20 Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD)

Tentu tidak asing lagi bagi kita dengan penyakit yang satu ini, ya Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD ini begitu ditakuti karena bisa menyebabkan kematian. Maka tak heran ada banyak sekali yang ingin tahu bagaimana ciri-ciri demam berdarah baik pada dewasa ataupun anak-anak.

Ketika demam melanda, memang membuat siapa saja khawatir jangan-jangan penyebabnya adalah DBD, berhubung demam itu sendiri adalah gejala yang memiliki banyak penyebab, maka agak sulit bagi kita untuk memastikan apakah di sana ada ciri-ciri demam berdarah atau hanya demam yang disebabkan oleh penyakit ringan.

Baiklah, pembaca setia mediskus.com, kali ini tim dokter kami akan memberikan Anda petunjuk bagaimana kita mengenali ciri-ciri demam berdarah (DBD) dengan cara yang mudah sehingga Anda bisa menduganya tanpa bantuan dokter.

Apa Gejala dan Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue?

Setelah digigit oleh nyamuk pembawa virus dengue, gejala demam berdarah tak langsung muncul melainkan menunggu masa inkubasi berkisar 3-14 (biasanya 4-7) hari. Virus dengue akan menimbulkan penyakit dalam dua bentuk:

  • Demam Dengue (DD)
  • Demam Berdarah Dengue (DBD)

Apa perbedaan demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD)? mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Seseorang yang baru pertama kali terpapar virus dengue (infeksi primer), maka penyakit yang muncul adalah demam dengue (DD). Jika di kemudian hari setelah sembuh tergigit lagi oleh nyamuk pembawa virus dengue, maka yang terjadi adalah demam berdarah dengue dengan berbagai gejala dan ciri-cirinya.

Mengenal Ciri-ciri Demam Dengue (DD)

Ciri khas dari infeksi virus dengue pada tahap awal adalah demam yang mendadak tinggi dan nyeri di belakang bola mata. Keluhan lain yang tidak khas lainnya seperti sakit kepala, pegal-pegal, dan sebagainya seperti ketika kita mengalami flu (flue like symptoms). Namun, pada penyakit ini demamnya lebih tinggi dari flu, dan biasanya tidak ada keluhan hidung berair dan bersin-bersin (kalaupun ada tidak menonjol).

Lebih lengkap, berikut ciri-ciri dan gejala demam dengue yang harus Anda tahu:

  • Mengalami demam dengan suhu yang tinggi bisa mencapai 40°C.
  • Menggigil.
  • Sakit kepala parah.
  • Nyeri di belakang bola mata.
  • Sakit pinggang.
  • Nyeri pada kaki dan sendi.
  • Ruam Kemerahan pada kulit.
  • Ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman.
  • Mungkin juga terjadi gastritis dengan kombinasi sakit di perut yang disertai dengan mual, muntah, atau diare.
  • Pada beberapa kasus demam dengue menunjukkan gejala yang lebih ringan yang dapat salah didiagnosis sebagai influenza, chikungunya, atau infeksi virus lainnya bila tidak ada ruam.

Demam pada demam dengue (DD) ataupun demam berdarah (DBD) berlangsung sekitar enam hingga tujuh hari, pada hari 1-2 demam tinggi, hari ke 3-4 demam turun, hari ke 5-6 demam naik lagi (sedikit) membentuk pola pelana kuda atau disebut dengan pola biphasic. Secara klinis, demam akan diikuti dengan penurunan jumlah trombosit hingga suhu penderitanya normal.

Ingat-ingat gejala utama demam dengue berikut ini:

  • Demam mendadak tinggi.
  • Sakit kepala parah (terutama di dahi).
  • Nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata.
  • Nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi.
  • Mual atau muntah.

Infeksi virus dengue atau demam berdarah terkadang mirip dengan gejala chikungunya, karena ciri-ciri kedua penyakit ini ditandai dengan demam serta nyeri otot dan sendi. Meskipun penyakit ini mirip, namun pada chikungunya nyeri sendi lebih menonjol dan berkepanjangan dibanding demam berdarah. Di samping itu ptekie atau bintik perdarahan lebih sering terjadi pada kasus infeksi demam berdarah.

Ciri-ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) Sedikit Berbeda dengan DD

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus yang sama dengan demam dengue. Tak heran, pada gejala awal demam berdarah mirip dengan demam dengue seperti di atas, tapi setelah beberapa hari muncul tanda-tanda khasnya, yaitu tanda perdarahan dan kebocoran plasma.

Mengapa gejala DBD berbeda? karena ini jenis infeksi sekunder yang berarti tubuh sudah memiliki antibodi untuk melawan virus tersebut. Namun, perlawanan kekebalan tubuh terhadap virus dengue inilah yang menimbulkan banyak dampak yang nantinya menjadi gejala yang bisa kita amati.

Tiga hal yang membedakan DBD dengan DD, pada DBD terjadi kebocoran plasma akibat peningkatan permeabilitas pembuluh darah, hipovolemia dan mekanisme pembekuan darah yang abnormal.

  • Peningkatan permeabilitas pembuluh darah. Pembuluh darah lebih rapuh sehingga cairan yang berada di dalamnya bisa merembes keluar (bocor) ke jaringan disekitarnya. Hal ini pula yang menyebabkan pendarahan.
  • Hipovolemia. Cairan dalam pembuluh darah menjadi menurun akibat kebocoran tadi. Tekanan darah bisa turun bahkan sampai drop.
  • Pembekuan darah abnormal. Akibat jumlah trombosit yang turun, proses pembekuan tidak berjalan baik sehingga pendarahan bisa berlanjut.

Bagaimana kita bisa mengenali Ciri-Ciri Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebut?

Gejala awal DBD mirip atau bahkan sama dengan demam dengue, namun ketika demam pada hari ke empat, penderita DBD akan mengalami tanda-tanda pendarahan dan kebocoran plasma yang bahkan bisa masuk dalam fase kritis.

Berikut ciri-ciri dan gejala demam berdarah dengue (DBD) yang perlu diwaspadai:

  • Demam mendadak tinggi.
  • Sakit kepala parah (terutama di dahi).
  • Nyeri di belakang mata yang memburuk dengan gerakan mata.
  • Nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi.
  • Mual atau muntah.
  • Ruam Kemerahan pada kulit.
  • Ruam yang berupa bintik-bintik pendarahan dibawah kulit (ptekie) yang berwarna merah kehitaman.
  • Perdarahan dari hidung, mulut dan gusi atau memar kulit.
  • Nyeri parah dan terus menerus pada perut.
  • Sering muntah dengan atau tanpa darah.
  • Buang air besar warna hitam (melena).
  • Haus berlebihan (mulut kering).
  • Pucat, kulit teraba dingin.
  • Gelisah, atau mengantuk.
  • Sesak nafas.

( ! ) yang bertanda merah adalah gejala pendarahan dan kebocoran plasma yang mengindikasikan adanya DBD sehingga mengharuskan Anda untuk segera mencari pertolongan medis.

Sekilas penjelasan urutan gejala DBD…

Penyakit demam berdarah sering dimulai dengan kenaikan suhu yang mendadak disertai dengan wajah panas memerah dan gejala lain seperti flu sebagaimana dijelaskan di atas. Demam biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan suhunya bisa mencapai 41 °C.

Dalam kasus demam berdarah sedang, semua tanda dan gejala akan mereda setelah demam turun. Pada kasus yang parah, kondisi pasien dapat tiba-tiba memburuk setelah beberapa hari demam; suhu turun, diikuti oleh tanda-tanda kegagalan sirkulasi darah akibat volume darah yang rendah karena kebocoran. Jika demikian, penderita mungkin cepat masuk ke dalam keadaan kritis yaitu shock yang dikenal dengan Dengue Shock Syndrome (DSS).

Tanda awal akibat pembuluh darah yang rapuh adalah perdarahan kecil yang mungkin muncul sebagai bintik-bintik kecil pada kulit (ptekie) dan bisa juga berupa pendarahan bawah kulit yang lebih besar (ekimosis).

ciri-ciri demam berdarah

ciri-ciri petekie dan ekimosis demam berdarah

Seiring perjalanan penyakit yang semakin memburuk, pendarahan bisa terjadi di organ-organ dalam, misalnya di saluran cerna sehingga menyebabkan muntah darah atau BAB hitam. Di samping itu, bisa juga terjadi di rongga-rongga dalam, seperti rongga perut dan dada yang tidak bisa dilihat dari luar.

Jika banyak darah yang keluar, maka apalagi yang akan dipompa oleh jantung, inilah kenapa seseorang mengalami syok. Syok dapat menyebabkan kematian dalam waktu 12 sampai 24 jam. Namun, jika pasien mendapatkan perawatan yang tepat, kemungkinan masih bisa disembuhkan.

Perubahan dari BDB menjadi DSS terjadi setelah 3-5 hari demam. Pada fase ini, demam sering turun. Hati-hati, ini bisa menyesatkan karena banyak yang menganggap bahwa ketika demam turun maka pasien akan sembuh. Justru sebaliknya, ini adalah fase demam berdarah yang paling berbahaya yang memerlukan kewaspadaan yang tinggi.

Pada Dengue Shock Syndrome (DSS) Gejala Demam Berdarah Dengue (DBD) ditambah:

  • Nadi teraba cepat dan lemah.
  • Tekanan nadi kurang dari 20 mmHg.
  • Kulit teraba dingin, basah dan gelisah.

Baca juga: Ciri-ciri Demam Berdarah Pada Anak dan Balita

Apa yang Harus kita Lakukan?

Dengan penjelasan ini memang sulit bagi orang awam untuk mengetahui secara pasti apakah demam yang dialami disebabkan demam berdarah atau yang lain, untuk itu pada hari ke-3 demam sangat kami anjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter, karena itu merupakan waktu yang tepat dalam menentukan penyebab penyakit.

Dokter akan melakukan anamnesis atau wawancara medis, pemeriksaan fisik, dan juga pemeriksaan penunjang yang berupa tes darah. Karena rasanya tidak mungkin menentukan kasus demam berdarah tanpa melakukan pemeriksaan darah.

Dikatakan positif apabila apabila seseorang mengalami gejala DBD di atas dan pada pemeriksaan darah ditemukan trombosit rendah, hematokrit meningkat (>20%), hipoproteinemia. Selalu konsultasikan hal ini dengan dokter Anda.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer