3 Penyebab Utama Benjolan di Belakang Telinga yang Tidak Sakit

Jangan sepelekan benjolan di belakang telinga meskipun tidak terasa sakit. Tergantung pada penyebabnya, benjolan dapat berubah menjadi kondisi yang lebih serius. Karenanya, sebelum terlambat sebaiknya kita mengenal sejak dini penyebab benjolan di belakang telinga beserta ciri-cirinya.

Bagaimana cara mengetahui penyebab benjolan di belakang telinga?

Ukuran, konsistensi (lunak atau keras), jumlah, pertumbuhannya dan gejala yang menyertai dapat memberikan petunjuk bagi kita tentang suatu kondisi atau penyakit yang mendasari terjadinya benjolan di belakang telinga.

Beberapa penyakit seperti infeksi, tumor, peradangan, atau trauma tertentu dapat menyebabkan benjolan tanpa rasa sakit di belakang telinga. Selengkapnya, berikut beberapa kemungkinan penyebab benjolan di belakang telinga yang tidak sakit:

1. Kista Sebasea

kista sebasea atau aterom di belakang telinga

Kista sebasea adalah benjolan yang kerap muncul di area kulit mana saja yang ditumbuhi rambut, termasuk di belakang telinga. Benjolan ini  tidak terasa sakit, bentuknya bulat dapat tunggal atau beberapa. Ukurannya pun tidak terlampau besar, mulai dari seukuran kacang kedelai hingga sebesar kelerang. Ciri khasnya memiliki bintik hitam ditengahnya.

Kista sebasea terjadi ketika sel kulit mati dan minyak yang diproduksi oleh kelenjar minyak terperangkap di dalam kulit. Terkadang kantung kista pecah dan mengeluarkan material berwarna kuning kental. Kejadian ini dapat berulang sampai dilakukan operasi atau pengangkatan secara total.

Jadi, bagi Anda yang mendapati benjolan seperti ini, maka sebaiknya periksakan ke dokter untuk memperoleh penanganan berupa operasi minor pengangkatan kista.

2. Lipoma

lipoma benjolan di belakang telinga tidak sakit

Lipoma adalah istilah untuk tumor jinak jaringan lemak. Letaknya lebih dalam jika dibandingkan dengan kista sebasea, oleh sebab itu bentuk lipoma lebih tidak beraturan dan benjolannya lebih melebar. Akan terlihat jelas apabila tumor sudah sedemikian besar sehingga tonjolannya nampak.

Benjolan Lipoma murni masalah jaringan lemak di bawah kulit, jadi tidak terlihat adanya kelainan kulit di atasnya. Warna dan terkstur kulit pun sama persis dengan kulit sehat tanpa benjolan yang ada di sekitarnya.

Tumor jinak ini relatif tidak berbahaya, pertumbuhannya pun lambat. Selain dapat muncul di belakang telinga, benjolan ini juga kerap tumbuh di leher, punggung, bahu, lengan dan paha yang tentu saja tidak menimbulkan rasa sakit atau masalah apapun. Tujuan menghilangkan tumor ini biasanya tidak lain karena alasan kosmetik, alias mengganggu penampilan.

3. Tumor jinak

tumor di belakang telinga

Kata tumor memang terdengar menakutkan, tetapi kata jinak sudah menunjukkan bahwa itu sebenarnya adalah pertumbuhan jaringan non-kanker. Artinya  tumor tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya, tidak ganas.

Tumor dapat berkembang di setiap bagian tubuh manusia. Orang-orang yang menemukan benjolan di tubuh mereka sering menganggap itu adalah kanker. Misalnya, seorang wanita yang menemukan benjolan di payudara selama pemeriksaan diri bisa menjadi hal yang sangat dikhawatirkan. Padahal sebenarnya, sebagian besar benjolan di payudara ternyata jinak.

Dan memang, ada banyak pertumbuhan atau benjolan di tubuh yang bersifat jinak, termasuk benjolan tanpa rasa sakit di belakang telinga. Diantara ciri-ciri tumor jinak seperti pertumbuhannya lambat, mudah digerakkan, tidak cepat berubah bentuk dan warnanya, dan tidak terasa sakit.

Apapun kondisi yang menyebabkan benjolan di belakang telinga baik yang tidak terasa sakit, ataupun yang sakit, maka langkah terbaik adalah memeriksakannya ke dokter, apa lagi hal itu sudah Anda alami selama lebih dari empat minggu. Dalam sebagian besar kasus, benjolan tidak perlu dikhawatirkan dan kunjungan singkat ke dokter akan memberikan ketenangan.

Jika ada peradangan, infeksi, atau jika Anda ingin benjolan di belakang telinga tersebut dibuang hanya karena alasan kosmetik, tenanglah ada beberapa pilihan tindakan yang dapat dilakukan.

DISKUSI TERKAIT