30 Penyebab Sesak Nafas Disertai Ciri-cirinya

Olahraga yang sangat berat, suhu ekstrim, obesitas masif dan ketinggian tinggi semuanya bisa menjadi penyebab sesak nafas pada orang sehat. Di luar contoh ini, sesak napas kemungkinan merupakan pertanda masalah medis. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami sesak nafas yang tidak dapat dijelaskan, terutama datang tiba-tiba dan parah, temui dokter sesegera mungkin.

Sebagian besar kasus sesak napas disebabkan oleh kondisi jantung atau paru-paru. Kedua organ ini sangat berperan penting untuk menyuplai oksigen ke seluruh organ tubuh dan mengeluarkan karbon dioksida dan zat kotor lainnya. Terganggunya proses dari kedua organ ini dapat mempengaruhi pernapasan Anda, yang pada akhirnya dapat menjadi penyebab sesak nafas.

penyebab sesak nafas

Ditinjau dari onset dan durasi serangan sesak, maka penyebab sesak nafas dibagi menjadi dua, yaitu akut dan kronis.

Penyebab Sesak Nafas Akut

Sesak nafas yang datang tiba-tiba dan durasi relatif singkat, yakni hitungan menit, jam, sampai hari disebut akut. Adapun penyebab sesak nafas akut antara lain:

1. Asma (Bronkospasme)

Bronkospasme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penyempitan  yang tidak biasa pada saluran napas. Orang yang mengalami serangan bronkospasme dapat mengalami kesulitan bernapas ringan sampai berat, tergantung pada penyempitan saluran napas. Penyempitan saluran napas yang ekstensif dapat menyebabkan sesak napas tiba-tiba. Gejala khas yang sering menyertai adalah adanya suara mengi saat bernafas.

Ketika saluran napas menyempit selama bronkospasme, penderita mungkin akan mengalami sensasi nyeri, tekanan atau sesak di dada. Orang yang mengalami nyeri dada yang mendadak dan parah harus segera mencari perawatan medis, karena gejala serangan bronkospasme seperti ini bisa jadi mirip dengan tanda serangan jantung.

2. Keracunan Karbon Monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi setelah menghirup terlalu banyak karbon monoksida (CO). Gejala keracunan dalam tahap akut atau ringan seperti, linglung atau bingung, sakit kepala, terasa seperti dunia berputar, dan efek seperti flu. Paparan yang lebih besar dapat menyebabkan toksisitas sistem saraf pusat dan jantung, yang dapat berakibat pada kematian. Setelah keracunan akut, masalah jangka panjang bisa terjadi.

Karbon monoksida juga memiliki efek negatif pada kondisi bayi yang akan dilahirkan, jika si ibu terpapar selama kehamilan. Paparan kronis terhadap kadar karbon monoksida yang rendah dapat menyebabkan depresi dan kebingungan.

3. Tamponade Jantung (Kelebihan Cairan di Sekitar Jantung)

Tamponade jantung adalah kondisi medis yang serius dimana darah atau cairan mengisi ruang di antara kantung yang membungkus jantung dan otot jantung. Kondisi ini membuat tekanan yang ekstrem pada organ jantung. Tekanan ini membuat jantung tidak dapat berfungsi dengan baik, sehingga jantung tidak bisa memompa cukup darah ke bagian tubuh Anda. Kejadian ini dapat menyebabkan kegagalan organ, syok, atau bahkan kematian.

Tamponade jantung memiliki gejala berikut:

  • Kegelisahan.
  • Tekanan darah rendah.
  • Nyeri dada yang memancar ke leher, bahu, atau punggung.
  • Kesulitan bernapas atau menarik napas dalam-dalam.
  • Bernafas cepat dan sesak.
  • Pingsan, pusing, dan kehilangan kesadaran.

Segera dapatkan pertolongan medis jika Anda mengalami gejalanya.

4. Hernia Hiatus

Hernia hiatus terjadi saat bagian perut bergerak ke atas melalui diafragma. Diafragma biasanya memiliki lubang kecil (hiatus) yang menghubungkan esofagus dan lambung. Lambung dapat mencuat keluar melalui lubang ini dan menyebabkan hernia hiatus.
Pada kebanyakan kasus, hernia hiatus kecil tidak menimbulkan masalah, dan Anda mungkin tidak pernah tahu Anda memiliki penyakit ini, kecuali jika Anda benar-benar memeriksakan diri ke dokter.

Kebanyakan hernia hiatus kecil menyebabkan tidak ada tanda-tanda atau gejala. Namun, hernia hiatus yang lebih besar dapat menyebabkan tanda-tanda dan gejala seperti:

  • Mulas
  • Sendawa
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri pada dada atau lambung
  • Muntah darah

5. Gagal Jantung

Gagal jantung, sering disebut sebagai congestive heart failure (CHF), terjadi saat jantung tidak mampu memompa darah secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Tanda dan gejala yang biasanya terjadi anatara lain: sesak napas, kelelahan berlebih, dan pembengkakan kaki.

6. Tekanan Darah Rendah (Hipotensi)

Tekanan darah rendah, atau disebut juga dengan hipotensi adalah tekanan darah cukup rendah sehingga aliran darah ke organ-organ tubuh tidak memadai. Kondisi ini dapat menyebabkan pusing dan pingsan. Pada kasus yang parah, tekanan darah rendah bisa mengancam nyawa.

Penyebab tekanan darah rendah bisa berkisar dari dehidrasi hingga gangguan medis yang serius. Penting untuk mengetahui apa yang menyebabkan tekanan darah Anda rendah sehingga bisa diobati. Gejalanya seperti, pusing hingga terasa seperti melayang-layang, pingsan, penglihatan kabur, mual, kelelahan dan kurang konsenterasi.

7. Pneumonia (Infeksi Paru)

Pneumonia adalah infeksi pada salah satu atau kedua paru-paru. Dapat disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus. Pneumonia menyebabkan peradangan di kantung udara paru-paru, atau alveoli. Alveoli terisi dengan cairan atau nanah, sehingga membuat penderitanya sulit bernafas.

Tanda dan gejala pneumonia atau paru-paru basah antara lain:

  • Nyeri dada saat bernafas atau batuk.
  • Kebingungan atau perubahan kesadaran mental (pada orang dewasa berusia 65 atau lebih tua).
  • Batuk, yang bisa menghasilkan dahak.
  • Kelelahan.
  • Demam, berkeringat dan gemetar menggigil.
  • Mual, muntah atau diare.
  • Sesak napas.

Penyebab sesak nafas akut lainnya:

  • Reaksi alergi yang parah (anafilaksis), yang biasanya juga menyebabkan gatal, bengkak, ruam, atau gejala lainnya.
  • Penyumbatan pada saluran pernapasan, yang bisa terjadi setelah secara tidak sengaja menghirup benda asing, seperti kacang, manik-manik, dan lain-lain.
  • Bekuan darah atau penyumbatan pada arteri di paru-paru (emboli).
  • Paru -paru terdesak (pneumotoraks).
  • Interupsi aliran darah ke otot jantung, yang mungkin terjadi saat serangan jantung. Bila ini adalah penyebab sesak napas, seringkali ada gejala lain, seperti rasa sakit atau tekanan di dada.
  • Kehamilan mengubah peredaran darah dan sistem pernapasan wanita, bahkan sebelum wanita tersebut tampak hamil. Perlu difahami bahwa nafas pendek adalah perubahan normal yang terjadi selama kehamilan.

Penyebab Sesak Nafas Kronis

Dalam kasus sesak napas yang telah berlangsung berminggu-minggu atau lebih (disebut kronis), kondisinya paling sering disebabkan oleh:

1. Asma

Asma adalah kondisi di mana saluran pernapasan menyempit dan membengkak dan menghasilkan lendir ekstra. Hal ini bisa membuat kesulitan saat bernapas dan memicu batuk, dan sesak napas. Bagi sebagian orang, asma merupakan gangguan ringan. Namun bagi yang lain, hal ini dapat menjadi masalah utama yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan dapat menyebabkan serangan asma yang mengancam jiwa.
Asma tidak bisa disembuhkan, namun gejalanya bisa dikontrol. Karena asma sering berubah seiring waktu, disarankan agar Anda selalu berkonsultasi dengan dokter untuk melacak tanda dan gejalanya agar dapat menyesuaikan pengobatan sesuai kebutuhan.

2. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik)

Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) adalah jenis penyakit paru obstruktif yang ditandai oleh aliran udara yang terhalang dari dalam paru-paru, kondisi ini terjadi dalam jangka panjang. Gejala utamanya meliputi sesak napas dan batuk dengan produksi dahak yang terus menerus. 

Merokok menjadi penyebab yang paling umum, dan faktor-faktor seperti polusi udara dan genetika merupakan penyebab lainnya namun dengan resiko yang lebih kecil.

3. Disfungsi Jantung

Disfungsi jantung, dikenal juga sebagai gagal jantung kongestif (CHF), terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah seperti seharusnya keseluruh organ tubuh. Kondisi tertentu, seperti penyempitan arteri di jantung (penyakit arteri koroner) atau tekanan darah tinggi, secara bertahap dapat membuat jantung melemah untuk menjalankan fungsinya memompa darah secara efisien.

Salah satu cara untuk mencegah penyakit ini adalah mengendalikan kondisi yang menyebabkan gagal jantung, seperti penyakit arteri koroner, tekanan darah tinggi, diabetes atau obesitas. Perubahan gaya hidup seperti rutin berolahraga, mengurangi garam dalam makanan, mengurangi stres dan menurunkan berat badan dapat meningkatkan kualitas hidup Anda serta menurunkan resiko terkena penyakit ini.

Tanda-tanda atau gejalanya antara lain:

  • Sesak napas (dyspnea) ketika berbaring.
  • Pembengkakan (edema) di kaki atau pergelangan kaki.
  • Denyut jantung tidak beraturan.
  • Batuk terus-menerus yang disertai dahak.
  • Meningkatnya intensitas buang air kecil di malam hari.
  • Pembengkakan perut  (ascites).
  • Kurangnya nafsu makan dan mual.
  • Kesulitan berkonsentrasi atau menurunnya daya konsentrasi.
  • Nyeri dada jika gagal jantung kongestif disebabkan oleh serangan jantung.

 4. Penyakit Paru Interstisial

Penyakit paru interstisial menggambarkan sekelompok besar kelainan yang ditandai dengan jaringan paru yang progresif pada jaringan paru-paru di antara dan mendukung kantung udara.Jaringan parut yang terkait dengan penyakit paru interstisial dapat menyebabkan kekakuan paru progresif, yang pada akhirnya mempengaruhi kemampuan Anda untuk bernafas dan mendapatkan cukup oksigen ke dalam aliran darah Anda.

Penyakit paru interstisial mencakup sekelompok penyakit yang memiliki penebalan jaringan pendukung antara kantung udara paru-paru. Penebalan ini bisa jadi karena berbagai sebab seperti:

  • Penyakit autoimun atau kolagen terkait vaskular
  • Paparan obat atau racun seperti asbes, asap rokok, atau polusi di sekitar lingkungan
  • Penyakit genetik terkait
  • Penyebab yang tidak diketahui (idiopatik)

Tanda dan gejala utama penyakit paru interstisial meliputi:

  • Batuk kering
  • Sesak napas baik saat beraktivitas maupun beristirahat

5. Kegemukan

Obesitas adalah kondisi medis di mana lemak tubuh berlebih yang tertimbun dan terakumulasi dalam kurun waktu lama yang memiliki efek negatif pada kesehatan. Obesitas meningkatkan kemungkinan berbagai penyakit, terutama penyakit jantung, diabetes tipe 2, beberapa jenis kanker, osteoarthritis, depresi, dan lainnya

Obesitas paling sering disebabkan oleh asupan makanan yang berlebihan, kurang berolahraga, dan keturunan. Beberapa kasus disebabkan terutama oleh gen, gangguan endokrin, dan pengobatan.

Obesitas sebagian besar dapat dicegah melalui gaya hidup sehat. Perubahan pola makan dan rutin berolahraga merupakan faktor yang utama. Kurangi konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat, lemak dan gula, sebaliknya tingkatkanlah asupan makanan yang berserat tinggi.<

Penyebab Sesak Nafas Lainnya

Sejumlah kondisi kesehatan lainnya yang juga dapat menyebabkan terjadinya kesulitan mendapatkan suplai oksigen ke dalam paru-paru, seperti:

Masalah paru-paru

  1. Croup (infeksi virus menular pada saluran napas atas yang menyebabkan batuk dan kesulitan bernafas; kebanyakan terjadi pada anak kecil).
  2. Kanker paru-paru.
  3. Pleurisy (radang membran yang melapisi rongga dada).
  4. Edema paru (kelebihan cairan di paru-paru).
  5. Hipertensi pulmonal (tekanan darah tinggi di dalam pembuluh darah paru-paru).
  6. Sarkoidosis (kumpulan sel inflamasi dalam tubuh).
  7. Tuberkulosis (TBC; penyakit menular paru-paru).

Masalah jantung

  1. Cardiomyopathy (masalah dengan otot jantung).
  2. Aritmia jantung (masalah ritme/detak jantung).
  3. Gagal jantung.
  4. Perikarditis ( pembengkakan selaput yang mengelilingi jantung).

Masalah lainnya

  1. Anemia (kekurangan sel darah merah).
  2. Patah tulang rusuk (fraktur pada tulang rusuk).
  3. Tersedak.
  4. Epiglotitis (pembengkakan pada epiglotis).
  5. Gangguan kecemasan umum.
  6. Sindrom Guillain-Barre (kondisi peradangan akut yang menyebabkan kerusakan sel saraf tanpa penyebab yang jelas).
  7. Myasthenia gravis (kondisi yang menyebabkan kelemahan otot).

Upaya untuk mengobati sesak nafas tentu saja akan disesuaikan dengan penyebabnya. Sebagai gambaran umumnya telah kami sajikan dalam artikel yang berjudul

Sekian pembahasan mengenai penyebab sesak nafas, semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer