8 Penyebab Demam Berulang pada Anak dan Cara Mengatasinya

Ketika terjadi demam pada anak, orang tua tentu menjadi khawatir dan terkadang gegabah dalam mengambil tindakan untuk menanganinya. Terlebih ketika anak mengalami demam berulang yang tak kunjung menghilang. Namun demikian, kita harus bijak dalam menyikapinya, karena tidak semua kasus demam itu berbahaya. Bahkan ini merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh Anak.

Demam terjadi ketika suhu tubuh mengalami kenaikan, yakni berada di atas 100,4 derajat Fahrenheit atau setara dengan 38 derajat Celsius. Berapa suhu tubuh normal? baca disini: Suhu Tubuh Normal Manusia (Bayi & Dewasa). Demam yang tinggi dapat terjadi tidak selalu disebabkan oleh infeksi mengancam jiwa. Bahkan beberapa anak mengalami demam tinggi akibat penyakit ringan seperti common cold atau batuk pilek biasa.

penyebab demam berulang pada anak

Memang pada kasus-kasus tertentu kita harus ekstra waspada, misalnya demam yang terjadi pada anak berusia kurang dari 2 tahun atau jika terjadi demam berulang. Dalam pembahasan kali ini akan kita fokuskan untuk mengupas tuntas penyebab demam berulang pada anak dan cara bijak mengatasinya.

8 Penyebab Demam Berulang pada Anak

Beberapa kasus demam berulang dapat disebabkan oleh penyakit serius. Jika hal itu terjadi pada anak Anda, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Namun, ada juga demam yang disebabkan oleh beberapa penyakit yang sederhana. Selengkapnya berikut beberapa penyebab demam berulang pada anak:

1. Abses Gigi

Abses gigi adalah terdapatnya nanah pada bagian dalam gigi yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Kondisi ini biasanya terjadi akibat dari gigi berulang yang tidak diobati. Selain itu, juga karena adanya retakan pada gigi yang memungkinkan bakteri masuk ke bagian dalam gigi.

Abses gigi dapat menyebabkan demam berulang ketika nanah dibiarkan dalam waktu yang lama sehingga infeksi menyerang dan menyatu dengan aliran darah. Hal tersebut dapat terjadi dengan atau tanpa rasa sakit sehingga membutuhkan tindakan langsung mengeluarkan nanah tersebut dan tentu saja membutuhkan perawatan medis yang tepat.

Gejala Abses Gigi

Ada beberapa gejala yang dapat anda kenali, apabila anak anda mengalami demam berulang akibat abses gigi:

  • Demam beberapa hari.
  • Sakit gigi.
  • Rasa sakit pada rahang.
  • Pembengkakan wajah, terutama bagian pipi.
  • Gigi goyang.
  • Bau mulut.

2. Sindrom Demam Periodik

Sindrom demam periodik merupakan sindrom genetik yang diturunkan dari orang tua yang menyebabkan demam pada anak tanpa adanya infeksi. Hal ini disebabkan karena adanya mutasi gen. Sindrom ini memengaruhi setiap anak secara individual dan bergantung pada lokasi tempat tinggal, latar belakang etnis, dan daerah tubuh yang terkena sindrom. Pengobatannya juga disesuaikan dengan faktor-faktor tersebut.

Gejala sindrom demam periodik

Beberapa gejala yang dapat dikenali, jika anak anda mengalami sindrom demam periodik:

  • Demam berulang.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit perut.
  • Dada Sakit.
  • Radang ginjal.

3. Penyakit Neutropenia

Neutropenia merupakan kondisi kelainan darah yang ditandai dengan kekurangan neutrofil  atau jenis sel darah putih yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi bakteri dan jamur.  Kondisi ini menyebabkan demam berulang pada anak lebih berpola atau memiliki siklus. Masa berkurangnya jumlah sel darah putih dan masa sembuh berlangsung setiap kurang lebih tiga minggu sekali.

Gejala penyakit neutropenia

Beberapa gejala yang dirasakan oleh penderita apabila mengalami penyakit neutropenia sebagai berikut:

  • Demam.
  • Merasa sakit.
  • Seriawan.
  • Nafsu makan berkurang.
  • Penyakit gusi.

4. Borrelia Burgdorferi

Borrelia adalah nama jenis bakteri yang menyebabkan penyakit Lyme. Penyakit ini ditularkan kepada manusia dan hewan melalui perantara kutu. Kutu tersebut biasanya ada pada hewan dan hutan yang lebat. Penyakit Lyme dapat menyebabkan demam berulang jika tidak ditangani. Pengobatan harus dilakukan sesegera mungkin dengan memberikan antibiotik pada bagian yang digigit kutu.

Gejala Borrelia Burgdorferi

Adapun gejala dari penyakit Borrelia Burgdorferi sebagai berikut:

  • Demam.
  • Panas dingin.
  • Keringat malam.
  • Nyeri otot.
  • Nyeri sendi.
  • Kelelahan.
  • Mual.
  • Sakit kepala.
  • Ruam.

5. Penyakit Crohn 

Penyakit Crohn adalah sejenis penyakit radang usus yang dapat memengaruhi setiap bagian saluran pencernaan mulai dari mulut hingga ke anus. Penyakit ini dapat menyebabkan demam berulang dan disertai dengan gejala lain, seperti radang perut dan peradangan dapat menyebar ke seluruh area.Penyakit ini terasa menyakitkan dan terkadang menyebabkan komplikasi yang mengancam nyawa penderita.

Gejala penyakit Crohn

Gejala-gejala yang dapat anda rasakan apabila terkena penyakit Crohn antara lain:

  • Demam.
  • Kelelahan.
  • Tinja berdarah.
  • Diare.
  • Luka di mulut.
  • Malnutrisi.

6. Virus Eppstein-Barr 

Virus Epstein-Barr adalah virus yang sangat umum di kalangan anak-anak dan remaja. Disebut juga sebagai “infeksi mononucleosis” atau “kissing disease”. Penyakit ini dapat menular melalui air liur dari berciuman serta makan atau minum secara bersamaan. Hal ini dapat menyebabkan penyakit serius, tetapi beberapa kasus hanya menyebabkan penyakit ringan. Virus Epstein-barr dapat menyebabkan demam berulang pada anak selama virus tersebut menyebar dalam tubuh. Oleh karena itu, butuh waktu beberapa minggu untuk  membangun kekebalan sistem imun sampai akahirnya virus dapat diusir dari tubuh.

Gejala virus Eppstein-Barr 

Beberapa gejala yang muncul apabila anda terkena virus Eppstein-Barr adalah sebagai berikut:

  • Demam.
  • Sakit tenggorokan.
  • Batuk.
  • Kelelahan ekstrim.
  • Kelemahan.
  • Panas dingin.
  • Sakit kepala.
  • Sakit perut.
  • Ruam.

7. Sindrom Behcet

Sindrom Behcet merupakan gangguan autoimun langka yang menyebabkan radang dan rasa sakit di dalam pembuluh darah dan urat nadi. Penyakit ini dapat menyebabkan demam berulang pada anak. Penyakit ini biasanya terjadi pada orang berusia 20 dan 30 tahun, tetapi tetap berisiko terjadi pada orang dari segala usia. Sindrom Behcet tidak menular dan dapat disembuhkan.

Gejala Sindrom Behcet

Beberapa gejala sindrom Behcet yang mungkin terjadi pada tubuh anda sebagai berikut:

  • Seriawan.
  • Ulkus kulit.
  • Ulkus kelamin.
  • Radang mata.
  • Luka pada sistem pencernaan.
  • Nyeri sendi.
  • Sakit kepala.

8. Limfoma

Limfoma merupakan penyakit kanker yang muncul dalam sistem limfatik. Sistem limfatik merupakan sistem yang menghubungkan kelenjar getah bening di seluruh tubuh. Penyakit ini dapat menyebabkan demam berulang karena merupakan kanker yang menyerang sistem kekebalan tubuh.

Limfoma dibedakan menjadi dua jenis, yaitu  Limfoma Hodgkin dan Limfoma non-Hodgkin. Keduanya memengaruhi sel-sel darah putih. Kanker jenis ini dapat disebabkan oleh infeksi pada sistem kekebalan tubuh.

Gejala limfoma

Kenali beberapa gejala penyakit limfoma di bawah ini:

  • Demam berulang
  • Keringat malam
  • Berat badan
  • Kelenjar getah bening bengkak
  • Sakit perut
  • Batuk
  • Kelelahan

Selengkapnya baca disini: Jenis dan Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening

Adapun penyebab demam secara umum bisa Anda pelajari disini:

Cara Mengatasi Demam Berulang Pada Anak

Demam berulang tidak selalu serius, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran. Demam memang dapat membantu melawan infeksi, namun apabila demam sampai tinggi sekali, maka anda harus melakukan beberapa tindakan untuk menurunkan suhu tersebut.

Jika anak Anda biasanya sehat dan hanya menderita demam sederhana, ada beberapa langkah yang dapat Anda coba untuk membantu menurunkan demam berulang pada anak, seperti di bawah ini:

1. Kompres Hangat

Coba untuk mengompres dahi anak menggunakan handuk hangat. Hal ini akan memberikan informasi kepada otak bahwa suhu tubuh sudah tinggi, sehingga tubuh akan merespon dengan menurunkan suhu.

2. Hindari Pakaian Tebal dan Selimut

Pakaian tebal dan selimut dapat menahan panas. Oleh sebab itu hindari mengenakan selimut atau pakaian tebal agar demam anak dapat turun lebih cepat.

3. Meningkatkan Cairan Tubuh

Demam menyebabkan tubuh anak kehilangan cairan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan asupan cairan ke dalam tubuh anak dengan rutin memberikan air putih ataupun cairan sehat lainnya. Cairan tambahan seperti minuman ber-ion juga dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Minuman seperti jus buah, kuah sup atau kaldu bisa menjadi pilihan.

4. Berikan Obat Demam 

Jika terjadi infeksi yang menyebabkan demam berulang pada anak, maka segera berikan anak anda obat demam agar suhu tubuh anak menurun. Ada banyak obat demam yang dijual bebas tanpa memerlukan resep dokter, seperti parasetamol dan ibuprofen. Pastikan untuk mencermati setiap keterangan dosis dan cara pakai yang tertera pada paket.

Baca: Obat Demam Anak Paling Efektif dan Aman

5. Hubungi Dokter

Jika  langkah-langkah sederhana yang dapat Anda lakukan di rumah tidak berhasil meredakan demam pada anak, maka langkah selanjutnya adalah menghubungi dokter anak Anda. Jika demam berlangsung lebih dari beberapa hari atau berulang, mungkin ada sesuatu yang lebih serius yang dialami oleh anak Anda sehingga memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah memahami penyebab dan cara mengatasi demam berulang pada anak, sebagai orang tua Anda harus bijak dalam mengambil langkah-langkah terbaik pada kasus ini. Selalu berkonsultasi dengan dokter perihal penyebab demam dan cara mengatasinya untuk mendapatkan hasil yang terbaik.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer