Cara Benar Merawat Tali Pusat Bayi Baru Lahir

Ketika sang buah hati baru saja dilahirkan, ada banyak perawatan yang ia butuhkan. Salah satunya adalah perawatan tali pusat, merawat tali pusar pada bayi baru lahir mutlak harus dilakukan dengan benar. Hal ini sangat penting guna menghindari bahaya infeksi yang bahkan dapat mengancam nyawanya.

Bagi orangtua yang baru saja memiliki momongan, tentu akan begitu banyak anjuran atau rekomendasi dalam merawat bayinya. Baik itu dari orangtua, mertua, ataupun kerabat dekat yang lebih ‘berpengalaman’. Namun, sebagai orangtua yang baik tentu yang dicari adalah kebenaran. Jika sudah mengetahui ilmunya, maka tindakan tepat untuk buah hati, sudah pasti itu yang dinanti demi tentramnya hati.

Kaitannya dengan merawat tali pusat, bisa jadi ada pemahaman yang salah selama ini. Termasuk bagi yang memiliki latar belakang di dunia kesehatan sekalipun. Di sinilah kita akan belajar bagaimana merawat tali pusat bayi baru lahir yang benar berdasarkan bukti-bukti ilmiah terkini.

Kenapa tali pusat bayi perlu dirawat?

Setelah bayi lahir, tali pusar dijepit dan dipotong hingga menyisakan sedikit yang menempel pada perut bayi. Sisa tali pusat atau tunggul umbilical ini, pada kenyatannya akan lepas dengan sendirinya dalam kisaran waktu 5-20 hari.

Proses lepasnya berjalan secara alami, yakni ketika tali pusar berangsur mengering, maka persambungannya dengan kulit bayi akan berangsur terkikis hingga kemudian terlepas. Namun seiring dengan proses ini, disana ada bagian yang bisa kita analogikan sebagai luka karena bagian ini berhubungan langsung dengan jaringan tubuh yang tidak terlapisi oleh kulit sebagai pelindungnya.

Luka inilah bagian rentannya, jika tidak dirawat dengan baik, maka bakteri akan tumbuh subur disana dan menyebabkan infeksi. Awalnya infeksi hanya terjadi lokal yang ditandai dengan bau busuk dan bernanah, dan celakanya infeksi bisa berlanjut menyebar ke bagian tubuh bayi yang lebih dalam dan lebih jauh.

Dengan demikian, maka kita harus menjaga agar tali pusat selalu bersih dan kering untuk mencegah pertumbuhan atau kolonisasi bakteri pada tali pusat.

Cara perawatan tali pusat bayi baru lahir terbaik yaitu dengan menjaganya tetap bersih dan kering. Lalu biarkan tali pusat terlepas dengan sendirinya.

Bagaimana cara merawat tali pusat bayi dengan prinsip di atas?

Ketika di layanan kesehatan, bagitu bayi lahir dan tali pusat dipotong, maka penanganan sepenuhnya kita percayakan pada bidan atau dokter yang merawat. Pada tahap awal, mungkin mereka hanya membalutnya dengan kasa kering steril, atau beberapa membubuhkan sedikit cairan povidone iodine pada tali pusat.

Sampai tiba waktunya bayi dimandikan, maka disinilah cara perawatan tali pusat bayi baru lahir mulai kita terapkan.

Berikut langkah-langkah merawat tali pusat bayi baru lahir:

1. Siapkan air hangat

Siapkanlah air hangat untuk memandikan bayi sekaligus membersihkan tali pusat. Penyesuaian suhu sangat penting disini, jangan sampai terlalu panas, mengingat kulit bayi masih sangat sensitif. Jadi gunakanlah air hangat suam-suam kuku saja.

Adapun jumlah dan wadah yang digunakan ada dua pilihan; menggunakan baskom atau bak mandi. Jika bayi hendak dimandikan dengan cara dilap saja, maka menggunakan air sebaskom sudah cukup. Jika ingin merendam sebagian tubuhnya, maka gunakan bak mandi.

2. Cuci tangan

Sebelum mulai merawat tali pusat bayi, jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir risiko infeksi akibat tangan penolong yang kotor atau membawa kuman berbahaya. Pastikan tidak ada sabun yang tersisa ketika membilasnya, kemudian keringkan dengan tisu bersih, bukan handuk yang dipakai berulang.

3. Buka kasa penutup secara perlahan

Pada awal mula penggunaan kasa, biasanya kasa tersebut lengket akibat adanya bekas darah atau cairan di sekitar tali pusat. Untuk itu, kasa harus dilepas secara perlahan, jangan menariknya kuat-kuat terlebih sampai menggoyahkan perlekatan tali pusat bayi. Jika dirasa sangat lengket, bisa disiasati dengan sedikit membasahi bagian yang lengket menggunakan air bersih.

4. Bersihkan tali pusat

Ketika kasa sudah berhasil diangkat, lihatlah kulit sekitar tali pusat. Apabila masih terdapat sisa darah, atau cairan yang mungkin mengering, maka bersihkanlah. Cukup dibersihkan dengan cara menyeka menggunakan kasa steril dan air bersih.

Dalam upaya ini, tali pusat boleh sedikit diangkat ke atas, geser ke kanan atau ke kiri tanpa menarik dari pangkalnya. Peganglah hanya pada penjepit, tanpa menyentuh tali pusat bayi.

5. Memandikan

Lebih aman memandikan bayi dengan cara sponge bath alias hanya dilap menggunakan sponge, daripada menggunakan bak mandi. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir terkenanya air pada tali pusat, apalagi sampai terendam. Jika dirasa sudah cukup lihai, boleh menggunakan bak mandi asalkan bisa menjamin bahwa daerah tali pusar bayi tidak terendam ke air atau terkena air berlebihan.

merawat tali pusar bayi baru lahir

Baca juga: Cara Memandikan Bayi Baru Lahir dengan Berbagai Metode

6. Keringkan

Pertama-tama keringkan terlebih dahulu area tali pusat (jika basah) dengan kasa steril yang baru dengan tidak menggosoknya, melainkan menempelkan perlahan. Kemudian mengipasinya beberapa saat dengan selembar kertas (diangin-anginkan). Pastikan benar-benar kering! Setelah itu silahkan mengeringkan tubuh bayi secara keseluruhan dengan handuk.

7. Jangan membubuhkan apapun pada tali pusat

Tidak perlu membubuhkan povidon iodine (betadine), alkohol, bedak, ramuan, atau apapun pada tali pusat. Semuanya justru akan menimbulkan masalah. Meski kelihatannya bisa melindungi dari infeksi, namun pada hasil penelitian penggunaan betadine dan juga alkohol, malah memperlama pelepasan alami dan berpotensi menimbulkan efek samping pada bayi.

8. Lindungi dengan kasa kering, steril, dan tipis

Prinsipnya jaga agar selalu kering dan tidak boleh lembab, jadi biarkan tali pusar bayi terkena udara sesering mungkin. Hal ini memungkinkan dasar tali pusatnya cepat mengering dan akan mengurangi jumlah waktu yang diperlukan agar penyembuhan terjadi.

Jika khawatir terkena sesuatu yang kotor dan melindungi dari gesekan. Boleh menggunakan kasa steril untuk melindungi bagian atasnya. Pastikan kasanya tidak tebal, cukup gunakan selapis saja hingga ada celah udara lebar di jaring-jaringnya.

9. Kenakan popok dan pakaian

Jika menggunakan popok kain, pastikan tidak ada kain popok yang terhubung dengan tali pusar bayi. Jika menggunakan popok sekali pakai, pastikan berada jauh dari tali pusat. Begitupula untuk kain atasan, jangan sampai memasukkannya ke dalam popok.

Bagi bunda yang hendak mengenakan gurita pada bayi, pastikan kain gurita tidak menutupi tali pusat.

Hal-hal yang perlu diperhatikan:

  • Jaga tunggul tali pusar tetap bersih dan kering. Segera ganti popoknya ketika basah untuk menghindari kontak air seni ke tali pusar bayi.
  • Jika cuaca hangat, cukup pakaikan popok dan kaus longgar agar udara bisa bersirkulasi dan mempercepat proses pengeringan.
  • Hindari membalut bayi dengan pakaian dalam bodysuit.
  • Jangan pernah mencoba menarik tali pusat, meskipun kelihatannya sudah hampir lepas. Biarkan terlepas sendiri.

Kenapa tidak boleh menggunakan alkohol dalam merawat tali pusat bayi baru lahir?

Awal mulanya, Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan untuk membersihkan dasar tunggul tali pusat setiap hari dengan kapas yang dicelupkan ke dalam alkohol. Tetapi para periset telah menemukan bahwa tali pusat yang tidak diobati dengan alkohol justru menyembuh dan lepas lebih cepat. Setelah itu, maka AAP mengubah rekomendasinya.

Terlebih lagi pada sebuah penelitian, penggunaan alkohol ini berisiko menyebabkan toksisitas yang meliputi nekrosis kulit hemoragik, disfungsi sistem saraf pusat, asidosis metabolik, dan hipoglikemia.

Kenapa dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir sebaiknya tak menggunakan povidone iodine?

Povidone-iodine (Betadine) adalah antimikroba topikal yang umum digunakan untuk perawatan tali pusar. Padahal bila diserap dalam jumlah yang signifikan, zat ini dapat meningkatkan kadar iodium serum yang cukup untuk merangsang hipotiroidisme neonatal.

Gangguan fungsi tiroid yang terjadi berpotensi menyebabkan perdarahan intraventrikular, kelainan kognitif, gangguan pertumbuhan dan retardasi motorik, bahkan kematian. Studi menunjukkan bahwa bayi prematur dan bayi dengan berat lahir rendah memiliki risiko terbesar tingginya penyerapan yodium yang signifikan.

Seiring menjalani perawatan tali pusat bayi, sambil menunggu lepasnya tali pusat, orangtua juga dituntut untuk selalu waspada akan tanda bahayanya, yaitu infeksi.

Apa tanda-tanda infeksi pada tali pusar?

Meskipun infeksi jarang terjadi, tapi segeralah konsultasikan dengan dokter anak apabila:

  • Bayi menangis saat Anda menyentuh tali pusat atau kulit di sekitarnya.
  • Kulit di sekitar dasar tali pusat berwarna merah.
  • Tali pusat berbau busuk atau mengeluarkan cairan kekuningan.

Juga hubungi dokter jika tali pusar berdarah terus menerus, karena ini mungkin pertanda kelainan pendarahan.

Jadi teruslah belajar, untuk memberikan yang terbaik bagi buah hati tercinta. Cari tahu lebih lanjut tentang perawatan bayi baru lahir.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer