Ciri-ciri dan Gejala Kanker Kelenjar Getah Bening

Ada banyak gejala kanker getah bening yang dialami oleh penderitanya, namun tanda yang paling mudah diamati adalah munculnya benjolan di satu atau beberapa daerah kelenjar getah bening berada, misalnya di leher, ketiak, ataupun selangkangan. 

Apa sih sebenarnya kanker getah bening itu?

Kanker getah bening atau limfoma merupakan kanker yang berkembang dari jaringan limfoid (kelenjar getah bening) yang mencakup sistem limfatik dan kekebalan tubuh yang ditandai dengan proliferasi atau pertumbuhan tak terkendali dari sel-sel asli jaringan limfoid.  Terjadinya kanker di kelenjar getah bening juga dapat berasal dari penyebaran kanker dari organ lain.

gejala kanker getah bening

hati-hati dengan benjolan di leher bisa jadi itu gejala kanker getah bening

Ironisnya, sebagian besar penderita kanker getah bening baru menyadari ketika sudah memasuki stadium lanjut. Kondisi inilah yang kerap menyulitkan penyembuhannya. Untuk itu, mengetahui gejala kanker getah bening sedari awal begitu penting guna meningkatkan persentase kesembuhannya.

Kenali Jenis-Jenis Kanker Getah Bening

Hal penting yang juga perlu diketahui adalah jenis-jenis kanker getah bening, karena hal ini akan menentukan terapi dan tingkat kesembuhanyya.

Berdasarkan gambaran histopatologisnya pada pemeriksaan jaringan getah bening di laboratorium, kanker getah bening dibagi ke dalam dua jenis, yakni limfoma Hodgkin dan limfoma non-Hodgkin.

Dibandingkan dengan limfoma Hodgkin, limfoma non-Hodgkin lebih sering terjadi dengan jumlah penderita yang hampir 10 kali lebih banyak. Penderitanya pun rata-rata berusia 50 tahun ke atas. Sedangkan pada limfoma Hodgkin, lebih sering dijumpai pada kelompok usia yang relatif muda antara 15-24 tahun atau yang berusia di atas 60 tahun.

Limfoma Hodgkin lebih cenderung timbul di tubuh bagian atas seperti leher, ketiak, atau dada. Berbeda dengan limfoma non-Hodgkin yang dapat timbul di kelenjar getah bening di seluruh tubuh dan sebagian besar penderitanya baru terdiagnosa pada stadium lanjut.

Waspadai Gejala Kanker Getah Bening Berikut

Umumnya gejala kanker getah bening baik limfoma Hodgkin maupun non-Hodgkin memiliki kesamaan. Diantaranya seperti, bengkak di area kelenjar getah bening, kelelahan, berat badan menurun, demam, berkeringat di malam hari dan gatal pada sebagian atau sekujur tubuh.

Berikut, gejala atau ciri-ciri kanker getah bening selengkapnya.

1. Bengkak di Daerah Kelenjar Getah Bening

Gejala kanker getah bening umumnya ditandai dengan adanya benjolan atau pembengkakan di daerah kelenjar getah bening seperti leher, ketiak atau selangkangan. Gejala yang disebut juga dengan limfadenopati ini merupakan respon alami tubuh dalam melawan infeksi.

Sebenarnya ada banyak penyebab dari membengkaknya daerah kelenjar getah bening, seperti penyakit yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh atau rheumatoid arthritis dan penggunaan beberapa obat, termasuk antibiotik.

Meski begitu, pembengkakan atau benjolan akibat gejala kanker getah bening dapat dikenali dengan cara menekan benjolan tersebut. Apabila ditekan tidak terasa sakit dan benjolan terasa lebih dari satu atau bergerombol, kemungkinan besar itu merupakan gejala kanker getah bening.

Berbeda dengan pembengkakan yang muncul di leher, ketiak atau selangkangan yang dapat dengan mudah dikenali. Pembengkakan yang berada di perut atau dada tentunya akan sulit dideteksi kecuali dengan bantuan alat pemindaian medis seperti CT scan atau X-ray.

Seseorang yang mengalami pembengkakan di perut atau dada biasanya akan mengalami keluhan seperti sakit perut atau batuk-batuk. Jadi, perhatikan benar kondisi kesehatan Anda, apabila mengalami keluhan seperti ini segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

2. Kelelahan

Seseorang yang menderita kanker getah bening biasanya akan mengalami kelelahan yang di picu akibat menurunnya kekebalan tubuh. Gejala ini biasanya ditandai dengan napas yang terengah-engah atau sulit bernapas yang tidak pernah dirasakan sebelumnya ketika sedang melakukan aktivitas normal sehari-hari.

Ketika terus-menerus merasa lelah padahal sebelumnya baik-baik saja, patut dicurigai bahwa kondisi yang dialami merupakan ciri-ciri kanker getah bening.

3. Berat Badan Menurun Tanpa Sebab yang Jelas

Berat badan yang mengalami penurunan tanpa sebab yang jelas juga perlu diwaspadai sebagai ciri-ciri kanker getah bening. Penurunan berat badan ini terjadi akibat sel-sel kanker yang terus menerus menggerogoti tubuh penderitanya dengan mengambil berbagai nutrisi yang seharusnya diperuntukkan bagi sel-sel tubuh yang sehat.

Lambat laun tubuh pun akan kekurangan nutrisi penting yang sangat memengaruhi kerja organ tubuh secara keseluruhan. Pada akhirnya, tubuh akan terasa semakin lemas dan berat badan pun perlahan-lahan menurun.

Waspadailah apabila Anda mengalami penurunan berat badan lebih dari 5% dalam sebulan atau lebih dari 10% dalam 6 bulan. Segera periksakan diri ke dokter dan lakukan pengobatan dengan segera sebelum kanker memasuki stadium lanjut.

4. Demam

Tentunya, banyak penyakit yang menimbulkan gejala demam. Meski begitu, pada penderita kanker getah bening, demam yang dialami biasanya tidak terlalu tinggi, sekitar 37,5 ° C dan tidak pernah lebih dari 38 ° C.

Stimulasi peningkatan suhu tubuh ini ditimbulkan oleh infeksi akibat sel-sel kanker yang menyerang sehingga merangsang pengaturan ulang termostat di hipotalamus.

Selain itu, pengaturan termostat tubuh juga akan menimbulkan sensasi kedinginan atau menggigil di seluruh tubuh. Itulah mengapa, demam sebagai ciri-ciri kanker getah bening akan hilang timbul.

5. Berkeringat di Malam Hari

Berkeringat di malam hari yang menjadi gejala kanker getah bening bukan disebabkan oleh aktivitas fisik. Penderita kanker getah bening atau limfoma akan mengeluarkan keringat di malam hari meski udara dingin. Keluarnya keringat pun terlihat cukup ekstrim, hingga dapat membanjiri pakaian atau sprei yang dipakai.

Kondisi ini merupakan respon alami tubuh dalam menanggapi kenaikan suhu tubuh serta respon terhadap beberapa hormon dan protein abnormal yang diproduksi oleh sel limfoma.

6. Gatal

Gatal atau pruritus merupakan salah satu gejala umum dari kanker getah bening, terutama limfoma Hodgkin. Hampir sepertiga penderita limfoma Hodgkin mengalami gejala ini. Rasa gatal dapat dirasakan di tangan, kaki bahkan di sekujur tubuh.

Ketika cuaca panas atau pada malam hari menjelang tidur, rasa gatal ini pun akan cenderung memburuk dan merepotkan penderitanya.

Penyebab gatal sebagai ciri-ciri kanker getah bening diduga karena zat kimia yang disebut sitokin yang mengganggu saraf di kulit dan membuatnya gatal. Sitokin dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh sebagai reaksi terhadap sel limfoma.

Jika memiliki gejala kanker getah bening, apa yang harus dilakukan?

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa ciri-ciri kanker getah bening di atas, maka segeralah memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan bertanya mengenai awal mula gejala muncul dan gejala apa saja yang dialami, selanjutnya pemeriksaan fisik terutama pada kelenjar gerah bening dilakukan.

Apabila memang ada kecurigaan, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang diantaranya biopsi jaringan. Biopsi jaringan adalah prosedur pengambilan sampel jaringan tubuh yang dicurigai mengalami keganasan atau kanker. Sampel jaringan akan diolah sedemikian rupa sehingga dapat diamati di bawah mikroskop.

Pemeriksaan ini dapat menentukan dengan pasti adanya suatu kanker sekaligus menentukan jenisnya. Mengetahui jenis kanker getah bening amat penting bagi dokter, karena dapat menentukan jenis pengobatan yang tepat.

Berikut ini perbedaan jenis kanker getah bening Limfoma Hodgkin dan non Hodgkin.

Ciri-ciri Kanker Getah Bening Limfoma Hodgkin

Limfoma Hodgkin ditandai dengan adanya sel Reed-Sternberg yang merupakan sel B matang yang bermutasi menjadi ganas, sangat besar, dan membawa lebih dari satu nukleus. Hampir 80% pada kasus limfoma Hodgkin terdapat pada kelenjar getah bening leher.

Limfoma jenis ini lebih bersifat lokal hanya di mediastinum, dan jarang metastasis ke sumsum tulang. Limfoma Hodgkin terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe nodular predominan limfosit dan tipe klasik yang erat kaitannya dengan virus Epstein-Barr, yakni suatu virus yang menjadi penyebab penyakit mononucleosis.

Ada empat subtipe dari limfoma Hodgkin tipe klasik, diantaranya:

  • Nodular Sclerosis. Subtipe dari limfoma Hodgkin klasik yang paling sering dijumpai, meliputi hampir 67% kasus. Pada nodular sclerosis, terdapat sejumlah kecil sel Reed-Stenberg dan campuran sel darah putih lainnya. Prognosisnya tergolong sedang dan kasusnya lebih sering dijumpai pada wanita muda.
  • Lymphocyte Predominance. Subtipe dari limfoma Hodgkin klasik yang paling jarang ditemui, hanya berkisar 3% kasus. Gambaran mikroskopiknya, hanya terdapat sel Reed-Steinberg dalam jumlah yang sangat sedikit namun terdapat banyak limfosit. Prognosisnya tergolong lambat.
  • Lyumphocyte Depletion. Meski termasuk subtipe limfoma Hodgkin yang jarang ditemui, namun lyumphocyte depletion tergolong ganas karena termasuk tipe yang cepat dan agresif. Pada gambaran mikroskopik ditemukan banyak sel Reed-Steinberg dengan sedikit limfosit.
  • Mixed Cellularity. Menjadi subtipe limfoma Hodgkin yang paling sering dijumpai selain nodular sclerosis (sekitar 25%-30% kasus). Pada gambaran mikroskopik ditemukan sel Reed-Steinberg dalam jumlah yang sedang dan seimbang dengan jumlah limfosit. Prognosisnya tergolong agak cepat.

Ciri-ciri Kanker Getah Bening Limfoma Non-Hodgkin

Limfoma Non-Hodgkin merupakan suatu keganasan pada sel limfosit B maupun sel limfosit T yang sudah matur di dalam kelenjar getah bening sehingga terjadi proliferasi berlebihan dari sel limfosit tersebut yang membuat kelenjar limfa membesar.

Limfoma non-Hodgkin dapat bersifat indolen (low grade) hingga progresif (high grade) dan sering metastasis ke sum-sum tulang. Ada dua tipe paling umum dari limfoma non-Hodgkin yaitu limfoma folikular dan limfoma sel B difus yang menjadi penyebab dari sekitar sepertiga kasus limfoma.

Lebih lanjut, simak penjelasannya disini: Ciri-Ciri Kanker Kelenjar Getah Bening (Hodgkin dan non-Hodgkin)

Kanker getah bening merupakan salah satu kanker yang persentase kesembuhannya tergolong tinggi, terutama pada limfoma Hodgkin. Namun, ini semua bergantung pada stadiumnya.

Jadi, penting sekali untuk mengetahui gejala atau ciri-ciri kanker getah bening sedari awal. Semakin cepat dideteksi dan disadari maka akan berbanding lurus pada persentase kesembuhan yang dapat mencapai 100%.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer