Kenali Ciri-ciri dan Gejala HIV pada Pria

Apakah gejala HIV pada pria mudah diketahui? Bagaimanakah cara kita mengetahui kalau seorang pria mungkin terkena infeksi virus mematikan tersebut? Simak terus artikel di bawah ini untuk menemukan jawabannya.

HIV (human immunodeficiency virus) merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel-sel limfosit CD4, yakni sel yang berperan dalam melindungi tubuh dari serangan penyakit. Dan tak seperti virus lain yang bisa dilawan oleh imun tubuh, begitu masuk dalam tubuh, virus HIV tak bisa keluar lagi.

ciri gejala hiv pria

Seiring berjalannya waktu, biasanya virus HIV mulai menyerang dan menghancurkan sel CD4, jumlahnya menjadi sedikit, sehingga nantinya tubuh tak bisa lagi memerangi berbagai ancaman infeksi atau penyakit. Dan bila ini sampai terjadi, maka infeksi HIV dapat membuat penderitanya menderita AIDS (acquired immunodeficiency syndrome). Jadi AIDS diartikan sebagai kumpulan gejala yang terjadi akibat berbagai penyakit yang timbul karena sistem kekebalan tubuh rendah yang disebabkan  oleh infeksi HIV.

Biasanya butuh waktu antara beberapa bulan hingga puluhan tahun lamanya bagi virus HIV untuk berkembang ke tahap AIDS. Namun untungnya, pengobatan dini bisa mencegah penderita HIV terkena AIDS.

Untungnya lagi, virus HIV tak menular melalui sentuhan, namun melalui darah, sperma, atau cairan vagina. Oleh sebab itu, pria yang suka melakukan hubungan seks bebas lebih beresiko terinfeksi virus ini.

Seperti Apa Ciri-ciri HIV pada Pria?

Saat terinfeksi, biasanya gejalanya tak serta-merta langsung dirasakan. Dua orang pria yang terjangkit HIV bisa jadi mengalami gejala berbeda. Setelah beberapa minggu salah satu penderita mungkin akan mengalami gejala yang mirip dengan sakit flu. Dikarenakan gejalanya lebih mirip sakit influenza biasa, maka ia mungkin tak menyadari kalau dirinya sudah terjangkit virus mematikan tersebut. Gejala awal yang mungkin menyertai infeksi HIV pada pria adalah turunnya berat badan dan mudah lelah. Akan tetapi, pria lainnya mungkin baru mengalami gejalanya beberapa tahun kemudian.

Pada umumnya, gejala HIV pada pria terbagi menjadi 3 tahap:

1. Gejala awal 

Lebih kurang 80% pria yang mengidap HIV akan mengalami gangguan yang sepintas mirip dengan flu seperti yang disebutkan sebelumnya tadi. Biasanya, gejala ini mulai dirasakannya 2-4 minggu setelah infeksi. Gejala yang disebut dengan infeksi HIV akut ini merupakan tahap awal dan biasanya berakhir setelah tubuh berhasil menciptakan antibodi untuk melawan virus.

Beberapa gejala HIV pada tahap awal meliputi:

Gejala lain yang tak selalu ada adalah:

  • Mudah lelah.
  • Membengkaknya nodus limfa (kelenjar limfa).
  • Timbulnya borok/ bisul di mulut dan alat kelamin.
  • Sakit otot/ sendi.
  • Mual dan muntah.
  • Munculnya keringat saat malam hari.

Jika Anda merasakan beberapa gejala HIV pada pria yang disebutkan di atas, segeralah lakukan tes darah ke rumah sakit agar penanganan dini dapat dilakukan. Meski belum ada obat yang dapat menyembuhkan HIV, namun pengobatan dini dapat memperlambat berkembangnya virus dalam tubuh.

2. Gejala HIV lanjutan

Setelah gejala awal yang disebutkan di atas hilang, maka virus HIV mungkin tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa bulan atau tahun berikutnya. Penderitanya mungkin takkan merasakan sakit apapun, namun virusnya masih tetap aktif dan mudah menular ke orang lain. Selama masa ini, virus HIV justru berkembangbiak semakin banyak dalam tubuh dan mulai melemahkan sistem kekebalan tubuh.

3. Gejala akhir/ munculnya AIDS

Mungkin butuh waktu 10 tahun bahkan lebih bagi virus untuk merusak sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Begitu hal ini terjadi, HIV akan berkembang menjadi AIDS. Pada tahap ini, sistem kekebalan tubuh seseorang boleh dibilang sudah rusak parah sehingga tubuhnya rawan terhadap berbagai infeksi.

Penderitanya mungkin bakal sering mengalami demam, flu, serta infeksi jamur.

Gejala HIV pada pria lainnya di tahap ini antara lain:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Diare terus menerus.
  • Mudah lelah.
  • Turunnya berat badan secara drastis.
  • Batuk dan nafas pendek.
  • Demam, menggigil, serta munculnya keringat dingin yang terus-menerus berulang.
  • Munculnya ruam atau luka di mulut, hidung, alat kelamin, serta bawah kulit.
  • Membengkaknya nodus limfa di ketiak, kunci paha, serta leher.
  • Hilang ingatan, bingung, serta gangguan saraf lainnya.

Untuk mengetahui gejala setiap tahapan dari penyakit HIV sampai AIDS, bisa Anda pelajari di sini: Kenali 30 Gejala HIV AIDS Fase Awal, Laten, dan Lanjut. Bagi yang penasaran apakah sudah tertular, kapan melakukan pemeriksaan, ketahui di sini: Takut Tertular, Kapan Tes HIV yang Tepat?

Mengingat betapa mengerikannya deretan gejala HIV pada pria di atas, ada baiknya Anda melakukan upaya pencegahan agar tak sampai terinfeksi virus mematikan tersebut. Caranya adalah dengan tidak bergonta-ganti ‘pasangan’ serta tidak menggunakan jarum suntik bersama-sama. Semoga sedikit ulasan mengenai gejala HIV pada pria di atas dapat menambah wawasan bagi Anda untuk lebih berhati-hati.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer