13 Ciri-ciri dan Gejala Kanker Paru-Paru yang Sering Diabaikan

Kanker paru merupakan penyakit yang cukup ganas di dunia. Sekitar 1,3 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kanker paru-paru. Sayangnya, pada kebanyakan kasus, penyakit ini baru terdeteksi setelah kondisinya memburuk. Untuk itulah, begitu penting mengenali setiap gejala dan ciri-ciri kanker paru-paru sedini mungkin. Deteksi dan penanganan dini akan memperbesar peluang untuk bertahan hidup melawan kanker ganas ini.

Sebagian besar kanker paru-paru memang tidak menyebabkan gejala berarti sampai kondisinya mulai parah. Namun demikian, beberapa gejala awal dapat dideteksi, dimana keberadaan kanker di paru-paru mulai berdampak pada tubuh. Jadi ketika seseorang merasakannya, jangan sampai gejala-gejala awal ini diabaikan begitu saja lantaran dianggap sebagai penyakit biasa yang bisa segera sembuh.

ciri ciri dan gejala kanker paru-paru

Cermati dan kenali baik-baik! jika kita tidak mengabaikan ciri-ciri kanker paru-paru berikut ini, maka peluang kesembuhan bisa lebih baik.

Ciri-ciri atau gejala ketika terkena kanker paru-paru:

1. Sesak Napas

Sesak napas atau mengi merupakan masalah pernapasan biasa yang dianggap tidak terlalu serius. Namun, jika kondisi ini datang tiba-tiba saat melakukan aktifitas yang sebelumnya tidak membuat Anda kehabisan napas, Anda patut waspada. Kemungkinan ini adalah peringatan dini adanya masalah pada paru-paru Anda.

Meskipun sesak napas bisa saja disebabkan oleh banyak faktor, namun jika Anda beresiko tinggi terkena kanker paru-paru, periksakan kondisi ini sesegera mungkin. Ingat, semakin awal kanker ini dideteksi semakin besar peluang sembuhnya jika ditangani dengan benar.

Jadi perhatikan gejala kanker paru lainnya, semakin banyak ciri-ciri yang dialami, maka semakin besar kemungkinannya.

2. Batuk Membandel

Batuk yang terus menerus hingga menyebabkan suara serak dan sulit hilang, bisa jadi salah satu ciri-ciri kanker paru-paru. Sayangnya, banyak orang menganggap ini hanya masalah flu atau alergi biasa yang tidak perlu diperiksakan ke dokter.

Batuk yang kemungkinan berhubungan dengan kanker paru-paru bisa saja berupa batuk kering atau batuk berdahak. Tanda yang lebih jelas biasanya jika batuk membandel ini bertahan hingga delapan minggu tanpa sebab yang jelas.

Berbeda dengan batuk umumnya yang lebih sering dialami saat siang hari, batuk yang disebabkan oleh kanker paru-paru biasanya akan memburuk pada malam hari. Menyebabkan penderitanya kesulitan tidur, kelelahan hingga penurunan produktivitas. Banyak orang yang mengabaikan kondisi ini hingga menyebabkan deteksinya menjadi lebih lambat.

3. Berat Badan Turun Drastis

Turunnya berat badan mungkin disyukuri oleh sebagian orang, namun jika kondisi ini tidak dilatari alasan yang jelas, maka patut diwaspadai. Turunnya berat badan secara tiba-tiba bisa saja karena nafsu makan yang menurun atau bahkan merupakan ciri-ciri kanker paru-paru.

Kanker atau tumor yang sedang tumbuh akan membuat tubuh merespon dengan menghabiskan banyak kalori untuk menyembuhkannya, sehingga kalori Anda akan banyak diserap oleh proses ini.

Penurunan berat badan yang berhubungan dengan kanker, tidak hanya kanker paru-paru, biasanya sulit dijelaskan. Bahkan penurunan berat badan terjadi ketika seseorang tidak melakukan perubahan apapun pada pola makannya. Penurunan berat badan akibat kanker seperti ini disebut sebagai cachexia, dalam kasus yang parah bisa benar-benar membuat penderita kehilangan berat badannya secara drastis hingga tampak kurus kering.

4. Merasa lelah atau lemah

Rasa lemah atau lesu biasa disebut dengan istilah malayse. Kondisi ini umum terjadi pada penderita kanker, dimana energi tubuh banyak digunakan untuk melawan kanker menjadikan badan lemas atau lemah hingga tidak ada gairah untuk menjalani aktifitas sehari-hari.

Malaise umumnya berbarengan dengan chahexia yang menjadi gejala khas dari penyakit kanker apapun.

5. Nyeri Dada

Salah satu gejala utama kanker paru-paru adalah nyeri di dada. Jadi ketika ada nyeri yang mendalam di paru-paru saat batuk, tertawa atau mengangkat benda, terlebih rasa sakitnya terus menerus, bisa menjadi pertanda adanya kanker paru-paru. Rasa sakit seperti ini muncul akibat penekanan masa tumor terhadap jaringan sekitarnya. Jadi, rasa sakit ini akan menguat seiring perkembangan tumornya.

Jika kanker paru-paru sudah menyebar ke bagian tubuh lain, rasa sakit juga akan muncul pada bagian tersebut. Metastasis atau penyebaran kanker paru-paru ke organ lain bisa mencapai tulang. Jadi jika Anda mengalami nyeri tulang, terutama di punggung dan pinggul yang disertai nyeri dada, sebaiknya segera hubungi dokter.

Tidak hanya kanker, nyeri dada juga banyak penyebabnya: Kenali Penyebab Nyeri Dada yang Anda Alami

6. Suara Serak

Suara serak memang banyak penyebabnya, misalnya radang tenggorokan atau karena terlalu banyak bersuara. Namun ketika penyebabnya tidak diketahui, maka segeralah periksakan ke dokter. Jika kondisinya tidak membaik setelah 2 minggu pengobatan, maka perlu dicurigai adanya pengaruh dari kanker paru. Alasannya, kanker dapat mempengaruhi kotak suara, sehingga membuat suara menjadi serak.

7. Perubahan pada tangan

Rasa nyeri dan lemah pada tangan dan jari-jari bisa menjadi tanda peringatan dini kanker paru-paru. Karena masih belum banyak yang mengetahuinya, maka keluhan ini sering kali diabaikan.

Pada kasus yang sudah parah, barulah terlihat jelas, kulit telapak tangan menebal dan terdapat lipatan-lipatan putih yang menonjol, bentuknya seperti babat (tidak asing bagi yang sering konsumsi soto babat). Inilah yang disebut “tripe palms” yang menandakan bahwa sudah terbentuk kanker dalam tubuh. Tripe palms bisa muncul ketika tubuh mengalami kanker lambung (35 % kasus) dan juga kanker paru-paru (11 % kasus).

8. Batuk Berdarah

Batuk yang disertai darah menandakan ada yang tidak beres pada paru-paru, bahkan jika itu hanya berupa bintik coklat pada dahak. Walaupun kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh kanker paru-paru, namun yang jelas itu adalah pertanda bahwa ada kondisi serius yang sebaiknya segera ditanyakan pada dokter.

Dalam banyak kasus, batuk berdarah biasanya dibarengi juga oleh gejala lain seperti sesak napas, demam dan nyeri dada. Segera buat janji dengan dokter Anda jika menemukan sedikit bercak darah pada dahak. Atau segera hubungi bantuan medis jika muncul banyak darah pada dahak batuk atau jika darah ini terus menerus muncul dalam dahak.

9. Suasana Hati yang Buruk

Perubahan suasana hati juga menjadi salah satu dari sekian banyak ciri-ciri kanker paru-paru. Kondisi lekas marah, kelelahan, depresi bisa jadi rutinitas yang dialami penderita kanker paru-paru. Umumnya orang yang biasanya santai bisa jadi sangat tempramental. Namun, karena gejala ini sangat tidak spesifik, dokter biasanya tidak langsung menghubungkannya dengan kanker paru-paru.

Gangguan mood ini paling sering dialami oleh penderita kanker paru stadium lanjut, sehingga tidak mungkin dijadikan satu-satunya ciri-ciri kanker paru-paru. Namun jika gangguan suasana hati ini diikuti oleh gejala lain seperti pada daftar ini, sebaiknya segera hubungi dokter Anda.

10. Infeksi yang Berulang

Sering terinfeksi penumonia atau bronkitis, atau infeksi saluran pernapasan lainnya bisa jadi tanda awal dari kanker paru-paru. Jika terjadi infeksi paru-paru kronis sebaiknya segera lakukan pemindaian paru-paru dengan x-ray atau CT-Scan. Infeksi yang sering muncul biasanya karena sistem kekebalan tubuh terganggu akibat terus menerus melawan kanker yang muncul.

Infeksi berulang pada paru-paru merupakan kondisi yang umum dari kemunculan kanker paru-paru. Adanya kanker pada paru-paru membuat infeksi bakteri biasanya lebih mudah menyerang paru-paru dan saluran pernapasan. Infeksi semacam ini perlu diobati secara terpisah dengan antibiotik.

Gejala Kanker Paru Stadium Lanjut

Jika kanker paru menyebar ke organ jauh, hal itu dapat menyebabkan:

  • Nyeri tulang (seperti sakit di punggung atau pinggul)
  • Perubahan sistem saraf (seperti sakit kepala, lemah atau mati rasa pada lengan atau tungkai, pusing, masalah keseimbangan, atau kejang), mulai dari kanker menyebar ke otak atau sumsum tulang belakang.
  • Menguningnya kulit dan mata (jaundice), dari kanker menyebar ke hati
  • Benjolan di dekat permukaan tubuh, karena kanker menyebar ke kulit atau kelenjar getah bening (kumpulan sel sistem kekebalan tubuh), seperti di leher atau di atas tulang selangka.

Cermati Sindrom Terkait Kanker Paru-Paru

Kanker paru-paru juga dapat menyebabkan beberapa jenis sindrom ketika stadiumnya sudah kian bertambah. Ciri-ciri kanker paru-paru ini bisa terdiri dari beberapa gejala yang sangat spesifik, diantaranya adalah:

1. Sindrom Horner

Kanker pada bagian atas paru-paru atau disebut tumor pancoast terkadang dapat mempengaruhi saraf tertentu pada mata dan bagian wajah. Akibatnya, muncul sekelompok gejala yang disebut sindrom Horner. Gejalanya yaitu:

  • Kelopak mata yang lemah atau terlihat turun (sayu atau sipit).
  • Pupil mata yang mengecil.
  • Berkurang atau hilangnya keringat pada wajah.
  • Nyeri bahu yang parah.

2. Sindrom Vena Cava Superior

Vena cava superior merupakan pembuluh dara besar yang membawa darah dari kepala dan lengan kemudian kembali ke jantung. Vena ini akan melewati bagian atas paru-paru sebelah kanan dan kelenjar getah bening di dalam dada.

Munculnya tumor di daerah ini bisa menekan pembuluh darah ini dan menyebabkan darah kembali naik karena terbendung. Hal ini menyebabkan pembengkakan di wajah, leher, lengan dan dada bagian atas (terkadang hingga kulit berwarna biru kemerahan). Kondisi yang parah dari sindrom ini dapat mengancam kehidupan dan perlu segera diobati.

3. Sindrom Paraneoplastik

Kanker paru-paru dapat membuat zat mirip hormon yang memasuki aliran darah dan menyebabkan masalah pada jaringan organ yang jauh meskipun kanker belum menyebar ke organ tersebut. Kondisi ini disebut paraneoplastik.

Terkadang sindrom ini bisa menjadi gejala awal kanker paru-paru. Namun terkadang tidak terkait dengan kanker paru-paru karena gejalanya hanya mempengaruhi organ lain.

Beberapa sindrom paraneoplastik yang lebih umum dikaitkan dengan kanker paru-paru adalah:

  • SIADH (syndrom of inappropriate anti-diuretic hormone): Dalam kondisi ini, sel kanker membuat hormon (ADH) yang menyebabkan ginjal menahan air. Sehingga menurunkan kadar garam dalam darah. Gejala SIADH meliputi kelelahan, kehilangan nafsu makan, kelemahan otot atau kram, mual, muntah, gelisah, dan kebingungan. Kasus yang parah dapat menyebabkan kejang dan koma.
  • Sindrom Cushing: Pada kondisi ini, sel kanker dapat membuat ACTH, hormon yang menyebabkan kelenjar adrenal mengeluarkan kortisol. Hal ini menyebabkan gejala seperti penambahan berat badan, mudah memar, lemas, kantuk dan retensi cairan. Sindrom ini juga bisa menyebabkan tekanan darah tinggi dan kadar gula tinggi atau bahkan diabetes.
  • Masalah Sistem Saraf: Kanker paru-paru terkadang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sebagian sistem saraf. Salah satu akibatnya adalah kelainan otot yang disebut sindrom Lambert-Eaton, dimana otot-otot disekitar panggul melemah. Salah satu tandanya ketika mengalami kesulitan bangkit dari posisi duduk. Masalah lain yang jarang terjadi adalah degenerasi cerebellar paranoplastik yang menyebabkan hilangnya keseimbangan dan ketidakjelasan pada gerakan lengan dan kaki, serta masalah bicara atau menelan.
  • Tingginya Kadar Kalsium darah (Hypercalcemia): Hal ini dapat menyebabkan sering buang air kecil, haus, sembelit, mual, muntah, sakit perut, kelelahan, pusing, dan masalah sistem saraf lainnya.
  • Kelebihan Pertumbuhan Tulang Tertentu: Kondisi ini sering terjadi pada ujung jari dan bisa sangat menyakitkan.
  • Penggumpalan Darah.
  • Pertumbuhan Payudara pada Pria (ginekomastia).

Perlu diingat, gejala-gejala ini mungkin juga disebabkan oleh kondisi lain selain kanker paru-paru. Namun, jika Anda mendapati masalah ini muncul, segeralah hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Lihat sumber

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer