13 Akibat Kurang Darah dengan Hb Rendah (Anemia)

Kadar hemoglobin (Hb) rendah atau kurang darah memiliki berbagai dampak pada tubuh penderitanya. Berat ringannya akibat kurang darah tersebut akan tergantung pada penyebab serta tingkat rendahnya kadar Hb yang dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Hemoglobin adalah molekul berwarna merah yang tedapat dalam setiap sel darah merah dengan fungsi utama mengikat oksigen. Seseorang dikatakan kurang darah atau anemia, ketika kadar hemoglobin di bawah nilai normal. Kadar Hb normal pada pria yaitu 13,5 gram/100 ml dan pada wanita 12,0 gram/100 ml.

Kita tahu bahwa fungsi darah merah sangatlah penting bagi tubuh, karena oksigen yang dibawanya berperan penting dalam proses pengolahan bahan bakar atau sumber energi bagi tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi organ dan aktivitas fisik.

Bisa dibayangkan bukan, ketika jumlah darah kurang dari semestinya, maka kadar oksigen akan rendah (hipoksia) yang ditandai dengan berbagai keluhan. Beberapa yang mungkin kita kenal seperti, lemah, lesu, pusing, dan sering mengantuk.

akibat kurang darah

Bahkan tidak hanya sebatas itu, ada sejumlah kondisi yang lebih berbahaya akibat kurang darah, seperti mudah terkena infeksi, gangguan paru, gagal jantung, dan lain-lain. Seperti dijelaskan di bawah ini.

Setidaknya ada 13 gejala dan kondisi akibat kurang darah:

1. Lelah dan lemas

Keluhan pertama yang dirasakan oleh penderita anemia umumnya berupa lelah dan lemas akibat kekurangan energi. Hal ini dapat menyebabkan seseorang menjadi kurang produktif dalam bekerja, dan merasa sulit untuk tetap terjaga sehingga sering mengantuk.

Rasa lelah setelah menjalani aktifitas seharian memang wajar, namun ketika seseorang kurang darah, rasa lelah itu tetap ada meskipun sudah beristrahat. Bahkan tanpa didahului aktiftas berat rasa letih dan lesu tetap dirasakan sepanjang hari.

Bagi Anda yang mengalami, sebaiknya segera temui dokter sebelum akibat kurang darah lainnya terjadi pada Anda.

2. Pucat

Kadar Hb yang rendah ditandai dengan bibir dan kulit menjadi pucat. Memang sulit mendeteksinya apabila bibir dan kulit seseorang berwarna gelap atau sawo matang.

Oleh sebab itu, salah satu cara terbaik untuk mengetahui apakah Anda menderita anemia adalah dengan melihat selaput lendir mata. Daerah ini kaya akan pembuluh darah sehingga apabila pucat, menjadi pertanda bahwa tubuh tidak memiliki cukup sel darah merah yang sehat.

Hadapkan wajah Anda pada cermin dengan pencahayaan cukup, lalu tarik ke arah bawah kelopak mata bawah Anda. Warna normalnya adalah pink atau kemerahan.

Selain itu, telapak tangan dan kuku mungkin juga terlihat pucat.

3. Sesak nafas (Nafas Cepat)

Akibat kurang darah selanjutnya yaitu sesak nafas. Hal ini terjadi ketika tubuh merasa kekurangan oksigen, maka sebagai mekanisme kompensasinya paru-paru akan bernafas dengan frekuensi yang lebih cepat guna memenuhi kebutuhan oksigen.

Secara normal, nafas akan lebih cepat saat berlari, angkat berat dan aktifitas berat lainnya. Namun menjadi sebuah tanda anemia ketika nafas cepat terjadi bahkan hanya karena menaiki tangga berjalan yang tak sebegitu jauh.

3. Jantung berdebar-debar

Seiring dengan nafas cepat, jantung juga bekerja ekstra guna menyalurkan darah yang hanya mengandung sedikit oksigen tersebut. Detak jantung akan lebih cepat dari normal, rasa berdebar di dada, dan terkadang terdengar desisannya saat berbaring.

Kondisi ini tidak terjadi pada orang dengan anemia ringan, melainkan pada anemia berat dimana kadar Hb sangat rendah. Jika hal ini terus diabaikan tanpa penanganan mumpuni, maka jantung bisa gagal menjalankan fungsinya, alias gagal jantung.

4. Kecemasan

Jantung berdebar bisa membuat orang merasa cemas, tapi jika kecemasan itu hanya baru saja terjadi dan tidak disertai dengan gejala lain akibat kurang darah, maka bisa jadi akibat lainnya.

5. Sering pusing

Seperti halnya organ tubuh lainnya, otak juga membutuhkan oksigen. Jika suplai oksigen ke otak tidak mencukupi kebutuhannya, maka keluhan pusing atau bahkan pingsan dapat terjadi. Meskipun ada banyak penyebab lainnya, baca: 12 Penyebab Kepala Sering Pusing dan Obatnya

8. Pikiran berkabut

Jika Anda mengalami masalah dalam berkonsentrasi, penurunan daya ingat atau tidak setajam yang dulu, mungkin bukan hanya karena usia, tapi juga akibat kurang darah karena kekurangan zat besi.

6. Kaki tangan dingin bahkan mati rasa

Salah satu mekanisme kompensasi tubuh ketika kurang darah atau anemia, yaitu memprioritaskan aliran darah untuk menuju organ-organ vital seperti otak, hati, ginjal yang umumnya terletak di batang tubuh.

Dengan demikian, aliran darah ke ekstremitas seperti tangan dan kaki menjadi lebih sedikit. Hal inilah yang membuat penderita kekurangan darah sering mengeluhkan kaki tangan dingin, kesemutan, bahkan mati rasa (kebas).

7. ‘Mengidam’ Aneh-aneh

Beberapa orang dengan anemia kekurangan zat besi sangat mendambakan dan memiliki kebiasaan mengunyah es. Tidak jelas mengapa, namun sebuah penelitian di jurnal Medical Hypotheses menunjukkan bahwa kekurangan zat besi dapat memberi dorongan ketajaman mental dengan cara yang sama seperti secangkir kopi. Beberapa orang bahkan mungkin ‘mengidam’ kertas dan tanah liat.

8. Sakit kepala

Sakit kepala tegang dan migrain memang suatu keluhan yang umum terjadi, namun jika mengalami sering sakit kepala atau tidak membaik dengan pengobatan biasa, maka periksakan ke dokter. Bisa jadi hal itu akibat kurang darah (Hb rendah).

9. Restle Leg Syndrome

Disebut juga sebagai sindrom kaki gelisah, kelainan neurologis yang dapat menyebabkan sensasi tidak nyaman di kaki dan bagian tubuh lainnya dan dorongan yang tidak terkendali untuk terus bergerak.

Meski hubungannya dengan Hb rendah belum diketahui secara pasti, namun faktanya hal itu terjadi pada sekitar 15 persen orang dengan anemia kekurangan zat besi, menurut John Hopkins Medicine.

10. Risiko Kehamilan

Wanita hamil dengan anemia berat memiliki peningkatan risiko komplikasi, terutama selama hamil dan setelah kelahiran. Depresi pasca persalinan juga dapat terjadi pada beberapa wanita.

Penelitian menunjukkan bayi yang lahir dari ibu yang memiliki anemia yang tidak diobati lebih mungkin untuk:

  • Terlahir prematur – sebelum minggu ke 37 kehamilan.
  • memiliki berat lahir rendah.
  • memiliki masalah dengan kadar zat besi.

Jenis anemia yang paling umum pada ibu hamil adalah anemia defisiensi besi.

11. Kerontokan rambut

Menurut American Academy of Dermatology, 80 juta pria dan wanita mengalami kerontokan rambut turun-temurun, atau yang dikenal dengan pola kebotakan pria.

Jika Anda melihat lebih banyak rambut yang tersangkut pada sisir atau mudah rontok, mungkin Anda mengalami anemia. Hal ini juga bisa terjadi akibat kekurangan vitamin atau kondisi hormonal seperti hipotiroidisme.

12. Meningkatnya risiko infeksi

Penelitian telah menunjukkan bahwa anemia defisiensi zat besi dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Hal ini meningkatkan kerentanan seseorang terhadap infeksi, misalnya mudah terserang flu, diare, demam, dan sebagainya.

13. Stroke

Pada anemia sel sabit, sel darah merah berbentuk sabit – normalnya berbentuk cakram atau piringan. Bentuk sel abnormal ini menyebabkannya mudah tersangkut di pembuluh darah kecil, menghalangi aliran darah normal.

Orang dengan anemia sel sabit berisiko tinggi terserang stroke, karena sel berbentuk sabit dapat dengan mudah berkumpul bersama, membentuk massa (pembekuan) yang menghalangi aliran darah di pembuluh darah otak.

Tidak hanya di otak, aliran darah di kaki juga bisa terhambat sehingga menyebabkan rasa nyeri atau bahkan iskemia serius yang membutuhkan amputasi.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga