Ciri-ciri dan Gejala Cacar Air yang Muncul Secara Berurutan

Pastinya sebagian besar masyarakat kita sudah sangat familiar dengan penyakit yang satu ini. Ya, cacar air. Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini meskipun kebanyakan diderita oleh anak-anak, namun tidak menutup kemungkinan, orang dewasa yang terkena paparan virus varicella tersebut juga bisa tertular. Itulah mengapa, sangat penting mengenal ciri-ciri cacar air sejak awal, karena seringkali banyak yang belum tahu sehingga tidak segera melakukan penanganan dan pencegahan dengan baik.

Gejala cacar air umumnya menyerupai gejala flu pada awal mulanya, dan kemudian ditandai dengan munculnya ruam pada kulit yang selanjutnya timbul bintil-bintil atau lepuhan berisi cairan yang merupakan ciri khas penyakit cacar air. Pada orang dewasa, gejala yang muncul bisa lebih berat dibandingkan anak-anak serta dapat menyebabkan masalah atau komplikasi yang lebih serius.

ciri-ciri cacar air

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas satu persatu gejala cacar air yang perlu diketahui.

Apa Saja Sih Ciri-Ciri atau Gejala Cacar Itu?

Gejala utama cacar air yang sangat mudah dikenali yakni dengan munculnya ruam merah pada kulit yang kemudian akan berubah menjadi bintil berisi cairan bening yang terkadang disertai rasa gatal. Namun, sebelum gejala khas ini muncul, kebanyakan penderitanya akan mengalami beberapa gejala permulaan yang mirip flu (Flu-like Symptoms).

Kenalilah beberapa ciri-ciri atau gejala cacar air yang muncul dari waktu ke waktu berikut ini, agar dapat meminimalisir penyebarannya.

1. Sakit Kepala

Gejala cacar air yang pertama ditandai dengan sakit kepala ringan. Seseorang yang terinfeksi cacar air akan merasakan tanda-tanda atau gejalanya dalam 10-21 hari setelah terpapar virusnya. Gejala awal yang dirasakan oleh kebanyakan orang berupa sakit kepala ringan, dan lambat laun akan menjadi migrain atau sakit kepala berat yang dibarengi dengan munculnya bintil berisi cairan bening. Pada bayi, wanita hamil, orang dewasa dan seseorang dengan imunitas rendah dapat mengalami gejala yang lebih parah.

Tahukah Anda, bahwa penyakit cacar air sangatlah menular. Sebagai contoh, jika di dalam satu keluarga ada yang terkena cacar air, maka anggota keluarga yang lainnya yang belum pernah terkena atau belum divaksinasi kemungkinan besar akan tertular. Entah itu melalui kontak langsung atau lewat udara.

Oleh karena itu penting untuk melakukan vaksinasi cacar sedini mungkin. Biasanya dimulai sejak berumur 1-1,5 tahun (dosis pertama) dan diulang setelah berumur 4-6 tahun (dosis kedua).

Sakit kepala juga bisa disebabkan oleh penyakit lain, baca: Penyebab Sakit Kepala Sesuai Jenisnya

2. Gejala Mirip Flu

Setelah diawali dengan sakit kepala, selanjutnya orang yang terinfeksi akan mengalami gejala lain layaknya gejala-gejala flu awal. Seperti demam, nyeri otot, dan mual. Gejala ini pun biasanya akan terus berlanjut sampai muncul bintil di kulit yang berisi cairan bening bahkan beberapa diantaranya tetap merasakannya sampai bintil ini pecah.

Awalnya, kebanyakan orang tidak menyadari dan menyalah artikan gejala ini sebagai penyakit flu ringan saja, sampai akhirnya muncul bintil berisi cairan bening sebagai gejala khas yang datang 4-5 hari kemudian.

Untuk mengatasi gejala-gejala ini, penderita dapat mengonsumsi obat pereda sakit atau analgesik yang tersedia bebas di apotik, seperti parasetamol. Namun sebaiknya hindari pemberian obat yang memiliki efek samping yang dapat menimbulkan reaksi terhadap kulit seperti ibuprofen. Terutama pada bayi dibawah 3 bulan dan seseorang yang memiliki riwayat asma, gangguan pada lambung dan alergi dengan obat anti-inflamasi non steroid.

Konsultasikan dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum memutuskan menggunakan obat tertentu untuk mengatasi gejala awal cacar air ini.

3. Kelelahan

Kelelahan menjadi salah satu gejala atau ciri-ciri cacar air selanjutnya. Kondisi tubuh secara keseluruhan yang menjadi tidak sehat dan tidak nyaman akibat cacar air seringkali membuat penderitanya menjadi kekurangan energi, mudah tersinggung dan mengalami kelelahan. Tak jarang membuat penderitanya kesulitan dan tidak bersemangat untuk menjalani rutinitas sehari-hari seperti sekolah atau bekerja.

Dalam kondisi ini disarankan untuk memperbanyak konsumsi air putih dan istirahat dirumah. Selain untuk mempercepat penyembuhan, dengan beristirahat dirumah juga dapat menghindari penularan penyakit ini pada orang lain.

Sebagian besar seseorang yang mengalami cacar air akan sembuh total. Namun, jika terjadi pada bayi, orang dewasa, wanita hamil, atau individu dengan imunitas yang lemah, penyakit ini bisa menjadi sangat parah dan membutuhkan waktu lebih lama untuk masa pemulihannya.

4. Gangguan Pencernaan

Sebelum munculnya bintil cair, banyak orang terutama anak-anak yang mengeluh mengalami gangguan pencernaan seperti sakit perut, mual, diare dan gangguan pencernaan lainnya. Bisa jadi ini merupakan reaksi imunitas tubuh yang berusaha melawan virus penyebab cacar air dan mungkin juga akibat efek samping obat antivirus yang dikonsumsi oleh si penderita.

Gangguan pencernaan ini dapat menyebabkan dehidrasi yang berdampak besar dengan menurunnya imunitas tubuh. Oleh karena itu penting untuk memperbanyak asupan cairan ke dalam tubuh untuk mencegahnya.

5. Berkurangnya Nafsu Makan

Gejala atau ciri-ciri cacar air berikutnya ditandai dengan berkurangnya nafsu makan, terlebih pada anak-anak. Seseorang yang mengalami cacar air sering kehilangan selera makannya akibat dari melemahnya kondisi tubuh. Alhasil akan berimbas dengan menurunnya berat badan dan produktivitas sehari-hari.

Meski begitu, usahakan untuk tetap terhidrasi dan mengisi perut dengan asupan makanan ringan seperti roti, biskuit atau sup kaldu. Ingat ya, kekurangan asupan makanan serta cairan akan membahayakan sistem kekebalan tubuh dan memaksanya untuk bekerja ekstra keras melawan virusnya.

6. Nyeri

Rasa sakit atau nyeri merupakan gejala cacar air yang dapat dirasakan beberapa hari sebelum ruam kulit muncul dan setelah ruam tersebut berubah menjadi bintil berisi cairan bening. Bintil-bintil kecil berisi cairan bening ini terasa panas atau gatal, dan sangat sensitif terhadap sentuhan (terasa nyeri bila disentuh). Biasanya terlebih dahulu muncul di area badan (punggung, dada, perut) dan menyebar ke seluruh bagian tubuh seperti wajah, leher, lengan, kaki bahkan sampai ke alat kelamin.

7. Ruam kulit

Setelah penderita mengalami gejala-gejala seperti diatas. Selang 1-2 hari kemudian akan muncul ciri khas cacar air berupa ruam pada kulit. Ruam kulit ini berupa bintik atau bercak kemerahan pada kulit (MAKULA) dan sedikit menimbul (PAPULA) yang terkadang terasa gatal terutama di dada dan punggung, kemudian menyebar ke wajah, kulit kepala, lengan, selangkangan, dan kaki.

( ! ) perhatikan ciri-ciri dan gejala cacar air ini, karena virus cacar air paling banyak menular 2 hari-sebelum ruam ini muncul. Namun, seringkali ruam gatal adalah tanda awal penyakit ini karena gejala no. 1-6 hanya ringan saja.

Ruam ini biasanya dimulai dari batang tubuh (dada, punggung, perut) lalu bergerak naik ke ke leher, wajah, dan kepala. Rauam ini juga bisa muncul di mulut, tenggorokan, dan di sekitar mata, bahkan area kemaluan.

8. Ruam Kulit Berubah Menjadi Lepuh Berisi Cairan

Setelah beberapa hari mengalami gejala yang mirip flu ringan, kemudian di ikuti dengan munculnya ruam pada kulit. Gejala cacar air selanjutnya ditandai dengan berubahnya ruam kulit menjadi bintil-bintil lepuh berisi cairan (VESIKEL) yang terkadang masih terasa gatal. Terkadang bisa terasa amat menyakitkan apabila terjadi infeksi sekunder akibat bakteri.

Bintik-bintik baru juga bisa terus bermunculan selama beberapa hari (10-14 hari) setelah ruam dimulai dan terus berkembang menjadi lepuh atau bintil yang berisi cairan dalam 24-48 jam kedepan. Jumlahnya pun berbeda-beda pada setiap orang (*). Nasib baik jika hanya mendapatkan sedikit lepuhan ini, karena tak jarang lepuhan ini dapat menyebar ke sekujur tubuh dari kepala hingga kaki. Penting untuk tidak menggaruknya, guna menghindari infeksi dan penularan ke orang sekitar.

(*) = ada sebagian masyarakat beranggapan bahwa jika bintilnya banyak maka artinya bagus tidak akan terkena lagi. Begitupula sebaliknya, apabila bintil cacar airnya sedikit, maka itu kurang bagus karena penyakit tidak keluar semua, dan berpotensi kambuh lagi. – ini mitos yang tidak benar.

Lepuh berisi cairan ini pun akan mengerut dan mengering dengan sendirinya membentuk keropeng selang 2-3 hari kemudian. Namun prosesnya tidak bersamaan, karena ada sebagian yang mengering, dan dibagian yang lain ada yang baru tumbuh atau masih basah. Selama masa ini sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, untuk menghindari infeksi kulit dari kuman atau bakteri. Untuk mengurangi rasa gatalnya, dapat menggunakan bedak gatal yang ditaburkan ke sekujur tubuh (kecuali bagian sensitif).

gambar ciri-ciri cacar air pada kulit

gambar ciri-ciri cacar air pada kulit berbagai tingkat.

( ! ) Amati warna cairannya, jika berubah warna menjadi kuning atau kehijauan, maka ciri-ciri cacar air yang seperti ini menandakan adanya infeksi sekunder akibat bakteri. Sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Pastikan untuk selalu menjaga asupan cairan dan makan makanan bergizi tinggi untuk mempercepat proses penyembuhan. Jika kulit sekitar lepuhan terasa amat menyakitkan, cairan bening berubah menjadi kekuningan atau bernanah, dan timbul rasa sakit di dada, harap segera kunjungi dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Simak juga artikel informatif lainnya mengenai cacar air:

Sekian, semoga bermanfaat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer