Cara Mengatasi Kembung pada Bayi dengan Aman Tanpa Obat

Perut kembung merupakan salah satu keluhan yang kerap dijumpai pada bayi, terutama yang masih berusia di bawah 12 bulan. Meski bisa dibilang wajar dan tidak berbahaya, namun kerewelan yang ditimbulkan si Kecil bisa sangat merepotkan. Agar tak semakin larut dan berulang, ketahui beberapa cara mengatasi kembung pada bayi berikut ini.

Beberapa cara mengatasi kembung pada bayi yang dapat Bunda terapkan

Perut kembung pada bayi bisa dibilang wajar lantaran sistem pencernaannya yang belum terbentuk dan bekerja secara sempurna. Otot-otot yang mendukung sistem pencernaan pun belum dapat mengembangkan ritme yang tepat (gerak peristaltik) untuk memindahkan makanan secara efisien.

mengatasi bayi kembung

Bayi yang mengalami perut kembung dapat diketahui dengan melihat beberapa pertandanya, seperti bagian perut yang terasa agak keras, sering buang angin dan nampak begitu rewel. Terkadang bayi pun nampak menggeliat melengkungkan punggungnya ke belakang sambil mengangkat kedua kakinya.

Ada beberapa cara sederhana yang dapat Bunda terapkan untuk mengatasi kondisi seperti ini. Pertama, susuilah buah hati Bunda dalam posisi sedikit tegak sambil menyendawakannya setiap 3-5 menit sekali. Bunda juga dapat memijat atau menepuk-nepuk perut juga punggunggnya dengan lembut.

Berikut langkah-langkah mudah mengatasi perut kembung pada bayi:

1. Susui Bayi dalam Posisi Sedikit Tegak

Perut kembung pada bayi bisa jadi disebabkan oleh karena posisi menyusui yang kurang tepat. Untuk itu, susuilah ia dengan posisi sedikit tegak ketika digendong. Dalam keadaan dibaringkan, gunakanlah bantal untuk meninggikan kepalanya.

2. Sendawakan saat Menyusui

Untuk meminimalisir risiko masuknya udara ke dalam mulut dan mengalir ke perutnya, cobalah sendawakan ia setiap 3 hingga 5 menit sekali di kala menyusui dengan menepuk-nepuk daerah diantara kedua tulang belikatnya.

Cermati pula pemilihan botol susu dengan ukuran dot yang pas. Pasalnya dot botol susu bayi yang terlalu kecil dapat menyebabkan ia menelan begitu banyak udara.

3. Pijatlah ia dengan Lembut

Memberikan si Kecil pijatan lembut menjadi salah satu cara mengatasi kembung pada bayi yang cukup efektif. Dalam posisi telentang, pijat dan usaplah perutnya secara perlahan dengan gerakan tangan yang berlawanan arah jarum jam. Mulai dari titik jam enam ke jam tiga. Ulangi hingga beberapa kali dan lakukan hal serupa pada area punggungnya.

Sembari memijat, sertakan pula komunikasi dan interaksi pada buah hati tersayang dengan mengucapkan berbagai kalimat indah nan manis agar ia semakin merasa tenang dan tentunya akan semakin menambah ikatan batin antara ibu dan anak.

4. Mandikan dengan Air Hangat

Memandikan bayi dengan air hangat dapat membantu menyingkirkan gas berlebih dari dalam perut sekaligus mengurangi tingkat kerewelannya. Lakukan di sore hari, selepas itu kenakan pakaian panjang dan oleskan pula minyak telon agar ia semakin merasa nyaman.

5. Perhatikan Makanan yang di Konsumsi

Pada bayi yang masih meminum ASI, kembungnya perut dapat berasal dari makanan yang dikonsumsi sang ibu. Dengan demikian, batasi konsumsi makanan yang banyak mengandung gas, seperti brokoli, kubis, buah yang dikeringkan, dll. Hal ini berlaku pula pada bayi berusia di atas 6 bulan yang sudah bisa diberikan makanan pendamping ASI (MPASI).

Baca: 6 Pantangan Makanan Ibu Menyusui

6. Ciptakan Suasana yang Tenang

Kebisingan dan suasana ramai yang tak kondusif dapat menyebabkan bayi menjadi stres. Hal ini ditandai dengan timbulnya berbagai gejala seperti perut kembung, kerewelan dan kesulitan tidur baik di siang maupun di malam hari.

Untuk itu, ciptakanlah suasana yang nyaman dan tenang. Mulai dari penerangan yang lembut dan menghindari bunyi-bunyian yang berasal dari perangkat elektronik, seperti televisi, smartphone dan lainnya.

Di samping itu, jangan terlalu sering membawa bayi ke tempat yang ramai seperti mall dan membiarkannya disentuh juga dicium oleh banyak orang begitu saja. Meski terkesan over protective, hal ini penting untuk dilakukan mengingat sisitem imun bayi yang belum terbentuk sempurna sehingga rawan terinfeksi berbagai mikroorganisme jahat.

Periksakan segera buah hati Bunda ke dokter apabila mengalami perut kembung yang disertai dengan gejala lain, seperti tidak BAB selama beberapa hari atau terdapat darah di fesesnya, muntah, demam (suhu rektal sebesar 38°C atau lebih) dan menangis histeris tanpa henti. Karena bukan tidak mungkin, kondisi tersebut merupakan tanda pertama dari masalah pencernaan yang lebih serius.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga