14 Penyebab Badan Terasa Dingin dan Solusi Mengatasinya

Menjadi hal yang normal jika tubuh kedinginan ketika suhu udara memang sedang rendah. Tapi menjadi masalah, ketika cuaca sedang normal atau bahkan panas, badan malah terasa dingin. Anda pun pasti bertanya-tanya, kenapa badan terasa dingin sepanjang waktu?

Ternyata ada banyak sekali penyebab badan terasa dingin, mulai dari masalah kekurangan gizi, kurang tidur, aliran darah yang buruk, hingga penyakit tertentu. Tentu masing-masing dari penyebab tersebut memiliki karakteristik masing-masing.

Bagaimana suhu tubuh diatur?

Semua yang ada dalam tubuh manusia diatur sedemikian rupa untuk menjaga fungsi tubuh dengan optimal. Hingga ada batas tertentu yang menjadi standar normal. Begitu pula dengan suhu tubuh.

Suhu tubuh yang tepat sesuai standar normal sangatlah penting karena dibutuhkan berbagai reaksi kimia tubuh agar dapat berjalan maksimal. Bahkan menurut perkiraan, 40% kalori yang kita konsumsi dipakai tubuh untuk menjaga badan agar tetap hangat.

badan terasa dingin

Dalam mengontrol suhu, tubuh mengalami berbagai proses yang disebut dengan termoregulasi. Sederhananya, proses tersebut terbagi menjadi 2 bagian yakni: berapa banyak panas yang dihasilkan tubuh dan seberapa cepat panas tersebut hilang dari tubuh.

Uniknya, suhu di area tubuh tertentu bisa lebih hangat ketimbang lainnya. Contohnya, meski batang tubuh (core) terasa hangat ketika diraba, namun tangan dan kaki bisa lebih dingin dari itu.

Suhu tubuh manusia diatur oleh hipotalamus yang bertindak sebagai termostat atau pusat panas. Sewaktu tubuh kepanasan, hipotalamus akan melebarkan pembuluh darah dekat permukaan kulit untuk melepaskan panas. Tak heran kulit menjadi tampak kemerahan dan berkeringat.

Sebaliknya, saat kedinginan hipotalamus akan mengecilkan pembuluh darah untuk menghemat panas sehingga tangan dan kaki terasa dingin. Bila terlalu banyak panas yang hilang dari tubuh, otot kemudian akan menggigil untuk menghasilkan panas.

Selain itu, hipotalamus juga mengontrol kelenjar tiroid yang memiliki peranan besar dalam metabolisme (proses inilah yang menentukan seberapa banyak panas yang dihasilkan tubuh). Nah kalau kelenjar tiroid tidak berfungsi optimal, maka inilah satu alasannya kenapa tubuh terasa dingin sepanjang waktu.

Bagi yang menderita karena badan terasa dingin terus, mari kita ketahui lebih detil faktor apa saja yang menjadi penyebab badan terasa dingin. Berikut kondisi-kondisi yang menyebabkan badan terasa dingin:

1. Defisiensi zat besi

Zat besi merupakan bagian penting dalam darah karena bertugas membantu sel darah merah mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh. Karenanya bila tubuh sampai kekurangan zat besi, maka proses penyebaran oksigen akan terganggu, dan inilah yang menyebabkan badan terasa dingin sepanjang waktu.

Berbagai studi menduga, defisiensi zat besi ini memengaruhi termoregulasi dalam 2 cara berbeda. Pertama, kurangnya zat besi berdampak pada tiroid, membuatnya kurang efektif dalam menghasilkan panas yang dibutuhkan badan.

Kedua, defisiensi zat besi juga berimbas pada sirkulasi atau aliran darah. Ya, bila tubuh tak mendapatkan zat besi yang cukup, maka sulit bagi sel-selnya untuk memperoleh oksigen yang diperlukan. Aliran darah biasanya jadi meningkat untuk mengatasi masalah ini, dan ini membuat tubuh lebih cepat kehilangan panasnya.

Umumnya, wanita usia produktiflah yang cenderung mengalami kekurangan zat besi, mengingat setiap bulannya mereka mengalami haid. Gejala lain dari kurang zat besi adalah kulit pucat, pusing, kelelahan berlebih, serta detak jantung tidak teratur.

Solusi untuk keadaan ini tentunya dengan meningkatkan asupan zat besi melalui suplemen atau makanan tertentu seperti daging tanpa lemak, telur, dan bayam. Selengkapnya baca disini:

2. Kekurangan vitamin B12

Bersamaan dengan zat besi, vitamin B12 memegang peranan penting dalam produksi sel darah merah. Untuk alasan yang sama dengan tadi, kekurangan vitamin B12 juga dapat menyebabkan badan terasa dingin. Risiko lain kekurangan vitamin ini adalah terganggunya kemampuan tubuh dalam menyerap nutrisi dari makanan (malabsorpsi).

Karenanya, tingkatkan konsumsi makanan khususnya hewani, seperti daging tanpa lemak, ikan, dan produk susu. Seharusnya pola makan harian sudah cukup memenuhi kebutuhan tubuh akan B12. Namun untuk mereka yang tidak doyan seafood atau alergi produk susu, diimbau untuk mengonsumsi suplemen tambahan.

3. Sirkulasi buruk

Jika hanya tangan dan kaki saja yang dingin, bisa jadi sirkulasi buruklah penyebabnya, dan ini tak perlu dikhawatirkan. Lain halnya kalau dingin tersebut menimpa salah satu sisi tubuh saja, penyebabnya bisa jadi karena aterosklerosis. Aterosklerosis terjadi ketika dinding arteri tersumbat oleh substansi lemak sehingga hanya sedikit darah yang mengalir di area tersebut.

Tersangka sirkulasi buruk lainnya adalah penyakit Raynaud yang sebagian besar penderitanya adalah wanita. Penyakit ini menyebabkan pembuluh darah di jari, telinga, dan hidung menyempit sewaktu udara dingin sehingga warnanya menjadi biru. Otot di dinding pembuluh darah juga dapat menggigil sehingga menimbulkan rasa sakit dan kebas.

Untuk Anda yang menduga bahwa sirkulasi buruklah yang menjadi penyebab badan terasa dingin, segera periksakan diri ke dokter. Walau tak berbahaya, namun aterosklerosis atau penyakit Raynaud harus diobati. Solusi lain adalah dengan mengonsumsi minyak omega-3 yang dapat meningkatkan sirkulasi.

Lebih lanjut, baca:

4. SAD (Seasonal Affective Disorder)

SAD merupakan kondisi yang erat kaitannya dengan perasaan depresi, bosan, atau lelah selama musim dingin. Para ahli mencatat penderita SAD cenderung memiliki kadar dopamin rendah dalam tubuhnya, dan penyebabnya adalah karena kurangnya paparan sinar matahari selama musim dingin.

Menariknya, termogulasi ternyata sangat ‘dopamin’ sehingga tak heran kalau penderita SAD juga lebih sensitif terhadap udara dingin karena tubuh mereka kurang efektif dalam mengatur suhunya sendiri.

Oleh sebab itu, penderita SAD harus berkonsultasi dengan dokter atau menjalani perawatan yang melibatkan paparan sinar UV (atau serupa dengan ini) sembari mengonsumsi vitamin D.

5. Kurang tidur

Berbagai studi mendapati kurang tidur dapat menurunkan suhu tubuh. Alasannya karena kurang tidur memengaruhi sistem saraf dan mekanisme regulator di otak yang meregulasi panas. Berkurangnya aktivitas hipotalamus inilah yang berdampak pada metabolisme, membuatnya menjadi melempem.

Untuk itu, usahakan untuk tidur cukup setiap malamnya. Agar bisa cepat rileks dan terlelap, konsumsilah makanan tinggi magnesium. Anda yang seharian bekerja dengan duduk saja di depan komputer juga mesti berolahraga agar sirkulasi lancar dan kualitas tidur meningkat.

Baca tips-tips berikut:

6. Gangguan tiroid

Atas perintah hipotalamus, kelenjar tiroid bekerja dengan cara mempercepat atau memperlambat metabolisme. Karena kelenjar ini bertanggung jawab untuk membakar kalori, maka bila tiroid tidak aktif (hipotiroid), otomatis hormon tiroksin berkurang. Akibatnya, metabolisme melambat sehingga badan terasa dingin. Umumnya wanitalah yang seringkali menderita hipotiroid tersebut.

Beberapa gejala hipotiroid adalah rambut rontok, kuku rapuh, kelelahan berlebih, haid tidak teratur, serta berat badan naik tanpa penyebab jelas. Bila mengalami gejala tersebut, segera periksa ke dokter karena kondisi mudah ditangani dengan pengobatan tepat. Di samping itu, gangguan tiroid ringan juga dapat diatasi dengan suplemen selenium.

7. Anda seorang perempuan

Para ahli menggunakan kamera yang sensitif terhadap suhu panas untuk menganalisa temperatur badan pria dan wanita. Hasil analisa menunjukkan jika tubuh perempuan cenderung lebih dingin (3’C) ketimbang pria.

Maka dari itu, pria lebih mudah berkeringat daripada wanita ya?! Namun tak hanya itu saja, ini juga menyebabkan pria lebih kuat menghadapi udara dingin. Fakta lain mengenai perbandingan tubuh pria dan wanita, pada wanita:

  • Kurang mampu dalam menghasilkan panas melalui menggigil
  • Lebih cepat kehilangan panas karena ukuran tubuhnya lebih kecil
  • Sistem sirkulasinya memberikan respon sedikit berbeda terhadap udara dingin

Penyebab perbedaan ini diduga karena estrogen, yang salah satu fungsinya meregulasi aliran darah ke pembuluh darah tepi (perifer). Lebih tingginya estrogen dalam tubuh wanita menyebabkan pembuluh darah mudah mengecil bahkan jika udara dinginnya hanya minim saja. Akibatnya, aliran darah ke kulit, tangan, dan kaki terhenti  lebih cepat dibanding pria.

Terakhir, suhu tubuh perempuan juga berubah-ubah selama siklus haid, tinggi ketika dan setelah ovulasi, lalu turun sewaktu haid. Ini artinya beberapa wanita memang merasa lebih dingin pada waktu tertentu.

Solusi untuk penyebab badan terasa dingin seperti ini adalah dengan meningkatkan asupan vitamin B, khususnya B6, karena dapat membantu menstabilkan kadar estrogen sepanjang bulan dan mengurangi sensitivitas ekstrim terhadap dingin.

Sumber makanan yang mengandung B6 antara lain daging tanpa lemak, whole grain, dan telur. Saran terakhir adalah jangan berhenti berolahraga sewaktu cuaca dingin agar aliran darah tetap lancar.

8. Terlalu kurus

Seseorang yang indeks BMI-nya lebih rendah dari 18,5 biasanya kurang lemak dan massa otot. Padahal keduanya penting untuk menjaga tubuh tetap hangat, mempercepat metabolisme, serta menghasilkan panas.

Sewaktu tubuh diam saja, otot sudah mampu memproduksi  hingga 25% panas yang diperlukan tubuh. Jadi kalau massa otot lebih banyak, kian panas pula tubuhnya.

Karenanya, Anda yang terlalu kurus sebaiknya melakukan program penggemukan badan. Lakukan dengan memilih makanan sehat dan berolahraga secara rutin untuk membangun otot.

9. Overweight

Secara logika, penyebab badan terasa dingin satu ini sedikit tak masuk akal, tapi itulah hasil studi. Tubuh overweight ternyata tidak otomatis lebih hangat dibanding yang kurus.

Hasil studi menjumpai overweight memang meminimalisir hilangnya panas tubuh di sekitar perut, namun tidak di bagian tangan dan kaki. Riset lain menyatakan, mereka yang obesitas cenderung rendah suhu tubuhnya dibanding yang lebih langsing.

Jadi karena overweight tak hanya menjadi salah satu penyebab badan terasa dingin, namun juga gangguan kesehatan lainnya, maka lakukan diet dan olahraga teratur agar indeks massa tubuh kembali ideal. Solusi cepat lainnya adalah dengan mengonsumsi kafein yang dapat mempercepat metabolisme.

Baca: Kafein : Manfaat, Dosis, Efek Samping dan Daftar Makanan untuk Diet Menurunkan Berat Badan

10. Cedera

Beberapa dokter menemukan, mereka yang pernah cedera tangan serius cenderung lebih sensitif terhadap dingin. Penyebab pasti mengapa hal ini terjadi masih belum jelas, namun yang jelas efeknya bisa berlangsung lama.

Menurut dugaan, cedera mungkin memengaruhi sistem sirkulasi. Sayangnya tak banyak yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini. Anda hanya dapat melakukan upaya seperti membungkus bagian tubuh yang cedera untuk menghangatkannya, atau tetap aktif di sepanjang hari.

11. Kurang aktif bergerak

Saat menggigil, otot mengembang dan berkontraksi sehingga menghasilkan panas. Karenanya semakin besar dan aktif otot, kian besar pula dampaknya pada suhu tubuh.

Ini artinya, rutin olahraga dapat menghangatkan tubuh. Sebaliknya, jarang bergerak atau terlalu banyak duduk membuat badan terasa dingin.  Berbagai hasil studi bahkan mendapati, olahraga rutin memiliki dampak panjang yakni membuat tubuh lebih ahli dalam mempertahankan suhu ideal.

12. Kurang makan

Panas yang dihasilkan badan berasal dari makanan. Seperti disebutkan sebelumnya, 40% kalori tubuh dipakai untuk menghangatkan tubuh. Jadi logis jika penyebab badan terasa dingin berikutnya adalah karena kurang makan, entah itu karena sedang diet, kelaparan, dll.

Anda yang diet sebaiknya mengubah caranya, salah satunya dengan meningkatkan frekuensi makan (porsi kecil) setiap harinya. Pilih makanan hangat ketimbang dingin agar tubuh tak perlu bekerja ekstra untuk menghangatkannya lagi ketika itu masuk dalam tubuh.

13. Rokok

Setiap kali merokok, toksin masuk dalam pembuluh darah, dan yang paling berbahaya adalah karbon monoksida karena dapat merusak lapisan dalam dinding pembuluh darah. Nikotin juga menyebabkan kerusakan karena mempercepat detak jantung (sekitar 20 detak/ menit), meningkatkan tekanan darah, dan mengecilkan pembuluh darah.

Semua ini memperbesar risiko penyumbatan darah dan itu artinya jantung harus bekerja lebih keras. Kesimpulannya, berhenti merokok memang selalu yang terbaik.

Baca:

14. Diabetes

Diabetes juga dapat menyebabkan gangguan sirkulasi, hipertensi, serta masalah tiroid. Seiring berjalannya waktu, diabetes dapat memicu kerusakan saraf sehingga menyebabkan kebas dan sakit pada tangan dan kaki.

Selain gangguan sirkulasi, gejala diabetes lainnya adalah meningkatnya rasa haus, mual dan muntah, hilang nafsu makan, nafas pendek, serta bengkak pada wajah, kaki, atau tangan. Segera kunjungi dokter bila mengalaminya.

Jadi itulah tadi beberapa penyebab badan terasa dingin beserta solusi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat!

DISKUSI TERKAIT