10 Penyebab Kanker Prostat yang Harus Diwaspadai

Kanker prostat merupakan salah satu kanker paling umum yang diderita oleh pria. Kanker ini hanya diderita oleh kaum Adam, dengan sebagian besar kasus pada pria berusia 40 tahun ke atas. Setiap tahun, jutaan pria di dunia didiagnosis menderita kanker prostat.

Menurut data di Indonesia, kanker prostat menempati urutan ke-5 sebagai jenis kanker terbanyak, dengan jumlah penderita sebesar 971 orang pada tahun 2011. Pria usia 70 hingga 79 tahun merupakan kelompok yang paling banyak menderita penyakit ini.

penyebab kanker prostat

Penyebab Kanker prostat memang belum diketahui secara pasti. Namun, ada pengaruh yang cukup besar apabila ada keluarga yang pernah menderita kanker prostat maka akan meningkatkan resiko Anda terserang kanker ini.

Gejala kanker prostat sangat bervariasi. Dua pertiga dari pria yang menderita kanker prostat tidak menunjukkan gejala apapun. Begitu gejala pertama kali dimulai, mereka mulai dengan disfungsi kemih. Gejalanya bisa meliputi buang air kecil yang menyakitkan, sering buang air kecil, sulit buang air kecil, dan sering buang air kecil di malam hari, dan bahkan mengeluarkan urin berdarah.

Disfungsi seksual juga merupakan gejala kanker prostat. Ciri- cirinya bisa meliputi kesulitan mencapai dan mempertahankan ereksi, serta ejakulasi menyakitkan atau berdarah. Sesuai dengan lokasi kanker, Anda mungkin juga mengalami inkontinensia bladdar dan usus besar (tidak bisa menahan kencing dan BAB). Sebagaimana telah dijelaskan lengkap disini: Jangan Abaikan 10 Ciri-Ciri Kanker Prostat Berikut Ini

Seiring perkembangan kanker, gejala baru dan lebih menonjol bisa muncul. Kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh, menimbulkan malapetaka dan rasa sakit. Gejala baru bisa meliputi nyeri tulang dan kelemahan kaki. Kanker prostat sangat sulit disadari karena kurangnya gejala yang terlihat, oleh karena itu sangat penting untuk mengenali faktor risiko penyebab kanker prostat.

10 faktor Penyebab Kanker Prostat

Berikut ini adalah 10 faktor penyebab kanker prostat yang harus diwaspadai:

  • Faktor usia
  • Genetik
  • Pola makan
  • Olahraga
  • Ras
  • Berat badan
  • Tempat tinggal
  • Aktifitas seksual
  • Merokok
  • Tinggi badan

Simak terus penjelasannya di bawah ini.

1. Usia

Usia adalah salah satu faktor penyebab kanker prostat yang sangat besar pengaruhnya. Kanker prostat biasanya menyerang pria lanjut usia, yaitu uisa 40 tahun ke atas. Berdasarkan statistik, 30% pria berusia 50 tahun ke atas sudah mengidap kanker prostat dan 80% pria berusia di atas 70 tahun menderita kanker prostat.

Rata-rata, usia diagnosis kanker prostat berusia 70 tahun. Umumnya, semakin tua pria, semakin besar resiko terkena kanker prostat. Kanker prostat yang agresif dapat menyerang pria pada usia berapapun, tapi kasus seperti ini jarang terjadi. Oleh karena itu, bagi Anda yang berusia di atas 40 tahun, akan menjadi langkah yang cerdas untuk bersikap proaktif dengan melakukan pemeriksaan sedini mungkin.

2. Gen dalam Keluarga

Riwayat keluarga dapat mempengaruhi sebagian besar resiko kanker prostat. Jika keluarga Anda memiliki riwayat kanker prostat, maka akan meningkatkan resiko yang lebih besar bagi Anda untuk terkena kanker prostat. Jika Anda memiliki kerabat dekat (saudara kandung) yang mengidap kanker prostat, maka resiko Anda 2-3 kali lebih besar untuk mendapatkan penyakit ini.

Sampai sekarang, belum ditemukan gen spesifik yang bertanggung jawab atas peningkatan risiko kanker prostat. Berdasarkan penelitian ilmuwan, banyak gen yang berperan dalam terjadinya kanker prostat.

3. Ras

Ras memainkan peran besar dalam menentukan besar kecilnya risiko terkena kanker prostat. Sebuah studi baru-baru ini menemukan sel genetik yang berbeda pada pria Afrika, Amerika dan Karibia yang menyebabkan tingkat terserang kanker prostat lebih tinggi. Sedangkan pada pria Asia dan Hispanik memiliki risiko lebih rendah terkena kanker prostat.

4. Tinggi badan

Pria yang memiliki badan tinggi tentu menjadi kebanggaan tersendiri, namun ada hal yang ternyata perlu dikhawatirkan. Bagaimana tidak, berdasarkan sebuah studi baru dari Inggris menemukan bahwa semakin tinggi Anda, semakin tinggi pula risiko terkena kanker prostat.

Para ilmuwan yang terlibat dalam studi ini mengatakan tentang temuan mereka. “Pria tinggi berarti memiliki pertumbuhan yang lebih baik, dan pertumbuhan yang lebih cepat ternyata mempengaruhi peningkatan pertumbuhan kanker prostat”.

Penyebab kanker prostat nomor 1 – 4, tidak dapat kita ubah sehingga kita hanya bisa pasrah atas takdir-Nya. Namun, untuk penyebab selanjutnya di bawah ini dapat kita ubah dengan menerapkan pola hidup sehat.

5. Pola Makan

Anggapan bahwa pola makan yang tidak sehat bisa dikaitkan dengan kebanyakan penyakit tampaknya memang benar. Salah satunya yaitu kanker prostat yang bisa disebabkan karena pola makan yang tidak sehat.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa pria yang sering mengonsumsi daging merah atau makanan yang mengandung kalsium tinggi akan memiliki risiko terserang kanker prostat yang lebih besar.  Langkah terbaik adalah dengan mengonsumsi makanan bervariasi yang kaya akan sayuran dan protein rendah lemak.

6. Olahraga

Jarang berolahraga dan sering malas-malasan untuk beraktifitas fisik ternyata menjadi salah satu faktor penyebab kanker prostat. Hal ini ditunjang oleh fakta dari sebuah studi baru-baru ini yang menemukan hubungan antara olahraga dan penurunan risiko kanker prostat pada pria. Para periset menemukan bahwa pria yang cukup aktif memiliki pengurangan 50% risiko terkena kanker prostat.

Orang yang berolahraga sebanyak apapun akan memiliki penurunan 13% dalam risiko bentuk agresif penyakit ini. Namun, studi ini juga menemukan bahwa olahraga tidak membantu risiko kanker prostat pada pria Afrika dan Amerika. Semakin sering tubuh aktif bergerak maka akan menurunkan resiko kanker prostat pada pria.

 

7. Berat Badan

Seperti halnya kebanyakan penyakit lainnya, berat badan telah terbukti mempengaruhi risiko seseorang untuk terkena kanker prostat. Ya, obesitas atau kegemukan harus diwaspadai oleh para pria karena bisa menjadi penyebab kanker prostat. Tentu hal ini selaras dengan penyebab no.4, dimana mereka jarang berolahraga atau aktifitas fisik.

Pria yang memiliki indeks massa tubuh lebih tinggi, berisiko mengalami kanker prostat lebih besar dibandingkan pria yang memiliki indeks massa tubuh yang lebih rendah. Artinya pria yang mengalami obesitas akan lebih beresiko terserang kanker prostat dibandingkan pria dengan berat badan normal atau kurus.

8. Tempat tinggal

Lokasi di mana Anda tinggal bisa memainkan peran penting untuk berisiko tidaknya terhadap kanker prostat. Jika Anda tinggal di Asia, Asia Timur, Amerika Tengah dan Amerika Selatan, Anda mungkin memiliki risiko yang lebih rendah.

Sebaliknya, jika Anda tinggal di Amerika Utara, Eropa, dan Australia, Anda mungkin memiliki risiko yang tinggi terkena kanker prostat. Jika Anda hidup 40 derajat atau lebih tinggi di garis lintang, jumlah sinar matahari yang lebih rendah dapat membuat Anda memiliki risiko kanker prostat yang lebih tinggi lagi.

9. Aktivitas Seksual

Sejauh ini belum ada hubungan antara penyakit menular seksual dan risiko kanker prostat. Namun, beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa kurangnya aktivitas seksual dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat.

Cara alami untuk menurunkan risikonya adalah dengan ejakulasi 3-5 kali seminggu. Cara ini dapat mengurangi risiko Anda terkena penyakit hingga 30%. Prostat secara langsung terkait dengan organ reproduksi sehingga ketika sistem ini bekerja secara teratur, maka akan membantu menjaga semuanya tetap sehat.

10. Merokok

Merokok tidak baik untuk kesehatan karena rokok berkaitan dengan banyak jenis kanker, termasuk menjadi penyebab kanker prostat. Penelitian terbaru menemukan adanya hubungan yang kuat antara merokok dan kanker prostat.

Bagi para pria, jika Anda khawatir terkena kanker, termasuk prostat, maka mulailah kurangi penggunaan rokok atau berhentilah merokok sekarang juga!

 

Demikianlah bahasan mengenai penyebab kanker prostat di kalangan pria. Jika Anda yakin berisiko terkena kanker prostat, segera diskusikan dengan dokter dan lakukan pemeriksaan dini. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer