12 Penyebab Kulit Kering dan Solusi Mengatasinya

Jangan biarkan kulit Anda terus terusan mengalami kekeringan, kulit kering dapat berakibat fatal jika tak segera ditangani. Oleh sebab itu ketahuilah hal apa saja yang dapat menjadi penyebab kulit kering sebagai langkah awal mengatasi masalah tersebut.

Kulit kering mungkin tak terlalu kentara saat dilihat, apalagi kalau itu tidak menimbulkan sisik. Namun begitu diraba, maka baru ketahuan kalau kulit ternyata kering. Bagi sebagian orang, kondisi ini membuat minder apalagi kalau ia mendapat komentar kurang menyenangkan soal kulitnya.

penyebab kulit kering

Istilah medis untuk kulit kering adalah xerosis atau xeroderma, kulit yang mengalaminya memiliki permukaan yang terasa dan terlihat kasar. Penderitanya akan merasakan sensai kencang atau kaku saat mandi, setelah mandi, atau saat berenang.

Gejala kulit kering lainnya meliputi kemerahan, rasa gatal, terlihat retakan atau garis-garis halus pada kulit, bersisik bahkan mengelupas. Jika kondisinya sudah parah, maka bisa terjadi retakan yang dalam dan bisa berdarah. Hal yang lebih memprihatinkan lagi, kulit kering bisa memicu dermatitis atau radang kulit, bengkak, serta infeksi, kalau tidak segera diatasi.

Meski kulit kering, bersisik, dan gatal bisa muncul di bagian tubuh mana saja, namun lengan, tangan, betis, dan perut seringkali jadi area utamanya.

Mengapa kulit bisa kering?

Kulit yang sehat dan normal biasanya dilapisi dengan lipid atau substansi lemak alami sehingga teksturnya tetap lembab, lembut, dan kenyal. Namun beberapa faktor bisa menghilangkan lapisan minyak alami tersebut sehingga kulit jadi tak terlindungi.

Faktor penyebab kulit kering ada bermacam-macam, kebanyakan berasal dari faktor eksternal. Kulit bisa kering karena tidak cocok dengan kandungan zat kimia sabun yang terlalu keras, bahan pakaian yang bikin gatal, salah pakai pelembab, atau karena kelamaan mandi menggunakan air panas. Di samping itu, efek samping obat yang dikonsumsi juga bisa menyebabkan kulit kering.

Faktor internal seperti gangguan kesehatan, menopause, atau predisposisi genetik (tubuh rentan kena penyakit genetik) juga bisa membuat kulit kering. Untuk lebih jelasnya, mari kita simak penjelasan lebih lanjut tentang beberapa penyebab kulit kering berikut ini.

Kondisi sehari-hari yang dapat menjadi penyebab kulit kering:

1. Udara kering

Saat cuaca dingin tiba, udara sekitar cenderung kering sehingga suka mencuri kelembaban dari kulit manusia. Biasanya hal ini bukan masalah besar bagi negara tropis seperti Indonesia. Namun yang menjadi masalah adalah penggunaan AC yang juga bisa menjadi salah satu penyebab kulit kering.

Suhu AC yang terlalu dingin dapat menyebabkan udara ruangan menjadi kurang lembap dan kulit kering akan mudah terjadi pada orang-orang yang lama berada di dalamnya.

Untuk membalikkan efek buruk tersebut, gunakan pelembab dan aturlah agar suhu AC tidak tertalu dingin. Saat cuaca di luar panas, Anda juga bisa memperlengkapi diri dengan topi, scarf, maupun sarung tangan saat pergi ke luar.

2. Mandi terlalu lama

Mungkin Anda berfikir bahwa semakin lama mandi, maka kulit akan semakin lembab. Justru mandi yang terlalu lama akan membuat semakin banyak air yang menguap dari tubuh. Alasannya, setelah mandi  selesai, air di permukaan tubuh justru akan menguap lebih cepat dan berisiko membuat kulit kering.

Solusi terbaik agar kelembapan kulit selalu terjaga adalah dengan membatasi waktu mandi sekitar 5-10 menit saja.

3. Sabun

Sabun bisa dengan cepat menghilangkan minyak alami pelindung kulit. Yang tak banyak orang tahu adalah kita tak perlu mengoleskan sabun ke seluruh tubuh saat mandi. Cukup aplikasikan sabun pada bagian tubuh yang memang kotor seperti wajah, tangan, kaki, selangkangan, dan ketiak. Sisa bagian tubuh lainnya cukup dibilas dengan air saja.

Hal yang senada dengan itu adalah kebiasaan mencuci tangan, meski dokter sering menganjurkan kita untuk rajin cuci tangan, namun kebiasaan baik satu ini juga seringkali menyebabkan kulit kering. Hal ini terjadi ketika Anda salah memilih sabun atau menggunakannya secara berlebihan.

Saat memilih produk sabun, kita seringkali juga memilih bahan yang terlalu keras, misalnya yang mengandung deodoran atau antibakteri. Padahal untuk kulit kering, sabun yang disarankan adalah yang ringan dan bebas pewangi.

4. Menggosok kulit

Menggosok kulit saat mandi memang dapat membantu membersihkan kulit dari berbagai kotoran. Namun, tanpa Anda sadari, aktifitas rutin ini bisa menyebabkan kulit kering. Apalagi menggosok kulit dengan alat bantu seperti spon, flanel, ataupun batu. Gesekan antara alat gosok dan kulit inilah yang berpotensi menyebabkan kekeringan pada kulit.

5. Mandi air panas

Mandi air panas memang nikmat karena bisa melancarkan sirkulasi darah dan bikin badan jadi enteng. Akan tetapi, air panas, termasuk mandi uap panas, juga bisa membabat habis minyak alami yang melindungi kulit. Lantas apa yang harus dilakukan soal ini?

Pertama, lebih baik pilih cara mandi menggunakan shower atau pancuran daripada berendam. Sebisa mungkin batasi penggunaan air panas, dan kurangi durasi waktu mandinya.

Anda bisa memilih air hangat atau suam-suam kuku. Matikan airnya ketika Anda mengaplikasikan sabun agar tubuh tidak terus-menerus terekspos air. Setelah itu, tepuk-tepuk tubuh dengan handuk (bukan menggosokkannya) untuk mengeringkannya, dan langsung oleskan pelembab.

6. Gesekan Handuk

Tidak banyak yang menyangka bahwa gesekan berlebihan antara tubuh dan handuk dapat membuat permukaan kulit menjadi kering. Jadi, setelah mandi, keringkanlah kulit Anda dengan cara menepuk-nepuknya dengan handuk secara lembut.

7. Salah pakai pelembab

Kalau kulit tergolong kering, maka mungkin Anda sudah mencoba belasan bahkan puluhan produk pelembab. Memang pelembab memegang peranan penting dalam perawatan kulit kering, akan tetapi para ahli mendapati kalau kebanyakan orang salah saat mengaplikasikannya.

Kesalahan terbesar seseorang adalah mengoleskan pelembab saat kulit dalam keadaan kering. Padahal pelembab seharusnya dioleskan ketika kulit dalam keadaan ‘basah’. Dengan demikian, pelembab bisa menahan kelembaban di kulit.

Tentunya keadaan ‘basah’ yang dimaksud di sini bukanlah basah sesungguhnya. Sesudah mandi, tepuk-tepuk kulit memakai handuk hingga kering, lalu langsung oleskan pelembabnya. Biarkan pelembab meresap selama beberapa menit, lalu berpakaian.

Selain cara pengaplikasiannya, memilih jenis pelembab yang tepat juga penting. Para ahli menyarankan pemilik kulit kering untuk memilih produk yang ringan, bebas pewangi atau alkohol.

Tekstur pelembabnya sebaiknya juga kental dan berminyak agar mampu menahan kelembaban. Cara mudah mengujinya adalah dengan membubuhkan losion ke telapak tangan, lalu balik telapak tangan ke bawah. Kalau pelembabnya menetes, maka teksturnya kurang pekat.

5. Bahan pakaian

Masih berkaitan dengan gesekan kulit, jadi bahan pakaian akan berpengaruh besar terhadap kulit. Pakaian ketat dan berbahan kasar akan menimbulkan gesekan yang lebih pada kulit sehingga berpotensi menyebabkan kulit kering bahkan iritasi.

Dan ingat, kalau kulit iritasi, gunakan detergen yang tidak mengandung pewarna dan pewangi untuk mencuci pakaian Anda.

6. Efek obat

Beberapa jenis obat yang berpotensi menjadi penyebab kulit kering antara lain obat untuk mengatasi psoriosis, diabetes, hipotiroidisme, serta malnutrisi. Di samping itu, obat untuk hipertensi (diuretik) dan jerawat atau masalah kulit lainnya (retinoid) juga termasuk.

Begitu Anda merasakan efek samping dari pengobatan yang diminum, maka segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan mengganti obatnya atau mengurangi dosisnya.

7. Bertambahnya usia

Pertambahan usia juga turut memengaruhi kelembapan kulit. Semakin bertambah usia seseorang, produksi pelembap alami pada kulitnya juga semakin menurun. Kulit juga makin tipis dan makin kering.

Sebenarnya, perubahan ini adalah hal yang wajar, mengingat semakin berkurangnya produksi hormon-hormon dalam tubuh saat usia semakin tua. Termasuk hormon-hormon yang berperan dalam menjaga kesehatan kulit.

8. Faktor genetis dan riwayat keluarga

Setiap orang memiliki ciri khas tertentu, termasuk dalam hal kesehatan dan tekstur kulit. Dalam satu keluarga, karena faktor keturunan, ada yang lebih rentan mengalami kulit kering. Jadi kalau kulit Anda cenderung mudah kering, coba perhatikan kerabat-kerabat kandung Anda jangan-jangan ada faktor genetik yang berperan.

9. Gangguan kesehatan

Gangguan kulit di bawah ini juga bisa jadi penyebab kulit kering, yaitu:

  • Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis.
  • Diabetes – kebiasaan yang salah dalam mengontrol kadar gula darah bisa memicu dehidrasi sehingga kulit jadi kering. Selain itu, diabetes juga membuat proses penyembuhan lebih lama sehingga risiko infeksi meningkat.
  • Hipotiroidisme – rendahnya kadar hormon tiroid bisa mengurangi produksi minyak alami kulit. Akibatnya, kulit jadi lebih kasar dan kering. Hipotiroidisme ini seringkali juga menimbulkan gejala lain seperti berat badan naik dan mudah lelah.
  • Malnutrisi – kurangnya asupan gizi yang cukup bisa membuat kulit kering. Salah satu penyebabnya bisa saja karena gangguan makan.

Masih ada penyakit lain baik yang ringan ataupun parah, yang bisa menyebabkan kulit kering. Cara mengatasinya tentu saja kembali kepada apa yang jadi penyebabnya. Seringkali minum obat sudah bisa mengatasinya, namun untuk kondisi tertentu, Anda mungkin harus tetap melakukan beberapa tips yang disampaikan sebelumnya.

Jika kulit kering tak kunjung pulih, jangan segan berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan obat tertentu, misalnya antihistamin untuk sensasi gatalnya, atau krim (termasuk steroid) untuk mengatasi kulit kering.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer