Peditox obat apa?

Peditox adalah obat lotion atau cairan yang digunakan untuk pengobatan kutu rambut dan mencegah penyebarannya. Obat ini mengandung bahan aktif berupa permenthrin yang merupakan insektisida yang juga digunakan untuk mengatasi gudik (scabies) namun dengan kadar yang lebih rendah.

Obat yang diproduksi oleh PT. Chombiphar ini merupakan obat bebas yang dapat dibeli di apotik tanpa resep dokter. Namun penggunaannya harus tetap sesuai dengan anjuran penggunaan. Untuk itu berikut ini kami ulas kegunaan Peditox, efek sampingnya, cara penggunaan, dan bolehkan obat ini digunakan oleh ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Peditox

Jenis obatAntiparasit dan antifungal topikal
KandunganPermethrin
KegunaanMembasmi kutu rambut
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori B
SediaanPeditox 0,5 % dan 1 %

peditox obat kutu rambut

Mekanisme Kerja

Cara kerja Peditox dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa permethrin. Senyawa ini merupakan insektisida jenis piretroid yang dapat membasmi beberapa jenis artropoda seperti kutu rambut, caplak dan tungau. Permethrin bekerja dengan cara menghambat influk ion natrium pada membran sel saraf parasit yang menyebabkan kelumpuhan dan kematian parasit.

Indikasi atau Kegunaan Peditox

Peditox digunakan untuk mengatasi kutu rambut serta mencegah penyebarannya karena juga dapat membasmi telur-telur kutu rambut yang tersisa.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.

Dosis Peditox dan Cara Penggunaan

Peditox tersedia dalam bentuk krim atau larutan dengan kekuatan dosis 0,5 % dan 1 % per kemasannya.

Ingat! Dosis yang tepat sebaiknya sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan dosis yang tertera pada kemasan obat. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Peditox untuk mengatasi kutu rambut

  • Dosis dewasa: menggunakan krim Peditox 1 % aplikasikan secukupnya pada kulit kepala dan rambut yang sudah dicuci bersih sebelumnya. Kemudian diamkan 10 – 30 menit sebelum di bilas hingga bersih. Penggunaan dapat diulang lagi setelah 7 – 10 hari jika diperlukan.
  • Dosis anak-anak umur > 6 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Obat ini hanya untuk penggunaan luar di rambut dan kulit kepala.
  • Pertama bersihkan rambut dengan shampoo kemudian keringkan, aplikasikan Peditox secukupnya di rambut dan kulit kepala. Biasanya kutu rambut lebih banyak berkumpul di sekitar tengkuk dan belakang telinga, aplikasikan lebih banyak pada area ini.
  • Setelah diaplikasikan cukup merata, diamkan selama 10 – 30 menit. Kemudian bilas dengan air bersih dan keringkan dengan handuk.
  • Jika setelah pemakaian pertama masih ditemukan kutu rambut yang hidup, aplikasikan untuk yang ke 2 kalinya pada 7 – 10 hari setelah pemakaian pertama. Gunakan juga sisir serit untuk hasil yang lebih baik.
  • Penggunaan terus menerus tidak direkomendasikan.

Efek Samping Peditox

Penggunaan Peditox sesuai dosis umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa seperti terbakar di kulit kepala.
  • Kemerahan, gatal, kebas dan pembengkakan di kulit kepala.

Efek Overdosis Peditox

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan Peditox. Namun seperti obat-obatan lainnya, penggunaan dosis tinggi terlalu sering dan tanpa resep dokter mungkin menyebabkan overdosis. Jika muncul gejala seperti efek samping namun lebih intens pada kulit kepala, sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan penanganan terbaik.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Saat menggunakan obat ini hindari cairannya mengenai mata atau jaringan mukosa seperti pada rongga mulut dan hidung serta luka kulit yang terbuka.
  • Tidak dianjurkan pada anak-anak di bawah 6 tahun.
  • Hanya untuk penggunaan luar dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Peditox untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Peditox berupa permethrin masuk dalam kategori B untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat ikut terekstraksi ke ASI ibu menyusui. Oleh karena itu, untuk menghindari efeknya pada bayi sebaiknya mengghindari penggunaannya selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.