Penyakit kawasaki adalah peradangan pada pembuluh darah yang umumnya menyerang anak – anak. Kondisi ini memang jarang terjadi, namun bisa membahayakan arteri koroner (pembuluh darah jantung) yang membawa darah ke otot jantung sehingga bisa berakibat fatal.

Gejala penyakit kawasaki bisa berat selama beberapa hari dan membuat orang tua menjadi sangat khawatir. Namun kebanyakan anak – anak yang mengalaminya bisa kembali menjalani aktivitas normalnya. Kebanyakan anak – anak yang diobati bisa pulih dari penyakit tersebut tanpa masalah jangka panjang. Dokter akan mengobservasi masalah jantung anak selama beberapa minggu hingga bulan pasca pengobatan.

Penyakit kawasaki kebanyakan terjadi pada anak – anak usia 1 hingga 2 tahun dan jarang terjadi pada anak – anak yang berusia lebih dari 8 tahun. Penyakit ini tidak menular.

Penyebab Penyakit Kawasaki dan Faktor Resiko

Para ahli belum mengetahui penyebab pasti penyakit ini. Penyakit kawasaki sering terjadi pada akhir musim dingin dan awal musim semi. Sejumlah teori menghubungkan penyakit ini dengan bakteri, virus atau faktor lingkungan lainnya, namun belum ada yang bisa membuktikannya. Di duga Gen – gen tertentu bisa meningkatkan kerentanan anak mengalami penyakit kawasaki.

Faktor Risiko

Ada tiga hal yang diketahui meningkatkan risiko seorang anak untuk terkena penyakit Kawasaki, yakni:

  • Usia. Anak – anak di bawah usia 5 tahun kebanyakan berisiko tinggi mengalami penyakit kawasaki.
  • Jenis Kelamin. Anak laki – laki sedikit lebih sering mengalami penyakit kawasaki daripada anak perempuan.
  • Etnis. Anak – anak di Asia atau Kepulauan Pasifik seperti Jepang dan Korea memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami penyakit kawasaki.

Ciri-ciri dan Gejala Penyakit Kawasaki

Gejala umum penyakit kawasaki meliputi:

  • Demam paling sedikit 5 hari
  • Mata merah
  • Lidah kemerahan dengan bintik-bintik seperti strawberry
  • Ruam di tubuh
  • Bibir dan lidah pecah – pecah, kemerahan dan membengkak
  • Tangan dan kaki merah dan bengkak
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di belakang leher

Gejala penyakit kawasaki biasanya muncul dalam 3 fase yakni:

Fase 1 Penyakit Kawasaki

Tanda dan gejala fase satu antara lain:

  • Demam lebih dari 39 derajat celsius lebih dari 3 hari
  • Mata merah (konjungtivitis) tanpa belek atau sekret yang keluar dari mata
  • Ruam pada bagian utama (batang) tubuh dan pada area genital
  • Bibir pecah – pecah, merah dan kering serta lidah membengkak.
  • Telapak tangan dan kaki bengkak  dan kemerahan
  • Kelenjar getah bening leher membengkak dan bisa juga KGB di tempat lain
  • Rewel

Fase 2 Penyakit Kawasaki

Gejala pada fase 2 yang mungkin berkembang antara lain:

  • Kulit pada tangan dan kaki mengelupas, khususnya pada jari tangan dan kaki. Biasanya dalam bentuk lembaran yang cukup luas.
  • Nyeri sendi
  • Diare
  • Muntah
  • Nyeri perut

Fase 3 Penyakit Kawasaki

Pada fase 3, gejala dan tanda akan menghilang secara perlahan jika komplikasi tidak berkembang. Fase ini terjadi selama 8 minggu sebelum kadar energi normal kembali.

penyakit kawasaki

Keterangan gambar: (A) Bilateral, non-eksudatif injeksi konjungtiva. (B) lidah Strawberry, bibir bengkak dengan retak vertikal dan pendarahan. (C) ruam eritematosa yang melibatkan perineum. (D) Eritema dari telapak tangan (E) Eritema dari telapak, dan pembengkakan dorsa kaki. (F) deskuamasi jari. (G) Eritema dan indurasi di lokasi vaksinasi sebelumnya dengan Bacille Calmette-Gurin (BCG). (H) deskuamasi eritematosa perianal.

Kapan harus memeriksakan diri ke dokter?

Jika anak anda mengalami demam lebih dari 3 hari , maka hubungi dokter anak anda atau kunjungi dokter jika anak mengalami demam bersamaan dengan empat atau lebih tanda dan gejala:

  • Kemerahan pada kedua mata
  • Lidah membengkak dan merah
  • Kemerahan pada tangan atau kaki
  • Kulit mengelupas
  • Adanya ruam
  • Pembengkakan kelenjar getah bening

Pengobatan penyakit kawasaki dalam 10 hari dari onset (awal muncul gejala) bisa membantu mengurangi kerusakan yang terjadi.

Penegakan Diagnosis

Penyakit kawasaki cukup sulit untuk didiagnosis karena tidak ada tes khusus yang bisa dilakukan. Dokter bisa mendiagnosis kawasaki jika:

  • Anak mengalami demam sedikitnya lima hari
  • Anak memiliki beberapa dari lima gejala di atas.

Anak bisa dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan laboratorium rutin dan dokter bisa menganjurkan dilakukan pemeriksaan echokardiogram untuk memeriksa masalah kesehatan jantung anak yang kemungkinan bisa timbul.

Setelah anak kembali pulih, maka anak perlu melakukan pemeriksaan berkala untuk memantau masalah jantungnya.

Pengobatan Penyakit Kawasaki

Pengobatan penyakit kawasaki dimulai dengan rawat inap di rumah sakit. Pengobatan yang dilakukan meliputi:

  • Pemberian obat imunoglobulin secara intravena (IVIG). Pemberian obat ini dilakukan melalui pembuluh darah vena untuk mengurang peradangan (inflamasi) pembuluh darah.
  • Aspirin untuk membantu meredakan nyeri dan demam serta menurunkan risiko terbentuknya bekuan darah.

Terapi aspirin bisa dilanjutkan di rumah. Karena adanya risiko terjadinya sindrom Reye, jangan memberikan aspirin pada anak tanpa konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Jika anak anda terpapar dengan virus chickenpox atau flu (influenaza) saat meminum asppirin, maka konsultasi dengan dokter anak anda.

Anak bisa terlihat lelah dan rewel, dan kulitnya terlihat kering selama sebulan atau lebih. Usahakan untuk tidak membiarkan anak beraktivitas terlalu lelah dan gunakan lotion kulit untuk membantu menjaga kelembaban tangan dan kakinya.

Jika penyakit ini menyebabkan masalah pada jantung anak, anak perlu mendapatkan pengobatan yang lebih dan pemeriksaan untuk menindaklanjuti keadaannya.

Seberapa seriuskah penyakit ini?

Butuh waktu kurang lebih selama beberapa minggu sebelum anak bisa kembali pulih total. Namun kebanyakan anak dengan penyakit kawasaki bisa membaik dan tidak ada efek jangka panjang terhadap kesehatannya. Pengobatan awal sangat penting karena akan memperpendek penyebaran penyakit dan menurunkan kemungkinan terjadinya penyakit jantung.

Beberapa anak akan mengalami kerusakan pada pembuluh darah arteri koroner. Pembuluh arteri ini bisa sangat membesar dan membentuk aneurisma atau arteri juga bisa sangat mengecil dan atau menyebabkan risiko munculnya bekuan darah. Anak yang mengalami kerusakan arteri koroner cenderung sering mengalami serangan jantung saat ia dewasa muda. Jika anak mengalami hal ini maka ketahui apa saja gejalanya dan kapan perlu harus memeriksakan diri ke dokter.