Cek Kolesterol : Kegunaan, Prosedur, Efek Samping

Tak perlu menunggu tua dulu baru Anda rutin cek kesehatan ke dokter atau rumah sakit. Tak perlu pula menunggu sakit dahulu baru sibuk mencari pengobatan dan membeli obat-obatan mahal hanya untuk menjadi sehat kembali. Cek kesehatan tubuh paling baik adalah sekarang juga, terutama cek kolesterol Anda. Terlebih gejala kolesterol tinggi seringkali tidak dirasakan.

Seiring meningkatnya angka penderita penyakit jantung setiap harinya, cek kolesterol bagi Anda yang berusia diatas 5o tahun sangat dianjurkan. Kolesterol sendiri seharusnya berada dalam kadar yang normal agar tidak menimbulkan penyakit pada pembuluh darah. Kita bisa melakukannya dengan memperhatikan setiap makanan yang dikonsumsi, karena penyebab tersering kolesterol tinggi adalah makanan yang dikonsumsi seperti, daging, telur dan makanan yang mengandung lemak lainnya.

cek kolesterol

Pemeriksaan kolesterol lengkap disebut panel lipid atau profil lipid. Dari proses pengecekan ini dokter akan mengetahui jumlah atau kadar kolesterol HDL “baik”, Kolesterol LDL “jahat” dan trigliserida (lemak darah).
Kolesterol adalah lemak yang dibutuhkan tubuh Anda untuk berfungsi dengan baik. Namun, terlalu banyak kolesterol ternyata juga berdampak tidak baik karena dapat menyebabkan:

  • Penyakit Jantung.
  • Stroke.
  • Aterosklerosis, penyumbatan atau pengerasan pada arteri Anda.

Jika Anda seorang pria, maka disarankan untuk cek kolesterol secara teratur, dimulai pada usia 35 tahun atau dibawahnya. Jika Anda seorang wanita, maka harus memulai pemeriksaan kolesterol rutin pada usia 45 tahun atau dibawahnya.
Agar tetap aman, sebaiknya cek kolesterol dilakukan setiap lima tahun mulai sejak usia 20 tahun. Namun perlu dilakukan cek kolesterol setiap tahun, apabila Anda didiagnosis menderita diabetes, penyakit jantung, stroke, atau tekanan darah tinggi, atau selama pengobatan kolesterol untuk pemantauan.

Siapa yang Berisiko mengalami Kolesterol Tinggi?

Pengecekan kolesterol sangat penting bagi mereka yang berisiko tinggi:

  • Punya riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi atau penyakit jantung.
  • Kelebihan berat badan atau obesitas.
  • Sering minum alkohol.
  • Merokok.
  • Menjalani gaya hidup yang tidak aktif. (jarang olahraga, kegiatan di luar rumah).
  • Menderita diabetes, penyakit ginjal, sindrom ovarium polikistik, atau kelenjar tiroid yang kurang aktif.

Semua hal diatas ini dapat meningkatkan risiko Anda terkena kolesterol tinggi, maka perlu melakukan pemeriksaan kolesterol secara rutin sesuai anjuran dokter.

Apa yang di Ukur dalam Pemeriksaan Kolesterol?

Pengecekan kolesterol lengkap bertujuan mengukur empat jenis lipid atau lemak dalam darah, yaitu:

  • Total Kolesterol: merupakan jumlah total dari keseluruhan jenis kolesterol.
  • Kolesterol Low Density Lipoprotein (LDL): Disebut kolesterol “jahat”. Jika LDL tinggi, maka dapat menimbulkan risiko serangan jantung, stroke, dan aterosklerosis.
  • Kolesterol High Density Lipoprotein (HDL): Kebalikan LDL, ini disebut kolesterol “baik” karena membantu mengeluarkan kolesterol LDL dari darah.
  • Trigliserida: Merupakan salah satu jenis lemak yang dibawa dalam aliran darah. Bila Anda makan, tubuh akan mengubah kalori yang tidak dibutuhkan menjadi trigliserida untuk disimpan di dalam sel lemak. Orang yang kelebihan berat badan, diabetes, terlalu banyak makan permen, atau minum terlalu banyak alkohol bisa memiliki kadar trigliserida tinggi.

Persiapan Sebelum Tes Kolesterol

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, sebelum pengecekan kolesterol dimulai, dokter akan meminta agar Anda berpuasa terlebih dahulu. Jika hanya ingin mengecek kadar HDL dan kolesterol total, maka tidak berpuasa juga tidak apa-apa. Namun, jika pengecekannya meliputi profil lipid yang lengkap, sebaiknya hindari makan atau minum selain air putih selama sembilan sampai 12 jam sebelum tes dilakukan.
Sebelum cek kolesterol, Anda harus memberi tahu dokter tentang:

  • Gejala atau masalah kesehatan yang Anda alami.
  • Riwayat kesehatan jantung keluarga Anda.
  • Semua obat dan suplemen yang saat ini sedang Anda konsumsi.

Jika Anda mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan kadar kolesterol, seperti pil KB misalnya, maka dokter akan meminta Anda untuk berhenti meminumnya beberapa hari sebelum tes dilakukan.

Bagaimana Prosedur Cek Kolesterol Dilakukan?

Dalam pemeriksaan kadar kolesterol, komponen utama yang dokter perlukan adalah sampel darah Anda. Biasanya darah akan diambil pada pagi harinya, setelah malam sebelumnya Anda berpuasa terlebih dahulu.
Tes darah termasuk prosedur rawat jalan. Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya beberapa menit dan relatif tidak menimbulkan rasa sakit. Proses ini biasanya dilakukan di laboratorium diagnostik. Atau, bila Anda malas keluar rumah tes darah juga dapat dilakukan saat kunjungan dokter yang sudah dijadwalkan sebelumnya, di apotek setempat, atau bahkan di rumah.
Pengambilan darah untuk cek kolesterol sangatlah minim risiko. Anda mungkin merasa sedikit sakit terutama dibagian dimana darah Anda diambil. Ataupun, ada juga risiko infeksi yang sangat kecil kemungkinannya di bagian tempat tusukan jarum.

Membaca Hasil Cek Kolesterol

Pahami arti “Angka-angka” pada hasil tes kolesterol Anda!

Kadar kolesterol diukur dalam satuan miligram (mg) dari kolesterol per-desiliter (dL) darah. Hasil yang ideal untuk kebanyakan orang dewasa adalah:

  • LDL: 70 – 130 mg/dL (semakin rendah jumlahnya, semakin baik).
  • HDL: > 40 – 60 mg/dL (semakin tinggi jumlahnya, semakin baik).
  • Kolesterol total: < 200 mg/dL (semakin rendah jumlahnya, semakin baik).
  • Trigliserida: 10 – 150 mg/dL (semakin rendah jumlahnya, semakin baik).

Jika jumlah kolesterol Anda berada di luar kisaran normal, Anda mungkin berisiko tinggi terkena penyakit jantung, stroke, dan aterosklerosis. Jika hasil tes Anda tidak normal, dokter mungkin menyarankan untuk melakukan tes glukosa darah untuk memeriksa kemungkinan Anda menderita diabetes. Dokter juga kemungkinan besar akan menyarankan melakukan tes fungsi tiroid untuk menentukan apakah tiroid bekerja secara optimal atau sebaliknya.

Bisakah Hasil Tes Ini Keliru?

Dalam beberapa kasus, hasil tes kolesterol bisa saja salah. Sebagai contoh, sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of the American College of Cardiology menemukan bahwa satu metode umum untuk menghitung kadar kolesterol LDL seringkali menghasilkan hasil yang tidak akurat.
Aktivitas puasa yang dilakukan sebelumnya, obat-obatan, kesalahan manusia (human error factor), dan berbagai faktor lainnya dapat menjadi sebab tes Anda negatif atau positif. Melakukan pengujian pada tingkat HDL dan LDL secara bersamaan biasanya menghasilkan hasil yang lebih akurat daripada memeriksa LDL saja. Jadi, pastikan untuk periksa profil lipid lengkap.

Langkah Lanjutan dan Pengobatannya

Kolesterol tinggi bisa diobati dengan perubahan gaya hidup yang lebih sehat dan pengobatan yang diberikan oleh dokter. Menurunkan kadar LDL dalam darah juga dapat membantu menghindari penyakit jantung dan permasalahan pada pembuluh darah Anda.
Untuk membantu menurunkan kadar kolesterol, beberapa hal berikut ini dapat dilakukan:

  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Hindari makanan yang mengandung lemak banyak dan tinggi sodium, sambil menjaga diet seimbang. Konsumsilah berbagai macam sayuran, buah-buahan, produk yang banyak mengandung gandum atau biji-bijian, produk susu rendah lemak, dan makanan dengan sumber protein. Baca: Makanan Sehat Penurun Kolesterol Jahat
  • Berolahraga secara teratur. Usahakan melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang 150 menit per minggu, serta tambah dengan lakukan gerakan yang melatih kekuatan otot.

Dokter biasanya akan menyarankan Anda melakukan “therapeutic lifestyle changes” atau diet TLC. Konsumsi makanan Anda akan diatur sedemikin rupa, seperti hanya mengonsumsi 7 persen kalori harian yang berasal dari lemak jenuh. Anda juga harus mendapatkan kurang dari 200 mg kolesterol dari makanan Anda setiap hari.
Beberapa makanan berikut ini dapat membantu saluran pencernaan Anda menyerap lebih sedikit kolesterol. Misalnya, dokter Anda akan menyarankan untuk makan lebih banyak:

  • Gandum, dan biji-bijian lainnya.
  • Buah-buahan seperti apel, pir, pisang, dan jeruk.
  • Sayuran seperti terong dan okra.
  • kacang-kacangan, seperti kacang merah, buncis, dan kacang lentil.

Lebih lanjut simak artikel berikut:

Obesitas (kegemukan) juga merupakan faktor risiko paling umum untuk kolesterol tinggi dan penyakit jantung. Dokter akan menyarankan Anda untuk menurunkan berat badan dengan mengurangi kalori dari makanan Anda dan berolahraga lebih banyak.

Mengonsumsi obat-obatan seperti statin (i.e. simvastatin) juga dapat membantu menjaga kolesterol Anda tetap terkendali. Obat-obatan ini membantu menurunkan kadar LDL Anda.

Dapat dikatakan, penyakit kolesterol tinggi saat ini relatif mudah ditangani. Pada intinya jangan pernah ragu untuk minta bantuan dokter, dokter yang baik akan membantu Anda membuat rencana perawatan yang cenderung mudah dijalani. Seperti perubahan menu makanan, latihan/olahraga rutin, dan kebiasaan sehari-hari lainnya. Termasuk didalamnya mengonsumsi obat penurun kolesterol.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer