14 Penyebab Badan Sering Lemas dan Tips Mengatasinya

Badan lemas membuat siapa saja menjadi tak bergairah untuk melakukan berbagai aktifitas sehari-hari. Anda pun pasti tidak ingin berlarut-larut mengalaminya. Untuk itu, ketahuilah berbagai penyebab badan sering lemas di bawah ini agar lebih mudah mengatasinya.

Dalam istilah medis badan sering lemas disebut dengan Asthenia, yakni rasa lemas menyeluruh yang disebabkan oleh berbagai hal. Banyak gangguan fisik maupun psikis yang dapat menyebabkannya. Misalnya, kurang tidur, depresi, anemia, infeksi virus atau bakteri, kanker, atau penyalahgunaan zat tertentu.

penyebab badan sering lemas

Berikut 14 Penyebab badan sering lemas

1. Kurang tidur

Kurang tidur menyebabkan kelelahan dan lemas sepanjang hari, akibatnya berdampak negatif pada kesehatan. Untuk menghindari hal ini, pastikan Anda cukup tidur; tujuh hingga delapan jam setiap malam.

Pergilah tidur pada waktu yang sama setiap malam, dan bangun pada waktu yang sama setiap pagi untuk menjaga diri sesuai jadwal. Pastikan kasur Anda nyaman, ruangan cukup gelap dan sejuk, dan matikan gadget.

Jika Anda mengalami insomnia, baca: 23 Cara Mengatasi Insomnia Bagi Anda yang Susah Tidur

2. Sleep apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang serius di mana penderita secara singkat berhenti bernapas untuk sementara waktu saat tidur. Kebanyakan penderitanya tidak menyadari hal ini, tetapi dapat menyebabkan mendengkur keras, dan badan sering lemas di siang hari akibat kekurangan oksigen.

Kelebihan berat badan, merokok, dan minum alkohol dapat memperburuk gejala sleep apnea. Solusinya, turunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan, berhentilah merokok, dan hindari alkohol.

Baca:

3. Kurang Makan

Apa yang Anda makan dan seberapa banyak jumlahnya akan mempengaruhi kekuatan tubuh. Tidak cukup makan, atau mengonsumsi makanan yang tidak bergizi dapat menyebabkan badan lemas.

Makanlah dengan pola makan seimbang, lengkap dengan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan protein. Hindari atau batasi junk food tinggi gula dan lemak. Makanan tinggi karbohidrat dapat membuat lonjakan gula darah, dan ketika turun seketika badan akan terasa begitu lemah.

4. Kurang darah (Anemia)

Anemia defisiensi besi adalah penyebab umum badan sering lemas pada wanita. Sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, dan zat besi adalah komponen utama sel-sel ini. Tanpa cukup zat besi, tubuh tidak mendapatkan oksigen yang dibutuhkannya untuk menghasilkan energi.

Wanita yang mengalami menstruasi dengan pendarahan berat, atau sedang hamil, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami anemia defisiensi besi. Oleh sebab itu, mereka akan lebih mudah lelah dan lemas.

Hal ini dapat dicegah dan diatasi dengan mengonsumsi makanan kaya besi, termasuk daging, kacang, tahu, kentang, brokoli, sereal yang diperkaya zat besi, dan beras merah. Bicarakan dengan dokter mengenai kebutuhan suplemen zat besi untuk menentukan dosis yang tepat.

Baca:

5. Depresi

Tidak hanya faktor fisik, faktor psikis seperti depresi juga dapat menyebabkan badan sering lemas dan tak bergairah. Terlebih, depresi dapat menyebabkan kesedihan dan kecemasan, yang juga dapat menyebabkan gejala fisik termasuk kelelahan, insomnia, sakit dan nyeri.

Jika Anda atau seseorang yang Anda sayangi menderita depresi, cari bantuan medis. Depresi mungkin tidak sembuh tanpa pengobatan, dan ada banyak perawatan termasuk terapi dan obat-obatan yang dapat membantu mengatasi gejalanya.

Baca:

6. Hipotiroidisme

Tiroid adalah kelenjar yang mengatur metabolisme, atau seberapa cepat tubuh mengubah bahan bakar menjadi energi untuk menjalankan fungsi tubuh. Tiroid yang kurang aktif (hypothyroidism) menyebabkan kelelahan, depresi, dan penambahan berat badan.

Hal ini dapat diketahui melalui pemeriksaan darah, dan ketika memang benar hipotiroid penyebabnya, maka terapi hormon biasanya cukup efektif mengatasinya.

7. Kelebihan Kafein

Kebanyakan orang mengonsumsi kafein untuk membantu agar lebih segar, bertenaga, dan mengusir ngantuk. Dalam jumlah sedang, kafein memang meningkatkan kewaspadaan dan energi.

Namun, terlalu banyak kafein dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung atau palpitasi, tekanan darah tinggi , kecemasan, dan insomnia. Selain itu, setelah kafein habis, pengguna akan ‘sakau’ sehingga merasa lelah dan lemas.

Jika Anda minum banyak kopi, teh, atau cola yang mengandung kafein, atau minum obat dengan kafein, Anda perlu secara bertahap menghentikan sendiri minuman, suplemen, atau obat-obatan ini.

Jadi untuk menghindari ‘sakau’ tersebut, minumlah kopi sedikit demi sedikit, dan berhentilah minum ketika efeknya sudah Anda rasakan. Jika Anda sudah terlanjur menjadi penikmat kopi yang berat, maka berusahalah mengurangi konsumsinya secara perlahan, tidak sekaligus berhenti.

8. ISK

Gejala umum infeksi saluran kemih (ISK) termasuk rasa sakit atau terbakar saat buang air kecil, atau perasaan atau perlu buang air kecil segera atau sering. Tetapi ISK juga dapat menyebabkan kelelahan dan badan sering lemas.

Jika Anda mencurigai adanya ISK, temui dokter. Dokter akan memberikan antibiotik yang dapat menyembuhkan kondisi ini dalam satu atau dua minggu, sehingga rasa lemas pun akan segera hilang.

9. Diabetes

Diabetes dapat menyebabkan badan lemas, baik akibat gula darah tinggi ataupun rendah. Ketika gula darah tinggi, gula tersebut tetap dalam aliran darah bukannya digunakan sel untuk menghasilkan energi sehingga badan pun lemas.

Namun, pada pengidap diabetes gula darah bisa rendah akibat penggunaan obat. Jika kadarnya rendah, maka sudah barang tentu tubuh kekurangan energi, sehingga badan akan terasa lemas.

Bagi pengidap diabetes, penting untuk mengelola penyakit ini untuk mengendalikan gula darah agar selalu normal kadarnya. Perubahan gaya hidup termasuk diet dan olahraga mutlak diperlukan. Ditambah dengan obat-obatan untuk mengontrol gula darah.

10. Dehidrasi

Kita semua sepakat bahwa air dapat mengatasi kehausan, tetapi tahukah Anda bahwa kekurangan cairan juga dapat membuat tubuh menjadi lemas. Ya, pada saat kita kehausan dan tidak segera mendapatkan minum, maka dehidrasi dapat terjadi dan tubuhpun terasa lemas. Baca: Tanda-tanda Dehidrasi yang Harus Anda Waspadai

Kebanyakan ahli merekomendasikan cukup minum dengan delapan gelas air per hari, tetapi Anda mungkin perlu lebih banyak jika sedang berolahraga atau tinggal atau bekerja di lingkungan yang panas.

Tanda tubuh sudah cukup minum dapat dilihat dari warna utin yang jernih atau kuning terang. Jika air seni berwarna lebih gelap atau keruh, maka bisa jadi Anda masih membutuhkan lebih banyak cairan.

11. Penyakit jantung

Pernahkah Anda merasa lemas setelah menjalani kegiatan sehari-hari yang tidak berat, seperti berbelanja, membersihkan rumah, atau menaiki tangga? Jika iya, maka harus waspada, bisa jadi masalah jantung yang menjadi penyebabnya.

Ketika jantung kurang mampu memompa darah ke seluruh jaringan tubuh, maka tubuh akan menghemat sumber energi dengan mengalihkan darah dari anggota badan untuk dikirim ke organ vital. Hal inilah yang membuat tubuh menjadi lemas.

Karena penyakit jantung adalah kondisi serius, maka begitu Anda mencurigainya segeralah periksakan ke dokter. Perubahan gaya hidup (misalnya, diet dan olahraga), obat-obatan, dan terapi fisik diperlukan untuk membantu mengendalikan penyakit jantung sehingga aktifitas harian tidak terganggu.

12. Pekerja Shift

Pergeseran kerja dapat mengganggu jam biologis tubuh, atau ritme sirkadian. Ketika Anda bekerja di malam hari atau memutar shift, tubuh tidak tahu kapan harus bangun dan kapan harus tidur, akhirnya menyebabkan badan lemas.

Namun ada upaya untuk meminimalisir efek tersebut. Misalnya, jika Anda harus tidur di siang hari, cobalah untuk membuat area tidur Anda gelap, sejuk, dan sesepi mungkin. Sebaliknya, jika Anda harus bekerja di malam hari, pertahankan tempat kerja Anda terang benderang.

Hal yang tak kalah pentingnya, yaitu bekerja pada shift yang tetap berturut-turut dan relatif lama. Jangan sering-sering memutar shift, atau berganti shift padahal bari beberapa hari.

13. Alergi Makanan

Alergi makanan ternyata juga dapat menjadi penyebab badan sering lemas. Jadi, cobalah perhatikan, jika Anda merasa ngantuk dan lemas setelah mengonsumsi makanan tertentu, maka bisa jadi Anda tidak toleran terhadap makanan tersebut.

Cara terbaik adalah menghindarinya. Hindari mengonsumsi makanan yang dicurigai membuat badan lemas. Tidak sekali dua kali, jika memang makanan itu penyebabnya, maka keluhan lemas pasti dialami setiap sehabis mengonsumsinya. Jadi, perlu kecermatan.

14. Chronic Fatigue Syndrome

Sindrom kelelahan kronik dan fibromialgia adalah kondisi yang dapat menyebabkan kelelahan yang tidak dapat dijelaskan dan badan pun menjadi sering lemas hingga mengganggu aktivitas sehari-hari selama lebih dari enam bulan.

Untuk meringankan kondisi tersebut diperlukan perubahan gaya hidup. Caranya dengan mengubah kebiasaan tidur yang baik (batasi kafein, tidur dalam kamar gelap dan hening), teknik relaksasi, olahraga ringan, dan makan menu seimbang.

DISKUSI TERKAIT