Tanda-tanda Bayi Tumbuh Gigi dan Tips Mengatasinya

Senyum dan tawa bayi begitu menggemaskan, terlebih ketika gigi baru menghiasinya. Namun, ketika bayi tumbuh gigi, ia harus melewati ujiannya. Demam, nyeri, dan ketidaknyamanan merupakan tanda-tanda tumbuhnya gigi bayi yang tak bisa dielakkan. Untungnya, Ayah bunda dapat mengatasinya dengan beberapa tips mudah seperti dijelaskan di bawah ini.

Kapan gigi bayi mulai tumbuh?

Benih gigi bayi sebenarnya sudah ada sejak ia masih dalam kandungan. Nanti begitu benih tersebut ‘menerobos’ gusi, maka gigi susu akan muncul sesuai urutan berikut:

  • Usia 6-12 bulan: gigi seri tengah (gigi di tengah rahang atas dan bawah)
  • 9-12: gigi seri samping
  • 16-22: gigi taring
  • 13-19: geraham pertama
  • 25-33: geraham kedua

Begitu usia menginjak 3 tahun (36 bulan), maka biasanya gigi kebanyakan anak sudah lengkap. Penjelasan lebih lengkap ada disini: Umur Berapa Bayi Tumbuh Gigi? Ayah Bunda Wajib Tahu

ilustrasi – tanda-tanda bayi tumbuh gigi

Yang jadi persoalan sekarang adalah proses tumbuh gigi ini terkadang bisa menyiksa si kecil. Gejala dan tanda tumbuh gigi bahkan sudah bisa dirasakan 2-3 bulan sebelum gigi tersebut tampak ke permukaan.

Tanda dan gejala bayi tumbuh gigi

Untuk mencegah bayi mengalami ketidaknyamanan, bunda harus lebih dulu memahami apa saja kira-kira gejalanya. Berikut beberapa gejala bayi tumbuh gigi:

1. Lebih suka menggigit ketimbang biasanya

Jika belakangan ini si kecil suka menggigit semua benda yang dipegangnya, apakah sendok, mainan, atau bahkan putting payudara, maka inilah salah satu tanda kalau giginya bakal tumbuh.

2. Ngeces berlebihan

Saat baru lahir, bayi memang mengeluarkan banyak air liur karena mereka masih belajar untuk menelan. Kondisi ini akan terulang lagi (atau tak pernah berhenti) ketika giginya mau tumbuh. Hal ini dikarenakan tubuhnya memproduksi lebih banyak air liur untuk melumasi gusi.

3. Lebih rewel dari biasanya, terutama saat malam

Tanda bayi tumbuh gigi berikutnya adalah ia jadi lebih rewel bahkan sering bangun di malam hari, padahal biasanya si kecil selalu tidur nyenyak. Ini terjadi karena saat malam (ketika tak ada aktivitas yang dapat mengalihkan perhatian), nyeri akibat tumbuh gigi lebih terasa sehingga membuatnya tak nyaman.

4. Pola tidur terganggu

Akibat ketidaknyamanan itulah, bayi jadi susah tidur siang dan bangun lebih awal.

5. Demam, ruam, batuk, dan diare

Sebagian besar bayi mengalami demam ringan (di bawah 37,7°C) menjelang proses pertumbuhan gigi. Di samping itu, produksi air liur berlebih tadi juga bisa menimbulkan batuk bila sampai ‘menggenang’ di belakang tenggorokan. Tanda bayi tumbuh gigi selanjutnya yang tergolong jarang yaitu ruam popok dan diare.

6. Nafsu makan menurun

Wajar saja nafsu makannya menurun ketika ia merasa kesakitan. Untuk ini, bunda harus tetap memberikan makanan sesuai kebutuhannya, dan segera cari dokter kalau asupan kalori bayi menurun drastis.

7. Menarik telinga dan menggosok dagu serta pipi

Dari sini kita tahu kalau bayi bisa ‘memijat’ tubuhnya sendiri dengan cara menarik dan menggosok area sekitar rahangnya. Mereka menekan-nekan untuk mengurangi rasa nyeri yang dideritanya.

Jadi kalau bunda sudah melihat beberapa gejala atau tanda-tanda tadi pada buah hati, maka tak lama lagi akan muncul gigi dalam mulutnya.

Nah, agar bayi tidak merasakan penderitaannya, maka bunda bisa menerapkan beberapa tips berikut untuk meminimalisir ketidaknyamanan saat proses tumbuh gigi.

Jaga keceriannya dengan mengatasi setiap gajala tumbuh gigi

Tips mengatasi nyeri dan ketidaknyamanan saat bayi tumbuh gigi

1. Minimalisir faktor pemicu inflamasi

Inflamasi dari proses tumbuh gigi bisa menstimulasi saraf rasa sakit. Oleh karenanya, bunda perlu meminimalisir faktor pemicunya dengan cara:

  • Hindari memberi makanan serba ‘putih’ seperti yang mengandung gula pasir, tepung, kentang, dan produk susu. Semua ini dapat menyebabkan inflamasi. Sebaliknya, ganti jenis makanan tadi dengan buah segar, sayur, daging, seafood, lemak sehat, dan telur.
  • Pastikan si kecil cukup istirahat dan makan menu sehat, selain ASI atau susu formula. Jangan biarkan ia stres karena itupun bisa meningkatkan risiko inflamasi.
  • Jaga keseimbangan gula darahnya dengan memasak sendiri, hindari membeli makanan kemasan/ yang sudah diproses.

2. Dongkrak sistem imunnya

Kalau bunda khawatir si kecil demam menjelang tumbuh gigi, maka perkuat sistem kekebalan tubuhnya dengan cara:

  • Tetap menyusui – si kecil mendapatkan antibodi dari ASI untuk membangun sistem kekebalan tubuhnya.
  • Memberikan vitamin D dengan cara menjemurnya di bawah sinar matahari pagi, atau meneteskan cairan vitamin D (memerlukan rekomendasi dokter).
  • Memberikan probiotik.

3. Kompres dingin

Kompres es dapat membuat kebas pergelangan kaki yang terkilir sekaligus mengurangi bengkak. Manfaat serupa juga berlaku untuk gusi yang sedang sakit akibat proses tumbuh gigi. Ada banyak cara untuk membuat kompres dinginnya.

Pertama, gunakan kain atau handuk dingin, caranya masukkan kain atau handuk basah dalam plastik bersih, lalu dinginkan dalam lemari es.

Alternatif lain adalah dengan menyimpan dot atau teether dalam lemari es. Hindari menyimpan teether dalam freezer karena bila sampai membeku, itu jadi terlalu keras sehingga dapat merusak gusi bayi. Soal teether, disarankan bunda membeli yang seperti ini:

  • Dilengkapi handle berbahan plastik supaya tangan si kecil tak ikut kedinginan.
  • Berisi cairan juga oke, namun hati-hati juga karena berisiko bocor.
  • Berbahan karet.

Jenis manapun yang bunda pilih, selalu awasi agar itu tak sampai tertelan.

Jika si kecil sudah disapih, maka bunda bisa memberikan buah dingin (bukan beku) atau wortel berukuran besar (yang kecil berisiko tertelan). Pegang ujung satunya selagi ia mengunyah sisi lainnya, dan selalu awasi si kecil sepanjang waktu.

4. Tekanan

Memberikan tekanan di gusi si kecil juga bisa membuatnya lebih nyaman karena ini dapat mengalihkan sinyal rasa sakit ke otak. Kalau bayi menolak kompres dingin, maka biarkan ia mengunyah teether yang tidak didinginkan.

Beberapa teether bisa bergetar, dan ada pula yang berbentuk kraker keras tanpa pemanis tambahan. Bunda hanya tinggal menemukan mana tipe teether yang disukai anak. Alternatif lain adalah dengan menggosok pelan gusi bayi dengan jari kelingking yang sudah dicuci bersih.

5. Obat oles

Alternatif berikutnya adalah dengan mengoleskan gel atau krim yang bisa melumpuhkan nyeri pada gusi bayi. Soal bahannya, pihak FDA (Food and Drug Administration) Amerika Serikat memberi peringatan khusus, yakni benzocaine tidak boleh diberikan pada anak usia di bawah 2 tahun tanpa pengawasan dokter.

Alasannya karena bila tertelan, obat ini dapat membuat tenggorokan mati rasa sehingga mengganggu gerak refleksnya. Meski jarang terjadi, benzocaine juga dapat memicu methemoglobinemia (kondisi serius dimana jumlah oksigen dalam darah turun drastis).

6. Bahan herbal

Banyak orang tua menggunakan bahan herbal untuk membantu meredakan nyeri ketika bayi tumbuh gigi, contohnya adalah chamomile dan cengkeh. Kalau chamomile dapat membantu bayi lebih rileks, maka cengkeh bersifat anestesi alami dan terbukti berkhasiat sama baiknya dengan benzocaine dalam meredakan rasa sakit.

Semua bahan herbal ini dapat diseduh menjadi teh, lalu airnya untuk membasahi handuk lalu didinginkan. Begitu handuk basah dingin dikeluarkan dari plastik, maka si kecil bakal suka mengunyahnya karena bahannya dapat memijat gusi, sementara sensasi dinginnya dapat melumpuhkan nyeri.

7. Obat pereda rasa sakit

Jika tak ada cara yang berhasil untuk menenangkan si bayi, maka dokter biasanya merekomendasikan obat pereda rasa sakit seperti acetaminophen (parasetamol). Ingat, bunda tidak boleh memberikan jenis obat baru kepada bayi tanpa berkonsultasi lebih dulu dengan dokter. Dan selalu tanyakan dosis yang tepat sebelum memberikan acetaminophen pada anak di bawah 2 tahun.

Sedangkan untuk bayi yang usianya di atas 6 bulan, ibuprofen bisa jadi alternatif lain. Akan tetapi hati-hati karena obat ini bisa mengiritasi lambung sehingga kian memperburuk keadaan kalau sebelumnya si kecil sudah ogah makan.

Bunda juga dilarang memberikan atau mengoleskan aspirin, karena jenis obat ini hanya boleh diberikan pada mereka yang usianya di atas 19 tahun.

Bagi bayi yang mengalami demam tinggi, muntah, serta diare, maka segera bawa si kecil ke dokter, karena itu bukanlah gejala normal tumbuh gigi pada bayi.

DISKUSI TERKAIT

Baca juga