.

Jika bunda merasa kurang asupan omega-3, maka pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen sehingga saat menyusui, nutrisi ini dapat tersalurkan pada bayi (terutama kalau bunda seorang vegetarian).

 

Beberapa pertanyaan ayah-bunda soal vitamin untuk bayi

Saking beragamnya kondisi kesehatan si kecil, maka muncul pula beberapa pertanyaan soal pentingnya vitamin untuk bayi. Berikut adalah 2 pertanyaan yang paling sering dilontarkan:

1. Apakah bayi yang pilih-pilih makanan butuh vitamin?

Jawabannya sangat tergantung dari setiap kondisi anak. Beberapa anak memang tidak mau makan sayuran atau apapun yang serupa itu. Kalau ini kasusnya, maka bunda bisa menggunakan suplemen untuk menggantikan nutrisi yang hilang.

Namun pada umumnya, bayi sudah memperoleh banyak vitamin dari makanan yang dikonsumsinya, bahkan ketika mereka termasuk pemilih soal jenis makanannya. Guna memastikan lebih lanjut, berkonsultasilah dengan dokter.

Baca juga: Cara Mengatasi Anak Susah Makan (Picky Eaters)

2. Apa yang mesti diwaspadai orang tua?

Banyak produsen membuat vitaminnya tampak seperti permen atau manisan. Walau bergizi, namun kalau anak sampai berpikir itu adalah permen, maka ia bisa makan terlalu banyak.

Beberapa jenis vitamin bisa berbahaya kalau dikonsumsi melebihi dosis. Contoh, overdosis zat besi bisa membuat si kecil sakit. Untuk memastikan agar hal ini tak sampai terjadi, simpanlah vitamin di tempat yang tak terjangkau oleh si kecil.

Dan di hadapan anak, jangan pernah menyebut vitamin sebagai permen. Jika si kecil sudah cukup mengerti, jelaskan pada mereka kalau mereka hanya boleh makan 1 saja pada sekali waktu, yaitu ketika Anda memberikannya pada mereka.

Apabila bunda menduga bahwa si bayi mengonsumsi vitamin berlebih tanpa sepengetahuan orang tuanya, maka segera bawa ia ke dokter atau RS terdekat untuk memastikan kondisi kesehatannya.

Baca juga