6 Penyebab Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

Sebenarnya normal bila bayi gumoh usai makan, atau mengeluarkan sedikit susu yang baru diminumnya ketika bersendawa. Kondisi semacam ini umumnya tidak mengkhawatirkan. Akan tetapi lain soal jika bayi sering muntah setelah minum ASI, apalagi bila jumlah muntahannya tidak sedikit.

penyebab bayi sering muntah setelah minum asi

Penyebab Bayi Sering Muntah Setelah Minum ASI

Berikut adalah beberapa penyebab mengapa bayi sering muntah setelah minum ASI:

1. Naiknya asam lambung

Asam lambung dapat menyebabkan bayi sering muntah setelah minum ASI. Penyebabnya karena katup esofagus bawah pada bayi masih dalam tahap perkembangan sehingga belum sempurna. Ini artinya ketika lambung si kecil penuh, makanan dan asam lambung di dalamnya bisa naik kembali ke saluran esofagusnya. Hal ini umumnya terjadi hingga usia 4-5 bulan. Setelah itu, ia biasanya berhenti muntah.

Tak hanya memicu gumoh, refluks juga berpotensi membuat anak cegukan atau batuk. Meski begitu, kondisi ini rata-rata normal selama si kecil baik-baik saja. Untuk mencegahnya terjadi, lakukan:

  • Pertahankan posisi tubuh bayi tetap tegak lurus usai makan hingga 30 menit berikutnya.
  • Pastikan perutnya tidak tertekan, jadi tunggu 30 menit sebelum meletakkannya di kursi khusus.
  • Buat ia bersendawa setiap kali usai makan.
  • Hindari mengajaknya bermain atau bercanda setelah maupun ketika makan.
  • Jangan beri minum ketika posisinya berbaring.
  • Pastikan lubang puting botol tidak terlalu besar sehingga anak tidak sampai refleks memuntahkan susu yang diminumnya.

Pada kasus yang lebih parah, asam lambung bisa membuat si kecil mual (khususnya setelah makan). Dia mungkin jadi menangis atau sering batuk juga. Pertumbuhannya pun jadi terhambat, dan bukan tidak mungkin kalau ia mengalami pneumonia karena refluks.

Bunda harus  membawa anak ke dokter jika ia kelihatan kurang sehat atau rewel. Dokter mungkin akan meresepkan antacid khusus bayi, atau pengental makanan yang harus ditambahkan pada susu.

2. Alergi susu sapi

Kalau bayi alergi susu sapi, maka sistem imunnya akan bereaksi terhadap protein yang terkandung di dalamnya. Intoleransi susu sapi menyebabkan tubuh si kecil kesulitan mencerna laktosa, gula alami dalam susu.

Bunda mungkin menyanggah:”tapi anak saya kan minum ASI, bukan susu formula?”. Benar, tapi bila dalam keseharian bunda minum susu sapi atau makan yogurt maupun keju, maka protein dan laktosa dari makanan tersebut akan ‘mencemari’ ASI. Prinsip serupa berlaku juga makanan, vitamin, zat besi, atau fluoride.

Memang agak sulit membedakan apakah asam lambung ataukah refluks yang menyebabkan bayi sering muntah setelah minum ASI. Namun coba amati apakah muncul gejala intoleransi susu sapi berikut ataukah tidak:

  • Eksim.
  • Colic.
  • Diare.
  • Konstipasi.
  • Sulit mencapai berat badan ideal.

Bila ternyata benar alergi susu sapi adalah penyebabnya, berkonsultasilah dengan dokter sehingga bunda bisa berhenti mengonsumsi susu (dan produk turunannya) sementara waktu. Biarkan dokter memeriksa si kecil juga untuk memastikan memang alergilah penyebabnya muntah.

Baca juga: Ciri-ciri lengkap alergi susu sapi pada anak.

3. Galaktosemia

Penyebab satu ini sangat jarang terjadi, diperkirakan hanya 1 dari 70.000 bayi yang mengalaminya. Galaktosemia merupakan kondisi dimana tubuh bayi kekurangan enzim galaktosa untuk mencerna ASI. Jika tubuh kebanjiran galaktosa dan itu tak bisa diubah menjadi glukosa, maka organ hati akan melemah karenanya. Gejala galaktosemia berikut rata-rata dialami 3 hari setelah bayi lahir:

  • Muntah.
  • Berat badan rendah.
  • Gangguan makan.
  • Penyakit kuning.
  • Membesarnya organ hati dan limfa.
  • Pendarahan.
  • Katarak.
  • Gagal hati.
  • Keterbelakangan mental.
  • Lebih rawan terserang infeksi E coli.

Jika benar bahwa galaktosemia adalah penyebab bayi sering muntah setelah disusui, maka bunda tak bisa melanjutkan pemberian ASI. Bayi kemudian harus diberi minum susu bebas laktosa.

4. Gastroenteritis

Kalau kasus bayi sering muntah setelah minum ASI baru terjadi belakangan dan si kecil juga diare, penyebabnya bisa jadi gastroenteritis. Gastroenteritis merupakan infeksi yang disebabkan virus atau bakteri.

Dalam hal ini, bunda harus membawa bayi ke dokter. Beliau mungkin akan memeriksa sample kotoran guna mencari cara terbaik mengobati si kecil. Salah satunya dengan memberi jenis oralit yang aman untuk bayi. Baik muntah maupun diare, keduanya membuat bayi kehilangan banyak cairan. Bila cairan yang hilang tidak segera diganti, itu mampu memicu dehidrasi.

5. Infeksi atau sakit

Penyebab bayi sering muntah setelah minum ASI berikutnya adalah karena ia sakit atau mengalami infeksi. Gejala lain biasanya juga muncul, seperti:

  • Demam.
  • Hilang nafsu makan.
  • Rewel.
  • Lesu.
  • Timbul ruam.
  • Batuk.
  • Hidung tersumbat.

Muntah juga merupakan ciri-ciri dari:

  • Flu.
  • Demam scarlet (disertai ruam merah, disebabkan bakteri Streptococcus).
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi telinga.
  • Meningitis.

6. Stenosis Pilorus

Penyebab bayi sering muntah setelah minum ASI yang terakhir ini juga jarang terjadi. Bayi yang mengalaminya bisa muntah-muntah selama 30 menit setelah makan.

Walau bisa muncul kapan saja sebelum usia 4 bulan, namun stenosis pilorus ini rata-rata dialami pada usia 6 minggu. Selain bersifat genetik, bayi laki-laki memiliki risiko 4 kali lebih besar terkena stenosis pilorus ketimbang anak perempuan.

Stenosis pilorus terjadi saat otot yang mengontrol katup dari lambung ke usus menebal. Penebalan inilah yang mencegah katup terbuka sehingga makanan tetap berada dalam lambung atau naik ke esofagus. Untuk mengatasinya, dokter mungkin harus melakukan bedah minor.

Jadi bun, itulah tadi 6 penyebab mengapa bayi sering muntah setelah minum ASI. Ingatlah untuk segera membawa si kecil ke dokter bila ia terlihat tidak sehat atau rewel.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT