Inilah Alasan Kenapa Saat Asam Lambung Naik Kepala Pusing

Ketika perut mulas, mual, dada terasa terbakar, dan rasa pahit di mulut adalah gejala umum dari penyakit asam lambung naik (GERD), banyak diantaranya yang juga mengeluhkan pusing atau sakit kepala. Tak diragukan lagi, keluhan sakit kepala memang sering dialami saat gejala-gejala asam lambung tersebut muncul.

Faktanya, dari sebuah penelitian kuesioner berbasis cross sectional yang mencatat lebih dari 43.000 pasien, menyimpulkan bahwa prevalensi sakit kepala lebih tinggi pada orang dengan penyakit asam lambung (acid reflux) dan keluhan pencernaan lainnya dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki gangguan pencernaan.

Pertanyaannya, kenapa saat asam lambung naik kepala pusing? Apa hubungan lambung dan pencernaan dengan sakit kepala? 

kenapa asam lambung naik kepala pusing

POTS, Mungkin inilah penyebabnya

POTS, atau Postural Orthostatic Tachycardia Syndrome, adalah kondisi otonom dimana terlalu sedikit jumlah darah yang kembali ke jantung saat bergerak dari posisi berbaring ke posisi berdiri. Gejalanya meliputi: sakit kepala, pusing, jantung berdebar, kelelahan dan masalah pencernaan seperti mual, perut terasa penuh dan pengosongan lambung tertunda.

Selain sakit kepala, masalah lambung menjadi salah satu komplikasi dari penyakit ini. Hal ini terjadi ketika aliran darah yang ke lambung hanya sedikit sehingga penderitanya merasa mual. Di lain waktu, ketika aliran darah ke lambung terlalu banyak, maka yang dirasakan adalah sakit perut yang tajam dan tiba-tiba.

POTS mempengaruhi pria dan wanita secara merata dan umumnya diderita pada usia 15 sampai 50 tahun. Seringkali terjadi segera setelah trauma, operasi besar atau infeksi virus. Namun, setiap orang yang menderita asam lambung naik dan juga sakit kepala, belum tentu karena POTS.

Adakah hubungan asam lambung dengan sakit kepala?

Jika bukan disebabkan oleh POTS, ada kemungkinan lain kenapa timbul pusing saat asam lambung naik. Hal ini terkait dengan pencernaan tidak terjadi secara efisien.

Hal ini dikemukaan oleh Jitendra Rathod seorang microbiolgist, seperti dikutip dari sepalika.com, ia mengatakan bahwa “penderita GERD umumnya memiliki kadar asam lambung rendah sehingga makanan tidak dicerna dengan baik. Di sisi lain, makanan difermentasi oleh bakteri Helicobacter Pylori, lalu terbentuklah sejumlah besar gas beracun.

Gas ini meningkatkan tekanan di dalam lambung dan menyebabkan kembung. Juga memberi tekanan pada sfingter esofagus (katup antara lambung dan kerongkongan) dan memaksanya untuk membuka, sehingga isi lambung yang asam naik ke dalam kerongkongan, menyebabkan mulas dan dada terasa terbakar.

Gas beracun pun ikut keluar dan memasuki otak melalui indera penciuman. Setelah masuk ke otak, gas ini memberi tekanan pada dinding otak sehingga menyebabkan sakit kepala. Serangan sakit kepala ini berlanjut sampai gas-gas ini dikeluarkan oleh proses tubuh normal.”

Penulis pribadi masih meragukan alasan yang kedua ini, karena tidak didukung oleh data ilmiah dan masih minimnya referensi serupa.

Lantas, bagaimana mengatasi masalah ini?

Jika penyebab pusing dan keluhan asam lambung tersebut disebabkan oleh POST, maka solusinya cukup simple. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum beberapa minuman olahraga per hari dan makan makanan asin seperti keripik kentang. Cara minumnya pun harus diatur, teguklah sedikit demi sedikit, karena tegukan yang sekaligus banyak dapat memperparah GERD-nya.

Namun, jika keluhan mual, muntah atau diare disertai dengan sakit kepala tak kunjung mereda, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter tentang pilihan pengobatan yang tepat. Mengobati sakit kepala biasanya mengurangi gejala gastrointestinal dan sebaliknya.

Pastikan tidak asal minum obat sakit kepala, karena beberapa jenis obat seperti aspirin, ibuprofen dan naproxen sodium dapat meningkatkan mual dan keluhan pencernaan lainnya.

DISKUSI TERKAIT