Bibir Sumbing : Gejala, Penyebab, Pengobatan

Bibir sumbing adalah salah satu jenis cacat lahir yang terjadi pada bayi, dimana terdapat celah pada bibir bayi. Dalam bahasa medis sering disebut dengan labioschisis atau cleft lip. Celah yang terdapat pada bibir ini dapat juga meluas ke daerah palatum atau langit-langit mulut dan juga dasar tulang hidung, sehingga disebut juga palatoschisis.

Proses perkembangan bibir dan langit-langit mulut ini merupakan dua hal yang terpisah, sehingga bisa saja terjadi labioschisis tanpa disertai palatoschisis atau terjadi palatoschisis tanpa disertai labioschisis. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan, kelainan labioschisis dan palatoschisis terjadi bersamaan.

bibir sumbing

Saat usia kehamilan memasuki trimester pertama, terjadi perkembangan janin membentuk bagian bibir. Pada kelainan bibir sumbing, proses pembentukan ini mengalami gangguan. Celah ini dapat terjadi pada salah satu sisi disebut dengan unilateral, namun dapat juga terjadi di kedua sisi disebut juga dengan bilateral.

Apa Saja Ciri-ciri dan Gejala Bibir Sumbing?

Bibir sumbing akan terlihat sangat jelas pada saat bayi lahir. Pada kelainan ini akan tampak adanya cacat fisik pada bibir, dimana terlihat adanya celah pada bibir bagian atas. Antara sisi bibir kanan dan sisi bibir kiri tidak menyatu dengan sempurna.

Akibat adanya celah pada bibir ini, maka dapat timbul gangguan lain sebagai berikut :

  • Gangguan makan. Gangguan ini akan diperberat pada kondisi palatoschisis. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut dapat tersedak ke dalam hidung. Bayi dengan kondisi ini harus menggunakan alat bantu makan khusus agar makanan dapat langsung masuk ke dalam lambung.
  • Infeksi telinga atau gangguan pendengaran. Resiko terjadinya infeksi pada telinga meningkat pada bayi dengan bibir sumbing. Apabila tidak ditangani dengan baik, maka infeksi dapat menyebabkan terjadinya gangguan pendengaran.
  • Gangguan berbicara. Gangguan berbicara ini sangat terlihat jelas pada anak bibir sumbing. Suara yang diucapkan seperti berasal dari hidung dan terdengar tidak jelas atau sengau.
  • Gangguan pertumbuhan gigi. Anak-anak dengan kondisi ini memiliki resiko lebih besar untuk mengalami permasalahan gigi, seperti gigi berlubang, jumlah gigi yang kurang atau berlebih, dan sebagainya.

Adanya gangguan-gangguan yang timbul akibat bibir sumbing tersebut, dapat mengganggu pertumbuhan normal pada bayi dan seringkali berat badan bayi sulit bertambah.

Bibir sumbing merupakan salah satu cacat fisik yang timbul pada saat bayi lahir. Dengan adanya cacat fisik ini, maka kondisi fisik bayi harus diperiksa secara keseluruhan, lengkap, dan teliti. Karena dengan adanya 1 cacat fisik, tidak menutup kemungkinan terdapat cacat fisik lainnya di anggota tubuh yang lain.

Apa Penyebab Bibir Sumbing?

Bibir sumbing terjadi karena jaringan yang ada tidak cukup untuk membentuk bibir, sehingga terdapat celah dan bibir tidak dapat menyatu sempurna. Akan tetapi mekanisme penyebab terjadinya bibir sumbing ini masih belum diketahui secara pasti.

Faktor yang dapat mempengaruhi bersifat multifaktorial alias banyak faktor yang terlibat. Faktor genetik dan pengaruh lingkungan diduga memegang peranan penting.

Beberapa faktor resiko lain yang dapat meningkatkan terjadinya kelainan bibir sumbing pada bayi antara lain:

  • Riwayat keluarga. Bayi yang lahir dari keluarga yang memiliki riwayat bibir sumbing, seperti saudara kandung, orang tua atau kerabat, akan beresiko lebih besar untuk mengalaminya juga.
  • Obat-obatan. Ibu hamil yang mengkonsumsi berbagai macam obat-obatan tanpa anjuran dokter, beresiko untuk melahirkan bayi bibir sumbing. Sebagai contoh, golongan obat anti-kejang, obat jerawat, obat anti-kanker, dan sebagainya.
  • Infeksi virus. Ibu hamil yang terinfeksi virus dapat meningkatkan resiko bayi lahir cacat, salah satunya adalah kelainan bibir sumbing.
  • Paparan bahan kimia. Paparan bahan kimia atau radiasi yang berbahaya pada wanita hamil dapat meningkatkan resiko terjadinya cacat pada bayi baru lahir. Seperti rokok, alcohol, pengawet makanan, pewarna makanan buatan dan sebagainya.
  • Kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi selama kehamilan dapat menyebabkan terjadinya cacat lahir. Sebagai contoh kekurangan asam folat.

Selengkapnya kami bahas di sini: Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi dari Lahir

Bagaimana Penanganan Bibir Sumbing?

Walaupun anak dengan kelainan bibir sumbing dapat tumbuh dengan normal seperti anak-anak lainnya, namun kondisi seperti ini secara fisik dapat mengganggu penampilan estetika dan kemampuan vokal anak untuk berbicara. Oleh sebab itu anak-anak dengan bibir sumbing bisa merasa minder, malu, dan secara psikologis terganggu. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kondisinya diperbaiki sejak dini sehingga tidak mengganggu proses belajar berbicara terutama sebelum anak masuk usia sekolah.

Bibir sumbing dapat diatasi hanya dengan tindakan operasi. Namun perlu difahami bahwa operasi bibir sumbing tidak dapat langsung dilakukan pada saat bayi baru lahir. Biasanya operasi baru dilakukan pada saat usia bayi 3 bulan. Operasi yang dilakukan dapat hanya 1 kali atau beberapa kali operasi, tergantung pada tingkat kesulitan kelainan bibir sumbing. Operasi yang dilakukan secara bertahap ini, dapat selesai sampai anak usia remaja.

Setelah operasi selesai dilakukan, maka kemampuan bicara tidak langsung kembali seperti normal karena otot-otot di bibir belum berfungsi sempurna. Oleh karena itu tetap perlu dilakukan terapi bicara supaya mempercepat kemampuan berbicara.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer