Terbongkar Sudah, 11 Penyebab Tubuh Gampang Sakit

Pada dasarnya, sakit menjadi hal lumrah yang dialami oleh setiap individu. Namun ada beberapa orang yang entah mengapa tubuhnya nampak begitu ringkih hingga rentan sekali sakit. Hal apakah yang melatarbelakanginya? Inilah beberapa penyebab tubuh gampang sakit yang kurang disadari.

Inilah Beragam Penyebab Tubuh Gampang Sakit

Penyebab tubuh gampang sakit ternyata tak melulu karena infeksi kuman, virus, atau bakteri. Masih ada beragam penyebab lain kenapa gampang sakit, seperti makanan, kurang tidur atau terlalu sering begadang, gejala alergi, stres berlebih hingga genetika.

penyebab tubuh gampang sakit

1. Makanan

Benarlah pepatah yang mengatakan:”Anda adalah apa yang Anda makan”. Karena makanan sangat menentukan kesehatan, setiap orang sebaiknya lebih bijak dalam memilih apa yang hendak dimasukkan ke dalam mulutnya.

Orang bilang: ”Sebutir apel sehari mampu menjauhkan dokter (mencegah sakit)”. Ternyata hal ini bukan isapan jempol belaka. Apel merupakan salah satu contoh sumber makanan sehat yang kaya vitamin, mineral, dan beragam nutrisi penting lainnya. Semua ini dibutuhkan tubuh agar mampu berfungsi dengan normal.

Tentu saja ini bukan berarti hanya apel saja yang harus dimakan sepanjang hari. Intinya adalah, semaksimal mungkin isilah piring dengan makanan sehat seperti:

  • Beragam buah dan sayur setiap hari.
  • Pilih protein tanpa lemak.
  • Batasi asupan lemak, garam, dan gula.
  • Pilih whole grain yang kaya serat.

2. Dehidrasi

Setiap jaringan dan organ dalam tubuh memerlukan air agar dapat bekerja optimal. Air bertugas mendistribusikan beragam nutrisi dan mineral ke sel-sel tubuh. Air pulalah yang menjaga mulut, hidung, dan tenggorokan tetap lembab sehingga flu menjauh.

Meski 60% tubuh tersusun dari air, namun kita sering kehilangan cairan ketika buang air kecil, BAB, berkeringat, dan bahkan sewaktu bernafas. Dehidrasi terjadi ketika jumlah air yang masuk tidak cukup menggantikan air yang dikeluarkan tubuh.

Tak perlu dehidrasi berat, yang ringan atau sedang saja sudah bisa jadi penyebab tubuh gampang sakit. Seringkali gejalanya disalahartikan sebagai penyakit pada umumnya seperti kelelahan, sakit kepala, serta konstipasi. Lain halnya dengan dehidrasi akut dan kronis yang dapat membahayakan nyawa, gejalanya meliputi:

  • Rasa haus yang ekstrim.
  • Mata cekung.
  • Sakit kepala.
  • Tekanan darah rendah (hipotensi).
  • Detak jantung cepat.
  • Bingung atau lesu.

Untuk mengatasinya sangat mudah, minumlah air sepanjang hari terutama ketika cuaca sedang panas atau lembab. Mengonsumsi makanan tinggi air seperti buah dan sayur juga bisa menjaga tubuh tetap terhidrasi.  Tanda lain tubuh terhidrasi dengan baik adalah urin tampak kuning pucat atau hampir bening.

3. Defisiensi vitamin D

Penyebab tubuh gampang sakit berikutnya adalah akibat tubuh kekurangan vitamin D. Hasil studi menjumpai suplemen vitamin D dapat meminimalisir risiko infeksi saluran pernafasan (flu salah satunya).  Defisiensi vitamin D membuat sistem kekebalan tubuh melemah.

Karenanya tingkatkan asupan sumber vitamin D dengan rutin berjemur setiap pagi selama 10-15 menit, atau dengan rutin mengonsumsi kuning telur, jamur, serta lemak ikan. Walau kadar vitamin D yang disarankan minimal 15 mcg per hari, namun dosisnya masih aman selama tak melebihi 100 mcg/ hari.

Baca juga: Manfaat vitamin D dengan bukti ilmiahnya.

4. Kurang tidur

Seseorang yang setiap malamnya kurang tidur biasanya gampang sakit. Penyebabnya karena sistem imun menghasilkan sitokin saat tidur. Sitokin merupakan protein yang tugasnya menangkis inflamasi dan penyakit. Kalau kurang tidur, otomatis tak cukup kadar sitokin yang dihasilkan untuk melindungi tubuh. Dengan demikian menurunlah kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan virus. Kurang tidur terus-menerus juga meningkatkan risiko:

  • Obesitas.
  • Jantung.
  • Gangguan kardiovaskular.
  • Diabetes.

Idealnya, orang dewasa membutuhkan waktu tidur 7-8 jam, sedangkan remaja dan anak-anak perlu 10 jam setiap harinya.

5. Tangan kotor

Penyebab tubuh gampang sakit selanjutnya adalah infeksi bakteri yang masuk dalam tubuh melalui berbagai media. Salah satu media yang paling sering terkontaminasi bakteri adalah tangan. Karenanya jika tangan tidak rutin dicuci, lalu itu menyentuh wajah, bibir, atau makanan, maka tubuh dapat terjangkit atau menyebarkan penyakit.

Untuk mencuci tangan pun tak cukup hanya dengan air dan sabun antibakteri saja. Saat melakukannyapun, tak boleh buru-buru, minimal 20 detik agar bersihnya maksimal.

Nah, kalau di sekitar tidak ada air atau sabun, gunakan hand sanitizer yang kandungan alkoholnya minimal 60%. Media lain yang juga perlu rutin dibersihkan adalah permukaan (meja atau lainnya), pegangan pintu, alat elektronik seperti komputer, ponsel, atau tablet.

Guna mencegah penyebaran penyakit, pihak CDC juga menyarankan cuci tangan pada situasi seperti:

  • Sebelum dan setelah menyiapkan makanan.
  • Sebelum makan.
  • Sebelum maupun sesudah membantu orang sakit.
  • Sebelum dan setelah merawat luka.
  • Sesudah pergi ke kamar mandi.
  • Setelah mengganti popok atau membantu anak kecil buang air.
  • Sesudah batuk, bersin, atau mengeluarkan ingus.
  • Setelah menyentuh hewan peliharaan (atau membersihkan kotoran maupun makanannya).
  • Sesudah bersentuhan dengan sampah.

6. Kesehatan mulut tak terjaga

Jika gigi adalah jendela menuju kesehatan, maka mulut merupakan sarang bakteri (baik maupun jahat). Sewaktu sehat, sistem imun tubuhlah yang memelihara kesehatan mulut. Namun kita juga punya tugas, yaitu harus rutin menyikat gigi dan flossing sedikitnya 2 kali sehari (terutama setelah makan) agar bakteri jahat menjauh. Saran lain adalah periksakan gigi ke dokter setiap 6 bulan sekali.

Sewaktu pertumbuhan bakteri jahat di mulut semakin banyak dan tidak terkontrol, maka tubuh bisa sakit. Kesehatan mulut yang terus-menerus tak terjaga bahkan dapat memicu:

  • Jantung.
  • Stroke.
  • Persalinan prematur.
  • Bayi lahir dengan berat rendah.
  • Endokarditis (infeksi pada lapisan dalam jantung/ endokardium).

7. Gangguan imun

Sistem imun dikatakan bermasalah ketika itu tidak melawan antigen yang masuk dalam tubuh. Antigen merupakan substansi berbahaya, umumnya meliputi:

  • Bakteri.
  • Toksin/ racun.
  • Sel kanker.
  • Virus.
  • Jamur.
  • Alergen (penyebab alergi).
  • Darah atau jaringan tubuh asing.

Dalam tubuh yang sehat, antigen akan berhadapan dengan antibodi, protein yang fungsinya menghancurkan substansi berbahaya. Pada beberapa orang, sistem imun tampaknya tidak bekerja dengan semestinya. Sistem kekebalan tubuh mereka tidak dapat memproduksi antibodi untuk mencegah penyakit.

Gangguan ini ada yang bersifat genetik, namun bisa juga karena kurang gizi (malnutrisi). Selain itu, pertambahan usia juga menyebabkan sistem kekebalan tubuh semakin melemah. Sebagai upaya pencegahan, segera konsultasikan ke dokter jika Anda menduga ada anggota keluarga yang pernah mengalami hal ini.

8. Genetik

Rendahnya jumlah sel darah putih (leukosit) juga merupakan salah satu alasan kenapa gampang sakit. Kondisi yang disebut leukopenia ini bisa bersifat genetik, atau akibat penyakit lainnya.

Di sisi lain (yang sifatnya genetik juga), ada orang yang tinggi jumlah sel darah putihnya. Pastinya jumlah leukosit tinggi ini mampu melindunginya dari infeksi. Inilah alasan mengapa ada orang yang gampang (atau jarang) sakit tadi.

9. Gejala alergi

Percaya atau tidak, Anda bisa mengalami gejala alergi seperti mata berair, hidung meler, dan sakit kepala – padahal  tidak sedang alergi. Keadaan ini sering disebut Rhinitis Non-Alergi. Gejalanya memang mirip seperti ketika mengalami alergi, namun penyebabnya tidak sama.

Penyebab Rhinitis Non-Alergi umumnya seperti aroma yang kuat, makanan tertentu, stres, perubahan cuaca, atau bahkan udara kering. Iritasi dan membengkaknya lapisan saluran pernafasan juga bisa jadi pemicunya. Kebanyakan orang baru tahu dirinya menderita Rhinitis Non-Alergi setelah menjalani tes alergi.

Perawatannya tentu tergantung dari seberapa parah gejalanya, penyebabnya, dan apakah ada masalah kesehatan lain yang dapat menghambat pengobatan. Kebanyakan orang menggunakan semprotan hidung steroid untuk menghilangkan penyebab iritasi dan mengurangi radang. Hanya saja pengunaan jangka panjang produk ini bisa menimbulkan efek tekanan darah tinggi, nafsu makan turun, serta gelisah. Alternatif lainnya adalah dengan obat-obatan yang sifatnya melegakan (dekongestan).

Baca juga: Cara mengobati alergi dingin dengan tuntas.

10. Stres berlebih

Stres bisa mendongkrak performa dan prestasi jika kadarnya normal. Yang berbahaya adalah kalau stresnya sudah kronis atau berlebihan. Ini yang dapat membuat seseorang rawan kena penyakit karena melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Tak cuma itu, stres juga mampu memperlambat proses penyembuhan, dan meningkatkan frekuensi infeksi serta membuatnya lebih parah. Jika gaya hidup modern bikin stres bertambah, maka:

  • Sering-seringlah break saat bekerja dengan komputer.
  • Hindari terlalu sering memegang HP (gunakan seperlunya saja).
  • Dengarkan musik yang merilekskan setelah penat bekerja seharian.
  • Berolahragalah agar stres berkurang dan mood membaik.

11. Kuman dan anak-anak

Dibanding orang dewasa, anak-anak agaknya lebih sering bersentuhan dengan sarang kuman penyakit. Bayangkan, di sekolah mereka bermain dengan teman tanpa pandang bulu (sakit maupun sehat). Mereka juga tak segan menyentuh lantai kotor atau mengambil item yang terjatuh di sana.

Supaya anak-anak tidak gampang sakit atau menyebarkan penyakit, ajari mereka cara mencuci tangan yang benar. Suruh mereka sering melakukannya, dan mandikan secara rutin. Anak yang sakit sebaiknya tidak disekolahkan hingga sembuh benar supaya tak menyebarkan penyakit pada teman-temannya.

Jadi sudah jelas ya penyebab tubuh gampang sakit. Setelah tahu penyebabnya, maka kini saatnya mengambil tindakan untuk mencegahnya agar kesehatan tetap prima.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT