Penyebab Bayi Tidur Terus dan Cara Mengatasinya

Setiap orang tua pasti ingin bayinya bisa tidur cukup, dengan tenang, dan tidak rewel. Bayi baru lahir memang lebih banyak tidurnya, namun jika ayah atau bunda mendapati si bayi tidur terus lebih lama dibanding biasanya, maka bisa jadi karena ia sedang sakit atau tak enak badan. Pada bayi yang lebih besar bisa jadi pertanda bahwa giginya akan tumbuh.

Fakta mengatakan bahwa dibandingkan orang dewasa, bayi memang membutuhkan durasi tidur yang lebih lama. Sampai-sampai hampir 2 kali yang dibutuhkan orang dewasa. Hal ini memang dibutuhkan untuk si kecil agar tumbuh dan berkembang dengan oprimal. Baca juga: Sebaiknya Berapa Jam Bayi Tidur Dalam Sehari?

bayi tidur terus

Kenapa bayi baru lahir tidur terus?

Alasan umum mengapa bayi baru lahir banyak tidur adalah karena si kecil masih terbiasa dengan keadaan seperti saat dalam rahim dulu. Kondisi rahim yang hangat serta nyaman membuat bayi tidur terus.

Dan setelah lahir sekarang, ia sedang dalam proses adaptasi terhadap lingkungan baru di luar rahim. Jadi memang wajar kalau jangka waktu tidur bayi lebih lama daripada orang dewasa.

Masalah terjadi ketika si kecil banyak tidurnya di siang hari, dan bukan malam hari. Jika ia sudah kebanyakan tidur saat siang, maka ketika malam ia bisa tetap terbangun hingga berjam-jam lamanya.

Selain itu, ada pula bayi yang jadwal tidurnya tidak teratur. Hari ini tidur siang 4 jam, besoknya hanya 1 jam saja. Kondisi yang susah ditebak semacam ini tentu sangat melelahkan bagi orang tuanya, apalagi kalau si kecil rewel saat malam. Tak heran banyak orang tua mengalami kurang tidur, capek, hingga sakit.

Pada kondisi seperti ini, maka si kecil hanya perlu dilatih agar lebih cepat beradaptasi dengan jadwal tidur orangtuanya.

 

Lantas, bagaimana cara membantu bayi agar cepat beradaptasi?

Untungnya, jam tidur bayi akan lebih teratur ketika usianya bertambah. Biasanya perubahan mulai terjadi ketika ia masuk usia 3-4 bulan. Namun karena perubahan ini tidak terjadi secara otomatis, maka bunda harus membantu anak untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya di luar rahim.

Berikut ini beberapa cara yang dapat orang tua lakukan untuk membuat jam tidur anak lebih teratur:

1. Kenalkan konsep siang dan malam padanya

Walau belum bisa bicara, namun hasil riset menunjukkan kalau si kecil bisa dilatih untuk peka terhadap kondisi siang atau malam. Jangan segan untuk mengajaknya bicara dan menjelaskan kalau saat ini sedang siang hari. Pada siang hari, ajak ia bermain atau beraktivitas normal seperti makan, mandi, dll. Buat ia tahu bahwa aktivitas semacam itulah yang semestinya dilakukan saat hari masih terang.

Begitu malam tiba, bunda bisa menciptakan semacam ritual rutin sebelum tidur, misalnya dengan memandikannya menggunakan air hangat, memijat tubuhnya, ngobrol ringan, hingga membacakan cerita.

Sedapat mungkin posisikan ranjang si kecil dekat jendela, supaya saat pagi hari, tubuhnya terkena paparan sinar matahari. Dengan demikian proses penentuan ritme sirkadiannya jadi lebih cepat. Ini membuat bayi bisa bangun sendiri usai tidur siang karena suasana sekitar tampak terang. Dan bila ia terjaga di malam hari, ia dapat tidur kembali ketika ‘menyadari’ kalau kondisi sekitar masih gelap.

2. Buat ia tidur dan bangun di jam yang sama

Bawa si kecil ke ranjangnya bila memang sudah waktunya untuk tidur. Sebelum itu, pastikan kalau ia sudah makan kenyang dan merasa nyaman. Walau ia menangis dan ingin tetap bangun, khususnya saat malam hari, tetaplah disiplin untuk melakukannya.

Tak mengapa kok kalau ia menangis, cobalah untuk mengabaikannya karena bayi umur 5 bulan ke bawah takkan menangis terlalu lama. Paling-paling hanya 15-20 menit saja. Hindari menyalakan lampu, mengangkatnya dari ranjang, atau memberikan susu saat ia menangis. Biarkan ia tahu bahwa itu adalah waktunya untuk tidur. Jadi, jangan kalah terhadap tangisannya ya bun.

3. Tetaplah konsisten

Untuk bisa berhasil membentuk kebiasaan baru, konsisten adalah kuncinya. Ketika si kecil menangis, beberapa orang tua jadi tidak sabaran dan melakukan tindakan yang justru membuyarkan pelatihan anak. Hindari melakukannya, tetaplah sabar dan lakukan apapun yang bunda bisa untuk menenangkannya.

Pastikan si kecil tahu kalau tangisannya takkan membuat bunda berubah pikiran. Sebab kalau hari ini bunda terbujuk oleh tangisannya, maka besoknya ia akan menangis 2 kali lebih lama dan mungkin juga lebih keras ketika bunda berusaha menidurkannya lagi.

4. Jaga si kecil agar tak terlalu kenyang

Bila si kecil kekenyangan, maka ia akan mengalami ketidaknyamanan saat tidur, entah itu BAB atau kencing. Kondisi popok basah atau gangguan lambung dapat membuat ia terbangun saat malam, dan besar kemungkinan ia jadi rewel sehingga sulit untuk tidur kembali.

Sesungguhnya, memang tak masalah kalau bayi tidur terus saat siang atau malam. Namun kalau bunda bisa mengajarkan pola tidur yang tepat sejak dini, mengapa tidak?! Toh usaha yang bunda lakukan saat ini juga demi kebaikan si kecil dan orang tua juga agar tak terlalu kelelahan dalam merawat si kecil.

Adakah penyebab bayi tidur terus lainnya?

Adakalanya bayi tiba-tiba tidur lebih lama daripada biasanya. Tanpa alasan jelas, bunda tiba-tiba mendapati kalau si bayi tidur siang lebih lama. Ia juga bangun kesiangan, padahal sebelum-sebelumnya tidaklah demikian. Kondisi yang tidak lazim ini memang bisa membuat orang tua manapun khawatir.

Lantas apa sebenarnya penyebab bayi tidur terus seperti ini? Mengapa si kecil lebih banyak tidur daripada sebelumnya? Berikut ini kami bagikan 3 alasan paling umum yang mungkin jadi penyebabnya.

1. Sedang mengalami percepatan pertumbuhan

Percepatan pertumbuhan biasanya menjadi alasan pertama kenapa bayi atau balita menghabiskan waktu lebih lama untuk tidur siang dan bangun kesiangan. Kondisi ini biasanya ditemukan pada bayi baru lahir, khususnya selama beberapa bulan awal dari kehidupannya.

2. Giginya sedang tumbuh

Memang benar kalau pertumbuhan gigi dapat membuat si kecil rewel, susah tidur, dan sering bangun saat malam. Namun karena ini juga bisa membuat si kecil merasa meriyang, maka kondisi ini sering menyebabkan bayi butuh lebih banyak tidur ketimbang biasanya. Beberapa orang tua bahkan mendapati anaknya demam ringan saat pertumbuhan gigi berlangsung.

Baca juga: Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ayah Bunda Wajib Tahu

3. Sakit

Sama seperti ketika giginya sedang tumbuh, sakit-penyakit juga dapat membuat bayi rewel, bangun lebih sering saat malam (karena ia merasa tidak nyaman), dan tidur siang hanya sebentar saja. Tapi kecenderungannya, si kecil akan tidur lebih lama pada sepanjang hari bila ia sedang sakit. Sama seperti orang dewasa, tubuhnya butuh banyak istirahat untuk melawan penyakit tersebut.

Di samping 3 penyebab bayi tidur terus tadi, orang tua juga harus waspada terhadap kondisi tertentu di balik itu. Misalnya, apnea tidur yang juga dapat dialami anak-anak, dan ini juga bisa membuat bayi tidur terus. Jadi kalau bunda prihatin dengan kondisi anak yang tampaknya terus lelah atau lainnya, segera periksakan ia ke dokter.

 

Itulah tadi beberapa penyebab bayi tidur terus dan cara mengatasinya. Semoga ulasan kali ini bermanfaat bagi kita semua.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer