11 Ciri-ciri dan Gejala Mata Minus pada Anak dan Dewasa

Sejauh apa mata kita bisa memandang dengan jelas? Bagaimana kita bisa tahu kalau kita ternyata mengidap rabun jauh atau mata minus? Untuk menjawab beberapa pertanyaan tersebut, mari kita simak artikel mengenai ciri-ciri dan gejala mata minus berikut ini.

Mata minus atau yang juga dikenal dengan istilah miopi merupakan kondisi dimana mata tidak mampu melihat obyek yang terletak pada jarak jauh dengan jelas. Tentu dengan standar jarak yang orang normal masih mampu melihatnya dengan jelas. Penyebab rabun jauh ini ada bermacam-macam seperti:

  • Ukuran mata yang terlalu panjang.
  • Bentuk kornea terlalu melengkung.
  • Faktor keturunan.
  • Bertambahnya usia.
  • Terlalu sering berada dalam ruangan gelap (sehingga memaksa mata untuk bekerja lebih ekstra untuk bisa melihat sekitar).
  • Kebiasaan membaca atau menulis dengan jarak dekat.
  • Mata jarang diistirahatkan sehingga sering lelah dan stres.
  • Menderita kelainan mata.
  • Mata pernah cedera.
  • Kurang vitamin A.

Selengkapnya baca disini : Kenali Penyebab Mata Minus agar Bisa Mencegah, Tak Bertambah

Kenali Ciri-ciri dan Gejala Mata Minus

Kalau Anda penasaran apakah saat ini Anda sedang menderita rabun jauh atau tidak, coba bandingkan hasil daya lihat Anda. Pandanglah sebuah obyek yang berada dekat, apakah terlihat jelas? Sekarang mundurlah beberapa langkah, apakah Anda masih bisa melihatnya dengan jelas? Jika ya, maka coba mundurlah sedikit lagi. Jika pada jarak tertentu tangkapan daya lihat Anda terhadap obyek itu semakin kabur, tetapi orang lain bisa melihatnya dengan jelas, maka bisa jadi Anda mengidap miopi.

ciri-ciri gejala mata minus

Kaburnya pandangan saat melihat obyek tertentu bisa jadi merupakan ciri-ciri dan gejala mata minus yang paling mudah dikenali. Namun gejalanya tak berhenti sampai di situ saja, masih ada ciri-ciri mata minus lainnya, di antara sebagai berikut:

# Harus Memincingkan mata terlebih dulu agar pandangan bisa lebih jelas atau fokus

Seseorang yang memiliki mata minus akan menunjukkan gejala yang umum yaitu memincingkan mata agar bisa fokus dan melihat onjek dengan jelas. Bahkan sering kali disertai dengan memajukan wajah atau mendekati objek tersebut, padahal orang lain disekitarnya yang sama-sama melihat objek yang sama tetap tenang berada ditempatnya.

# Sering Mengedipkan Mata

Kalau Anda harus berulangkali mengedipkan mata hanya agar pandangan bisa lebih fokus atau tajam ketimbang sebelumnya, maka besar kemungkinan Anda memang menderita rabun jauh.

# Mata tegang atau lelah

Ketika mata dipaksa untuk selalu fokus melihat benda jauh agar terlihat jelas, maka usaha ini dapat membuat kedua mata kita tegang dan kelelahan.

# Mata merah

Setelah mengalami kelelahan, maka akibatnya mata mungkin bisa memerah bahkan pedih karenanya.

# Pusing atau sakit kepala

Selain itu, penderita mata minus yang memaksa mata untuk terus-menerus agar dapat melihat jelas juga bisa memicu pusing atau mungkin sakit kepala.

# Kesulitan melihat jelas hanya saat malam

Anda merasa pandangan normal-normal saja saat siang hari, namun begitu malam tiba, Anda seringkali tidak bisa melihat dengan jelas, khususnya saat mengemudi. Untuk kasus ini, Anda mungkin terkena night myopia (rabun senja), yaitu kondisi di mana rabun jauh hanya terjadi saat gelap/ malam hari saja. Biasanya tajamnya daya lihat bagi penderita night myopia juga tergantung dari seberapa terang ruangan/ lingkungan di sekitarnya.

Gejala dan Ciri-ciri Mata Minus pada Anak

Selain orang dewasa, anak-anak juga sering menjadi korban mata minus. Namun seringkali mereka membiarkannya begitu saja karena tidak menyadari bahayanya kondisi rabun tersebut. Dalam hal ini, peran orang tua untuk mengamati sangatlah penting agar level minus pada anak tidak semakin tinggi.

Beberapa gejala mata minus pada anak-anak yang cukup sering terjadi adalah:

# Mengedip terlalu sering

Bila Anda mendapati buah hati terlalu sering mengedipkan matanya saat melihat obyek jauh, segera periksakan ia ke dokter mata. Mengedipkan mata terlalu sering juga bisa jadi ciri-ciri mata minus pada anak.

# Duduk terlalu dekat dengan televisi

Tanpa sadar buah hati sering duduk terlalu dekat dengan layar TV. Ia juga suka menulis atau membaca buku terlalu dekat. Jika ini yang terjadi, maka bisa jadi ia tidak menyadari kalau sedang menderita miopi.

# Lebih suka duduk di kursi depan ketika di kelas

Apakah buah hati mengalami kesulitan belajar saat ia duduk di belakang, namun menunjukkan prestasi yang baik ketika duduk di depan? Kondisi ini bisa menandakan buah hati menderita learning disability ataukah hanyalah rabun jauh biasa.

# Sering menabrak atau terjatuh

Buah hati sering jatuh atau menabrak benda-benda di sekitarnya? Ini bisa jadi dikarenakan daya pandangnya yang buram.

# Sering menggosok matanya

Anak-anak dengan mata rabun yang belum didiagnosis sehingga belum memakai kacamata juga akan sering menggosok matanya. Tindakan ini dilakukannya karena mata mungkin terasa pedas, perih, atau capek.

Baca juga:

Jika ia (atau Anda) merasakan ada sesuatu yang salah dengan daya pandang, tidak bisa mengerjakan tugas dengan baik, maka segera temui dokter untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut. Jangan sampai mata mengalami komplikasi lanjutan akibat miopi, salah satunya yang cukup menyeramkan namun jarang terjadi adalah lepasnya selaput jala atau retina (ablasio retina).

Selain itu, tidak cukup hanya sekali untuk memeriksakan mata. Anda harus memeriksakan mata paling tidak sekali setahun untuk mengetahui kondisi terbarunya. Sebab bisa jadi tahun lalu Anda baik-baik saja (tidak mengidap rabun apapun sama sekali), namun tahun ini tidak. Yang penting adalah, begitu Anda mengalami ciri-ciri dan gejala mata minus yang disebutkan tadi, segera periksakan diri ke dokter mata agar tidak terlambat penanganannya.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer