Ciri-ciri Asam Lambung Naik (Gejala GERD)

Ada yang pernah merasakan sensasi panas di area uluhati dan dada yang disertai dengan mual? Hati-hati! bisa jadi ini merupakan ciri-ciri asam lambung naik.

Penyakit asam lambung atau GERD (gastroesophageal reflux disease) merupakan kondisi naiknya asam lambung ke kerongkongan (esofagus) yang biasanya ditandai dengan mual serta dada terasa nyeri atau terbakar (heartburn). Penyebabnya bisa terkait dengan stres, obesitas, faktor keturunan, pola makan serta makanan yang dikonsumsi, efek samping obat atau karena penyakit, seperti hiatus hernia atau gastroparesis.

ciri asam lambung naik

Gejalanya yang nampak sepele seringkali diabaikan oleh penderitanya. Padahal, jika tidak segera ditangani dengan tepat penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi hingga mengancam keselamatan penderitanya. Oleh karena itu, penting untuk kita agar lebih waspada terhadap beberapa gejalanya.

Ada beberapa ciri asam lambung naik, seperti rasa perih yang hebat di ulu hati hingga dada terasa terbakar, perut mual, mulut terasa asam/pahit, suara menjadi serak, sakit tenggorokan dan sulit menelan, batuk-batuk, sesak nafas hingga asma. Lebih lengkapnya, mari kita simak penjelasannya berikut ini.

Inilah 8 Ciri-Ciri Asam Lambung Naik

1. Nyeri di Dada (Heartburn)

Ciri asam lambung naik yang pertama ditandai dengan nyeri di dada. Kondisi ini terjadi akibat asam lambung yang naik ke esofagus atau kerongkongan, sehingga menyebabkan heartburn atau rasa sakit di dada yang disertai rasa panas seperti terbakar.

Umumnya orang sering terkecoh dengan gejala ini, dan menganggapnya sebagai serangan jantung. Wajar saja, karena heartburn dan nyeri dada akibat serangan jantung sepintas memiliki kemiripan. Lantas bagaimana membedakannya? Nah, untuk membedakannya perhatikan gejala-gejala khas heartburn berikut ini:

  • Rasa nyeri biasanya tidak menyebar ke bahu, punggung atau lengan. Berbeda dengan serangan jantung yang seringkali rasa sakitnya dengan cepat menyebar ke bagian tersebut, khususnya sisi kiri tubuh.
  • Nyerinya akan terasa lebih menyakitkan setelah makan atau ketika membungkuk.
  • Akan langsung mereda setelah mengonsumsi obat asam lambung seperti antasida, berbeda dengan serangan jantung yang akan tetap berlanjut meski telah dilakukan pengobatan.
  • Umumnya tidak disertai dengan keringat dingin.

Lebih lanjut mengenai gejala serangan jantung, baca artikel ini: Ciri-ciri dan Gejala Serangan Jantung yang Mudah Dikenali. Namun untuk lebih memastikannya, lebih baik segera periksakan diri ke dokter, terlebih jika gejala ini sering dialami.

2. Mulut Terasa Pahit

Ketika asam lambung naik, maka zat asam dapat menyebar ke bagian belakang tenggorokan (faring), sehingga akan menimbulkan sensasi asam atau pahit di mulut seperti akan tersedak atau muntah (refluks). Biasanya gejala ini datang di malam hari ketika sedang beristirahat atau berbaring, akibat dari konsumsi makanan berlebih, konsumsi makanan pedas atau waktu makan yang tidak tepat.

Untuk meredakan gejala ini, dapat mengonsumsi obat-obatan penetral asam lambung seperti Antasid, obat golongan proton pump inhibitor (Omeprazol) dan obat golongan antagonis reseptor H2 (Cimetidine).

3. Suara Serak

Pernah mengalami suara yang mendadak serak setelah makan? Jika ya, kemungkinan besar ini merupakan ciri-ciri asam lambung naik. Naiknya asam lambung hingga ke kerongkongan (esofagus) mengiritasi pita suara, sehingga suara akan terdengar serak dan berbeda dari biasanya.

4. Sakit tenggorokan

Ciri-ciri asam lambung naik yang satu ini bisa dibilang mirip dengan gejala flu. Namun yang membedakannya dengan gejala flu, umumnya sakit tenggorokan ini tidak disertai dengan gejala lain seperti demam, bersin-bersin dan seringkali datang hanya setelah makan. Gejala asam lambung naik yang satu ini dapat diatasi dengan konsumsi obat-obat pereda asam lambung seperti omeprazole dan ditambah dengan obat antiradang.

5. Batuk dan Sesak Nafas

Naiknya asam lambung secara terus-menerus dapat mempersempit saluran pernafasan dan menimbulkan peradangan. Kondisi ini lambat laun dapat menyebabkan penderitanya mengalami batuk-batuk dan kesulitan bernapas. Para ahli juga menduga, naiknya asam lambung dapat memicu saraf di dada untuk menyempitkan tabung pernafasan sebagai respon pencegahan masuknya asam lambung.

Untuk memastikan apakah gejala ini benar disebabkan oleh naiknya asam lambung, maka sebaiknya kunjungi dokter untuk melakukan tes pengukuran pH atau keasaman di esofagus. Tes ini merupakan bagian dari prosedur rawat jalan untuk memeriksa penyakit asam lambung atau GERD, yang dilakukan dengan cara mengukur jumlah asam lambung di esofagus selama 24 jam. Apabila pH di esofagus terbukti naik drastis, maka dapat disimpulkan seseorang tersebut menderita penyakit asam lambung.

6. Mual

Ciri asam lambung naik berikut ini diakibatkan oleh rasa nyeri yang hebat di lambung dan ulu hati, sehingga penderita GERD seringkali merasa mual bahkan muntah-muntah. Tak jarang rasa mual ini datang tepat setelah makan. Untuk mengatasinya, dapat mengonsumsi obat antasida yang dapat menetralkan asam lambung.

7. Produksi Air Liur Berlebih (Hipersalivasi)

Seseorang yang mengalami acid reflux atau asam lambung naik biasanya akan mengalami peningkatan air liur yang berlebih. Kondisi ini merupakan respon alami tubuh untuk menetralisir asam lambung yang naik ke tenggorokan.

8. Kesulitan menelan

Naiknya asam lambung secara terus menerus, seiring waktu akan melukai kerongkongan dan memicu timbulnya jaringan parut atau pembengkakan yang menyebabkan terjadinya penyempitan kerongkongan, sehingga membuat penderitanya mengalami kesulitan atau nyeri saat menelan makanan.

Sebenarnya dalam tahap ringan, penyakit ini dapat diatasi dengan cara sederhana, seperti mengubah menu makanan dan mengonsumsi obat-obatan yang dapat meredakan gejalanya. Namun, apabila gejalanya sudah parah dan sering terjadi, maka sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik.

Walau bagaimanapun mencegah lebih baik daripada mengobati, namun tak perlu khawatir bagi yang sudah terlanjut mengalaminya, karena Anda masih bisa meminimalisir kekambuhan dengan mengetahui Penyebab Asam Lambung Naik dan Cara Mencegahnya

Sekali lagi, jangan pernah sepelekan penyakit ini, jika dibiarkan berlarut-larut tanpa pengobatan yang tepat maka dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan kematian.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer