Parotitis adalah terjadinya proses inflamasi atau peradangan pada kelenjar parotis. Dalam masyarakat kita biasa dikenal dengan istilah gondongan. Seseorang yang mengalami parotitis akan menunjukkan tanda-tanda pembengkakan pada salah satu atau kedua pipi bagian belakang dekat telinga.

Perlu kita ketahui bahwa ada dua kelenjar parotis yang masing-masing terletak di kiri-kanan pipi bagian belakang, tepat di depan telinga. Kelenjar parotis sendiri merupakan salah satu kelenjar air liur terbesar yang fungsinya adalah menghasilkan air liur. Air liur yang diproduksi oleh kelenjar ini dikeluarkan melalui saluran yang bermuara di sekitar gigi geraham atas.

parotitis

Air liur memiliki fungsi penting untuk membersihkan mulut dari bakteri dan sisa makanan. Adanya inflamasi pada kelenjar parotis ini dapat mengganggu fungsi kelenjar parotis dalam memproduksi air liur sehingga dapat memicu terjadinya infeksi lebih lanjut di dalam mulut. Proses inflamasi ini dapat terjadi pada salah satu atau kedua kelenjar.

Meskipun umumnya terjadi pada anak-anak, parotitis dapat terjadi di segala usia, tanpa memandang ras dan jenis kelamin.

Apa Ciri-ciri dan Gejala Parotitis?

Tanda dan gejala parotitis dapat sangat bervariasi pada setiap orang. Pada sebagian orang, parotitis dapat saja tidak menimbulkan gejala apapun sehingga pasien tidak sadar jika sedang mengalami parotitis. Namun ada juga pasien yang mengalami nyeri berat dan bengkak pada pipi.

Pembengkakan pada kelejar parotis ini, akan tampak jelas pada pipi yang juga terlihat bengkak. Selain itu, dapat juga timbul keluhan-keluhan lain, yang biasanya terjadi di daerah tenggorokan dan leher.

Adanya gangguan pada kelenjar parotis berupa parotits dapat menyebabkan timbulnya gejala sebagai berikut :

  • Mulut terasa tidak enak
  • Sulit membuka mulut
  • Mulut terasa kering
  • Keluar air liur dari sudut mulut tanpa disadari
  • Nyeri di sekitar wajah dan mulut, terutama pada saat makan
  • Nyeri tenggorokan
  • Demam
  • Tampak kemerahan pada sisi kelenjar parotis yang mengalami inflamasi

Parotitis dapat menimbulkan gangguan medis yang serius apabila sudah menimbulkan gejala sulit menelan, sulit bernafas, dan demam yang sangat tinggi. Pada kondisi seperti ini, pasien harus segera dibawa ke dokter.

Walaupun jarang terjadi, penanganan parotitis yang tidak tepat dapat saja menimbulkan komplikasi pada organ-organ lain seperti : otak, testis, payudara, pankreas, gangguan pendengaran, bahkan keguguran.

Apa Penyebab Parotitis?

Terjadinya parotitis dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, diantaranya :

  • Infeksi

Inflamasi pada kelenjar parotis paling sering disebabkan oleh adanya infeksi, baik bakteri ataupun virus. Adanya akumulasi dan pertumbuhan bakteri atau virus di kelenjar parotis akan memicu timbulnya inflamasi di daerah tersebut.

Salah satu infeksi kelenjar parotis yang paling sering terjadi yaitu mumps, yang disebabkan oleh infeksi virus. Mumps mudah menyebar dari satu orang ke orang lain melalui droplet air liur atau ingus ketika pasien batuk atau bersin, serta dapat juga menular melalui kontak langsung dengan penderitanya dan penggunaan alat makan yang sama dengan pasien. Gejala dari mumps mirip dengan influenza.

  • Sumbatan pada saluran keluar air liur. Sumbatan dapat disebabkan oleh adanya batu pada saluran keluar dan juga air liur yang bercampur lendir sehingga menjadi kental dan sulit untuk dikeluarkan.
  • Penggunaan obat yang dapat memicu timbulnya parotitis adalah golongan antihistamin, antikolinergik, dan antipsikotik. Penggunaan obat-obatan golongan tersebut dapat mengurangi produksi air liur sehingga mulut menjadi kering, dan hal ini dapat memicu terjadinya parotitis.
  • Penggunaan terapi radiasi yang mengenai kelenjar parotis. Sebagai contoh pada pasien kanker di daerah leher.
  • Penyakit medis tertentu, seperti : dehidrasi, kanker, cystic fibrosis, HIV/AIDS, sjorgen syndrome.

Siapa yang lebih beresiko?

Selain itu ada juga faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena parotitis. Walaupun memiliki faktor resiko, namun tidak selalu seseorang tersebut akan terkena. Adapun faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena parotitis antara lain :

  • Kebersihan mulut yang buruk. Jarang menggosok gigi sehingga dapat terjadi penumpukan sisa makanan di rongga mulut, termasuk di saluran keluar air liur dari kelenjar parotis. Penyumbatan saluran keluar ini lama kelamaan dapat memicu terjadinya inflamasi.
  • Belum pernah divaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Penanganan dan Pengobatan Parotitis Seperti Apa?

Untungnya parotitis dapat dengan mudah disembuhkan, jarang sekali menimbulkan komplikasi yang serius dan dapat sembuh dengan sempurna.

Obat-obatan yang paling penting diberikan untuk mengatasi parotitis akibat infeksi bakteri adalah obat golongan antibiotik dan anti-inflamasi. Namun pada kasus mumps, karena disebabkan oleh infeksi virus, maka penanganannya tidak membutuhkan obat-obaan khusus. Pasien cukup menjaga daya tahan tubuhnya agar tidak semakin drop, karena infeksi virus akan sembuh dengan sendirinya.

Apabila muncul adanya pus (nanah/abses) maka perlu dilakukan tindakan pembedahan untuk membuang pus tersebut.

Untuk langkah awal pengobatan parotitis di rumah, maka pasien dapat melakukan beberapa hal sebagai berikut :

  • Istirahat yang cukup
  • Menggunakan obat-obatan umum seperti parasetamol untul menurunkan demam dan menghilangkan nyeri.
  • Kompres kelenjar yang bengkak dengan kompres dingin
  • Minum air putih yang banyak untuk mencegah terjadinya dehidrasi
  • Konsumsi makanan yang lunak sehingga tidak perlu telalu banyak dikunyah
  • Hindari konsumsi makanan yang terlalu asam

Pencegahan

Seseorang dapat mengurangi resiko terjadinya parotitis dengan melakukan beberapa langkah pencegahan sebagai berikut :

  • Menjaga kebersihan rongga mulut dengan baik.
  • Minum banyak air putih.
  • Rajin mencuci tangan dengan baik dan benar.
  • Berkumur dengan air garam.
  • Tidak merokok atau penggunaan tembakau apapun.
  • Melakukan vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk mencegah terjadinya mumps.