Cara Mengatasi Anak Panas di Malam Hari (9 Langkah Mudah)

Ketika anak terbangun dari tidurnya akibat demam, pasti membuat orang tuanya menjadi khawatir. Berbagai upaya atau cara mengatasi anak panas pun dilakukan, baik dengan obat-obatan ataupun cara lainnya.

Demam atau badan panas merupakan gejala atau respon tubuh terhadap penyakit yang menyerang, umumnya akibat infeksi. Jadi, demam bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, sehingga apabila kita berhasil menurunkan panas tersebut bukan berarti penyakitnya sembuh. Demam memang bisa turun, namun jika infeksinya masih belum hilang, maka suhu tubuh bisa naik lagi.

Oleh sebab itu, mengatasi anak panas di malam hari bertujuan untuk membuat sang anak menjadi lebih nyaman sehingga ia dapat beristirahat dengan optimal. Mengenai infeksinya, ada yang dapat sembuh sendiri seiring berjalannya waktu, namun ada pula yang harus menggunakan obat-obatan dari dokter. Contoh penyakit yang sembuh sendiri misalnya influenza, batuk pilek biasa, dan beberapa infeksi virus lainnya.

cara mengatasi anak panas di malam hari

Lantas, kenapa badan anak lebih panas di malam hari? 

Jika anak memang sedang sakit, maka suhu tubuhnya akan lebih tinggi di malam hari. Hal ini terkait dengan pola siklus pengaturan suhu tubuh, di mana titik suhu terendah terjadi antara pukul 3 sampai 6 pagi, dan puncak suhu tertinggi antara pukul 4 sore hingga 11 malam.

Jika demam di malam hari sampai membuatnya rewel, tak nyaman, dan bahkan tak bisa tidur, maka beberapa tips di bawah ini dapat diandalkan.

Langkah-langkah mengatasi anak panas di malam hari

1. Ukur Suhu Tubuhnya

Mengukur suhu tubuh anak yang diduga demam sangatlah penting, karena hasilnya menjadi acuan untuk menentukan langkah selanjutnya. Sebaiknya gunakan termometer digital secara rektal (dimasukkan ke anus) karena inilah cara yang paling akurat. Namun jika sulit, Anda juga bisa meletakkannya di mulut atau menjepitkannya langsung di bawah ketiak anak tanpa penghalang apapun.

ukur suhu anak demam malam hari

Suhu oral umumnya 0,3-0,6 ºC lebih rendah dari suhu rektal, dan suhu aksila (ketiak) 0,3-0,6 ºC lebih rendah dari suhu oral.

Sebagian besar dokter – dan  American Academy of Pediatrics  – setuju bahwa suhu tubuh normal untuk anak adalah antara 36 sampai 38 derajat Celcius. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) pun mendefiniskan demam ketika suhu tubuh diatas 38 ºC.

2. Minum obat demam

Cara paling cepat mengatasi anak panas di malam hari adalah dengan memberinya obat penurun panas seperti Parasetamol atau ibuprofen. Namun penggunaan obat ini tidak boleh sembarangan.

Mengingat demam adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh yang dapat membantu melawan penyebab penyakit, maka masih diperlukan dalam batas tertentu. Sebaliknya, jika suhu tubuh terlalu tinggi, maka bisa membahayakan, seperti kejang (kejang demam), kerusakan otak, dan lainnya.

Berikut ketentuan penggunaan obat demam pada anak sesuai usia dan suhu tubuhnya:

  • Umur 0-3 bulan: 38 ºC atau lebih tinggi (rektal) => Langsung hubungi dokter.
  • Umur 3-6 bulan: < 38.9 ºC (rektal) => Tidak perlu obat demam atau penurun panas (cukup dengan tips-tips di bawah). Hubungi dokter jika anak rewel tidak seperti biasanya, gelisah, atau inginnya tidur melulu (lemah).
  • Umur 6-24 bulan: > 38.9 ºC (rektal) => Beri obat demam. Hubungi dokter jika demam tidak kunjung turun atau setelah lebih dari sehari.
  • Umur 2-17 tahun: < 38.9 ºC (rektal untuk anak < 3 tahun atau oral untuk anak > 3 tahun) => Tidak perlu obat demam atau penurun panas (cukup dengan tips-tips di bawah). Hubungi dokter jika anak rewel tidak seperti biasanya, gelisah, atau mengeluh sakit yang signifikan.
  • Usia 2-17 tahun: > 38.9 ºC (rektal untuk anak < 3 tahun atau oral untuk anak > 3 tahun) => Beri obat demam.

Ingat! selalu ikuti petunjuk penggunaan pada obat. Sesuaikan dosis penggunaannya berdasarkan umur ataupun berat badannya (lebih akurat berdasarkan berat badan). Di samping minum obat demam, beberapa tips di bawah ini juga akan membantu.

3. Beri Cairan (Banyak Minum)

Bayi atau balita yang demam berisiko tinggi mengalami dehidrasi. Oleh sebab itu pemberian cairan atau minum sangatlah penting guna menghindari bahaya tersebut sekaligus menurunkan suhu tubuhnya.

Untuk anak di bawah usia 1 tahun, jika masih menyusu (ASI) berikanlah asupan ASI yang lebih banyak ataupun susu formula. Bunda juga harus banyak minum agar produksi ASI tidak menurun. Anak yang lebih besar bisa minum cairan yang bervariasi, seperti jus, air putih atau kaldu.

Jika anak terbangun dengan mulut kering dan lengket dan tidak ada air mata saat dia menangis, hubungi dokter. Karena itu adalah tanda dehidrasi. Baca:

4. Kompres hangat

Cara alami yang cukup efektif mengatasi anak panas di malam hari yaitu dengan kompres air hangat. Ada beberapa cara yang dapat Anda lakukan sebagai berikut:

  • Masukkan handuk ke dalam air hangat, setelah itu peras handuk hingga tidak ada air yang menetes.
  • Kemudian, usapkan handuk basah tersebut ke bagian tubuh seperti ketiak, kaki, tangan, dan bagian lipatan.
  • Anda juga dapat meletakkan lap basah tersebut pada dahi dan bagian belakang leher.

Jangan gunakan air es untuk melakukan cara tersebut, karena dapat menyebabkan menggigil dan suhu tubuh meningkat. Pastikan handuk yang digunakan adalah handuk yang bersih untuk menghindari timbulnya berbagai penyakit kulit.

Baca juga: Cara Menurunkan Demam Anak Tanpa Obat, Cepat dan Aman

5. Berendam air hangat

Jika kompres saja tidak cukup, maka sediakan air hangat di dalam sebuah bak lalu biarkan sikecil merendam sebagian tubuhnya. Untuk bagian wajah dan kepalanya dapat diguyur perlahan menggunakan gayung, atau mungkin shower air hangat.

mengatasi anak demam malam hari

Jangan takut memandikan anak saat demam, justru itu akan menurunkan panas, asalkan pakai air hangat.

Hal ini bisa mengurangi demam pada anak, membuatnya lebih nyaman dan bisa tidur di malam hari. Biarkan dia berendam sekitar lima sampai 10 menit. Setelah itu langsung handuki dengan handuk kering, hindari kipas angin ataupun angin malam agar ia tak menggigil.

6. Kenakan pakaian tipis

Ketika anak demam, sebaiknya ia dikenakan pakaian tipis dan longgar agar panas di tubuhnya leluasa keluar. Sebaliknya jangan mengenakan jaket ataupun pakaian tebal dan rapat, karena hal ini akan membuat panas terperangkap dalah tubuh sehingga suhunya akan semakin tinggi.

7. Optimalkan suhu kamar

Setelah anak mengenakan pakaian tipis dan longgar, maka selanjutnya adalah mengatur udara dan suhu ruangan. Sirkulasi udara harus berjalan lancar, kipas angin dapat membantu mangalirkan udara lebih cepat dan dapat menghilangkan panas dari kulit.

Tapi penggunaan kipas angin harus selalu dipantau. Jangan mengarahkan kipas langsung ke arah anak. Jika ia merasa atau mengeluh kedinginan, kenakan ia selimut tipis agar merasa lebih nyaman.

8. Beri anak sentuhan fisik yang banyak

Peluk anak, menggendong, mengusap dahi atau punggungnya, serta tidur di sampingnya akan membuat anak lebih nyaman. Kenyamanan ini sangat diperlukan untuk mengatasi berbagai keluhan yang ia hadapai, baik berupa demam, sakit kepala, ataupun yang lainnya.

Jangan lupa untuk menanyakan apa keinginannya, karena kadang kala demam anak mereda ketika keinginannya terpenuhi.

9. Matikan Lampu

Saat anak merasa lebih nyaman dan ia sudah tertidur, maka sebaiknya lampu kamar dimatikan. Memang hal ini tidak terkait langsung dengan cara mengatasi anak panas di malam hari, namun ini terkait dengan kenyamanan si kecil saat tidur.

Tidur dengan kondisi gelap terbukti dapat mempertahankan produksi melatonin, hormon tidur yang membuat tidur nyenyak. Dengan tidur yang nyenyak, istirahat yang optimal, maka tubuhnya akan lebih prima dalam menghadapi penyakit.

Ingat! Anak demam di malam hari tidak selalu harus diturunkan, ikuti petunjuk nomor 1 dan 2 untuk menentukan apakah perlu minum obat demam, harus ke dokter, atau hanya cukup dengan penanganan sederhana seperti dijelaskan di atas.

DISKUSI TERKAIT